
Happy Readingπ€π€π€
Disisi lain Lila saat ini sedang termenung ditaman samping tempat tinggal barunya, perasaannya sejak tadi hanya tertuju pada pria pujaannya, perasaan tak karuan yang dia sendiri tak tau kenapa dan ada apa sebab sudah seminggu dirinya tak bertatap muka dengan om tantan nya, biasanya Lila tidak seperti ini namun malam ini terasa berbeda dan fikirannya hanya mengarah kepada seorang pria bernama Tristan anggara putra.
Huft...
Lila menghembuskan nafas dengan kasar sambil memeluk kedua lututnya dengan pandangan menerawang kedepan hingga tidak menyadari bahwa ada sepasang mata tengah memperhatikannya sejak beberapa menit yang lalu.
"Oiiii..."...
Seruan serta tepukan dipundaknya mengagetkan dirinya hingga membuat dirinya terpekik kaget.
"Ehhh adek durjana, sekate-kate lu ngagetin gua kalau gua kena jantungan gimana malah belum kawin lagi sama om tantan"...
Omelnya sambil memandang sinis sahabat sekaligus saudara barunya.
"Yaelah...tuh mulut ngomong kawin segala, nikah maemunah nikah...kayak berani aja lu dibobol gawang lu"...
Cebiknya sambil bergabung dengan Lila dikursi panjang ditaman itu.
"Kenapa lu, gua perhatiin dari tadi galau mulu?"...
Tanya Nino sambil memasukkan keripik kentang kesukaannya.
Krauk...krauk...
Lila merebahkan kepalanya dibahu nino sambil menghela nafas dengan pelan.
"Gua kepikiran sama om tantan, apa dia baik-baik aja ya? perasaan gua dari tadi nggak karuan, keinget sama dia"...
Lirihnya dengan pandangan menerawang.
"Ckkk...kirain mikirin apaan rupanya milikin si om kulkas"...
Decaknya dengan mulut yang tak henti ngemil.
"Yakkkk....noni seenaknya aja lu ganti nama laki pujaan gua"...
Lila seketika menegakkan badannya dan langsung memukul bahu nino dengan sedikit kencang.
"Auwww...dasar kakak suka KDRT lu jadi orang, baru sehari dah berapa kali lu mukul gua"...
Rintihnya dengan mengusap bahunya yang sedikit panas karena tangan mungil lila mendarat cantik dibahunya.
"Eleh...gitu aja sakit, liat nih"...
Ucapnya sambil memperhatikan telapak tangannya yang habis memukul bahu nino.
"Tangan gua kecil gini masa iya sakit"...
"Terserah lu lah"...
__ADS_1
Jawabnya sambil memutar bola dengan malas.
"Kalian sedang apa?"...
Tanya seseorang mengagetkan keduanya.
"Omo...ocan nih bikin Lila kaget"...
Ucapnya sambil memegang dadanya karena suara ocan yang tiba-tiba terdengar hingga Lila menengok ke asal suara tersebut.
Maura terkekeh geli melihat tingkah cucu perempuannya itu yang langsung menggeser duduknya.
"Kalian sedang apa, hem?"...
Tanya ulang Ocan maura sambil mendudukkan tubuhnya ditengah-tengah mereka berdua sebab Cucu perempuannya menggeser tubuhnya dan memberi ruang baginya.
"Ini ocan, cucu ocan lagi galau mikirin om... hmmmffftt?"...
Lila seketika bangun dari duduknya dan langsung membungkam mulut lemes sahabatnya ini sambil menyengir kuda dengan memaksakan senyum ke arah sang ocan yang nampak mengernyitkan dahi mendengar ucapan terpotong dari nino karena cucu perempuannya yang membuat nino terbungkam.
"Ocan lila yang paling cantik seantero jagat raya jangan dengerin nih mulut rombengan ya ocan"...
Pintanya dengan tersenyum manis.
Ocan maura hanya menganggukkan kepalanya pelan sambil memandang mereka berdua secara bergantian.
"Hmmmm...hmmmm"...
Nino masih berusaha untuk melepaskan bekapan tangan lila dari mulutnya yang seakan lengket seperti gurita.
Nino yang terbebas dari tangan gurita Lila seketika menghela nafas dengan lega sambil melengoskan wajahnya dengan kesal.
"Sudah...sudah kalian ini, ohya sayang besok ocan sudah harus pulang karena tadi tiba-tiba asisten ocan telfon dan mengharuskan ocan segera datang ke Thailand"...
Ucapnya dengan halus sambil memandang wajah cantik cucunya yang saat ini sedang berdiri.
