My Sexy Hot, Pak Tentara

My Sexy Hot, Pak Tentara
Part 71


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Hari ini adalah hari terberat bagi pasangan pengantin baru yang genap sepuluh hari menjalani biduk rumah tangga, walau dalam mulut berucap mengijinkan namun apa daya jika mulut dengan hati nyatanya tidak sinkron dengan kenyataan yang ada, sejak semalam Tristan tak ubahnya menjadi seekor lintah yang terus saja menempel pada sang istri bahkan kekamar mandi saja Tristan menunggui sang istri didepan pintu dan kembali menempel saat sang istri keluar dari kamar mandi begitu hingga pagi menjelang.


Lila hanya terkekeh pelan bahkan dirinya tidak merasa risih ditempeli sang suami bahkan dia pun sama ingin menghabiskan waktu berdua sebelum keberangkatannya.


Mereka sempat melakukan kencan halal diluar ruangan, menikmati kebersamaan yang hanya tinggal beberapa jam saja, Tristan memperlakukan sang istri dengan sangat apik, bahkan Tristan meminta sangu sebelum jam keberangkatan istrinya, ya...sang Kapten tidak mau rugi jadi dirinya memanfaatkan waktu ketika dirumah untuk bercumbu mesra berharap salah satu pasukannya bisa masuk kedalam rahim sang istri agar bisa tercipta penerusnya namun dirinya juga tidak ingin banyak menuntut pada sang istri agar cepat hamil bahkan jika belum diberi kepercayaan dirinya akan senang hati untuk melakukan pertempuran lagi dan lagi.


Doyan banget dah pak tentara satu ini🤣🤣🤣


Dan disinilah mereka berdua berada, di bandara yang akan menjadi tempat perpisahan dua sejoli halal untuk sementara waktu, bahkan sejak turun dari mobil sang suami terus menggenggam tangan sang istri dengan lembut tanpa melepaskan barang sedikitpun sedangkan tangan satunya membawa koper kecil yang memang hanya berisikan keperluan penting buat sang istri sebab dirumah Ocan menurut penuturan Lila disana banyak tersedia baju dan kebutuhannya sebab Lila memang belum lama meninggalkan Negara sang Ocan.


Tristan sesekali memandang sendu sang istri namun dirinya akan tersenyum manis saat kepergok agar sang istri tidak terlalu mengkhawatirkannya sama seperti Lila namun dirinya lebih merasakan lega karena tak mungkin untuk sang suami menduakannya sebab selama dirinya mengenal sosok Tristan, dirinya tau akan kesetiaan pria itu untuk pasangannya dan dirinya berdoa agar Allah menjaga imamnya selama mereka berjauhan dan bisa bersatu kembali secepatnya.


"KAKAK...."...


Suara cempreng seorang gadis kecil mengalihkan atensi mereka berdua bahkan disekitar mereka yang masih mendengar suara nyaring dari bocah gembul yang berlari kearah mereka dengan kedua tangan yang merentang sempurna dan senyum keduanya terbit lalu Lila melepaskan genggaman tangan sang suami dan langsung ikut merentangkan kedua tangannya sambil menjongkokkan tubuh mungilnya beruntung kali ini dirinya mengenakan jelana jeans hitam dengan balutan tanktop hitam dan dilapisi kardigan tebal berwarna cokelat tua.


Gadis kecil yang kemarin malam merajuk karena mendengar pembicaraannya yang akan pamit pergi ke LN.


Hap.


Lila merengkuh tubuh gembul adiknya yang kini memeluk erat lehernya dan langsung diiringi oleh isakan kecil membuat Lila tersenyum sedih dengan tangan mengelus rambut pendek Nella.


"Angan elgi kakak"...


Lirihnya disela isakannya.


"Jangan nangis sayang, kakak hanya sebentar perginya nanti kakak pasti akan kembali"...


Bisiknya dengan lembut dengan mata yang berkaca-kaca.


Nella menggelengkan kepalanya pelan, sejak Lila mengungkapkan tentang kepergiannya kemarin malam saat berkunjung kerumahnya entah mengapa Nella merasa tidak suka bahkan dirinya langsung menuju kamarnya dan mengunci pintu kamar agar tidak ada yang mengganggu.


Bahkan mereka yang awalnya bersedih namun seketika merasa gemas sendiri sebab tingkah Nella sama seperti Nino beberapa tahun lalu yang ngambek saat dirinya berniat untuk pergi dari tanah kelahirannya.


"Kakak harus pergi sayang, kasian ocan yang sudah menunggu kakak disana, Nella baik-baik selama kakak nggak ada jagain abang Tan buat kakak ya"...


Ucapnya pelan dan hal tersebut sukses menghentikan tangisannya dan langsung merenggangkan pelukannya untuk melihat kakak cantiknya.


Lila tersenyum tipis saat melihat wajah chuby Nella dengan pipi dipenuhi lelehan air mata serta hidung yang memerah.


"Tenapa Ella halus daga abang Tan?"...


Tanya Nella dengan muka gemasnya.


"Soalnya kakak nggak bisa jagain abang Tan, jadi Nella yang harus jagain abang untuk kakak sampai kakak kembali, banyak ulat bulu soalnya"...

__ADS_1


Bisiknya diakhir kalimat.


"Ulat buyu itu apa?"...


Beonya sambil bola matanya memandang sang kakak.


"Ya ulat bulu, nanti abang Tan bakal kegatelan kalau ada ulat bulu yang menempel"...


