My Sexy Hot, Pak Tentara

My Sexy Hot, Pak Tentara
Part 1


__ADS_3

Happy ReadingπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Seorang gadis remaja saat ini masih terlelap dan bergelung dibawah selimut, membungkus tubuh mungilnya agar tidak terkena hawa dingin oleh sisa semalam diguyur hujan deras.


Tok...tok...tok...


"Lila... sayang...bangun, nanti terlambat sekolahnya"...


Teriak seseorang wanita paruh baya dari balik pintu.


"5 menit lagi bik"...


Gumamnya sambil menutup seluruh tubuhnya menggunakan selimut.


10 menit kemudian


"Lila...dah jam 7 loo"...


Seketika seorang gadis langsung terbangun dari tidurnya dan menyibakkan selimut dengan cepat, namun nasib sial dia dapat pagi ini.


Gubrak...


"Aauuwww....sakitnya"...


Ringisnya sambil mengusap-usap lututnya yang tercium oleh lantai kamarnya...


Ceklek.


"Ada apa lila?"...


Tanyanya sambil memandang ke arah lila yang saat ini tengah terduduk di lantai sambil mengusap lututnya dan terlihat selimut yang teronggok dilantai.


"Jatuh bik"...


"Dasar selimut sialan"...


Gerutunya kesal sambil mencoba berdiri sedangkan sang bibi hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah laku keponakannya yang selalu ceroboh itu namun sangat sayang kepada keponakannya satu-satunya itu sebab dirinya tidak mempunyai siapapun dan hanya anak dari almarhumah kakaknya ini yang selalu menjadi pelipur laranya.


"Sudah buruan mandi, tuh jam 7"...


Ujar sang bibi kemudian masuk kedalam kamar lila untuk membuka korden serta jendelanya.


"Ah...iya...haduh... mamp*s gue malah nih hari ada jadwalnya si botak lagi"...


Gerutunya sambil menepuk jidatnya dan langsung menyambar handuk yang berada di belakang pintu lalu berlari menuju kamar mandi yang terletak di belakang dekat dapur.


"Dasar...lila...lila..."...


Ucapnya pelan sambil menggelengkan kepalanya kemudian berlalu meninggalkan kamar lila setelah membereskan selimut yang berserakan dilantai.


Dalila Bareeka Haniya yang artinya anak yang berhati lemah lembut, cantik seperti bunga dan menjadi hadiah terindah bagi kedua orang tuanya, gadis cantik bertubuh mungil hanya 145cm dan biasa dipanggil oleh lila itu, beberapa hari yang lalu telah berumur 17 tahun, anak yatim piatu sejak kedua orang tuanya kecelakaan dan langsung diasuh oleh adik dari ibunya yang bernama Yana Indira.


Namun sayang tingkah lakunya tak seperti arti namanya, sebab dirinya menjadi anak yang sangat ceroboh dan selalu membuat onar disekolah namun tetap pintar dan mendapatkan juara umum berturut-turut.


Beberapa menit kemudian lila masuk kedalam kamarnya dengan hanya memakai handuk saja untuk menutupi area pribadinya, ya kebiasaan lila sejak dulu selalu memakai pakaian didalam kamar karena menurutnya tak ada laki-laki yang tinggal dirumah bibinya jadi dia tak perlu kawatir jika hanya memakai sehelai handuk.


Lila langsung membuka pintu lemari kecil yang menampung pakaiannya lalu mengambil perlengkapan dal*man serta baju seragamnya dan dipakainya dengan terburu-buru.


"Haduh cepet banget lagi nih jam muternya, dah kayak roling coaster aja"...


Ucapnya saat melihat jam diatas nakas samping tempat tidurnya yang 5 menit lagi sudah menunjukkan jam 7 pagi.

__ADS_1


Lila lalu mengambil liptin yang terletak diatas meja dan langsung mengaplikasikan ke bibir seksi miliknya serta tak lupa bedak baby selalu setia lila gunakan oleh sebab itu wajahnya mulus seperti milik baby.


Setelah dirasa sudah selesai, segera disambarnya tas yang sudah sejak semalam dia siapkan dan untungnya bibi tersayangnya itu yang selalu mengingatkannya untuk menyiapkan kebutuhan sekolah di malam hari agar tak terlalu kelamaan jika menyiapkan disiang hari.


"Bik, lila berangkat dulu ya."...


Pamitnya saat sudah berada didekat bibi yang sedang duduk dimeja makan.


"Looo nggk makan dulu?"...


Tanya bibi


"Nggak keburu bik, lila takut terlambat di jamnya pak botak"...


Ucapnya sambil nyengir dan tetap sibuk dengan sepatu serta kaus kaki yang dibawanya duduk di dekat bibinya.


"Nih makan dulu, satu suap saja"...


Ucapnya dengan lembut sambil mengarahkan sendok yang sudah terisi oleh makanan.


