My Sexy Hot, Pak Tentara

My Sexy Hot, Pak Tentara
Part 14


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


"Bagaimana sayang? Kamu sudah baikan belum? Bibi pulang hari aja ya?"...


Tanya beruntun seorang wanita disebrang telfon sana dengan nada khawatir dan panik apalagi saat melihat wajah sayu dan pucat milik gadis kecilnya yang selalu menemaninya 10 tahun ini.


Lila hanya menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum, senyum kebahagian melihat wanita yang sudah tak muda lagi itu selalu mengkhawatirkannya namun justru dirinya sangat suka, apalagi wanita itu merawatnya dengan kasih sayang yang besar.


"Bibi selesaikan saja pekerjaan bibi, jangan khawat..."..


Ucapannya terpotong.


"Nggak khawatir gimana lila, kamu kesayangan bibi, anak bibi... Tunggu bibi, sore nanti bibi pulang...Assalamualaikum"...


Tut...


Lila menghembuskan nafas dengan kasar, ya...seperti itulah bibinya jika sudah melihat dirinya sakit, dirinya akan meninggalkan semuanya dan langsung merawatnya dengan kasih sayang dan seperti sekarang ini.


Namun dirinya sangat bersyukur dengan adanya sang bibi disampingnya, membuatnya tetap merasakan kasih sayang seorang ibu walau tidak dengan ayah.


"Lu yakin dah sehat?"...


Tanya Nino yang saat ini duduk ditepi ranjang.


Lila menganggukkan kepalanya, 3 hari sudah dirinya bermalam ditempat nino dan selama itu pula lila hanya berada diatas tempat tidur karena demam tinggi yang tiba-tiba hari itu dan lila tak suka jika berada dirumah sakit oleh sebab itu lila beristirahat dirumah dengan mengkonsumsi obat yang biasa diminumnya dan tentu pemilik rumah serta anaknya hanya bisa pasrah dengan permintaan lila.


Ya...lila type orang yang keras kepala dan jika mempunyai keinginan harus terpenuhi sebisa mungkin.


Nino menghembuskan nafas dengan kasarnya lantas memegang kening lila.


"Nih, masih anget gini, aduh lila...mati gua kalo mami yan pulang, princessnya malah sekarat"...


Ucapnya panik setelah memegang kening lila dengan punggung tangannya.


Pugh..


"Auwww...sakit munah, gila ya elu sakit gini aja tabokan tangan lu nggak berkurang, masih pedes banget"...


Rintihnya sambil memegang pundaknya yang baru dipukul oleh tangan mungil lila namun terasa sakit.


"Ya elu juga bilang gua sekarat segala, elu doain gua masuk rumah sakit"...


Sarkasnya sambil bertolak pinggang dan melototkan matanya.


Nino yang menyadari kesalahan ucapannya lantas menutup mulut dengan menggunakan kedua tangannya.


"Ups...hehehe maap deh, suka kelepasan emang nih mulut ember"...


Nyengirnya setelah membuka tangannya.

__ADS_1


"Napa muka lu begitu, curiga gua"...


Picingnya saat memperhatikan lila yang saat ini memperlihatkan muka menggemaskannya dan itu patut untuk dicurigai menurut nino.


"No, bikinin gua sayur sop iga dong, pleeaasseee"...


Ucapnya dengan kedua tangan terkepas dan diletakkan dibawah dagunya dan jangan lupakan senyuman manis serta mata yang berbinar walaupun dengan rona wajah yang masih terlihat pucat itu.


"Nah kan...firasat gua memang nggak pernah melenceng kalo soal lu munah, ckkk...."...


Decaknya malas sambil membuang mukanya kesamping.


"Ahhh nino, lu kan bakan jadi adik gua, cepetan dong turutin kemauan kakak lu yang paling cantik sejagat raya in...hemmm"...


Rayunya sambil menggoyang-goyangkan tangan nino yang saat ini sedang dilipat didadanya.


"Ckkk...nyebelin banget lu jadi orang"...


Ucapnya dan lantas bangkit dari duduknya untuk keluar dari kamar lila dengan muka cemberut.


Lila yang melihat kelakuaan sahabatnya itu hanya bisa terkekeh geli, ya...nino tak akan pernah bisa menolak ucapannya selama ini apalagi nino selalu paham apa yang diinginkan.


Itulah yang disukainya dari sosok yang sebentar lagi akan menjadi saudaranya itu dan lila berharap kelak nino dapat menemukan orang yang benar-benar tulus mencintainya.


