
Happy Reading🤗🤗
Like.vote.gift
"Kosong"...
Bisik Dony pelan membuat orang yang disampingnya menegang dengan perasaan tak karuan dan jantung yang berdetak lebih kencang.
Saat ini keduanya sedang berada diteras rumah sederhana tepat disamping rumah Tristan atau lebih tepatnya tempat tinggal Lila.
Dony menengok kesamping dan mendapati temennya seperti patung, dirinya lantas menghela nafas dengan pelan sambil menggelengkan kepalanya.
Kalau sudah tiada baru terasa
Bahwa kehadirannya sungguh berharga
Dony seketika menyanyikan dua bait lagu dangdut untuk menyindir sahabatnya.
"Auwww....sakit tau tris, kira-kira dong kalau nggetok kepala gua, ntar bisa gegar otak bisa bahaya yang tadinya cessy tunangan gua nanti jadi Lila lagi"...
Ringisnya sambil mengusap kepalanya yang habis digetok sama tristan dan masih sempat untuk menggoda sahabatnya itu.
"Slow men slow...jadi gimana nih?"...
Dony lantas mengangkat kedua tangannya saat Tristan akan melayangkan pukulannya kembali.
"Pulang, mau ngapain disini, mau jadi penunggu rumah kosong"...
Setelah mengatakan itu, Tristan lantas pergi meninggalkan dony yang masih diposisinya.
Ya...rumah Lila nampak kotor sebab sudah lebih dari sebulan tidak ditempati.
Tristan melenggang begitu saja dengan perasaan yang tiba-tiba menjadi sesak sama seperti kemarin, ya...sejak kemarin perasaan tak enak serta jantungnya berdetak lebih kencang namun dirinya tidak tau sebenarnya ada apa tanpa tau bahwa hari kemarin adalah hari keberangkatan Lila, gadis kecil yang selalu dipanggil bocil olehnya, gadis kecil yang selalu merecokinya diakhir pekan, gadis kecil yang selalu mengantarkannya makanan, gadis kecil yang selalu menunggunya pulang dari bekerja sambil menampilkan senyuman lebar khasnya, gadis kecil yang merebut ciuman pertamanya walau karena tanpa sengaja.
Dan tanpa disadari oleh Tristan bahwa nama Lila sudah menempati relung hati seorang lelaki dewasa yang mati-matian membentengi hatinya hanya untuk satu nama padahal nama tersebut perlahan sudah tergeser dengan nama lain tanpa disadari oleh Tristan.
Senyum lebar Lila selalu membayanginya setiap kali melintas didepan rumah Lila namun lagi-lagi selama ini dia menepis semuanya, semua rasa yang ada didalam hatinya.
Dony mengekor dibelakang sahabatnya tanpa disadari oleh Tristan jika kini dony tengah menatap kearah sahabatnya dengan prihatin.
"Maafin gua Tris, tapi ini semua gua lakuin demi membuat hati lu terbuka dan tau siapa sebenarnya yang pantas menjadi pendamping lu kelak dan gua juga nggak akan menceritakan kebenarannya soal wanita itu, karena gua nggak mau lu nggak percaya dengan apa yang gua liat waktu itu sebelum gua punya bukti nyata" ...
Bisiknya dalam hati dan terus berjalan meninggalkan rumah Lila.
Kira-kira apa ya rahasia yang disembunyikan oleh dony????🤔🤔🤔
"Gua pulang dulu"...
__ADS_1
Ucapnya saat sudah berada didalam rumah Tristan dan mendekati sahabatnya yang sedang duduk diteras rumahnya sendiri.
Tristan menganggukkan kepalanya pelan smbil memandang sahabatnya itu.
"Lu nggak lagi nyembunyiin sesuatu dari gua kan?"...
Tuduhnya dengan bersedekap tangannya didada sambil memandang curiga ke arah Dony.
Dony seketika gelagapan dibuatnya dan perlahan menetralkan perasaannya agar Tristan tidak curiga sedikitpun.
"Laaa emang gua nyembunyiin apa sih?"...
Tanya dony balik sambil menaikkan alisnya sebelah dan memasukkannya kedua tangan kekantong celananya.
Tristan mengangkat kedua bahunya.
"Ckk...dah ahhh gua pulang, niat hati pengen ngerasain masakan tuh bocah malah nggak bisa"...
Gerutunya pelan namun masih terdengar oleh Tristan.
