
Happy Reading🤗🤗🤗
Like.
Vote.
Gift.
Lila menatap horor pada seorang pria yang sialnya sudah sah menjadi pendamping halalnya kemarin, dengan bibir mendumel sejak tadi Lila bahkan enggan menampilkan senyumnya siang ini dan hanya wajah masam yang ada diraut wajah Lila, bagaimana tidak cemberut jika sang suami kembali menggempurnya selama sejam lagi padahal tadi sang suami nggak mau minta katanya karena sudah puas, namun lain dimulut lain pula kenyataannya dan lebih parahnya lagi sang suami sangat pintar membangkitkan gai rahnya membuat dirinya ikut larut dalam perperangan antara si terong lokal dan si apem Thailand hingga dirinya terkulai lemas dan langsung tertidur tanpa sarapan bahkan sekarang dirinya baru bangun beberapa menit yang lalu dengan keadaan yang masih naked.
Sedangkan sang tersangka nampak memamerkan deretan gigi putihnya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatel.
"Udah dong yang, mas minta maaf"...
Ucapnya dengan nada melas sambil menghampiri wanita pujaan hatinya yang tengah menatapnya horor diatas tempat tidur.
"Dasar Pak Tentara nggak konsisten, udah kayak banteng nyeruduk terus"...
Cibirnya dengan wajah yang masih masam.
"Ya habisnya enak"...
Ucapnya dengan senyum jahilnyanya.
Blush.
Seketika raut wajah Lila bersemu merah mendengar ucapan sang suami dan tidak dipungkiri bahwa dirinya juga menikmati permainan yang baru dirasakannya ini.
"Ya sudah bangun gih, mandi terus kita sarapan"...
Tristan mengulurkan kedua tangannya mencoba untuk membantu sang istri mandi kembali.
"Ogah...udah ih sanaan Lila mau mandi sendiri, kalau sama mas yang ada Lila bakal kembali ke ranjang, nggak...ngak...pokoknya sana"...
Ucapnya dengan cepat saat kedua tangan sang suami hendak menyentuhnya.
Tristan menarik kembali kedua tangannya dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Oke...oke...ya sudah mas tunggu disana"...
Tunjuknya disofa yang mejanya sudah berisi makanan dan dirinya bangun dari sisi ranjang meninggalkan sang istri yang masih bergelung dibawah selimut.
Lila hanya menganggukkan kepalanya pelan saat sang suami sudah meninggalkannya dirinya segera meraih handuk kimono yang tergeletak dilantai tak jauh darinya dan segera memakainya sebelum sang suami melihat tubuh nakednya kembali.
Dengan perlahan Lila turun dari tempat tidur dan menuju kekamar mandi kembali untuk membersihkan tubuhnya yang lengket karena suami tentaranya itu.
Sedangkan Tristan nampak bersalah melihat sang istri berjalan dengan susah payah, niat ingin membantu namun urung karena sang istri pasti akan bertambah marah dan terongnya berakhir kedinginan nanti malam, memikirkannya saja dirinya sudah bergidik ngeri, kan nggak lucu malam kedua terong miliknya nggak hangat.
30 menit kemudian pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah sang istri dengan wajah yang sudah segar dengan mengenakan gaun yang dipilih olehnya tadi dan diletakkan diatas wastafel sebelum sang istri bangun.
__ADS_1
Lila merapikan penampilannya didepan meja rias dan tak lama bayangan sang suami tertangkap dikaca.
Tristan mengambil sisir yang dipegang sang istri dengan perlahan dirinya menyisir lembut rambut yang tidak terlalu panjang itu dan memandang sang istri lewat kaca.
"Sudah cantik, yuk makan"...
Bisiknya dengan sedikit membungkukkan badannya agar bisa mensejajarkan kepala mereka dan tangan besarnya melingkar diperut rata sang istri.
Lila tersenyum mendapati perlakuan seperti ini daei sang suami membuat tangannya ikut menumpu diatas tangan besar yang sedang melingkar diperutnya.
Perlahan Tristan melepaskan belitan tangannya dan membantu sang istri agar berdiri.
Kini mereka berdua sudah berada di sofa dengan berbagai sajian berada diatas meja membuat Lila seketika menelan saliva dengan sudah payah apalagi perutnya kian bergejolak ingin diberi asupan.
