
Happy Reading🤗🤗🤗
Like.
Vote.
Gift.
Tristan terbaring dengan muka yang amat masam diatas tempat tidur, saat ini dirinya sudah memakai pakaian lengkap dan sudah tampak segar dengan rambut setengah basahnya namun tidak dengan hatinya yang teramat dongkol karena kegagalan yang terjadi setengah jam yang lalu alhasil terong miliknya yang tadinya bersiap tempur seketika layu, padahal dirinya sangat merindukan desa han sang istri namun apa daya ada syeitan kecil yang mengganggu aktifitas menyemburan benih calon penerusnya kelak.
Ceklek.
Lila melongo kedalam dirinya seketika meringis pelan saat melihat sosok suaminya, dirinya merasa sangat iba karena kegagalan yang dilakukan mereka setengah jam yang lalu hingga membuat sang suami lesu dan memang baru ini saat akan bermesraan ada pengganggu seperti beberapa menit yang lalu, namun dirinya juga tidak bisa menyalahkan adiknya karena memang siang hari bukan waktu yang pas untuk penyemaian.
Flashback.
Deru nafas sudah sangat memburu menandakan bahwa puncah gai rah sudah meninggi dan bersiap untuk melesakkan terong lokal miliknya kedalam goa sempit sang istri yang sangat dirindukannya padahal baru 2 malam dirinya tidak menabur benih.
"Langsung saja ya, mas sudah nggak tahan"...
Ucapnya dengan nada tersengal-sengal karena gai rahnya memang terasa sudah dipucuk.
Lila hanya menganggukkan kepalanya pasrah dengan wajah memerah menahan has rat yang belum tuntas.
Dengan perlahan Tristan mengarahkan ujung terong miliknya agar tepat didepan pintu goa tempat ternyaman miliknya.
Namun pada saat sudah pas tiba-tiba.
Dok...dok...dok...
"KAKAAAKKK"...
Tristan seketika menghentikan aktifitasnya yang hampir saja menyentuh pintu goa dan saat itu juga has ratnya seketika down karena aktifitasnya terganggu namun tidak dengan terong miliknya yang masih menantang.
"Mas"...
Ucapnya pelan sambil meletakkan kedua tangan mungilnya didada bidang sang suami dengan wajah menoleh ke arah pintu kamar berwarna putih tersebut dan kembali menoleh kearah sang suami yang kini wajahnya nampak memerah, bukan karena amarah namun gai rahnya yang sudah di ubun-ubun.
"Kayaknya harus kita tunda dulu mas"...
Sambungnya dengan lirih sambil menggelengkan kepalanya pelan dan tersenyum canggung.
"Nanggung yang, terus terong mas gimana?"...
Tanyanya dengan nada pelan sambil melirik kebawah dimana terong miliknya sudah menegang sempurna.
__ADS_1
"Maaf"...
Ucapnya pelan sambil ikut melirik kebawah sebentar dan dapat dilihat milik sang suami yang sudah siap masuk ke goa miliknya dan wajahnya ikut memerah ketika melihat terong jumbo kepunyaan sang suami padahal dirinya sudah beberapa kali melihat namun tetap saja dia masih merasa malu.
Dok...dok...dok...
"KAKAKKKK DI PANDDIILLL CAMAAA ABBAAANNGGG, TATANYA NDAK BOYEH TIDUL TIANG CAMA ABANG ITAN"...
Teriaknya kembali namun disertai dengan ucapan sesuai dengan apa yang didengarnya beberapa menit yang lalu.
Tristan seketika menoleh dan langsung melemas kala sang istri tiba-tiba mendorong tubuhnya hingga kini dia terbaring dengan keadaan sudah naked dan terong miliknya pun sudah tidak setegang tadi.
Cup.
"Maaf, nanti malam aja ya mas, nanti Lila yang memimpin"...
Bisiknya setelah mencium bibir sang suami dan langsung beranjak untuk turun namun tiba-tiba tangannya dicekal membuat dirinya seketika menoleh.
"Janji"...
Tanya Tristan dengan tatapan melasnya.
Lila lantas menganggukkan kepalanya pelan dan tersenyum tipis membuat Tristan seketika tersenyum lebar dan langsung melepaskan cekalan tangannya.
Lila buru-buru memakai pakaiannya yang entah dilempar kemana namun dirinya akhirnya menemukannya dan bergegas memakai bajunya kembali.
Cicitnya saat menoleh melihat sang suami masih terlengtang diatas ranjang mereka.
