My Sexy Hot, Pak Tentara

My Sexy Hot, Pak Tentara
Part 64


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Tidak terasa pernikahan mereka berdua sudah seminggu lamanya dan Tristan mengajak sang istri untuk tinggal dirumahnya, rumah tepat disamping rumah lama Lila.


Beberapa hari yang lalu Dony beserta keluarga kecilnya lebih dulu berpamitan untuk kembali ke tanah jawa dimana tempat tinggalnya yang baru kemudian selang satu hari papa dan mama Tristan kembali kekampung halaman namun kali ini mereka pulang penuh senyuman dan kebahagiaan layaknya pengantin baru yang baru pulang dari honeymoon dan Tristan juga sudah mulai kembali bertugas seperti biasa beberapa hari yang lalu karena memang masa cutinya tidak panjang dan dia bersyukur sang istri dapat mengerti akan pekerjaan dirinya yang memang sedikit berkurang untuk waktu berdua.


Dan hari ini rencana Tristan untuk memboyong sang istri untuk tinggal diistana mereka yang sebenarnya karena sebelumnya mereka masih tinggal bersama dirumah papi dan mami Lila itupun karena mami yan yang merengek meminta mereka untuk tinggal lebih lama dikediaman Nugraha.


"Nggak usah semua yang, bawa yang penting aja disana mas sudah siapin semuanya"...


Seruan seseorang menghentikan aktifitas sepasang tangan mungil yang sedang memegang beberapa helai kain, dirinya lalu menoleh mendapati seseorang yang sudah menggunakan pakaian santai sedang berjalan kearahnya.


Lila menghela nafas pelan lalu menyimpan kembali baju yang sudah dipegangnya barusan.


"Kenapa nggak bilang dari tadi sih mas"...


Gerutunya sambil mengalihkan kembali pandangannya ke arah tumpukan baju yang baru disusun kembali.


Grep.


"Ya...maaf sayang, mas lupa"...


Bisiknya tepat ditelinga sang istri dengan kedua tangan melingkar posesif diperut rata Lila.


Lila seketika menahan nafas saat sang suami bersikap seperti itu dan sedetik kemudian dirinya tersenyum tipis saat melihat betapa manjanya suaminya kini bahkan sikapnya melebihi anak kecil yang masih ingin dimanja namun terlebih itu semua dirinya sangat bahagia karena Tristan juga dapat mengimbangi dirinya yang terkadang memang masih manja.


"Jam berapa kita pergi mas?"...


Tanya Lila dengan kedua tangan menumpu punggung tangan suaminya dan menyenderkan kepalanya dibahu depan Tristan.


"Nanti setelah makan siang, mas sudah bilang sama mami sama papi tapi sepertinya bidadari kecil lagi ngambek tuh"...


Ucapnya terkekeh saat mengingat wajah ngambek Nella saat dirinya meminta ijin untuk pergi dari rumah ini dan kebetulan hari ini adalah akhir pekan jadi Tristan memanfaatkan waktu untuk memboyong sang istri karena terus terang saja dirumah ini dirinya tidak bisa bebas untuk bersikap romantis padahal dia sudah membayangkan hal-hal yang sangat menyenangkan setelah menikah terutama tembak menembak calon penerusnya.


Jiah...pak Tentara mantap kali, lagi ngejar target kali ya....🤣🤣🤣🤣


"Oh ya?"...


Tanya Lila sambil menengokkan kepalanya hingga kini wajah mereka saling bertatapan.


Tristan menggesek-gesekkan hidung mancung mereka berdua membuat Lila seketika terkekeh geli dan Tristan melebarkan senyum kala mendengar kekehan sang istri dengan posisi yang masih memeluk dari belakang.

__ADS_1


"Heum...Nella lagi ngambek sama mas, kayaknya kita harus bujuk sicentil deh"...


Kekehnya dengan mata masih tertuju pada mata sang istri.


"Wahhh sepertinya si centil sudah mulai beraksi"...


Lila membalas tatapan sang suami namun mereka saling menatap penuh damba dan cinta.


"Iya, kayaknya perlu sekotak cokelat untuk membujuknya"...


Tristan seketika membalikkan badan sang istri dan kembali melingkarkan kedua tangannya dipinggang sang istri.


"Mas"...


Cicitnya dengan sedikit terkejut namun wajahnya memerah saat pandangannya tak sengaja menatap sang suami yang tengah tersenyum.


Cup.


Tristan mencium lembut kening sang istri dan membuat Lila memejamkan mata untuk meresapi kecupan cinta dari kekasih halalnya.


"Yang"...


Bisiknya tepat di depan wajah sang istri membuat Lila seketika membuka mata saat merasakan hawa dingin diarea wajahnya dan dilihat wajah tampan suaminya tepat didepan wajahnya.


"Heum"...


"Mas rindu"...


Bisiknya kembali sembari menyatukan kedua kening mereka.


