
Happy Readingπ€π€π€
Saat ini sepasang anak manusia sedang berada diatas kendaraan motor matic berwarna putih, motor kesayangan seorang pria yang sudah dimodif sedemikian rupa agar semakin terlihat menarik.
Pria tersebut mengendarai motor kesayangannya dengan mode slow seperti biasa dirinya berkendara sendirian membuat gadis yang diboncengnya mengomel tak jelas sejak dirinya keluar dari pekarangan rumahnya.
"Noni, buruan napa sih bawa motornya? Jangan lelet kayak siput dong, biar gua aja deh yang bawa si jono"...
Umpatnya kesal karena nino mengendarai motornya dengan pelan.
"Ogah....nanti jono lu nyungsepin diparit kaya minggu lalu, jadi gua harus ambil celengan buat baikin si jono, no way...udah diam aja jangan banyak protes nanti kita jatuh"...
Balasnya tak kalah kesal saat mengingat kejadian minggu lalu saat Lila merengek ingin menaiki si jono walau dalam mode terpaksa dirinya meminjamkan dan Nino tak tahu jika Lila tak bisa mengendarai sepeda motor alhasil saat Lila menarik gas motornya tanpa pelan-pelan terlebih dahulu akhirnya jono membawa Lila dengan kekuatan penuh hingga berakhirlah diparit yang tak terlalu dalam membuat Nino berteriak histeris karena rupa si jono yang tak tampan lagi karena terkena air parit yang kotor dan bau.
Lila mencebikkan bibirnya lalu menyandarkan tubuhnya dibelakang nino dan berpegangan dipinggang lelaki yang menjadi adik sepupunya itu.
Banyak mata yang melihat kearah mereka, mereka mengira bahwa Lila dan Nino adalah sepasang kekasih karena ketampanan serta kecantikan lila membuatnya serasi.
Tak ada yang menyangka jika mereka berdua sekarang menjadi saudara walau hanya sebagai sepupu.
Nino lantas melajukan sedikit si jono agar cepat sampai karena bagaimanapun nino tak ingin kakak barunya itu menjadi badmood karena dia.
Beberapa saat kemudian motor yang dikendarai oleh nino telah sampai ditempat parkir kendaraan roda dua dan nino segera mematikan mesin motornya.
"Udah sampai nih Kakakku tersayang, tercantik, ter...ter...lah pokoknya, buruan turun nemplok aja lu dah kayak cicak"...
Ucapnya saat Lila masih belum bergerak sama sekali dari duduknya.
Plak...
"Auwww...isss bener-bener ya nih orang, KDRT mulu durjana lu jadi kakak"...
Pekiknya sambil mengelus bahunya yangvterasa panas karena pukulan tangan mungil Lila.
Lila lantas turun dari motor tanpa berucap sedikitpun dan menyerahkan helm kepada nino setelah itu langsung berlalu begitu saja tanpa memandang wajah nino.
Nino yang melihat tingkah laku Lila seketika mengerutkan keningnya, ya baru kali ini Lila bersikap demikian karena semarah apapun Lila pada dirinya tetap akan berbicara walau sedikit ketus atau malah ngoceh dari A sampai Z.
"La...hei...tungguin gua"...
__ADS_1
Serunya sedikit kencang dan buru-buru membuka helmnya lantas segera mengejar Lila yang sudah agak menjauh darinya.
Sedangkan Lila saat ini nampak murung karena dijalan tadi dirinya sekilas melihat pemandangan yang sedikit menyesakkan dada.
Grep.
Lila menghentikan langkah kakinya saat tangannya ada yang menarik dan Lila seketika menoleh sambil tersenyum saat tau jika yang menarik tangannya adalah Nino.
"Lu kenapa, marah ma gua?"...
Tanya Nino to the point.
Lila seketika teringat akan sikapnya tadi lantas buru-buru dirinya menggelengkan kepala sambil tersenyum seperti biasa karena tak ingin nino curiga terhadapnya.
"Bener"...
Todongnya lagi karena belum sepenuhnya percaya dengan Lila karena nino paham akan perubahan yang terjadi pada lila tadi.
"Iya bener, udah yuk buruan bukankah kita nanti mau nonton"...
Ajak Lila mengalihkan pembicaraan dan buru-buru menarik tangan nino untuk masuk kedalam mall yang ditujunya.
Nino hanya mengikuti langkah kaki Lila sambil menghela nafas dengan kasar, karena dia tau betul Lila sedang menyembunyikan sesuatu namun nino juga menyadari jika dia tidak harus memaksakan keingintahuannya.
