
Happy Reading🤗🤗🤗
Like.
Vote.
Gift.
Nino segera membantu adik yang super duper aduhai untuk keluar dari persembunyiannya dan setelah si boboho keluar Nino menghela nafas dengan pelan sambil menggelengkan kepalanya dan tangannya terulur untuk mengeluarkan boboho kedua dari sana, ya...Bella tak jauh berbeda dengan badan gendut seperti Nella sang adik dan sama-sama memiliki mata bulat namun yang membedakan warna bola mata Nella khas orang asia sedangkan warna bola mata Bella berwarna coklat karena keturunan mamanya.
Para keluarga segera berlari mendekat ke arah Nino dan benar saja mereka dibuat syok mendapati kedua bocah gembul itu jauh dari kata rapi dan cantik namun tetap saja mereka akan merasa gemoy melihat rupa bocah kecil yang penuh dengan krim berwarna putih dengan tangan yang masih memegang cup cake.
"Ya ampun Nella, mami cariin kamu dari tadi nggak taunya ngumpet disini, yuk...ikut mami"...
Ucapnya sambil menghela nafas pelan melihat putri kecilnya.
"Aaf mami, ella lapal...ella iyat tue anyak tetali dicini, matana ella tetini telus cembunyi i awah eja, ella ndak natal mami ella aik, tadi ella agi tue cama...."...
(Maaf mami, Nella lapar...Nella lihat kue banyak sekali disini, makanya Nella kesini terus sembunyi dibawah meja, Nella tidak nakal mami Nella baik, tadi Nella bagi kue sama...)
Ucapannya terpotong sambil berfikir dengan telunjuk dipelipisnya karena lupa nama teman barunya itu.
"Namanya bella sayang"...
Sahut Cessy yang ikut mendekat kearah bocah kecil tersebut.
"Na...matcud ella itu, mami amana tama tayak ella"....
(Na...maksud Nella itu, mami namanya sama kayak Nella)
Ucapnya sambil tersenyum manis ke arah Bella dan tentu Bella membalas senyuman gadis sebayanya.
Para orang tua hanya menggelengkan kepalanya pelan, kemudian Yana dan Cessy langsung menggendong anak mereka masing-masing untuk di seka dan mengganti baju dengan baju tidur karena waktu memang sudah menunjukkan pukul 10 malam tapi mata kedua bocah cilik itu masih terang seterang sinar rembulan malam ini.
Nino mengedarkan pandangannya dan tidak melihat dua makhluk yang dicarinya.
"Cari apa no?"...
Tanya Chika dengan lembut sambil mendekat kearah calon suaminya.
Nino lantas menengok kesamping mendapati calon istrinya tengah berjalan kearahnya dan segera saja Nino mengulurkan tangannya lalu disambut hangat oleh Chika.
"Lagi nyari maemunah sama om kulkas, kemana ya mereka"...
Ucapnya sambil berjalan menggandeng tangan Chika.
Chika lantas mengerutkan dahinya mendengar ucapan Nino dan langsung menghentikan langkah kakinya.
__ADS_1
"Maemunah? om kulkas? siapa?"...
Tanyanya sambil memandang wajah tampan pria disampingnya ini.
Nino seketika menepuk keningnya pelan.
"Kak Lila sama Bang tris maksudnya"...
Ucapnya sambil nyengir.
Chika lantas menggelengkan kepalanya perlahan ketika tau maksud calon suaminya.
"Kita kesana yuk?"...
Ajak Nino sambil menarik lembut gadis cantik pemikat hatinya ini.
Chika menganggukkan kepalanya pelan dan tersenyum manis kepada Nino, lelaki baik hati yang tidak pernah marah sama sekali selama mereka menjalin hubungan, lelaki yang memperlakukannya seperti ratu di hatinya dan Chika berharap hubungan mereka nanti bisa sampai kejenjang pernikahan dan hidup menua bersama selamanya.
Namun tidak ada yang tau akan seperti apa takdir mereka berdua nantinya, yang pasti kita sebagai manusia biasa hanya bisa berpasrah diri dan menerima takdir.
Nino membawa Chika ketempat yang agak jauh dari villa namun saat pandangannya kedepan matanya tak sengaja melihat pemandangan yang didepan sana.
Gleuk.
Nino menelan ludah dengan kasar dan seketika membalikkan badannya hingga kini dia berada didepan Chika membuat gadis itu heran lalu mengerutkan keningnya.
