My Sexy Hot, Pak Tentara

My Sexy Hot, Pak Tentara
Extra Part 3


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Bacanya malam hari yaaa masih ada 🔥🔥🔥


"Kenapa ayah sama bunda lama betul?" Tanya Abri yang sejak tadi netra matanya menatap kearah tangga dan belum ada penampakan yang turun dari sana.


Aarash yang mendengar pertanyaan dari adik keduanya nampak mengendikkan bahunya tanda acuh bahkan kini dia kembali fokus pada ponsel pintarnya.


Abrisam mendengus kesal melihat abangnya ingin rasanya dia menjitak saudara beda 2 menit darinya itu namun itu tidak akan terjadi sebab dia tak akan berani mrnghadapi sang abang yang bermuka datar.


"Bagaimana kalau kita buka paket dari bucan saja." Surti mencetus sebuah ide tatkala melihat ketiga anak majikannya sedang duduk dengan wajah masam kecuali si sulung.


"Ya udah deh mbak, ayo." Ajak Aaron dengan lesu dan lebih dulu bangkit dari duduknya lalu diikuti oleh kedua saudaranya yang lain untuk membuka paket yang sejak tadi siang datang seharusnya sore tadi sebelum menjemput sang ayah namun ternyata mereka terlalu pulas tidur siang hingga bangun kesorean dan langsung disuruh membersihkan diri.


Surti tersenyum senang akhirnya dia bisa mengalihkan ketiga anak majikannya itu yang sedang dilanda penantian kedua orang tuanya yang belum juga menampakkan wujudnya dan Surti paham apa yang terjadi pada kedua majikannya yang pasti mereka sedang meluapkan kerinduan yang mendalam.


Mereka nampak antusias saat sudah melihat wujud paketan yang telah dibuka dan tentu didalamnya terdapat mainan canggih yang telah bucan mereka janjikan dua minggu lalu bahkan mereka seketika lupa jika sibungsu dan si kakak sedang menunggu kedua orang tuanya yang belum juga turun.


Kembali ke lantai atas dimana sepasang suami istri yang masih bergelung dengan surga dunia masih saling mema cu dan memo mpa hingga menghasilkan suara-suara yang bisa membuat para makhluk tak kasat mata segera kabur sebab tak kuat mendengar suara yang mengalahkan bisikan mereka.


"Ooohhhh terusss yang.." De sahnya sembari memejamkan mata menikmati gerakan demi gerakan yang ada diatas tubuhnya bahkan tangan kekarnya mencengkeram dua bulatan kenyal yang berada tepat diatas pahanya.


Lila seketika tersenyum menggoda saat melihat sang suami menik mati goyangan yang maha dahsyat ala bunda kembar dan hal tersebut yang sangat disukai pria berkepala cepak itu ketika sedang bermain ranjang.

__ADS_1


"Ooouuhhhggghhh yang....fasteerrr..." Pekiknya saat merasakan sesuatu yang telah berkumpul menjadi satu yang kini sudah berada diujung senjata panjang miliknya dan akan bersiap untuk menumpahkan peluru yang berbentuk cairan kental tersebut bahkan kini cengkeraman tangannya semakin kuat dan membantu sang istri untuk lebih cepat bergerak diatasnya sebba dia sudah tak sanggup menahannya.


"Aaaarrrggghhh...." Pekik mereka secara bersamaan saat peluru tersebut menyembur kedalam markas yang telah menghasilkan ketiga jagoan.


Brugh.


Badan Lila jatuh perlahan diatas tubuh kekar sang suami tanpa melepaskan kedua inti yang masih menyatu sungguh badannya terasa sangat lemas saat dirinya telah mencapai puncak untuk ketiga kalinya sedangkan sang suami baru sekali pele pasan.


Nafas mereka saling memburu setelah bergelung hingga menghasilkan peluh yang membasahi tubuh keduanya bahkan kini ruangan yang masih dingin karena ada AC belum bisa menembus untuk mengurangi badan mereka yang terasa gerah dan panas.


