
Happy Reading🤗🤗🤗
Sudah lebih dari sebulan Lila tak bertemu dengan pria pujaannya, bukan karena tak ingin namun Lila sungguh sibuk akhir-akhir ini hingga membuat Lila belum sempat berkunjung ke rumah lama sang bibi yang kini sudah berubah panggilan menjadi mami sebab nino protes saat Lila masih memanggilnya dengan panggilan biasa.
"Noni....ihh...ayooo buruan temanin gua"...
Rengeknya sambil menggoyang-goyangkan lengan nino yang saat ini asyik dengan ponselnya.
"Ckkk...kan kalah lagi...lu tuh bikin gua kalah terus hari ini"...
Decaknya saat hewan peliharaannya yang sudah besar menabrak musuh.
"Ya elah...main cacing doang, kalah marah-marah dah kayak bocil lu... ayo buruan temani gua, ada yang mau gua beli nih sekalian nonton yuk dah lama banget kita nonton"...
Cerocosnya panjang lebar sambil menarik-narik tangan nino yang masih nempel di sofa ruang tamu.
"Mamiiihhh...bisa nggak dia ditukar tambah sama nita (Anak pembantu dirumah nino)"...
Rengeknya saat melihat mami yan melintas didekat ruang keluarga.
Yana seketika menghentikan langkahnya sambil menggelengkan kepalanya dengan pelan, drama seperti inilah tiap kali terjadi selama dirinya pulang dari Bali saat honeymoon kemarin.
"Mau temenin nggak kalau nggak gua bakal bocorin rahasia lu"...
Godanya sambil menaik-turunkan alisnya membuat nino seketika berdiri sambil tersenyum manis dan melupakan kekesalannya barusan.
"Aduh...kakak gua yang paling cantik, paling imut, paling manis...iya-iya ayok adik mu yang paling ganteng ini akan menemani kakak tercantiknya seharian nih, yuk...cantik kita siap-siap"...
Ucapnya merayu sambil menarik tangan Lila untuk menuju kekamar mereka masing-masing sedangkan Lila nampak mengulum senyum sambil mengendikkan bahu saat mami melihat kearahnya sambil bertanya tanpa suara, rahasia apa?
Yana nampak mengangkat kedua bahunya lalu melanjutkan langkah kakinya untuk menuju ke dapur.
Sudah hampir sebulan yana tinggal dirumah suaminya, ya pengantin baru yang sebulan lalu melangsungkan pernikahan dan melanjutkan honeymoon di Bali selama seminggu membuat yana paham akan sifat serta kesukaan sang suami.
Dan mengenai pekerjaan yana, karena sudah menempuh kesepakatan bersama dan suami menginginkan dirinya hanya berada dirumah untuk mengurus rumah tangganya dan sebagai seorang istri yang baik, yana lantas menyetujui keinginan sang suami walau sedikit berat namun yana harus ikhlas sebab semua ini demi rumah tangganya kelak.
Beberapa saat kemudian datanglah nino dengan setelan khas anak muda.
"Mih, kami pergi dulu ya...sekalian makan diluar"...
Ucap nino sedikit keras sambil mendekatkan diri ke arah maminya yang saat ini berada didapur tengah membelakanginya.
Yana seketika menghentikan kegiatannya dan melihat kearah belakang dimana putra sambungnya sudah rapi.
"Iya, jaga Lila baik-baik sayang"...
Ucapnya lembut sambil mengangkat kedua tangannya yang nampak sedikit kotor.
__ADS_1
"Nggak usah salim, tangan mami kotor"...
Sambungnya dengan tersenyum saat nino menyodorkan tangannya.
"Yasudah, dah mamihhh...assalamualaikum"...
Cup.
Sebuah kecupan mendarat dipipi kirinya, membuat yana menggelengkan kepalanya dan untung saja sang suami tak melihat jika melihat pasti mereka berdua akan beradu mulut.
"Mih, Lila pergi ya"...
Tiba-tiba suara Lila terdengar sedikit keras dan hanya melongokkan kepalanya disisi dinding antara dapur dan ruang makan.
Yana tersenyum lantas menganggukkan kepalanya dan membalikkan tubuhnya untuk kembali melanjutkan kegiatannya saat Lila sudah menghilang dibalik dinding.
Begitulah kehidupan mereka bersama keluarga baru, penuh dengan canda tawa walau sering berdebat namun dirinya bersyukur ada lelaki baik hati yang menjadikannya istri serta mengobati luka hatinya selama ini.
