My Sexy Hot, Pak Tentara

My Sexy Hot, Pak Tentara
Part 46


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like


Vote


Gift


Dibelahan Negara lain seorang gadis masih setia mengarungi mimpi indahnya diatas tempat tidur yang sudah 5 tahun terakhir ini menjadi tempat favoritnya dan jangan lupakan dengan boneka yang sedang dipeluknya yang sengaja dibawakan 5 tahun lalu saat adik sepupu barunya berkunjung ke Thailand bahkan dirinya sampai meneror hari-hari dan mau tak mau Nino membawakan pesanan Lila sekaligus kakak sepupunya.



Anggap aja begini lah penampakan boneka yang diinginkan oleh Lila yaaa, abaikan tulisan didalamnya sebab mom ambil dari mbah goggle🤭🤭🤭


Seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik dari usianya membuka pintu kamar seorang gadis yang masih berada dialam mimpi, lantas dirinya menggelengkan kepala melihat tingkah laku cucunya itu saat sedang tidur sambil tersenyum dan memeluk boneka yang 5 tahun lalu dibawakan oleh Nino dari Tanah kelahiran sang cucu.


Maura mendudukkan tubuhnya dipinggiran tempat tidur berwarna biru langit, warna favorit sang cucu, dibelainya dengan sayang wajah cantik Lila dan menyingkirkan anak rambut yang bertebaran diarea wajah Lila.


"Sayang, bangun....bukankah hari ini ada pertemuan penting"...


Ucapnya lembut sambil menggoyangkan pelan tangan Lila.


"Eugh...nanti om, Lila masih ngantuk?"...


Lenguhnya tanpa membuka matanya sepertinya mimpi Lila kali ini bertemu dengan sang pujaan hati yang tidak tergapai.


Maura nampak menggelengkan kepalanya pelan, ya...dia sudah mengetahui tentang lelaki yang disukai oleh cucunya siapa lagi jika bukan simulut lemes Nino, namun mereka berdua masih merahasiakannya hingga kini bahkan Maura salut akan sosok yang dicintai cucunya itu karena semua info mengenai lelaki berseragam loreng itu didapat setiap harinya oleh orang yang sengaja disewa bahkan orang sewaannya sengaja masih dilingkup kehidupan seorang lelaki bernama Tristan Anggara Putra.


Dan dirinya tak ingin mengulang kesalahan yang sama, selagi lelaki tersebut bisa mencintai dan membahagiakan cucunya tentu dia akan langsung menyetujui walau lelaki tersebut berasal dari kalangan sederhana sekalipun, cukup penyesalan yang lalu kini menjadi pelajaran bagi Maura, bahwa kekayaan dan jabatan tinggi masih belum bisa membeli kebahagian sejati.


Maura sudah menyiapkan segalanya, kejutan dihari Ulang tahun Lila yang tinggal mengitung hari dan tentu dibantu oleh cucunya yang berada di Tanah air siapa lagi jika bukan si mulut lemes jika Lila mengetahuinya tentu Nino akan menderita lahir dan bathin karena siksaan yang tak biasa dari seorang Lila.


"Siapa om itu Lila?"...


Suara tegas dan intimidasi seseorang seketika membuat mata yang tadinya masih terpejam serta bermimpi indah terbuka sempurna.


"Ocan"...

__ADS_1


Pekiknya dan langsung bangun dari tidurnya dengan posisi duduk, muka bantal yang masih terlihat jelas.


"Siapa om? kenapa manggil ocan dengan sebutan om?"...


Tanya Ocan dibuat setegas mungkin padahal dirinya sedang mati-matian menahan ketawa apalagi melihat wajah pucat cucunya.


"Aduh mati gue, kenapa juga nih mulut lemes ama, Kirain tadi mimpi, kenapa suara ocan berubah jadi suara om sih?"....


Pekiknya dalam hati sambil memukul pelan mulutnya dan meringis tersenyum malu.


"WHATTTT...Ocan...kenapa nggak bilang kalau sudah jam 8"...


Teriaknya saat matanya tak sengaja melihat jam yang ada diatas nakas bahkan dirinya langsung berlari kekamar mandi untuk segera bersiap-siap.


Brak.


Pintu kamar mandi tertutup dengan sedikit keras membuat maura menggelengkan kepalanya pelan, lantas merapikan tempat tidur cucunya.


