
Happy Reading🤗🤗🤗
Malam harinya Tristan sudah rapi dan siap ingin pergi untuk menjemput Aera sesuai dengan ucapannya tadi siang dan Tristan memanfaatkan waktu sebaik mungkin selama kekasihnya berada di Indonesia.
Dia mengendarai mobil sambil sesekali mengikuti alunan lagu yang diputarnya, membelah jalanan ibu kota yang padat dimalam hari sambil sesekali melirik ke arah jam yang berada dipergelangan tangannya.
Tak lama kemudian mobil yang dikendarai Tristan telah sampai dipelataran hotel dimana wanita nya bermalam selama 2 hari ketika berada Di Tanah air.
Tristan turun dari mobil dan berjalan menuju kearah pintu masuk hotel dan saat berpapasan dengan petugas hotel yang kebetulan beberapa kali ditemui ketika mengantar dan menjemput kekasihnya, Tristan melemparkan senyum dan petugas tersebut membalas senyuman dari pria tampan yang beberapa kali dilihatnya dihotel tempatnya bekerja ini.
Tristan kemudian melangkahkan kakinya menuju sofa dimana dirinya biasa menunggu sang kekasih sebab dirinya sudah mengirim pesan jika akan menunggu dibawah.
Tak lama kemudian wanita yang ditunggunya keluar dari lift namun kali ini kekasihnya tak sendiri lantaran bersama seorang pria asing dan tampak akrab.
"Sudah lama honey"...
Sapa Aera saat sudah berada dihadapan kekasihnya dengan menyembunyikan kegugupannya.
Tristan bangun dari duduknya dan menggelengkan kepalanya pelan sambil memandang keduanya secara bergantian.
"Oh ya honey kenalkan ini Mr. Mike, dia orang yang memberikan aku pekerjaan itu dan sekaligus manager aku, honey"...
Jelasnya saat kekasihnya menatap kearah pria yang ikut turun bersamanya.
Tristan nampak mengangguk dan tersenyum tipis sambil mengulurkan tangannya.
"Tristan"...
"Mike"...
Balasnya sambil menyambut uluran tangan pria yang bernama Tristan tersebut.
"Ayo"...
Ajaknya lembut sambil memandang kearah Aera dengan mengulurkan tangannya.
Aera menganggukkan kepalanya pelan sambil memegang uluran tangan Tristan.
"Kami permisi dulu Tuan"...
Pamitnya sambil memandang kearah Mike sambil tersenyum tipis.
Mike menganggukkan kepalanya pelan dan membalas senyum pria tersebut.
Tristan membawa Aera berlalu meninggalkan Mike dan sesuai dengan ucapannya, Tristan membawa sang kekasih pergi ke mall seperti pasangan lainnya.
Sesampainya di mall, Aera selalu menggelayut dilengan sang kekasih dan itu membuatnya seorang Tristan sedikit tak nyaman, namun karena Aera tak melepaskannya juga setelah mencoba menepis tangan wanitanya akhirnya Tristan membiarkan tangannya digelayuti oleh Aera.
Puas berkeliling dan membelikan beberapa dress yang diinginkan oleh Aera walau kali ini uang tabungannya berkurang namun Tristan tak mempermasalahkan hal tersebut karena memang selama ini Tristan belum pernah membelikan barang apapun untuk Aera.
"Mau makan dulu?"...
Tawarnya saat baru keluar dari salah satu toko didalam mall tersebut.
__ADS_1
"Emmm...boleh, disana ya"...
Tunjuknya pada salah satu restauran tak jauh dari mereka berdiri sambil tersenyum manja membuat Tristan menarik keatas kedua sudut bibirnya dan menganggukkan kepalanya pelan.
Mereka berjalan menuju kearah restoran yang diinginkan oleh Aera, setelah sampai mereka mencari tempat duduk yang kosong dan segera memesan makanan setelah mendapatkan tempat duduk.
"Jadi tadi itu orang yang membawamu pergi serta memberikan pekerjaan itu?"...
Tanya Tristan.
Aera menganggukkan kepalanya pelan sambil memandang wajah kekasihnya.
"Ya, dia orang yang membawaku kesana, kenapa honey?"...
Tanya Aera balik.
Tristan menggelengkan kepalanya pelan.
"Apa sudah berkeluarga?"...
Tanyanya lagi karena matanya tak sengaja menangkap sebuah cincin yang melingkar dijari manis pria tersebut.
Aera seketika tertawa pelan.
"Ya...Mr.Mike sudah berkeluarga bahkan mempunyai dua orang putra dan kabarnya sih istrinya pemilik agensi tempat kami bekerja"...
Jelasnya sambil menyenderkan kepalanya dengan manja dibahu Tristan kebetulan mereka mendapatkan tempat yang nyaman.