Tanya Chika namun Nino hanya menggelengkan kepalanya pelan dan seketika pandangannya jatuh pada bibir chery milik calon istrinya.
Walau mereka berdua sudah bertunangan namun Nino tak pernah sekalipun melewati batasan sebagai seorang pria, hanya cium kening serta cium pipi itupun sudah membuatnya malu.
"Hei"...
Chika mengagetkan tunangannya saat melihat Nino hanya diam mematung.
"Kamu kenapa sih?"...
Tanya Chika sekali lagi.
"Maaf"...
Ucapnya lirih dan langsung mempersempit jarak antara mereka membuat Chika semakin tidak mengerti.
"Maaf bu..."...
Ucapannya seketika terpotong saat ada sesuatu benda kenyal menempel syantik dibibirnya, membuat Chika diam tak berkutik, pikirannya langsung blank saat mendapati serangan dadakan dari tunangannya.
Tangan Nino memegang pinggang chika dan tangan satunya berada tepat ditengkuk gadis yang baru pertama kali diciumnya itu.
__ADS_1
Nino melepaskan bibirnya, ya...hanya menempel tidak menggerakkannya.
Dipandanginya wajah cantik Chika yang masih terdiam namun kedua matanya berkedip-kedip lucu.
"Maafin aku Chika, maaf"...
Lirihnya penuh dengan sesal sambil memandang gadis yang baru diciumnya.
Chika seketika tersadar dan kini dirinya memandang pria yang baru menciumnya tadi, pandangan penuh penyesalan dia lihat dari sorotan mata teduh calon suaminya.
Ditangkupnya wajah Nino yang kini mununduk menggunakan kedua tangannya lalu dengan pelan mengangkat wajah tampan Nino.
"It's okey, aku nggak papa babe, sungguh"...
Bisiknya pelan dan perlahan Chika berjinjit untuk mengecup bibir Nino mencoba mengurangi rasa bersalah pria yang sedang menatapnya dengan sendu.
"Ciuman pertamaku"...
Lirihnya sambil membalas pandangan Nino dengan senyum malu-malunya.
Nino seketika menarik kedua sudut bibirnya dan mengeratkan rengkuhan tangannya yang kini sudah berada dipinggang ramping calon istrinya.
"Bolehkah?"...
Izin Nino dengan menempelkan kedua kening mereka berdua.
Chika dengan malu-malu menganggukkan kepalanya pelan membuat Nino melebarkan senyumnya dan perlahan kini bibirnya mendekat kearah bibir mungil milik Chika.
Cup.
Bibir mereka kini menempel satu sama lain membuat Chika memejamkan kedua matanya dan Nino yang melihatnya ikut memejamkan matanya dan perlahan Nino menggerakkan bibirnya dengan lembut karena takut akan menyakiti bibir pujaan hatinya, sebab ini adalah yang pertama baginya dan juga Chika, namun Nino pernah melihat cara orang berciuman lewat video apalagi barusan dirinya melihat secara live ciuman dari kedua orang yang dikenalnya dan posisinya tak jauh dari mereka saat ini.
Nino bukanlah lelaki brengs*k yang akan memanfaat status atau apalah itu, selama mereka menjalin hubungan hingga bertunangan, Nino selalu menjaga gadisnya dengan baik.
Karena bagaimanapun dirinya memiliki seorang adik perempuan yang harus dijaga seperti dirinya menjaga wanitanya pujaan hatinya ini.
Kini rembulan menjadi saksi pada kedua pasangan yang sedang mencurahkan rasa cintanya, udara malam semakin dingin namun tidak bagi kedua pasangan yang sedang berperang dengan benda kenyal itu.
Berharap esok dan selamanya mereka dapat terus bersama menjalani kehidupan dengan sungguh-sungguh dan saling percaya adalah kunci dari sebuah hubungan.
Begitu pula dengan pasangan Tristan dan Lila serta Nino dan Chika, mereka berdua memantalkan hati untuk proses selanjutnya, hidup berdampingan hingga ajal menjemput, berharap mereka dapat meraih kebahagian yang diinginkan.
Yuhuuuu...mana nih suaranyaðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
maafkan mom yang baru up.
Novel terbaru mom sudah rilis, yuk masukkan ke favorit🤗🤗
__ADS_1