
Happy Reading๐ค๐ค๐ค
Like.vote.gift
Hari senin adalah hari dimana semua orang melakukan aktifitasnya termasuk seorang pria yang sudah bersiap mengenakan pakaian dinasnya dan sedang mematutkan penampilannya di depan kaca berukuran besar yang ada di walk in closed.
Setelah dirasa sudah cukup, dia melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan tersebut dan menyambar ponsel yang berada diatas nakas, saat akan membuka handle pintu langkah kakinya terhenti dan entah mengapa langkah kakinya tiba-tiba berputar haluan untuk menjauhi daun pintu yang akan dibukanya.
Langkah kakinya terhenti saat sudah berada di sebuah jendela dan tangannya menyibak tirai yang membalut jendela tersebut.
Srak.
Tirai telah terbuka seketika pandangannya tertuju pada jendela dibawah sana, jendela dengan tirai berwarna biru muda yang sudah lebih dari sebulan jendela tidak terbuka.
Seketika ingatannya kembali pada saat dirinya baru menginjakkan kakinya dirumah ini, disana dia bisa melihat tubuh setengah naked seorang gadis walau awalnya dirinya tidak mengetahui wajah pemilik tubuh mulus tanpa cacat itu namun seiringnya waktu dia bisa mengetahui jika pemilik tubuh yang sudah dua kali dilihatnya nyaris naked itu adalah seorang bocah kecil yang biasa dipanggil bocil.
Tristan menghembuskan nafasnya dengan kasar lantas menggelengkan kepalanya dan kembali menutup tirai untuk meninggalkan kamarnya, ya lelaki tersebut adalah Tristan, sejak dua hari yang lalu perasaannya masih saja diliputi oleh perasaan tak enak, rasa yang tak dimengerti olehnya, yang ditahunya adalah rasa seperti orang yang sedang kehilangan.
Bahkan pagi ini pun perasaannya belum baik-baik saja bahkan semakin sesak.
Tristan yang tak ingin larut akan perasaan gamang, seketika dirinya meninggalkan rumah untuk pergi bertugas.
Singkat cerita Tristan sudah sampai di Batalyon tempatnya bertugas dan disana dirinya juga bertemu dengan Dony.
Mereka melakukan tugasnya masing-masing hingga jam tugasnya selesai dan Dony berpesan sebelumnya bahwa dirinya meminta untuk ditemani ke suatu tempat setelah pulang bekerja.
"Emang mau kemana sih lu?"...
Tanya Tristan saat mereka berdua berada diparkiran.
"Ya adalah pokoknya, udah temeni gua napa sih dah kayak emak-emak aja lu cerewetnya nauzdhubillah"...
"Ckkk..."...
Tristan memutar bola matanya malas.
"Ganti baju dulu gua"...
Dony mengacungkan kedua jempolnya kepada Tristan saat sahabatnya pamit untuk mengganti pakaian dinasnya dengan baju santai.
Tristan memang selalu menyediakan pakaian ganti didalam mobilnya, karena dirinya enggan untuk jalan menggunakan pakaian dinasnya jika tidak lagi bertugas sedangkan dony sudah mengganti bajunya terlebih dahulu sesaat jam kerjanya usai.
Dret...dret...dret...
My Love is calling...
Dony melebarkan senyumnya setelah mengambil ponselnya yang bergetar didalam sakunya.
"Halo cintaku, honey bunny sweety, my baby my future wife"...
Jawabnya setelah menggeser layar ponselnya untuk menjawab telfon dari calon istrinya.
sedangkan seorang gadis disebrang sana tengah terkekeh geli mendengar ucapan caalon suaminya yang sebentar lagi akan melaksanakan pernikahan mereka.
"Waalaikum salam mas"...
Ucapnya sambil tersenyum manis walau sang calon suami tak dapat melihat senyumnya karena mereka sedang melakukan panggilan biasa.
"Hehehehe...Assalamualaikum sayangnya mas"...
Jawabnya terkekeh geli sambil menggaruk tengkuknya.
"Waalaikum salam, mas sudah dimana?"....
__ADS_1
Tanya Cessy disebrang sana.
"Mas masih diparkiran Batalyon yang, masih nungguin si korban yang lagi ganti baju"...
Jawabnya.
"Mas...mas kamu ini ada-ada saja"...
Cessy menggelengkan kepalanya mendengar jawaban dari Dony.
"Looo mas bener yang, diakan memang korban, korban hati, korban perasaan, korban waktu dan korban penipuan"...
Ucap dony sambil menyandarkan tubuhnya disamping mobil milik Tristan.
"Jadi langsung ke lokasi nih?"...
Tanya Cessy.
"Iya, gimana target yang?"...
Tanya dony.