"Nya..."...
Seruan seorang wanita paruh baya berada dibelakang tubuhnya.
"Ya, ada apa bik sri?"...
Tanya Yana tersenyum sambil menengok kearah wanita yang bekerja dirumah suaminya.
"Biar bibik aja Nya yang melanjutkan"...
Yana menghela nafas lantas kembali menoleh ke arah wanita paruh baya tersebut yang sedang merasa khawatir.
"Nggak papa bik, saya ingin memasak untuk makan malam suami saya sendiri, bibi ngerjain aja yang lain"...
Ucapnya lantas melanjutkan aktifitasnya.
"Ta...tapi Nya..."...
Ucapnya terbata-bata dan langsung terhenti saat melihat sosok Tuannya.
Tony mengisyaratkan agar Bik sri pergi meninggalkan area dapur, bik sri lantas mengangguk kepalanya sambil berlalu meninggalkan pasangan yang masih anget-angetnya itu.
"Bik, bisa minta tolong?"...
Serunya tanpa melihat kebelakang karena saat ini dirinya sedang fokus dengan daging ayam yang sedang dipotong-potongnya.
Grep.
Sepasang tangan besar melingkar diperut ramping sang istri membuat yana terpekik kaget namun saat mencium aroma yang sudah dikenalinya ini langsung saja yana melihat kearah samping dan disana wajah sang suami sedang memperlihatkan sederet gigi putihnya.
Yana menghela nafas pelan lalu menggelengkan kepalanya pelan, lelaki yang sedang memeluknya ini semakin keluar sifat manjanya apalagi saat sang suami sudah pulang dari kerjanya seperti saat ini.
__ADS_1
"Kok sudah pulang mas?"...
Tanya Yana tanpa melihat kearah sang suami yang saat ini sedang bersembunyi diceruk lehernya hingga membuat dirinya meremang apa lagi saat sebuah kecupan-kecupan basah mendarat mulus di lehernya yang sudah disibakkan rambut panjangnya oleh Tony.
"Hem...kerjaan mas nggak terlalu banyak jadi mas selesaikan cepat biar mas bisa meluk gini, kangeenn..."...
Rengeknya sambil menggoyang-goyangkan badan sang iatri yang berada didekapannya.
"Mas ih"...
Yana memukul pelan tangan sang suami yang melingkar diperutnya saat suaminya menggoyang-goyangkan tubuhnya membuat kegiatannya terganggu.
"Lebih baik mas mandi sana?"...
"Mandiin"...
Serunya manja sambil menyesap leher sang istri yang menggodanya.
"Mas...geli"...
Yana meremang seketika saat sang suami menyesap kulit lehernya dan dapat dipastikan akan meninggalkan ruam keunguan.
Hap.
"Mas.."...
Pekiknya saat tiba-tiba tubuhnya melayang diudara dan untung saja yana tak memegang benda tajam.
"Kita mandi bersama sayang"...
Seringainya dengan mesum sambil menggendong tubuh sang istri ala bridestyle membuat yana memukul bahu suaminya dengan pelan dan tak lupa wajah yang merona karena malu saat matanya tak sengaja melihat pembantu dirumah suaminya hingga yana menyembunyikan wajah merahnya.
"Bik lanjutkan masakan Nyonya"...
Titahnya saat melihat sri pembantunya.
"Baik Tuan"...
Jawabnya sambil menundukkan kepalanya dan mengulum senyum melihat kebagiaan Tuannya itu.
Jika selama bekerja dirumah Tony dirinya merasa rumah itu sunyi dan akan ramai saat ada nona Lila berkunjung atau bermalam namun sepertinya sekarang akan ramai terus sebab Nona lila sudah tinggal bersama dengan anak majikan serta istri baru Tuannya.
Tony membawa tubuh sang istri ketempat dimana mereka memadu kasih hampir setiap malamnya, sebab tubuh yana sang istri kini telah menjadi candu baginya apalagi lembah istrinya masih terasa sempit dan menggigit padahal sering kali mereka melakukannya bahkan hingga 2 atau 3 ronde setiap malamnya.
Dan terjadilah acara mandi hingga satu jam lamanya bahkan mereka berdua berpindah-pindah tempat.
Wahhh...lagi ada yang kejar setoran ya readers🤣🤣
Haloha malam semua...maafkan mom yang lambat update yaaa🤭🤭🤭
__ADS_1
LIKE.VOTE.GIFT😘😘😘