Lanjutnya diselingi kekehan kecil sambil melirik sang suami yang kini tengah menatapnya dengan serius membuat dirinya tersenyum kikuk.


"Ote...kakak, Ella akal again abang...dangan upa eliin Ella mainan inces elca alau kakak ulang"...


Celotehnya dan matanya seketika berbinar dengan ucapannya yang menginginkan boneka elsa.


Lila hanya menganggukkan kepalanya pelan sambil tersenyum dan mengusap pipi chuby Nella untuk menghilangkan sisa-sisa air mata, perlahan dia melepaskan pelukan Nella hingga berdiri dari jongkoknya dengan tangan beralih menggenggam tangan mungil Nella sedangkan disebelahnya tangan mungilnya sudah masuk kedalam genggaman sang suami.


Tristan menatap lembut sambil tersenyum manis kepada sang istri dan jika dilihat dari kejauhan mereka nampak seperti keluarga kecil yang mempunyai seorang putri cantik.


Dan didepan sana sudah menunggu sepasang suami istri serta lelaki remaja yang kini menatap Lila dengan pandangan sendu namun mereka paham posisi Lila seperti apa diperusahaan sang ocan.


Yana seketika melepaskan pelukannya dari sang suami lantas mempercepat langkahnya agar bisa secepatnya memeluk putrinya.


Grep.


Diterjangnya tubuh mungil Lila dan seketika tangisnya pecah, Tristan perlahan melepaskan genggamannya terhadap sang istri dan bergabung dengan papi Tony serta Nino.


"Baik-baik disana nak, jangan lupa istirahat yang cukup, makanannya dijaga, segera pulang jika ocan sudah kembali"...


Nasehatnya kepada Lila dengan tangisan ala emak-emak yang bakal ngelepas anaknya untuk pergi walau cuma sebentar.


Ucapnya sambil terkekeh geli didalam dekapan sang mami.


Pugh.


"Kalau orang tua ngomong didengerin jangan cengengesan, kualat kamu nanti, jangan lupa selalu VC tiap hari...jangan alasan nggak punya kuota, nggak mungkin rumah gedong sama perusahaan besar nggak ada wipi"...


Ocehnya sambil memukul pundak Lila pelan saat merasa tubuh Lila sedikit bergerak dengan diiringi suara cekikikan kecil.


"Iya-iya mi, heran deh....dah kayak suami Lila aja over nya kebangetan, Mas Tan aja nggak gitu"...


Cebiknya.


Yana seketika merenggangkan pelukannya dan menatap serius Lila membuat wanita tersebut menelan saliva dengan susah payah, Yana langsung mengusap air matanya dan berlalu begitu saja membuat Lila mengerutkan kening namun tak lama kemudian matanya membulat sempurna saat telinga sang suami nenjadi sasaran maminya.


"Aww...ampun mi...ampun..."...


Ucapnya sambil meringis menahan sakit saat telinganya ditarik oleh mami yan.


"Kamu nih ya...udah tau bini mau pergi kok ya santai aja, nggak sedih hah....awas ya kalau sampe nyakitin putrinya mami...bakal mami gorok tuh pisang kamu"...


Omelnya sambil menarik telinga Tristan.


"Mi....ihhh jangan aniaya suami Lila"...

__ADS_1


Ucapnya dengan memelas sambil mencoba melepaskan tangan maminya dari telinga sang suami.


"Pi bantuin"...


Pekiknya saat melihat telinga sang suami memerah.


"Udah yang...malu"...


Bisiknya sambil merengkuh tubuh sang istri dan dengan pelan melepas tangan yang memegang telinga menantunya.


"Sakit ya mas"...


Ucapnya dengan meringis pelan saat melihat merah ditelinga sang istri.


Grep.


"Mas baik-baik saja sayang, nggak sakit...justru mas senang mami bisa memperlakukan mas sama seperti anaknya sendiri"...


Ucapnya dengan tulus sambil merenggangkan pelukan mereka.


"Hati-hati disana, betul yang dikatakan mami jangan lupa selalu hubungi mas jika senggang, mas pasti merindukan mu yang"...


Lirihnya dan memandang sendu sang istri.


Tak lama suara keberangkatan pesawat yang akan ditumpangi Lila akan segera berangkat lantas mereka melakukan perpisahan dengan memeluk satu persatu keluarganya dan mencoba untuk menahan air mata agar tidak mengalir.


Sesampai dibatas pintu pengataran Lila membalikkan badannya dan berucap tanpa suara.


"I Love u"...


Tanpa menunggu balasan dari sang suami dirinya lantas kembali membalikkan badannya dan.


Tes.


Tes.


Tes.


Sekuat apapun dirinya mencoba untuk tidak menangis namun tetap saja air matanya menetes.


"Tunggu Lila pulang mas"...


Bisiknya dalam hati sambil menengok kesamping jendela dan melihat bandara yang sebentar lagi akan ditinggalkannya dalam hitungan detik.


"I Love u too sayang"...


"Mas pasti akan merindukanmu"...


Ucap seorang pria yang masih memandang sendu sebuah pesawat yang baru mengudara dan didalamnya ada separuh hidupnya.


Dirinya berdoa agar sang istri bisa kembali secepatnya dan bisa bersama kembali.


Like.Vote.Gift.

__ADS_1


Konflik nggak berat ya...🤭🤭🤭


__ADS_2