Ya...segala sesuatu tentang cucunya pasti akan dia lakukan sendiri selagi mampu, karena dia ingin mencurahkan kasih sayang yang sudah lama tidak dia berikan kepada Lila.


Gumamnya dan mengambil boneka yang sedang tengkurap karena ulah Lila, lalu diletakkan ditengah-tengah bantal.


Maura lalu meninggalkan kamar Lila untuk membiarkan cucunya bersiap-siap sendiri dan dirinya bergegas pergi ke lantai dasar untuk memyiapkan bekal cucunya karena dirinya paham jika Lila terlambat pasti tidak akan sempat sarapan dirumah.


Waktu bergulir begitu cepat kini gadis yang dulunya dipanggil bocil berubah menjadi gadis yang sangat cantik dengan tampilan yang selalu mempesona setiap harinya ini mampu membius kaum Adam dengan kecantikan yang dimiliki, apalagi kini tubuhnya menjadi proposional sudah seperti para model diluaran sana.


Lila belum sepenuhnya memegang perusahaan sang Ocan namun sudah setahun ini dirinya selalu mengikuti agenda yang sudah disiapkan oleh asisten Ogannya itu katanya agar Lila bisa beradaptasi dengan lingkungan perkantoran karena dirinya juga baru melakukan wisuda S1 setengah tahun lalu.


Tak...tak...tak...


Suara sepasang Highheals menggema di lobby kantor, tidak ada yang tidak terpesona dengan kecantikan cucu dari seorang wanita paruhbaya yang disegani di Negara tersebut.



Nah looo...kalau om tan tan liat beginian gimana yaaaa🤣🤣🤣


Kalau visualnya nggk cocok Readers bisa bayangin yang lain yaa🤭🤭🤭

__ADS_1


Mempunyai wajah yang cantik rupawan dan jangan lupakan dengan kepopulerannya sebagai seorang cucu dari wanita kaya raya seperti Ocan yang ada di Negara yang saat ini ditinggali tak lantas membuat seorang Lila menjadi sombong dan angkuh justru Lila tetap menjadi yang seperti dulu namun ada masanya dia kembali kekanakan jika bersama keluarganya dan hanya akan bersikap dewasa jika diperlukan seperti saat pergi kekantor atau mengikuti pertemuan diluaran sana dan tentu saja selalu bersama Ogan karena Ocan sudah mewanti-wanti adiknya untuk selalu bersama dengan Lila apapun yang terjadi sebab Ocan tak ingin kecolongan.


Lila membungkukkan sedikit tubuhnya dan tersenyum tipis saat ada para karyawan yang menyapanya.


Sikap ramah Calon penerus dari perusahaan MJ Group membuat seluruh karyawan di gedung itu menyukainya namun tentu ada beberapa orang saja yang tidak menyukai kehadiran Lila diantara mereka.


"OMG Lila jam segini baru datang, ampun dah"...


Seruan seseorang mengagetkannya sambil berkacak pinggang dan wajah dibuat segarang mungkin.


Lila memutar matanya dengan malas melihat wanita titisan emak tiri ini.


"Udah nggak usah ngomel-ngomel mulu, ntar kamu cepet keriput mana mau sibule nanti jadiin kamu istrinya"....


Ucapnya sambil menarik tangan wanita yang tadinya mengomel.


"Ehhhh....enak aja kalau ngomong, My Dave cinta mati ma aku tentu saja dia bakal jadiin aku istrinya, laaa situ cuma bisa ngimpi doang"...


Cibirnya namun tetap mengikuti langkah kaki Lila.


"Udah deh diem...lu beneran ya titisan emak tiri tau nggak cerewetnya nauzdhubilla, perasaan Ogan nggak cerewet apa lagi emak lu, laaaa terus kamu itu anaknya siapa?"...


Tanyanya dengan serius sambil bersedekap.


"Ehhh Lila Dalila, ya tentu aku ini anak mereka la terus mau anak siapa, emank ya saking lamanya ngejomblo kamu jadi semena-mena ma saudara sen....."....


Ucapannya terpotong saat Lila membekap mulut Masya yang bakalan panjang kalau tidak ditutup dan mereka berada didalam lift tersebut yang akan membawa ke lantai atas.


HALOHA...PAGIIIIII....


Like


Vote


Gift


Jangan lupa😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2