Dony segera menyalakan mesin mobilnya dan perlahan meninggalkan rumah Tristan setelah membunyikan klakson mobilnya.
"Hadeh...berasa jadi jahat nggak sih gua, tapi nggak juga ah...salah sendiri nggak bisa bedain mana yang berlian dan mana yang batu koral, ckkk....untung sahabat gua lu"...
Celotehnya dwngan sedikit kesal didalam mobil yang sudah melaju meninggalkan rumah Tristan.
Ucapnya dengan masih penasaran tentang keberadaan Lila dan langsung kesal saat mengingat tentang kejadian disupermarket beberapa hari yang lalu lebih tepatnya 3 hari yang lalu.
Dony memang sudah mengetahui tentang kepergian lila namun dirinya tidak tau di Negara mana Lila akan tinggal karena pada saat bertemu beberapa hari yang lalu dan pada saat lila akan mengatakannya, temannya yang selalu bersamanya tiba-tiba datang dan menarik tangan lila begitu saja.
Pertemuan secara tak sengaja itu membuat dony tau dimana lila tinggal beberapa minggu belakangan ini dan kejadian pagi tadi soal dirinya merindukan masakan lila tentu itu hanya sebagai kamuflase semata apalagi waktu bertemu dengan lila, wajah yang tadinya selalu terlihat ceria namun sekarang tergantikan dengan wajah yang nampak muram membuatnya sebagai seorang lelaki nampak begitu prihatin dengan lila.
Dret...dret...dret...
My love is calling...
Ponselnya bergetar membuat dony seketika mencari tempat untuk menepikan laju mobilnya dan beberapa saat mobilnya sudah menepi dutempat yang agak sepi.
"Halo cintaku"...
Jawabnya saat panggilannya sudah terhubung.
"Halo mas, gimana sudah belum?"...
Tanya disebrang sana.
"Sudah yang, tapi mas kasihan lihatnya"...
__ADS_1
Jawab dony.
"Lebih kasihan lagi kalau sampai mereka jadi nikah mas, nih barusan cessy dapat chat dari teman cessy yang kerja dihotel itu, katanya ada bookingan atas nama wanita itu untuk 2 hari kedepan dan lewat tengah malam kemungkinan wanita itu tiba di Indo"...
Jelasnya panjang lebar disebrang telfon sana.
"Wahhh...makasih cintaku pujaan hatiku, lope lope deh pokoknya, makasih ya dah mau bantuin temannya mas"...
Ucapnya dengan sumringah kepada tunangannya ditelfon.
"Sama-sama mas, ingat semau nggak gratis looo"...
Canda cessy disebrang sana.
"Aihhh ternyata calonnya mas ini mau meras mas, heum"...
Ucapnya gemas kepada calon istrinya disebrang sana.
"Nggak papa dong sekali-kali meras calon suami"...
Cessy terkekeh geli disebrang sana, gadis cantik nan manis yang mampu membuat seorang prajurit Dony irawan tergila-gila dengan gadis yang hanya seorang guru taman kanak-kanak disalah satu sekolah elit di kota tersebut.
"Apapun mas akan berikan untuk dirimu yang, ya sudah mas matikan ya, mas masih dijalan baru keluar dari rumah tuh orang"...
Beritahunya.
"Iya mas, hati-hati... love u"..
"Love u more sayang😘"...
Klik.
"Siap-siap besok, mudahan mata bathin lu kebuka, ehhh salah mata hati maksudnya"...
Ucapnya sendiri.
Dony menjalankan mobilnya sambil sesekali bersenandung mengikuti lirik lagu yang distelnya berbeda dengan keadaan temannya yang saat ini masih duduk di teras rumahnya sambil memandang kearah samping dimana rumah bocil yang nampak kosong.
"Huft..."...
Tristan menghembuskan nafas dengan kasar sambil memegang dadanya, rasa cemas, khawatir dan takut menjadi satu dan dia pun belum bisa memahami tentang perasaannya sendiri.
Yang dia tau saat ini bayangan Lila seakan berlarian dihalaman rumahnya sambil tertawa dan tersenyum kearahnya dan ternyata senyuman lila membuat seorang lelaki bernama Tristan anggara putra menerbitnya senyumnya pertama kali saat melihat senyum ceria Lila namun sayang senyuman itu hanya terlihat oleh bayangan saja dan bukan pada aslinya.
HALOHA SELAMAT SIANG SEMUANYA...
Like.vote.gift
__ADS_1
SALAM CIUM😘😘😘