
Happy Reading🤗🤗🤗
Like.
Vote.
Gift.
Hayo...yang dibawah umur jangan bandel loo yaaa... masih edisi 🔥🔥🔥
ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
Sore itu sepasang pengantin yang tergolong masih baru masih berpacu dalam gelora asmara, tanpa berfikir jika hari belumlah berubah warna namun entah mengapa mereka masih berbagi peluh dengan suara-suara yang membuat orang pasti akan merinding dibuatnya jika mendengarkan suara luctnutz mereka berdua.
Sudah satu jam mereka memompa dan saling membelit, entah sudah berapa kali ****** ***** milik si wanita keluar namun sepertinya si lelaki masih mempunyai stamina yang tinggi bahkan belum ada tanda-tanda amunisi siap untuk keluar.
Dan keberuntungan berpihak pada mereka kali ini sebab tidak ada yang berani untuk menginjakkan kaki dilantai dua berbeda dengan keadaan sewaktu masih tinggal di rumah sebelumnya yang pasti banyak syeitan-syeitan pengganggu baik yang kecil maupun yang dewasa.
Tristan mencengkeram pinggul sang istri dengan menggunakan kedua tangan besarnya sambil ikut membantu menggerakkan pinggul Lila yang saat ini sedang berada diatas tubuhnya, dirinya sungguh semakin dibuat tak berdaya saat mendapatkan hadiah berupa posisi WOT, banyak pertanyaan bersarang dibenaknya namun dirinya tak ingin ambil pusing untuk saat ini, karena dia sangat-sangat ingin menikmati moment dimana dirinya dibawah kuasa istri mungilnya itu.
"Aaarrrggghhh...eemmm teruss yyaanngg"...
Des ahnya saat tubuh mungil Lila menari dengan indahnya diatas sana dan dirinya mengarahkan sebelah tangannya untuk membelai, mere mas, melintir pucuk bukit yang masih berwarna cokelat muda kemerahan tersebut dengan kembali menutup mata menikmati segala gerakan dari mulai memutar seperti blender, naik-turun kayak roal coaster bahkan terkadang gerakan patah-patah membuat dirinya semakin tak karuan.
"Mass...suukkaaa"...
Ucapnya terbata-bata sambil memandang wajah frustasi sang suami kala dirinya memelankan gerakannya.
"Su...suka yang, enak...nikmat"...
Balasnya dengan terbata-bata pula sebab dirinya sebenarnya sedang menahan amunisinya agar tidak meledak karena dia masih menginginkan lebih lama lagi.
"Maka...nikmatilah, suamiku"...
Bisiknya dengan nada sen sual dan perlahan merebahkan tubuh nakednya dan.
Cup.
Lila menyatukan kedua bibir mereka, Tristan dengan senang hati membalas ciuman dari sang istri dengan penuh gai rah, kini tangannya memeluk tubuh Lila sedangkan yang satunya menahan tengkuk Lila sebab sepertinya dirinya sudah tidak sanggup untuk menahan amunisinya lebih lama lagi karena gerakan sang istri diatasnya kian cepat dan sungguh membuatnya semakin tak tahan.
Ploph.
Ciuman mereka terlepas dan kedua tangan besar Tristan kini berada dipinggang Lila mencengkeram sedikit kuat sambil membantu menaikkan tempo gerakan sang istri karena sebentar lagi para pasukan loreng junior siap meluncur kedalam markas satu-satunya.
Lila yang menyadari sesuatu didalam tubuhnya semakin membengkak menandakan bahwa sang suami akan mencapai puncaknya apalagi pinggangnya dicengkeram hingga membantu menggerakkan pinggulnya.
"Yaanngg...mass...masss kalah..."...
__ADS_1
Ucapnya terbata-bata dengan nafas yang semakin memburu bahkan Lila juga akan merasakan gelombang kenik matan itu datang, hingga tubuhnya ikut menegang dan dibawah sana pintu markas miliknya mencengkeram kuat senjata yang akan meluncurkan amunisinya, amunisi yang siap untuk berubah menjadi tentara junior nantinya.
"Aaarrrgghhhh"....
💦💦
Suara lenguhan mereka berdua secara bersamaan dengan meledaknya amunisi kedalam markas tempur.
Tubuh Lila seketika terjatuh tepat diatas tubuh sang suami, nafas mereka masih memburu seperti orang yang baru latihan lari mengitari lapangan sebanyak 10 kali.
Kedua tubuh naked yang masih menyatu dengan keringat yang membasahi keduanya tak membuat Lila bergerak dari posisinya karena sesungguhnya badannya teramat lemas sekali sore ini.
