My Sexy Hot, Pak Tentara

My Sexy Hot, Pak Tentara
Part 8


__ADS_3

Happy ReadingπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Help me, likenya dong mana nih, vote & gift sebanyak-banyaknya plisssπŸ™πŸ™πŸ™


"Nino.."...


Panggilnya.


"Hem.."...


Jawabnya dengan hanya berdehem saja sebab mulutnya masih penuh dengan jajanan.


"Lu sudah 1000 persen nerima bibi gua jadi mami lu?"...


Tanya Lila sambil memandang sahabatnya dari arah samping.


"Heem"...


Jawabnya lagi.


Lila yang melihatnya geram sendiri karena dari tadi dirinya bertanya namun hanya hem saja yang dia dengar.


Bugh.


"Auuuwww....La kira-kira dong, kalo gue keselek pentol gimana coba"...


Omelnya saat Lila dengan sengaja memukul bahunya dengan lumayan keras.


"Ya elu juga gua tanya ini itu, dari tadi jawabannya cuma ham hem ham hem doang"...


Ucapnya sewot.


"Ya kan elu tau, gua lagi makan gimana coba mau jawabnya kalo mulut gua penuh, makanya kalo mau nanya tuh liat sikonnya"...


Deliknya sebal sambil melanjutkan makan pentolan ala-ala paklek pinggir jalan dan jangan tanyakan lagi dimana mereka saat ini, yang pasti mereka sedang berada di trotoar jalan perbatasan antara rumah bibi lila dan rumah tristan sedangkan cuaca terlihat mendung oleh sebab itu mereka berani duduk ditepi trotoar.


Lila yang mendengar jawaban panjang nino langsung menghembuskan nafasnya dengan kasar, ya lila pasti kalah jika berdebat dengan nino.


"Ayo pulang, tadi papi beliin lu PS yang elu pengenin minggu lalu tuh"...


Ajaknya sambil bangkit dari duduknya.


"Beneran?"...


Tanya lila dengan mata berbinar.


"Hem..."...


Jawabnya sambil menganggukkan kepalanya.


Lila seketika tersenyum lebar dan segera direntangkan kedua tangannya.


Nino yang sudah hafal akan maksud lila, langsung saja dia berjongkok di hadapan lila dan tentu lila dengan senang hati naik kepunggung nino.


Hap..


Nino melangkahkan kakinya menuju rumah calon maminya yang baru, mereka berdua sesekali bercanda ria seakan lupa jika mereka tadi sempat berdebat.


Mereka tak mengetahui jika sejak tadi ada sepasang mata yang sedang mengawasi mereka.


"Wah...ternyata makanan kesukaan papa"...


Ucap tante tari saat mereka berdua berada didapur dan membuka rantang pemberian lila.


"Oh ya"...


"Iya pa, coba liat ada rendang ayam sama orek tempe+pete, ada brownisnya juga, cobain deh"...


Ucap tante tari, lalu mengambil sendok untuk mengisi orek tempe dan disodorkan ke suaminya.


Hap.


"Hem...iya enak sekali, tapi kayak nggak asing sama rasa makanan ini?"...


Tanyanya sendiri.


"Benarkah?"...


"Iya,bener... dimana ya?"...


Gumamnya sambil berfikir sejenak.


"Papa lupa, ma...tambahin nasi, papa mau makan"...


Ucapnya sambil menyodorkan piring kosong ke arah istrinya.

__ADS_1


Istrinya tentu dengan senang hati melayani pria yang saat ini menjadi suaminya.


"Tristan nggak makan ma?"...


Tanyanya.


"Nggak pa, katanya tadi mau keluar sebentar"...


Jawabnya dan langsung mengisi piringnya dengan makanan dari lila.


Sedangkan didalam kamar, seorang pria tengah merebahkan tubuhnya diatas ranjang miliknya dengan bertumpu kedua tangannya dibelakang kepalanya.


"Aera, apa kamu sudah bahagia disana?"...


"Apakah sudah saatnya aku menghapus semua tentangmu?"...


Gumamnya sambil menatap ke langit-langit kamarnya.


Saat sedang membayangkan wajah gadis yang dicintainya namun seketika tergantikan oleh wajah gadis ABG sedang tersenyum ceria.


"Ckk....ngapaen sih harus gadis kecil itu nongol"...


Decaknya sambil menggelengkan kepalanya untuk mengusir bayangan wajah gadis kecil yang sialnya sekarang menjadi tetangganya.


"Mending aku jalan sekarang aja deh"...


Gumamnya dan langsung bangkit dari baringnya kemudian menyambar ponsel serta kunci mobilnya.


"Pa...ma...Tristan berangkat"...


Ucapnya saat tiba di lantai bawah dimana kedua orang tuanya tengah bersantai di depan tv yang sedang menayangkan gosip.


"Oh ya, hati-hati ya tris"...


Ucapnya saat melihat putranya sudah rapi.


"Ya,oh ya nanti ada orang yang mau bekerja disini pa...ma...namanya bik sum"...