"Kan sudah cessy kirim ke mas aktifitasnya seharian ini, tapi mereka belum balik mas jadi gimana, kata teman cessy sih begitu?"...
"Emmm gimana ya, yasudah nggak papa nanti mas pikirkan kembali deh, mau mas jemput apa gimana nangi sayang pulangnya?"...
Tanya Dony.
"Nggak usah jemput mas, nanti Cessy langsung kelokasi aja deh tapi agak lama nggak papa kan, Soalnya Cessy kerjaannya belum selesai?"...
"Ahaaa...mas dapat ide sayang"...
Ucapnya dengan tiba-tiba saat sebuah ide terlintas begitu saja.
Tanya Cessy dengan sangat antusias karena dirinya juga begitu kasihan saat mendengar cerita dari calon suaminya walaupun dirinya tidak terlalu mengenal Tristan dengan dekat namun calon suaminya selalu menceritakan tentang sahabatnya jadi Cessy pun turut kasihan dengan Tristan dan bersedia membantu.
"Begini bla..bla..bla"...
Dony menceritakan dengan detail ide yang terlintas dibenaknya barusan dan Cessy mendengarkannya dengan seksama.
"Bagaimana sayang?"...
Tanya Dony setelah selesai menceritakannya.
"Wah bagus banget mas, Cessy sangat setuju lagian kita juga dah lama ngelakuin itu"...
Jawabnya dengan gembira setelah mendengarkan ide dari calon suaminya.
Puk....
Dony seketika terlonjak kaget saat punggungnya ditepuk oleh seseorang membuatnya seketika menolehkan wajahnya karena tadi posisinya sudah berubah menjadi menghadap pintu mobil milik Tristan.
"Yak elah...elu kira-kira dong kalau datang ngagetin gua aja lu"...
Ucapnya sewot sambil mengelus dada, bukan karena kaget saja namun takut semuanya terbongkar begitu saja.
Tristan mengerutkan keningnya saat Dony sewot padanya, padahal dirinya hanya menepuk pelan bahu dony.
"Telfonan ma siapa lu, jangan-jangan lu punya selingkuhan?"...
Tuduhnya kepada Dony yang saat ini tengah melototkan mata padanya.
"Ehhh...sekate-kate lu bilang kalau gua punya selingkuhan, nih lihat"...
__ADS_1
Ucapnya sambil menyodorkan ponsel miliknya yang masih terhubung panggilan dengan calon istrinya dan menspeaker panggilan tersebut.
"Yang, ngomong ma nih manusia kulkas, masa mas dituduh punya selingkuhan"...
Adunya pada Cessy yang diseberang sana tengah terkekeh geli karena mendengarkan semuanya.
"Halo mas Tristan"...
Sapa diseberang telfon sana.
"Heum...ya"...
Jawabnya singkat.
"Ya ampun singkat padat dan jelas, udah ah.... Cessy tutup ya, Cessy mau lanjut kerja"...
Klik...
"Ckkk...dasar kulkas lu"...
Cibirnya seraya menyimpan ponsel yang sudah dimatikan panggilannya kedalam saku celananya.
"Yuk..."...
Ajaknya sambil membuka pintu mobil kemudi sedangkan Tristan nampak menaikkan satu alisnya namun juga tetap berlalu meninggalkan Dony dan mengitari mobilnya sendiri menuju pintu penumpang.
Setelah memastikan Tristan sudah naik, Dony lantas menyalakan mesin mobil dan menjalankan mobil milik Tristan meninggalkan area parkir.
Didalam masih nampak hening belum ada yang bersuara sedikitpun.
"Tris, jadi kemarin si air raksa beneran nggak jadi datang?"...
Tanya Dony tiba-tiba memecah keheningan.
Tristan menengok kearah dony dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Ngapain lu nanya-nanya lagi?"...
Tanya Tristan balik.
"Yaelah...cuma mastiin doang kok"...
Ucapnya malas.
"Heum"...
Jawab Tristan singkat.
Dony tersenyum tipis mendengar jawaban dari Tristan.
"Nih ya...seandainya nih...seandainya, kalau doi ada main dibekang lu gimana? apa yang akan lu perbuat selanjutnya, secarakan pekerjaannya seperti itu, gua nggak bermaksud buat jelek-jelekin dia didepan lu, cuma ini seandainya loo ya"...
Tanya Dony sambil sesekali menengok kearah Tristan.
Degh.
Haloha selamat pagi semuanya, maafkan mom yang belum bisa mengabulkan permintaan kalian semua ya readers๐๐๐
Dan untuk latar belakang pekerjaan pemeran pria, mom mohon maaf terlebih dulu, terus terang pengetahuan mom memang kurang sekali tentang hal tersebut, jadi mom harap maklum ya readers๐๐๐
Like.vote.gift
Salam cium๐๐๐
__ADS_1