Tristan memerhatikan Lila sejak tadi dengan tatapan bersalah karena membuat sang istri kelaparan karena ulahnya.
Dengan perlahan dirinya mengambil sendok dan mengarahkan ke mulut sang istri.
Lila seketika menoleh saat melihat ada sendok yang sudah berisi makanan tepat didepan mulutnya dan mendapati sang suami sedang tersenyum teduh membuat dirinya melebarnya senyum dan segera membuka mulutnya untuk segera melahap makanan yang sangat menggugah seleranya.
Tristan tersenyum semakin lebar tanpa malu-malu sang istri menerima suapan darinya hingga tak terasa satu piring yang tadinya berisi makanan kini telah berpindah ke perut datar sang istri membuat dirinya semakin bersalah namun tak dipungkiri dia sangat bahagia bisa menjadi yang pertama bagi sang istri begitu pula dengan sang istri.
"Lapar banget ya?"...
Tanya Tristan setelah memberi sang istri segelas air putih.
"Banget mas, mas juga sih...seharusnya kita sudah dua kali makan lah ini baru sekali"...
Keluhnya sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa sambil mengelus perutnya yang sekarang sudah kenyang.
"Maafin mas sayang"...
Ucapnya dengan tulus sambil tangan membelai lembut pipi chuby istrinya.
Lila seketika menghentikan aktifitasnya dan menatap sang suami lalu tersenyum.
"Nggak papa mas, sudah kewajiban Lila memberikan hak mas kapan pun"...
Jawabnya dengan lembut dan menggenggam tangan sang suami yang masih berada dipipinya.
"Jadi kalau mas minta nanti lagi boleh dong"...
Godanya sambil menaik turunkan alisnya.
Plak
"Ish...nggak gitu juga kali mas, masa nggak beri Lila waktu untuk istirahat, badan Lila rasanya remuk tau"...
Ucapnya sebal setelah memukul pelan paha sang suami.
__ADS_1
"Bercanda sayang"...
Kekehnya sambil menarik lembut badan sang istri masuk kedalam dekapannya.
Lila seketika tersenyum didalam pelukan sang suami, pelukan hangat yang dirasa sepanjang malam karena dada bidang yang kini sedang memeluknya.
"Oh ya...mas kan belum makan?"...
Tanyanya tiba-tiba saat matanya menatap kearah meja yang hanya 1 piring saja yang kotor.
"Suapi"...
Rengeknya manja sambil mengusap-usap bibir seksinya dipipi sang istri membuat Lila merasa kegelian karena pipinya terkadang kena kumis tipis milik suaminya.
"Dasar manja"...
Cibirnya namun seketika tertawa kecil.
"Biarin aja, manja sama istri sendiri bukan sama istri orang"...
Balasnya dan tidak menghentikan aktifitasnya.
Plak.
"Enak aja mau manja sama istri orang, mau dicincang apa tuh punya mas"...
Ucapnya kesal setelah menabok tangan sang suami yang melingkar diperutnya.
Tristan seketika bergidik ngeri sambil matanya melirik ke selakangannya.
"Bercanda sayang, buruan suapi mas...lapar nih"...
Ucapnya mengalihkan pembicaraan.
Lila dengan cekatan mengambil piring dan mengisinya dengan berbagai jenis makanan yang ada di atas meja lalu menyuapi bayi besarnya yang kini masih bergelayut manja dipundaknya.
Walau agak sulit namun Lila tetap menyuapi sang suami, dalam hati dirinya berdoa agar kelak rumah tangganya baik-baik saja dan bisa melalui segala cobaan yang akan menimpa kedepannya.
Lila tersenyum bahagia, kelak apapun yang terjadi dirinya akan tetap setia pada lelaki yang dicintainya, susah senang akan Lila jalani jika bersama dengan sang suami.
Dan berharap kedepannya nanti dirinya diberi kepercayaan agar dapat mengandung benih cinta mereka berdua dan hidup bahagia bersama hingga tua nanti.
Haii...haiii readers...ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
jangan marah ma othor ya kalau telat up✌✌✌
Cuaca sore yang syahdu di Kaltara, bagaimana dengan cuaca kalian???
Like.Vote.Gift
__ADS_1