Tristan memeluk tubuh sang istri, perasaannya saat ini sungguh bahagia apalagi mendapatkan jackpot yang sangat istimewa.
Kini mereka sedang berada diatas ranjang dan jangan tanyakan lagi bagaimana keadaan kamar tersebut yang pastinya seperti baru saja terjadi gempa berkekuatan skala besar.
Cup.
Tristan mencium kening sang istri dengan sedikit mengangkat kepalanya, senyumnya melebar bahkan tak segan-segan pelukannya sedikit mengerat.
"Terima kasih sayang, sungguh nikmat sekali"...
Bisiknya sambil membelai punggung polos sang istri.
Blush.
"Sama-sama mas"...
Ucapnya pelan dan menduselkan wajah malunya didalam dekapan sang suami.
Tristan terkekeh pelan melihat tingkah istri mungilnya itu.
"Jangan banyak gerak yang, nanti dia bangun lagi"...
Bisiknya saat pinggul sang istri ikut bergerak.
Lila seketika terdiam, dirinya seakan lupa jika dibawah sana masih keadaan menyatu, dirinya memejamkan mata merasakan pintu markasnya mengganjal dan perlahan membesar.
"Mas"...
Cicitnya saat kepunyaan sang suami semakin membesar.
"MASS..."...
Pekiknya kaget saat tubuhnya digulingkan sang suami dengan sekali gerakan tanpa melepaskan tautan dibawah sana.
Kini Tristan telah mengungkung tubuh sang istri dengan bertumpu menggunakan kedua lengannya.
__ADS_1
"Apa sayang"...
Jawabnya dengan tatapan menggoda menikmati wajah sang istri yang sepertinya mulai terpancing akan aksi senjatanya dibawah sana.
Ya...saat ini dia kembali on karena baginya tak cukup jika hanya melakukan satu ronde saja apalagi dia sudah dua hari tidak melesakkan amunisinya kedalam markas sang istri.
"Lepas mas, Lila mau mandi"...
Ucapnya pelan sambil perlahan membuka kedua matanya.
Lila akui dirinya kini sedang terpancing akan aksi sang suami.
"Yakin mau mandi"...
Bisiknya kembali dengan tatapan me sumnya sambil perlahan-lahan menggerakkan pinggulnya.
"Eeuugghhhh"...
Lenguhnya pelan sambil menutup kembali kedua matanya dengan tangan yang mencengkeram bahu sang suami.
Tristan menundukkan kepalanya dan sasarannya kali ini adalah kedua bukit yang melambai-lambai ingin masuk kedalam mulutnya tanpa menghentikan aktifitasnya dibawah sana.
"Kita selesaikan dulu yang ini, mas masih mau lagi, mas bakal buat sayang kalah kali ini dan meneriakkan nama mas disela de sahan istri cantik mas"...
Ucpanya dengan nada serak menandakan gai rahnya sudah bangkit.
Lila hanya mampu menganggukkan kepalanya pelan sebab dosa jika tak ingin melayani sang suami, walau tubuhnya lelah namun sentuhan-sentuhan yang diberikan oleh Tristan membuatnya kembali melayang, menik mati gelora didalam jiwa, bersatu untuk bekerja sama dalam menginginkan hadirnya si buah hati penerus mereka.
Lila siap sungguh sangat siap untuk mengandung benih cinta dari lelaki yang dicintainya ini.
Jika didalam kamar berlantai dua sedang kembali melakukan perang hingga suara-suara aneh kembali memenuhi kamar tersebut untuk menghasilkan calon anak, lain cerita diNegara yang pernah ditinggali oleh Lila.
Diatas sebuah kursi kebesarannya, seornag wanita paruh baya sedang memandang luruh kearah jendela besar yang memperlihatkan gedung-gedung tinggi.
Fikirannya sungguh kacau bahkan sudah dua hari ini dia sangat galau.
"Apa yang harus Ocan lakukan Lila? Maafkan Ocan Lila"...
Bisiknya dalam hati sambik menghela nafas dengan berat.
Sungguh dirinya tak tega jika harus membuat cucunya sedih apalagi mereka baru saja melangsungkan pernikahan, pernikahan yang baru berusia 1 minggu itu.
Maafkan othor ya readers, sebenarnya part 67 udah dari jam 3an terkirimnya, cuma mungkib entun lagi sensi sama othor jadinya malam baru berhasil direview...
Paling nggak othor seneng tanpa edit kembali part tersebut sudah lolos walau harus nunggu lamaðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
Mudahan yang ini lolos kembali ya...biar subuhnya semakin membara🤣🤣🤣
__ADS_1