My Sexy Hot, Pak Tentara

My Sexy Hot, Pak Tentara
Part 40


__ADS_3

Happy ReadingπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Like.vote.gift


Bocil harap sadar diri dan lewatin part ini🀣🀣🀣


Indah sari gadis cantik dengan pembawaan kalemnya, Indah berusia 24 tahun lebih tepatnya satu tahun dibawah kakak sepupu tirinya itu, Indah yang mengikuti kedua orang tuanya pindah lantas memutuskan untuk berhenti bekerja namun sekarang Indah sepertinya mempunyai niat saat kembali ke Desanya nanti.


β˜†β˜†β˜†


Sedangkan dibelahan Negara lain seorang gadis kini sedang serius untuk mengikuti semua pelajaran dan tidak berniat untuk bermain-main kembali walaupun sejak dulu gadis tersebut memang sangat serius untuk belajar namun terkadang keisengan itu timbul hingga membuat seorang guru menjadi musuh walau sebenarnya guru tersebut juga merasa bangga karena nilai yang didapat tak pernah jelek sekalipun, bahkan kini gadis tersebut telah mempunyai seorang teman perempuan hingga dirinya tidak merasa sendirian lagi apalagi dirinya tidak satu sekolah dengan tante mudanya.


Teman perempuan pertamanya dan itu membuat dia bahagia apalagi teman barunya nampak asyik seperti sahabatnya yang berada ditanah air.


Bahkan gadis tersebut sudah seperti putri seorang raja karena ada pengawal yang menjaga tanpa ditau sang empu dan diantar jemput dengan mobil yang sudah dipersiapkan oleh wanita cantik dengan usia yang sudah tidak lagi muda.


β˜†β˜†β˜†


"Sepi banget ya mam"...


Keluh seorang pria yang sedang berbaring dengan berbantalkan paha dan pandangan mata tak lepas dari ponsel miliknya.


Sedangkan wanita tersebut nampak menulas senyuman tipis saat mendengar keluhan anak sambungnya yang saat ini sedang berbaring dipangkuannya.


"Makanya, kalau kepengen ramai ijinkan mami mu untuk mengandung supaya kamu punya teman bermain nantinya"...


Sambung seseorang pria paruh baya dari arah belakang.


Sedangkan pria muda yang tadinya sedang asyik dengan ponselnya langsung mematikannya dan segera bangun dari posisi baringnya.


"Itu sih maunya papi aja, masa iya sih pih Nino harus punya adik, apa kata orang nanti dengan usia Nino yang sudah 18 tahun harus punya adek, mana bayi lagi yang ada orang kira itu anak Nino bukan adik Nino...OMG..."...


Teriaknya saat membayangkan sesuatu yang tidak ada dibenaknya sebelumnya dengan menangkupkan kedua tangannya diwajahnya sendiri namun sesungguhnya dia tetap akan senang jika akan mempunyai saudara lagi walau dengan rahim yang berbeda.


Sedangkan kedua pasangan suami istri tersebut nampak mengulum senyum melihat tingkah putranya.

__ADS_1


Cup.


"Mas..."...


Deliknya saat sesuatu hinggap di bibirnya tanpa sempat untuk menghindar dan jangan tanyakan lagi seperti apa wajahnya apa lagi diantara mereka masih ada seorang lelaki remaja yang entah sejak kapan memandang kearah mereka dengan mata yang melotot.


"Ihhh papi pliss deh...disini masih ada orang jomblo ya kalau papi lupa, main kecap kecup sembarangan... ckkk MAEMUNAH... tolong adikmu ini, mata suci Nino ternodai"...


Teriaknya sambil bersiap-siap berdiri sebab melihat papinya tengah memegang sebuah bantal sofa dan sebelum hal itu mengenai wajahnya, nino langsung meninggalkan sepasang suami istri tersebut yang terkadang ke gif olehnya saat sednag bermesraan.


"Dunia memang kebalik kali ya atau gimana, dah tua mes*mnya naudzhubillah, nggak tau apa kalau anaknya belum punya pasangan"...


Gerutunya setelah berada didalam kamarnya dan langsung membaringkan tubuhnya.


"Kalau kita bertemu lagi, gua pastiin lu bakal jadi milik gua"...