Dok...dok...dok...
Lila lalu bergegas berjalan menuju pintu kamarnya dan memutar handle pintu setelah membuka kuncinya dan dia buru-buru menutup pintu kamarnya karena takut adiknya akan melihat hal yang belum boleh dilihat anak dibawah umur.
Flashend.
"Mas"...
Panggilnya dengan lembut sambil mengelus rambut sang basah sang suami ketika dirinya sudah mendudukkan tubuhnya ditepi tempat tidur.
"Heum"...
Dehemnya namun tidak mengubah posisinya yang masih tengkurap, bukan marah pada sang istri namun kepalanya masih terasa pening mengingat calon penerusnya harus hanyut diantara air yang mengalir membuat dirinya menatap nanar cairan kental berwarna putih tersebut, dirinya memang harus menenangkan terong miliknya yang masih setengah tegang itu.
Bahkan dirinya menggumamkan kata "Oh calon anak-anakku yang malang, maafkan ayah nak".
"Mas marah ya sama Lila?"...
__ADS_1
Tanyanya dengan nada sendu saat sang suami masih berada diposisi tersebut.
Tristan seketika membuka matanya yang terpejam saat mendengar nada sendu sang istri dan dirinya langsung membalikkan tubuhnya hingga kini dia dapat melihat tatapan sendu wanita pujaannya.
"Hei...mas nggak marah sayang"...
Ucapnya sambil mengulurkan tangannya dan menyentuh pipi halus sang istri.
"Terus kenapa mas diemin Lila"...
Ucapnya kembali dengan masih memandang sendu sang suami.
Grep.
"Mas nggak marah sayang, kepala mas cuma pusing"...
Ujarnya dengan jujur sambil mendekap hangat tubuh sang istri dan membelai dengan penuh kasih sayang.
"Mas sakit, ayo minum obat dulu, sebentar Lila ambilkan obatnya"...
Tanyanya dengan panik dan langsung melerai pelukan sang suami dan segera melihat wajah sayu suaminya, namun saat dirinya hendak turun dari tempat tidur, Lila tidak bisa bergerak lantaran pinggangnya sudah didekap oleh sang suami membuatnya seketika menoleh lantas mengeryitkan dahinya.
Tristan menggelengkan kepalanya pelan namun tersenyum sebab dirinya bisa melihat kepanikan sang istri.
"Mas baik-baik yang, cuma ini aja yang sakit jadinya kepala mas pusing"...
Ucapnya sambil menahan senyum saat membimbing tangan mungil istrinya menuju sela kangan miliknya dimana terong miliknya sudah kembali tenang.
Blush.
"Mas ih"...
Pekiknya dengan wajah merona dan langsung memalingkan kesamping wajah kemerahannya.
Tawa Tristan seketika pecah melihat wajah merah istrinya itu, sungguh dirinya sangat menikmati wajah sang istri saat ini.
"Udah yuk turun, bentar lagi makan siang"...
Ajaknya mengalihkan pembicaraan dan segera turun dari tempat tidur karena tujuannya kemari adalah memanggil sang suami untuk makan siang yang telat sedangkan tadi dirinya menemui Nella yang ternyata ada si kompor yang sudah membisikkan sesuatu hingga Nella mengganggu aktifitas mereka tadi.
Alhasil Lila geram dengan Nino hingga segala umpatan sumpah serapah dilontarkannya bahkan dirinya berucap jika Nino tidak akan merasakan surga dunia dalam waktu dekat.
Ya...pernikahan antara Nino dan Chika memang akan digelar 2 minggu lagi sesuai dengan permintaan Nino yang menginginkan agar Lila untuk menikah terlebih dahulu baru setelah itu mereka.
Sedangkan Ocan harus kembali turun tangan mengurus perusahaan membantu Mario mengingat cucunya sedang masa pengantin baru dan dalam waktu dekat Lila memang akan terbang kembali ke Negara sang Ocan untuk memperdalam wawasannya mengenai perusahaan yang akan dipegang 2 tahun lagi karena saat ini usia Lila baru menginjak 23 tahun.
__ADS_1
Haloha readers, sebentar lagi othor ngasih konflik ya, tenang nggak bakal berat kok hanya akan menguji kesetiaan cinta Pak Tentara nantinya seperti ucapan Lila beberapa waktu lalu jika dia berniat ingin membalas walaupun dulunya hanya bercanda namun siapa yang tau akan prahara didalam menjalani bahtera rumah tangga.
Like.Vote.Gift