
Happy Reading🤗🤗🤗
Like.
Vote.
Gift.
Mom persingkat saja ya Readers✌✌
Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan untuk calon pengantin pria yang sebentar lagi akan sah mempersunting gadis yang dicintainya, penantiannya selama 5 tahun kini tidaklah sia-sia sebab ia dapat memperistrinya.
Gugup tentu saja gugup, karena ini adalah pernikahan dengan orang yang dicintainya sejak seminggu lalu dirinya sudah mulai menghafal ijab qobul dan sejak seminggu lalu pula papa sambungnya pun sudah datang kemari.
Sempat terjadi ketegangan saat papa sambungnya bertemu dengan orang tua angkat gadisnya yang tak lain adalah adik dari almh. ibu kandung Lila.
Namun semuanya sudah terselesaikan walau adanya airmata yang tumpah pada 5 hari yang lalu dan dirinya sungguh tidak menyangka dibalik keharmonisan rumah tangga mamanya ternyata itu adalah sebuah kamuflase yang bahkan dirinya pun tidak tau sandiwara yang diperankan kedua orang tuanya yang ternyata ada sangkut pautnya dengan masalalu papa sambungnya dan calon ibu mertuanya itu.
Banyak yang dia ambil dari cerita masa lalu sang papa dan beruntung dirinya tidak terlambat menyadari semuanya ditambah Tuhan masih berbaik hati mempersatukan cintanya.
"Tris"...
Sebuah tepukan pelan mendarat dibahu kirinya membuat dirinya seketika menengokkan kepalanya dan melihat pria paruhbaya yang sangat dikenalinya, lantas dirinya pun menerbitkan senyum tipisnya.
"Papa minta maaf sama kamu nak, maafin sikap papa dan jangan pernah meniru sikap bejat papa, sayangi keluarga kamu nantinya, papa berharap rumah tangga kalian bahagia hingga akhir kelak"...
Lirihnya.
Grep.
Tristan memeluk erat tubuh pria yang telah memberikan kasih sayangnya selama ini, walau Tristan jarang bertemu namun sewaktu kecil kasih sayang lelaki paruh baya ini sungguh nyata adanya, jadi dirinya bisa merasakan sosok pengganti papa kandungnya maka dari itu dirinya tetap memanggil Tedy dengan sebutan "papa" bukan dengan yang lain.
"Terima kasih doa restunya pa, Tristan cuma minta jaga mama untuk Tristan jika papa tidak bisa mencintai mama paling tidak papa bisa menjaga mama layaknya adik"...
Pintanya dengan tulus.
Tristan tidak bisa membenci sikap papanya, mjngkin jika dirinya berada diposisi sang papa hal tersebutlah akan dilakukannya.
Tedy menggelengkan kepalanya langsung.
__ADS_1
"Tidak nak, papa sudah berjanji dulu sama mamamu, kami akan memulainya dari awal setelah masa lalu papa selesai, sekarang papa akan menepati janji papa dulu dan akan menghabiskan masa tua bersama dengan perasaan yang baru"...
Ucapnya dengan tulus.
Tristan tersenyum dalam pelukan sang papa, kini dirinya mengerti apa yang membuatnya tidak bisa membenci papanya itu.
Dibalik pintu seorang wanita yang masih cantik walau sudah tidak muda lagi tengah terisak pelan, dirinya sungguh bahagia karena pada dasarnya cintanya tidak akan lagi bertepuk sebelah tangan, wanita tersebut segera meninggalkan ruangan tersebut dengan menjalankan kursi rodanya sendiri meninggalkan kedua lelaki berbeda generasi yang dia cintai serta sayangi.
Dengan mengenakan gaun yang memang khusus dipersembahkan dari Ocannya, Lila nampak sangat cantik menggunakan kebaya berwarna putih dengan tatanan rambut yang sungguh indah, Ocan yang mempersiapkan segala persiapan pernikahan cucu satu-satunya itu.
Walau Tristan sempat merasa tidak enak hati namun setelah mendengar alasan dari calon omanya itu akhirnya dirinya mengalah dan hanya bisa pasrah, lalu mengalihkannya uang yang untuk mempersiapkan kebutuhan pernikahan mereka ke mas kawin yang akan diberikan kepada gadis yang akan menjadi pendamping hidupnya itu.