Tristan membuka matanya dan tersenyum lembut saat melihat sosok yang masih berada diatas tubuhnya, tangannya perlahan terulur untuk menyingkirkan rambut sang istri yang menutupi wajah cantik yang dirindukannya itu.


Lila seketika mendongakkan wajahnya hingga kini tatapan mereka bertemu, lantas dirinya menerbitkan senyum membalas senyum yang terukir indah pada pria yang menjadi suaminya itu.


"Terima kasih sayang." Ucapnya dengan lembut sembari mengusap sayang pipi lembab sang istri.


Wajah Lila seketika merona dan dirinya kembali membenamkan wajahnya didada bidang sang suami.


Kedua tangannya langsung mendekap tubuh polos sang istri sembari menikmati kulit mulus yang masih ada diatas tubuhnya, walau berat badan sang istri naik beberapa kilo namun tak membuat dirinya merasa keberatan sama sekali justru dia semakin ber has rat saat melihat beberapa bagian yang semakin menonjol hingga membuatnya selalu ingin dan ingin lagi.


Lila yang masih menikmati dekapan hangat snag suami seketika dibuat menegang saat dirinya baru menyadari jika dia lupa meminum pil KB nya.


"Mas, Lila lupa minum pil KB." Pekiknya dan hendak bangun namun dirinya menggerakkan tubuhnya agar sang suami melepaskan dekapannya tapi yang terjadi dekapan suaminya semakin erat bahkan kini dirinya kembali menempel.


"Nggak usah diminum yang, mas pengen sayang hamil lagi." Bisiknya dengan suara seraknya.


Mata Lila seketika membola saat mendengar ucapan snag suaminya pasalnya satu tahun yang lalu sang suami masih tidak mengijinkannya untuk menambah momongan dan sekarang suaminya tiba-tiba berucap demikian membuat Lila bertanya-tanya.


"Yakin ngijinin Lila untuk hamil lagi." Matanya memicing saat wajahnya menghadap sang suami.

__ADS_1


"Yakin, mas mau nambah satu lagi syukur-syukur nanti kita dapat anak perempuan yang cantiknya kayak istri mas." Ucapnya sembari mencubit sayang hidung mungil sang istri.


"Kalau dapatnya jagoan lagi?" Tanyanya.


"Ya kita buat lagi sampai dapat anak perempuan." Ucapnya asal dengan ekspresi meng goda.


"Issshhh...emangnya Lila kucing apa disuruh hamil terus." Sungutnya dengan wajah kesal menatap sebal sang suami yang kini sudah tergelak kencang.


Bugh.


"Aawww sakit yang." Ringisnya saat dadanya terasa sedikit sakit ketika tangan mungil sang istri mendarat disana.


"Habis nyebelin banget sih." Cebiknya.


"Iya-iya maaf."


"Udah lepas, Lila mau mandi." Lila mencoba bangkit sembari menggoyangkan tubuhnya agar tangan snag suami terlepas namun dirinya lupa akan kenyataan saat inti mereka masih menyatu apalagi saat ini senjata milik Tristan perlahan berdiri tegak dan bersiap untuk kembali tempur.


"Eeuugghh yang." Leng uhnya dengan suara seraknya sembari memejamkan mata menikmati gerakan sang istri yang masih berada diatas tubuhnya.


Degh.


Lila seketika menegang saat merasakan intinya kembali sesak dipenuhi senjata milik suaminya.


"Nggak ada ronde kedua lagi kan mas?" Tanya Lila dengan nada pelan sembari menatap wajah sang suami yang kini terpejam namun dirinya tahu bahwa kini has rat suaminya kembali bangun karena ulahnya.


"Sepertinya ada." Jawabnya dengan suara seraknya dan kini matanya terbuka.


"AAAAAAA TIIIDAAAKKKKK." Teriaknya tapi sayang teriakan Lila tidak bisa menggagalkan senjata Tristan yang siap bertempur kembali.

__ADS_1


Dan didalam kamar tersebut kembali panas dengan suara-suara yang membuat bulu kuduk meremang apalagi yang belum memiliki lawan.


Haduh kasiannya sikembar tiga nungguin orang tuanya yang lagi perang diatas ranjang🤣🤣🤣🤣🤣


__ADS_2