Beritahunya.


Tristan berlalu meninggalkan kedua orang tuanya saat melihat anggukan mereka.


Tristan menjalankan mobilnya dan secara kebetulan arahnya melewati depan rumah gadis kecil tadi.


Entah mengapa tristan mengalihkan pandangannya untuk melihat ke arah rumah tersebut dan secara kebetulan dia melihat lila tengah berada diteras bersama nino dan sedang bercanda ria.


Dret...dret...dret...


"Ya..."...


Ucapnya saat mengangkat panggilan tersebut.


"Lu dimana?"...


Tanya seseorang disebrang sana.


"Sudah dijalan, bentar lagi gua sampai"...


Klik.


Tristan melajukan kendaraannya untuk menuju dimana mereka akan bertemu.


Beberapa menit kemudian, mobil tristan berhenti tepat di sebuah restoran dimana temannya telah menunggu.


"Dah lama lu?"...


Tanya tristan saat mendudukkan tubuhnya di kursi yang sudah ada sahabatnya.


"Belum, mau pesan apa lu?"...


"Steak aja dech"...


Ucapnya.


Dony langsung memanggil pelayan restoran yang tak jauh dari mejanya dan langsung memesan menu yang mereka inginkan.


"Terus ngapain lu ngajak gua kesini?"...


Tanya tristan.


"Nggak papa lagi bete gua"...


Ucapnya santai.


Tristan langsung membulatkan matanya saat mendengar jawaban santai dari dony.

__ADS_1


"Lu belum pernah makan kursi kan don?"...


Ucapnya dengan serius.


"Ya belumlah"...


Jawabnya yang masih belum paham akan maksud tristan.


"Ckkk...rasanya pengen gua sumpel mulut lu pake nih kursi, seenaknya elu nyuruh gua kesini padahal nggak ada apa-apa"...


Ucapnya sebal.


"Hehehe...ya maaf, gitu aja marah"...


Cengirnya.


"Sayaanggg..."....


Panggil seseorang dari agak kejauhan dan mereka berdua langsung membulatkan matanya saat suara tersebut sangat familiar ditelinga mereka terutama tristan.


"Gua nggak ikut-ikutan tan, suer..."...


Ucapnya sambil mengangakt kedua tangannya dengan tangan kanan menunjukkan jari v.


"Ya ampun sayang, akhirnya kita bertemu juga"...


Pekiknya sambil memeluk tubuh kekar tristan.


"Lepas"...


Ucapnya pelan namun penuh penekanan.


"Nggak mau, pokoknya aku nggak mau putus"...


Serunya sambil menggeng-gelengkan kepalanya dan semakin mengeratkan pelukannya dari arah belakang.


"Lepas erika, gua sudah punya calon istri?"...


Ucapnya berbohong sedangkan dony membulatkan matanya mendengar ucapan tristan dan bertanya lewat sorot matanya namun tristan hanya diam.


"Bohong...bukannya kamu pernah bilang kalo cinta sama aku"...


"Maaf erika"...


Ucapnya pelan.


"Kalo gitu mana calon istrimu, aku mau lihat dengan mata kepalaku sendiri?"...


Ucapnya yang masih tak percaya lelaki yang sempat mengisi hatinya telah mempunyai seorang calon istri.


Tristan yang ditanya seperti itu seketika gelagapan dan bakal panjang urusannya kalo sampai dia ketahuan berbohong, sebab dia tau seperti apa watak dari seorang erika sanjaya.


Namun sepertinya nasib baik berpihak kepadanya saat pandangannya menangkap seorang gadis tengah memasuki restoran yang nampak seorang diri.


"Tuh, calon istri gua?"...


Tunjuknya ke gadis yang tengah diincarnya dan seketika tristan melepaskan lingkar tangan erika yang membelit di lehernya saat sudah terlepas, tristan langsung beranjak dari duduknya dan berjalan menuju gadis yang saat ini tengah menggunakan dress hingga dia terlihat dewasa dari pada umurnya.


Tristan mempersempit jarak mereka sedangkan gadis yang diincarnya masih tak menyadari keberadaannya.


Saat sudah berhasil menghadang langkah gadis tersebut, tristan tanpa apa melingkarkan tangan besarnya ke pinggang gadis tersebut sedangkan gadis yang tiba-tiba mendapatkan perlakuan seperti itu sontak memberontak namun hanya sesaat sebab dia mengenali suara sewaktu laki-laki tersebut mengucapkan kata maaf.


Deg...deg...deg...


Jantung lila seakan berdetak lebih kencang kala pandangan mereka bertemu, ya gadis tersebut adalah lila, gadis kecil yang saat ini menjelma menjadi wanita yang sangat cantik.


"Maaf"...


Ucapnya sekali lagi.


Cup.



LIKE...LIKE...LIKE...


VOTE...VOTE...VOTE...


GIFT...GIFT...GIFT...


JANGAN LUPA READERS...


SALAM SAYANG


MOM OLLA

__ADS_1


😘😘😘


__ADS_2