Setelah acara pertunangan 2 minggu lalu, pasangan muda itu memang sibuk untuk mengurus segala persyaratan sebagai calon istri Persit dan tentu didampingi oleh sang pujaan hati.
Kini gadis yang sudah cantik bak bidadari telah menatap cermin didepannya, dirinya sungguh gugup.
Tidak menyangka hari ini akhirnya datang juga, dia akan melepas masa lajangnya dan bersiap untuk menyambut status barunya, status sebagai istri dari seorang Kapten Tentara.
Kapten yang telah mencuri hatinya kini dirinyalah yang memenangkan hati sang Kapten walau dirinya pernah terluka namun bukannya semua ornag pernah terluka.
Kini luka hatinya sudah disembuhkan dengan mendapatkan cinta tulus sang Kapten, dia berharap rumah tangganya bisa berjalan dengan yang diharapkan dan bersiap untuk menghadapi segala cobaan dalam mengarungi bahtera rumah tangga bersama sang pujaan hati.
"Sudah cantik sayang, yuk turun"...
Yana membantu putrinya untuk bangun dari duduknya, putri yang diasuhnya 12 tahun silam kini menjelma menjadi gadis yang sangat cantik bak bidadari dan hari ini putrinya akan menyandang status baru yaitu sebagai istri.
Mereka keluar dari sebuah kamar hotel yang memang sudah dipersiapkan oleh Ocan, maura tidak bermaksud untuk merendahkan calon cucu menantunya namun dirinya memang ingin melakukannya sebab jika bukan sekarang kapan lagi bisa melihat wajah bahagia cucunya.
Tamu undangan sudah memenuhi area ballroom yang sudah dipersiapkan dengan sedemikian rupa, tidak banyak yang hadir sebab pagi ini hanya diadakan acara ijab dan disambung nanti malam untuk resepsi pernikahan mereka.
Tristan terpana bahkan dirinya tidak berkedip sama sekali saat melihat gadis yang dicintainya berjalan kearahnya, ingin rasanya Tristan segera membawa kabur namun dirinya harus menyelesaikan agar Gadis itu sah menjadi miliknya seorang.
"Tan, jangan ngiler napa, lap dulu ilernya"...
Ucapan dengan jahil menggoda sahabatnya yang akan melepas masa lajangnya.
Tristan dengan bodohnya mengelap pinggiran bibirnya dan seketika dirinya baru tersadar bahwa dirinya sedang dikerjai saat mendengar kekehan kecil dari belakang tubuhnya hingga tatapan tajamnya menyorot orang yang duduk tepat dibelakangnya sambil mengangkat kedua jarinya dengan menahan senyum dan setelah itu membalikkan tubuhnya keposisi semula sedangkan yang lainnya tampak mengulum senyum melihat tingkah kedua pria tersebut.
"Cantik"...
__ADS_1
Bisiknya saat calon istrinya duduk disampingnya.
Lila tersipu malu mendengar pujian calon suaminya itu hingga dirinya tidak mampu untuk mengangkat wajah meronanya membuat Tristan mengulum senyum.
Beberapa saat kemudian pak penghulu mengulurkan tangannya dan dengan gugup Tristan menjabat uluran tangan pak penghulu tersebut.
"Sudah siap, jangan gugup oke"...
Ucap pak penghulu sambil tersenyum.
Tristan hanya mampu menganggukkan kepalanya dan membalas senyuman pak penghulu dengan peeasaan yang masih deg-degan.
"Saudara Tristan Anggara putra, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan seorang gadis bernama Dalila Bareeka Haniya Park Binti Alm. Moreno Park dengan mas kawin perhiasan satu set dan satu buah kartu ATM dibayar TUNAI"...
Pak penghulu kemudian menghentakkan tangannya.
"Saya Terima Nikah dan Kawinnya Dalila Bareeka Haniya Park Binti Alm. Moreno Park dengan mas kawin tersebut, TUNAI"...
Ucapnya dengan lantang.
"Bagaimana Saksi"...
Ucap pak penghulu tersebut.
SAH...
SAH...
SAH...
Yeee....akhirnya sah juga👏👏👏
Ayo undangan berjamaah ntar malam🤣🤣🤣
bunga mana bunga, kirim bunga sebanyak-banyaknya sama kopi dong🤭🤭🤭
Maafkan mom ya Readers jika ada salah dipenulisan mom, mohon kritikannya😁😁
Like.
__ADS_1
Vote.
Gift.