Lila masih tidak mengerti apa maksud dari ucapan sang suami, rindu....bukankah setiap hari mereka kini bertemu?


"Mas rindu"...


"Mak..."...


Ucapannya seketika menghilang saat bibir mungilnya sudah dibungkam oleh suaminya, ciuman yang awalnya lembut dan pelan-pelan berubah menjadi panas dan bergai rah membuat suasana kamar yang siang itu sejuk kini berubah menjadi panas karena kegiatan sepasang penganting yang masih masuk dalam kategori baru.


Tristan mengecup, melu mat, membelit seakan tidak ada lagi hari esok, ya...dua hari mereka absen untuk kegiatan acara tembak menembak cairan kental yang akan membuat perut Lila membuncit karena pekerjaan yang menumpuk akibat masa cutinya mengharuskan dirinya sedikit pulang terlambat hingga diwaktu malam dirinya mendapati sang pujaan hati sudah terlelap dan dia tidak ingin egois untuk meminta haknya walaupun dia sangat ingin, alhasil selama dua malam dia harus menahan has ratnya.


Ciuman yang semakin menuntut membuat Tristan dengan sekali angkat, sang istri sudah berada didalam gendongannya layaknya bayi koala.


Lila tidak bisa berteriak sebab mulutnya masih dibungkam oleh ciuman panas dari sang suami hingga dirinya secara reflek mengaitkan kedua kakinya dipinggang sang suami dan kedua tangannya ikut melingkar dileher suaminya karena takut terjatuh.


Tristan lalu memutar badannya dan membawa tubuh sang istri yang berada digendongannya menuju tempat pertempuran antara terong lokal dan goa mungil.


Dengan perlahan dirinya merebahkan tubuh mereka tanpa melepaskan tautan yang semakin lama semakin menjadi.

__ADS_1


"Aaarrgghhh masss"...


Desahnya saat ciuman suaminya kini sudah berada dilehernya membuat dirinya tidak sanggup untuk menahan desa hannya.


Tristan terus menyelusuri leher sang istri menggunakan lidah serta bibirnya dan tangan yang menganggur kini mulai merambat lewat ujung dress yang dikenakan Lila.


Dengan gerakan Sen sual tanggannya mengelus paha mulus Lila dengan pelan dan pelan hingga perlahan telapak tangannya sudah berada di pangkal paha sang istri.


"Ooohhhh maaasss"...


De sahnya saat permukaan goa yang masih tertutup kain tipis dielus dengan perlahan membuat sensasi yang sungguh membuatnya gila hingga kepalanya menggelengkan kekanan dan kekiri.


Tristan tersenyum dalam cum buannya diarea leher dan sedikit turun didada karena gaun sang istri bermodel neck v, dengan pelan dirinya mengunyel-unyel dibelahan gunung fuji dan sesekali menghisap sedikit kuat menimbulkan ruam merah keungu-unguan.


"Aaahhhhrrrgggghhh maaaasss"...


Desahnya saat sesuatu masuk di goa miliknya lewat samping kain tipis tersebut.


Tristan meneruskan kegiatan dibawah sana dengan pelan dan lembut lalu menegakkan kepalanya dan melihat betapa seksinya ekspresi sang istri saat ini.


"Enak...heum"...


Tanya Tristan dengan nada berat menandakan bahwa gai rahnya telah bangkit namun dirinya masih ingin memberikan sang istri kenik matan sebelum sama-sama terbang melayang keangkasa karena kenik matan yang sesungguhnya.


Lila hanya bisa menganggukkan kepalanya pelan tanpa membuka matanya, sungguh dirinya dibuat tak berdaya oleh suami Tentaranya ini.


Tristan lalu menghentikan kocokan jarinya membuat sang istri seketika membuka mata dan melihat kearah Tristan yang hanya tersenyum.


Dengan sekali tarik kain segitiga itu sudah terlepas dari tempatnya, sungguh pemandangan yang sangat menggiurkan dan gerakan ceoat dirinya segera melucuti kain yang menempel ditubuh keduanya hingga kini mereka sama-sama naked.


Perlahan Tristan mengungkung tubuh volos sang istri dengan terong yang sudah tegak dan mengeras.


"Langsung saja ya, mas sudah nggak tahan"...


Ucapnya dengan nada tersengal-sengal karena gai rahnya memang terasa sudah dipucuk.


Lila hanya menganggukkan kepalanya pasrah dengan wajah memerah menahan has rat yang belum tuntas.


Dengan perlahan Tristan mengarahkan ujung terong miliknya agar tepat didepan pintu goa tempat ternyaman miliknya.


Namun pada saat sudah pas tiba-tiba.


Dok...dok...dok...


"KAKAAAKKK"...


Nah yo...nah...yo othor kabur dulu ahhhhh🤣🤣🤣

__ADS_1


Like.vote.gift.😘😘😘


__ADS_2