My Sexy Hot, Pak Tentara

My Sexy Hot, Pak Tentara
Part 90


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Rintik hujan mulai turun menyapa gelapnya malam, cuaca yang tadinya cerah karena adanya sinar rembulan mendadak hilang tergantikan dengan gumpalan mendung hitam dan bersamaan dengan turunnya air dari atas langit terdengar suara tangisan bayi yang menangis kencang.


Oek...oek...oek...


Satu bayi berhasil dikeluarkan dan dipindah tangan untuk mendapatkan tindakan cepat dan secepatnya sepasang tangan kembali masuk kedalam untuk mengeluarkan bayi yang kedua hingga.


Oek...oek...oek...


Bayi kedua berhasil dikeluarkan dan menangis lebih kencang dari bayi pertama dan setelah bayi dipindah tangan berikutnya sepasang tangan itu kembali masuk untuk mengambil bayi terakhir.


"Dokter." Pekik dokter wanita yang sudah mengambil kedua bayi yang sudah menangis tersebut namun kini dirinya harus segera membawa bayi itu sendiri untuk melakukan tindakan sebab bayi ketiga tidak menangis.


Dokter yang berada disebelahnya mengangguk cepat dan meneruskan apa yang dokter pertama tadi lakukan.


"Come on baby, menangis lah okey...hem... menangis lah sayang, lihatlah perjuangan ibumu nak dan hukum ayahmu jika nanti dia kembali dari kerjanya." Ucapnya dengam lirih sembari melakukan gerakan agar sang bayi secepatnya mengeluarkan suara pertamanya dan.


Oek...oek...oek.


Dokter tersebut tersenyum haru saat mendengar suara tangisan bayi ketiga itu lalu dia sendiri yang akan membersihkan bayi berjenis kelamin lelaki itu.


Sedangkan keadaan sang ibu masih lemas karena memang dokter tersebut tidak membius total.


Air mata Lila menetes haru sejak tadi saat mendengar suara tangisan ketiga buah hatinya itu namun karena keadaannya yang lemah membuatnya tak bisa bertanya apapun.


"Mas, buah hati kita sudah lahir." Bisiknya dalam hati.


Tak dipungkiri dirinya merasakan kebahagiaan sekaligus kesedihan yang mendalam disaat ketiga buah hatinya telah lahir namun sang suami tidak bisa melihat untuk yang pertama kalinya namun sebisa mungkin dia mencoba untuk berfikir posistif bahwa sang suami pasti sebentar lagi akan kembali kepada mereka.

__ADS_1


Para dokter didalam ruangan tersebut melanjutkan pekerjaan mereka.


Sedangkan didalam sebuah mobil seorang gadis bergetar ketakutan saat mobil majikannya melaju dengan kencang beruntung malam ini jalanan sedikit renggang jadi memudahkan si pengemudi untuk melajukan kendaraannya.


"Sayang, maafkan mas yang, maaf." Gumamnya dalam hati berkali-kali bahkan hatinya terasa sangat sakit ketika mendengar kenyataan bahwa sang istri dilarikan kerumah sakit.


Beberapa saat lalu ketika dia hendak membuka pintu untuk membuat kejutan namun siapa sangka jika dirinya lah yang dibuat terkejut saat dengan tiba-tiba pintu langsung terbuka dan muncullah seorang gadis yang dikenalnya sedang panik bahkan dia dapat melihat tas besar berada didekapannya.


"Surti." Panggil Tristan saat melihat asisten rumah tangganya itu, dia mengira jika surti akan pergi dari rumahnya.


"Bapak." Pekik Surti dengan mata melotot saat melihat dengan mata kepalanya bahwa lelaki yang selalu dinanti oleh majikan perempuannya ada dihadapannya dalam keadaan yang tidak baik.


"Kamu mau kemana?" Tanya Tristan yang belum beranjak dari posisinya.


"Anu pak, itu...itu..." Ucapnya jadi tergagap karena saking kagetnya.


"Anu itu apa, ngomong yang jelas surti." Ucapnya sedikit meninggi membuat wanita paruh baya yang berada didalam rumah keluar ketika mendengar suara ribut dari arah depan.


"Tristan." Pekik Maura saat audah berada disamping Surti yang masih berada ditengah-tengah pintu utama.