Sedangkan lila langsung menerimanya dengan senang hati akan perilaku hangat yang diberikan oleh bibinya itu.


"Makasih bibi ku sayang"....


Cup.


"Lila berangkat, Assalamualaikum"...


Pamitnya setelah mencium pipi kanan bibinya dan langsung ngacir keluar pintu untuk segera berlari kesekolahnya.


"Waalaikum salam"...


Ucapnya pelan saat melihat lila tingkah lila yang sudah terbiasa menjadi pemandangannya sehari-hari sejak lila diasuhnya 10 tahun silam.


Lirihnya.


Tak ingin larut akan kesedihan yang terjadi pada orang tua lila yang telah tiada, bibi yan biasa dirinya disapa orang-orang melanjutkan sarapannya seorang diri tanpa pendamping hidup apalagi seorang anak.


β˜†β˜†β˜†β˜†


"Pagi pak joko"...


Sapanya saat melihat penjaga gerbang disekolahan dimana dirinya menuntut ilmu.


"Ehh...neng lila, tumben nggak terlambat"...


Tanyanya saat mendengar suara yang begitu familiar ditelinganya dan benar saja seorang gadis remaja yang selalu membuat onar sedang menyapanya.


"Soalnya jam pertama pak botak"...


Lirihnya saat membisikkan kata-kata tersebut ke arah penjaga gerbang yang sedang terbengong karena ulah dari lila sedangkan lila setelah membisikkan hal tersebut langsung ngacir masuk kedalam sekolah sambil mengembangkan senyumannya saat melihat orang yang dikenalnya.


Dor...


"Ehh...kodok...kodok...beranak...anaknya banyak"...


Ucapnya tergagap saat ada auara yang mengagetkannya.


"Ya elah kebiasaan banget sih lu ngagetin gua mulu kerjaannya"...


Ucapnya kesal sambil memukul pelan tangan sahabatnya itu.

__ADS_1


"Ckkk...lebay banget lu jadi orang"...


Sewotnya sambil memutar bola matanya malas.


"Cie...ngambek...cie..."...


"Seharusnya gue yang marah maemunah, lah kenapa jadi lu yang marah ma gua?"...


Tanyanya saat mendengar ucapan sewot dari satu-satunya orang yang mau berteman dengannya.


"Eleh suka-suka gua lah noni"...


"Yuk, masuk entar keduluan sama si botak lagi"...


Ajaknya samb menarik tangan orang yang dipanggil noni olehnya.


"Ehhhh...maemunah nama gue nino...N I N O...


Bukan noni maemunah?"....


Ucapnya sewot saat sahabatnya itu mengubah namanya.


"Laaa...itu paham, nama gue juga lila jauh amat lu manggil nama gua maemunah"...


Ucapnya tak kalah sewot dengan pria lemah gemulai yang sedang berkacak pinggang dihadapnya ini dengan gaya yang feminim.


"Hehehe...ayam sorry deh...uluh...uluh...lila cantik udah ya marahnya, nanti nino kenalin deh ma cowok-cowok cakep yang seksi dan hots"...


Ucapnya genit sambil mengedipkan matanya membuat lila yang tadinya marah walau hanya berpura-pura akhirnya tertawa lepas juga akan aksi konyol sahabatnya ini.


"Ogah gua, masih bisa nyari sendiri kalo laki yang dikenalin ke gua dari lu, nanti jadinya bentukannya kayak lu lagi"...


Jawabnya sambil menahan sisa ketawanya dan langsung berjalan menuju kelas mereka berdua.


"Ya elah lu mah kagak percayaan ma gua sih"...


Gerutunya sambil mengikuti langkah lila.


"Emang"...


Jawabnya singkat dan langsung mendudukkan tubuhnya saat sudah tiba di kursi tempat biasa ditempati bersama nino dan disusul oleh nino duduk tepat disebelahnya.


Nino Nugraha, sahabat satu-satunya disekolahan tempat lila menuntut ilmu, pria berwajah rupawan, hidung mancung dan tinggi namun satu kekurangannya dirinya bertubuh lemah gemulai jadi tak ada yang mau berteman dengannya kecuali lila, gadis mungil nan cantik yang hanya sebatas dadanya itu.


Ya, mereka bersahabat sejak awal masuk sekolah menengah atas dan itu pun perkenalannya karena nino di bully oleh para siswa.


Tet...tet...


HAY...HAY...HAY...


ASSALAMUALAIKUM READERS TERSAYANG MOM OLLA...


AUTHOR LUNCURKAN KARYA TERBARU YA, SEMOGA SUKA UNTUK MENEMANI HARIHARI PARA READERS...


JANGAN LUPA LIKE, SERTA VOTE DAN SELALU SUPPORT...


TANPA KALIAN APALAH DAYA AUTHORπŸ€—πŸ€—


SALAM SAYANG


MOM OLLA

__ADS_1


😘😘😘


__ADS_2