Lila mencoba untuk mengalihkan fikirannya dari pemandangan beberapa menit sebelum memasuki kawasan mall dan mencoba kembali seperti biasanya agar nino tak kawatir pada dirinya dan belum tentu apa yang dilihatnya itu beneran, karena baru pertama kali Lila melihat senyuman lebar dari seseorang yang belum pernah dilihatnya sama sekali.
Satu jam Lila menghabiskan waktu untuk mberbelanja dengan mengajak Nino untuk mencari apa yang dibutuhkannya dan setelah lengkap apa yang dicari, Lila lantas menuju ke restoran makanan karena mereka ingin makan malam terlebih dahulu sebelum mereka menuju ke sebuah bioskop.
Mereka menikmati makan dengan diselingi sedikit gurauan dan tidak menyadari jika di meja mereka berdua kini menjadi pusat perhatian namun karena mereka orang yang cuek jadi tak menghiraukan krasak-krusuk yang terdengar ditelinga mereka.
Setelah selesai mengisi perut, Lila dan nino bergandengan tangan sambil keluar dari restoran, ya...mereka terbiasa untuk bergandengan tangan seperti sepasang kekasih namun sepertinya mereka acuh saja dan tak menghiraukan ocehan-ocehan yang tertangkap ditelinga mereka walau samar-samar.
"No, lu beli tiket gih, gua mau beli popcorn"...
Perintahnya namun saat akan melangkahkan kakinya tangannya dipegang seseorang siapa lagi jika bukan nino.
"Are u okey?"...
Tanya nino sambil menempelkan punggung tangannya ke arah kening Lila dan seketika ditepis sang empunya.
__ADS_1
"Ya okey lah, lu kira gua nggk waras"...
Cebiknya kesal lantas melanjutkan langkah kakinya menuju ke stand penjual minuman serta popcorn.
"Pasti ada yang lu sembunyiin dari gua"...
Lirihnya saat melihat Lila sudah berdiri distand popcorn.
Nino menghembuskan nafasnya dengan kasar, ya dirinya bingung sebab Lila tak bercerita padanya namun sebisa mungkin Nino akan menghibur Lila agar sahabat sekaligus kakak sepupunya ceria kembali tanpa dipaksakan, karena sebenarnya dia tau jika keceriaannya selama masuk kedalam mall itu dipaksakan.
Akhirnya nino menuruti keinginan Lila dan segera menuju tempat penjualan tiket.
Setelah membeli dua buah tiket dan Lila sudah kembali sambil membawa makanan serta minuman yang diinginkan, mereka lantas menuju ruangan dimana filmnya akan diputar beberapa menit lagi dan mereka ternyata mendapat tempat duduk di barisan tengah padahal Lila ingin yang barisan paling belakang namun apa daya mereka terlambat datang kesana.
Beberapa saat kemudian layar bioskop sudah mulai menyala dan film ditayangkan.
Nino tampak menikmati tayangan yang ada dilayar depan sambil sesekali memasukkan popcorn kedalam mulutnya namun tidak dengan Lila, perasaannya menjadi tidak karuan setelah beberapa menit berada didalam ruangan tersebut, dadanya tiba-tiba menjadi sesak namun bukan seperti sedang terkena sakit asma.
Entahlah dirinya juga bingung yang terjadi padanya dan mencoba untuk menghela nafas agar rasa sesak sedikit berkurang, Lila seketika mengedarkan pandangannya karena saat ini dirinya sedang tidak fokus untuk menonton.
Dan saat arah wajahnya agak kebelakang seketika matanya melotot pada pemandangan yang dilihatnya.
degh.
Jantungnya seketika bergemuruh saat melihat pemandangan tersebut, dipandanginya dua insan yang tak jauh dari duduknya.
Seketika dirinya tersenyum miris pada dirinya sendiri, pantas saja selama ini dia tak bisa melihat melihat senyuman indah itu ternyata senyuman itu diberikan kepada wanita yang saat ini sedang bergelayut manja dilengannya sambil sesekali tangan pria tersebut merapikan rambut siwanitanya.
Lila seketika mengalihkan pandangannya kedepan, perasaannya semakin tak karuan saat mengingat senyuman itu, senyuman penuh ketulusan.
Namun sepertinya Lila belum puas untuk melihat pemandangan yang tak jauh darinya itu dan Lila menengok kembali namun apa yang dilihatnya kali ini sungguh membuat hatinya remuk seketika.
Degh.
Tes...
Tes...
Haloha...Selamat pagi semua, tetap setia menunggu update dari author yaaa....
__ADS_1
Like.vote.gift.
πππ