Lila seketika murung mendengar ocan akan pulang kembali ke Negaranya, sebab ocan baru 2 hari tiba dan akan menghabiskan waktu selama seminggu untuk berada di Indo.
Ocan yang menyadari raut wajah cucunya menyendu seketika membuatnya merasa bersalah, Ocan maura lantas menarik tangan Lila dengan lembut dan menuntun agar duduk disampingnya.
"Maafkan ocan Lila, bukan maksud ocan untuk mengingkari janji, sebab ini diluar perkiraan ocan karena kehadiran ocan memang benar-benar dibutuhkan, Lila bisa berkunjung kesana jika nanti Lila sudah libur sekolah bila perlu tinggal bersama ocan, ocan akan merasa sangat bahagia jika Lila mau tinggal disana?"...
Maura berucap dengan sangat lembut untuk memberi pengertian terhadap cucu perempuannya sambil menggenggam kedua tangan Lila sedangkan Nino tampak menjadi pendengar.
Maura menghela nafas dengan pelan saat Lila masih menunduk tanpa menjawab perkataannya hingga dirinya harus memutar otak agar sang cucu bisa sedikit menerima keputusannya.
"Yasudah bagaimana jika besok sehabis Lila sekolah ocan temani Lila seharian, Ocan akan menunda keberangkatan ocan, hem"...
Tawaran Ocan walau sedikit waktu untuk mengulur kepulangannya.
Lila yang mendengarnya seketika mengangkat wajahnya dengan raut wajah tak percaya, ya walaupun sudah pernah menghabiskan waktu berjalan bersama namun sepertinya masih kurang bagi Lila.
__ADS_1
"Bener Ocan, Nggak papa nih kalau ocan menunda kepulangan ocan?"...
Tanya Lila dengan antusias sambil memandang wajah cantik ocannya.
Ocan maura yang melihatnya lantas tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Grep.
Lila langsung masuk kedalam pelukan Ocan sambil berucap terima kasih dan ocan membalas pelukan Lila dengan masih tersenyum.
Nino yang melihatnya lantas mencebikkan bibir seolah dirinya tak ada disana karena melihat mereka berpelukan tanpa mengajaknya dan membuang muka sambil bersedekap didada.
"Ocan, ada cucu ocan yang lain looo disini"...
Protesnya.
Ocan maura seketika merenggangkan pelukannya dan mengalihkan pandangannya kearah cucu baru yang tengah bersedekap sambil membuang muka dan tak lupa bibir yang mencebik kebawah membuat ocan maura seketika terkekeh geli melihatnya.
"Aduhhh....cucu ocan yang satu ini mudah banget marahnya"...
Ucap ocan maura dengan tertawa kecil.
"Iya ocan maklum anak perawan lagi PMS"...
Lila ikut menimpali sambil melirik ke arah nino yang saat ini sedang menatap wajahnya dengan tatapan tajam namun tetap terlihat lucu sebab wajah nino tidak seram sama sekali.
"Ckkk....nggak usah masang muka kaya gitu jijay gua"...
Decak Lila sambil memutar bola matanya malas.
"Ocannnn..."...
Rengek nino.
"Cup...cup...sini ocan peluk"...
Hiburnya sambil merentangkan kedua tangannya dan tersenyum tulus.
Nino langsung menghambur kepelukan ocan maura dan menjulurkan lidahnya untuk mengejek Lila membuat sang empu seketika melototkan matanya.
"Wahhh...mau saingan rupanya"...
Ucapnya dengan langsung mendekap tubuh ocan yang sedang memeluk nino.
Mereka lantas saling berebut dan mengejek satu sama lain seakan tak mau kalah membuat ocan yang berada dipelukan antara keduanya hanya menggelengkan kepalanya namun merasa sungguh bahagia, baginya bisa dekat dan bercanda dengan cucunya sungguh suatu anugerah terbesar buatnya apalagi ditambah dengan adanya nino dan segala aksi kocaknya membuat ocan maura semakin bersemangat menjelang usia senjanya.
Dan dirinya sungguh-sungguh ingin menebus kesalahannya kepada alm.putranya untuk melimpahkan kasih sayang kepada cucu satu-satunya yang dia miliki dan berniat ingin mewariskan seluruh harta bendanya kepada Dalila Bareeka Haniya Park, nama Park diambil dari marga alm. suaminya.
YUHUUU....SELAMAT MALAM SEMUANYA ASSALAMUALAIKUM...
SEMOGA SEMUANYA MASIH BERSEMANGAT YA MENANTI KELANJUTANNYA PAK TENTARA DAN SI BOCIL LILA....
__ADS_1
LIKE.VOTE.GIFT πππ
Follow me please...