Selama mengenal nino, belum pernah satupun dia menceritakan tentang seorang perempuan, bukan mencurigai dia belok namun lila lebih merasakan takut jika nino mengalami trauma terhadap wanita, namun sejauh yang dilihat nino tak pernah menunjukkan dia menyukai sesama jenis dan itu patut membuatnya lega bahwa sahabatnya masih normal walau gayanya seperti itu.


"Bagaimana keadaan kamu nak?"...


"Sudah lebih baik pih"...


Cengirnya saat melihat sosok lelaki dewasa yang sama menyayanginya juga.


"Papi nggak masuk kantor?"...


Tanya lila saat melihat lelaki yang dipanggilnya papi tersebut duduk dipinggiran tempat tidurnya.


"Papi kan bosnya, jadi terserah papi saja mau masuk apa nggak"...


Ucapnya dengan sedikit sombong dan membusungkan dadanya membuat lila terperangah.


"Woah...papi ciri-ciri bos yang seenaknya ya"...


Ucapnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya membuat pria dewasa tersebut terkekeh.


"Papi baru pulang kok, cuma sebentar doang sudah ada malik yang gantiin kerjaan papi, soalnya pincessnya papi kan masih belum sehat"...


Ucapnya sambil membelai sayang gadis kecil yang saat ini sedang bersandar dikepala ranjang.


Grep.

__ADS_1


Lila langsung memeluk tubuh pria yang sebentar lagi akan menjadi pendamping bibinya itu dengan kata lain akan menjadi omnya.


"Terima kasih pih, lila berharap papi bisa menjadi suami yang baik dan selalu menjaga bibi lila, jangan pernah kecewakan lila pih jika sampai bibi tersakiti nantinya, hanya bibi satu-satunya orang yang lila punya dan lila menginginkan bibi bahagia selamanya, cukup selama ini lila yang membuatnya susah hingga tak memikirkan adanya seorang pendamping, lila bahagia...sangat saat tau bibi akan menikah apalagi dengan papi, lila berharap kalian bisa bahagia selamanya"...


Ucapnya sendu dipelukan papi nino.


Papi nino yang mendengarkannya merasakan sesak, dibelainya gadis yatim piatu tersebut dwngan sayang, masih beruntung putranya yang memiliki dia sebagai ayahnya dan ibu yang masih ada walau sudah lama tak bertemu sebab mereka sudah bercerai.


Namun tidak dengan lila, gadis kecil tersebut harus kehilangan kedua orang tuanya bahkan calon adiknya, tak mudah kehilangan 3 nyawa sekaligus.


"Papi tidak bisa berjanji lila, namun papi akan tetap berusaha membahagiakan bibi dan juga kamu, Papi hanya berharap lila tak pernah berubah, tetaplah menjadi gadis yang ceria"...


Ucapnya sambil mengelus kepala lila.


"Yaakk...maemunah"...


Teriak seseorang yang baru masuk kedalam kamar.


"Apa sih berisik banget jadi orang, mana pesanan gua?"...


Tanya lila saat melerai pelukan mereka dan menyeka airmatanya yang ada disudut mata.


"Ckkk...nih, pesanan lu"...


Decaknya sambil menyerahkan semangkuk sup keinginan lila lengkap dengan nasi serta air minum di atas nampan.


"Waahhh...terima kasih calon adik"...


Ucapnya bertepuk tangan dengan riang sambil menerima nampan tersebut.


Nino hanya mendengus kesal sedangkan papi menggeleng-gelengkan kepalanya, ya dirinya seakan harus menyiapkan penutup telinga jika nanti mereka sudah tinggal serumah.


"Pih, ponselnya bunyi-bunyi tuh"...


Beritahu nino saat mendengar ponsel papinya yang ada dimeja luar berbunyi terus namun dirinya tak dapat menerima telfon tersebut sebab tangannya sedang membawa nampan.


"Ya sudah papi keluar dulu, mungkin mami yan yang nelfon kalo sudah sampai dibandara"...


Ucapnya lantas bangkit dari duduknya.


"Bibi beneran pulang pih?"...


Tanya lila saat mendengar ucapan papi nino.


Sedangkan papi nino tampak mengangguk dan tersenyum lantas berlalu meninggalkan nino dan lila.


Pak tentara kita hilangkan sebentar ya di beberapa part berikutnya, biar dia semakin rindu dengan kecerewetan lila🤭🤭🤭


SELAMAT PAGI SEMUANYA...SEMOGA HARI INI SEMUA READERS PADA SEHAT YA, DAN SIAP MENANTI LANJUTAN DARI SI CANTIK LILA DAN PAK TENTARA YANG LAGI MERANA🤭🤭🤭

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, VOTE, HADIAH


__ADS_2