"Jangan begini Aera"...
Aera seketika menegakkan tubuhnya lantas memandang wajah Tristan dengan sendu.
"Kenapa?"...
Lirihnya dan menundukkan pandangannya.
Tristan seketika gelagapan sendiri saat melihat wajah sendu kekasihnya.
"Maaf"...
Ucapnya lantas menarik pelan tubuh Aera untuk masuk kedalam pelukannya.
Aera membalas pelukan Tristan dan Aera merasakan elusan dirambut belakangnya.
Tristan lalu meregangkan pelukannya dan menyelipkan rambut panjang aera kebelakang telinga Aera.
"Maaf"...
Ucapnya lagi sambil memandang wajah cantik yang dibalut oleh make up tersebut membuat Aera seperti wanita dewasa.
Aera menganggukkan kepalanya pelan sambil tersenyum.
Tak lama kemudian makanan yang mereka pesan sudah datang dan mereka makan dengan diselingi pertanyaan-pertanyaan ringan sebab keduanya memang jarang bertemu apalagi Aera baru 3 kali datang ke Tanah air dan itupun waktunya sangat singkat sebab waktu 2 hari berada di Tanah air sekaligus untuk melakukan pemotretan dan itu bisa memakan waktu seharian penuh membuat Tristan harus dituntut oleh yang namanya kesabaran.
__ADS_1
Bahkan Tristan belum sama sekali membicarakan hubungan mereka kejenjang yang lebih serius karena Aera sendiri yang sudah meminta waktu satu tahun untuk menyelesaikan kontraknya dan setelah itu baru bisa pulang ke Tanah air dan menetap di Tanah air.
Setelah menyantap makan malam, mereka keluar dari restauran dan menuju ke lantai dimana mereka akan menonton.
Setibanya disana Aera memilih film Romantis dan disetujui oleh Tristan.
Selagi menunggu antrian tiket, Tristan melihat kearah dimana Aera sedang membeli popcorn dan minuman sebab Aera tak ingin mengantri untuk membeli tiket jadi Tristan yang saat ini tengah mengantri.
Setelah mendapatkan tiket, Tristan berjalan menuju ke Aera dimana wanita cantik itu sedang menunggunya sambil membawa 1 popcorn dan 1 minuman bersoda.
"Biar romantis"...
Bisik Aera saat dia sudah berada didekat wanitanya sambil mengangkat kedua tangan yang berisi cemilan serta minuman dan dia hanya mengangguk kepalanya sambil tersenyum.
"Sini biar aku yang bawa"...
Ucapnya sambil menyerahkan tiket yang dibawanya dan meminta apa yang dibawa oleh Aera.
Aera tersenyum dan menyerahkan popcorn serta soda dan mengambil tiket yang disodorkan oleh Tristan.
"Yuk"...
Ajak Aera sambil berjalan mendahuluinya.
Mereka masuk kedalam bioskop dan mencari tempat duduk mereka berdua, setelah dapat mereka lantas mendudukkan tubuh mereka berdua.
Tak lama kemudian lampu sudah dimatikan dan mereka menikmati tayangan dilayar lebar tersebut sambil sesekali memasukkan popcorn kedalam mulut masing-masing saat baru beberapa menit menikmati tayangan film tersebut telinganya menangkap suara disampingnya membuat dia menolehkan kepalanya kesamping.
"Auww..."...
"Kenapa ra?"...
Tanyanya saat melihat tangan aera berada didekat matanya.
"Kena ujung sedotan honey"...
"Sini"...
Ucapnya sambil menyentuh wajah aera dan menghadapkan kearahnya dengan posisi saling memiringkan tubuhnya.
Diusapnya pelan mata aera yang terkena sedotan itu dan tanpa dia duga dan gerakan yang teramat cepat sebuah benda kenyal menempel dibibirnya membuat dirinya seketika terpaku karena mendapat serangan dadakan dari kekasihnya.
Dan ini ciuman pertama dari Aera sedangkan ciuman pertamanya walau tak itu sebuah kejadian tak disengaja namun tetap saja ciuman pertamanya diambil oleh bocil yang ternyata menjadi tetangganya.
Tristan tersadar dari lamunannya saat tengkuknya dipegang oleh aera dan seketika ditarik hingga tubuhnya lebih maju lagi dan jika ada orang yang melihat posisinya mungkin orang tersebut mengira jika dirinyalah yang telah mencium wanita yang tengah menggerakkan bibirnya saat ini.
Haloha selamat malam....
Selamat membaca...
Like.vote.gift.
Buat mom yang saat ini sedang dilanda flu🤧🤧🤧
__ADS_1
Salam cium😘😘😘