"Udah, sekarang cepat kamu sama surti kerumah sakit, nggak usah jelasin dulu, buruan kasihan istri kamu." Ucap Maura sambil mendorong tubuh tinggi cucu menantunya sedangkan sang empu masih belum mencerna apa maksud wanita yang dipanggil ocan tersebut.


"SURTIII AMBIL KUNCI MOBIL, BURUAAAANNN." Teriaknya saat melihat Surti masih terbengong sedangkan dia berhasil mendorong tubuh besar Tristan hingga berada disamping pintu mobil kemudi.


"Ocan maksudnya apa?" Tanya Tristan sambil memandang kearah Maura.


"Istrimu mau lahiran, udah nggak usah banyak nanya buruan kalian pergi." Ucapnya dengan keras dan langsung berjalan meninggalkan Tristan untuk merampas kunci yang ada ditangan Tristan.


"Nih buruan pergi, Ocan dirumah jaga Nella." Ujarnya seraya menyerahkan kunci mobil milik Tristan sendiri.


Tristan segera meraih kunci tersebut saat kesadarannya sudah kembali dan langsung maiuk kedalam mobil diikuti oleh Surti yang membawa Tas besar.


Tin.


Tristan membunyikan klakson saat mobil yang dikendarainya mulai meninggalkan halaman rumahnya dan segera membawa laju mobil agar sampai dirumah sakit terdekat tempat biasa dimana sang istri memeriksakan kandungannya.

__ADS_1


Didalam mobil tak henti-hentinya dia menggumamkan kata maaf dan bersamaan dengan itu rintik hujan mulai turun membasahi bumi menjadikan dia sedikit was-was namun tetap melaju dengan kecepatan maksimal.


Sungguh saat ini dia berasa bahagia sekaligus sedih sebab disaat seperti ini dia terlambat datang dan bisa dipastikan jika ketiga buah hatinya pasti sudah lahir karena Surti bilang jika sang istri dibawa pada jam 8 malam sedangkan sekarang waktu sudah lewat 30 menit dari jarak mereka.


Tak lama kemudian mobil yang dikemudikan telah sampai dipelataran rumah sakit dan dia segera mencari tempat untuk menyimpan mobil miliknya.


Brak.


Pintu tertutup dengan cepat dan segera dirinya berlari tanpa menghiraukan Surti yang masih tertinggal dibelakangnya karena tujuannya saat ini adalah ingin cepat sampai dan melihat keadaan sang istri beserta ketiga buah hati mereka.


Dan secara kebetulan papi Tony berada di area loby rumah sakit dan langkah kakinya segera menghampiri lelaki paruh baya tersebut.


"Papi." Teriaknya tanpa menghiraukan atensi orang-orang disekitar loby.


"Tristan." Pekik Tony saat menengok mendapati sang menantu sedang berlari kearahnya.


"Istri Tristan gimana pih?" Tanya Tristan dengan nafas ngos-ngossan saat sudah tiba dihadapan Tony.


"Pergilah, istrimu sudah lahiran, sekarang ada diruang rawat inap lantai dua nama ruangannya mawar, papi mau pergi ke mini market dulu." Tutunya sambil tersenyum dan menepuk pelan bahu Tristan.


"Papi ucapkan selamat nak, sudah menjadi seorang ayah." ucapnya dengan tulus.


"Terima kasih pih." Jawabnya dan segera berlalu meninggalkan sang papi karena ingin melihat keadaan istrinya.


Tristan terus berlari mengabaikan rasa sakit dikepalanya bahkan dia tidak menggunakan lift sebab ruangan sang istri hanya berada dilantai dua dan akan semakin lama jika dia menunggu lift.


Sepanjang jalan bibirnya melengkung keatas dengan sempurna, betapa bahagianya dia saat mendengar sang istri telah melahirkan namun yang dia tidak tahu jika sang istri melahirkan secara cesar.


Nafasnya memburu saat berada didalam sebuah ruangan yang bertuliskan Mawar sesuai dengan apa yang diucapkan oleh papi mertuanya tadi.


Tristan mencoba mengatur nafasnya dahulu sebelum membuka pintu dan tak lama tangannya terulur untuk membuka handle pintu.


Dengan wajah bahagia dia siap membuka pintu ruangan sang istri.


"Sayang."

__ADS_1


Alhamdulillah akhirnya bisa double up malam ini, hadiahnya jangan lupa🤣🤣🤣


__ADS_2