Gumamnya tersenyum sambil membayangkan wajah seorang gadis yang sudah 2 kali bertemu secara tak sengaja.


Gadis cantik bak bidadari dimatanya, tubuh mungil seperti kakak barunya yang sekarang sedang berada di LN namun mampu membuat seorang Nino nugraha memikirkan seorang gadis yang namanya saja dia tidak tau.


Nino seketika menepuk pelan keningnya saat baru mengingat kotak tersebut yang seharusnya sudah dia berikan tadi siang namun dirinya sungguh lupa sebab harus membantu mami nya untuk menanam bunga yang baru datang tadi pagi.


"Ckkk...kok bisa lupa sih, amanat ini amanat...besok aja deh sekalian gua bawa kesekolah pulangnya langsung ke rumah tuh om-om kulkas"...


Decaknya serasa memandang kotak tersebut namun tak lama matanya semakin memberat padahal waktu masih menunjukkan pukul 8 malam lewat sedikit.


Sedangkan diruang keluarga sepasang suami istri nampak asyik memandangi layar televisi berukuran sedikit besar jangan lupakan lampu yang sudah dibuat temaram agar seperti berada didalam bioskop.


"Mas"...


"Heum"...


Jawabnya dengan posisi masih memeluk sang istri dari belakang dan kepala sang istri yang bersandar didadanya.


"Ih ya gimana sama pemilik baru rumah sayang, beneran sayang ikhlas jual rumah itu?"...

__ADS_1


Tanya Tony saat mengingat penjualan rumah lama sang istri.


Yana menganggukkan kepalanya pelan dan menengadahkan wajahnya keatas kemudian dirinya tersenyum saat matanya bersibobrok dengan sang suami.


Cup.


Yana memejamkan kedua matanya saat bibir sang suami menempel sempurna dibibirnya dan dirinya sangat menyukai jika diperlakukan sangat istimewa apalagi semenjak mereka berumah tangga, suaminya sungguh pria idaman wanita, tegas, romantis, dewasa dan yang paling penting dirinya bisa merasakan begitu besar cinta sang suami kepadanya.


Tony ******* pelan bibir sang istri, bibir yang sudah menjadi candu untuknya, wanita cantik, baik dan penyabar yang saat ini menjadi pendamping hidupnya dan dirinya akan berusaha untuk membahagiakan istri tercintanya ini apalagi jika dirinya masih bisa diberikan keturunan dari wanita yang begitu dicintainya tentu Tony menjadi lelaki yang paling bahagia didunia ini dan berharap kelak rumah tangganya tetap harmonis dan mampu untuk melewati segala ujian yang akan singgah didalam rumah tangganya.


"Euuuggghhh maass..."...


Suara lenguhan terdengar merdu saat dirinya melepaskan tautan bibir mereka.


"Mas ingin yang"...


Bisiknya dengan suara yang berat dan tak lupa dengan kedua tangan yang aktif merem*s pepaya gantung yang masih berada didalam penutupnya.


Yana hanya menganggukkan kepalanya saja sebab gair*hnya seketika naik saat kedua pepayanya dimainkan oleh sang suami dan jangan lupakan badannya yang menggeliat kesana kemari karena sentuhan yang begitu memabukkan apalagi sekarang tangan suaminya yang satu sudah mulai masuk kedalam gaun tidur yang berbentuk terusan.


"Ouuggghhhh maasss"...


Lenguhnya terdengar kembali saat tiba-tiba salah satu jari sang suaminya masuk kedalam inti bawahnya membuat dirinya semakin tak karuan karena permainan sang suami yang begitu disukainya.


"Basah yang"...


Ucapnya serak dengan jari yang dikeluar masukkan secara pelan dibawah sana, Tony lantas mencumbui sang istri dan dirinya semakin suka jika istrinya bisa menikmati apa yang dilakukannya ini.


Kegiatan yang dilakukan setiap malam dan berhenti saat si tamu tak tau diri tiba-tiba datang minggu lalu padahal dirinya sedang melakukan pemanasan namun seketika lemas saat akan masuk ke inti permainan.


"Masss...ak...akku mau saaammp..."...


πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦


Like.vote.gift

__ADS_1


salam cium😘😘😘


__ADS_2