My Sexy Hot, Pak Tentara

My Sexy Hot, Pak Tentara
Part 62


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Didalam restoran tengah berkumpul dua keluarga dalam satu meja, bahkan pagi itu restoran nampak sangat ramai karena mendapatkan pengunjung dari keluarga pengantin yang menyewa ballroom dihotel tersebut kemarin dan celotehan kedua bocah gembul yang sangat menggemaskan membuat siapa saja ingin mencubit bocah cantik tersebut, jika sekilas mereka pasti akan mengira bahwa kedua bocah gembul itu adalah kembar.


Sedangkan Keluarga dari Ocan sudah lebih dulu bertolak ke Thailand karena memang ada masalah urgent dan tidak memberi tahu sang pengantin.


Dony dan Cessy belum turun sejak tadi sama seperti pengantin baru membuat mereka para orang tua berfikir jika pasangan lawas itu sedang menjelajahi hutan belantara hingga kelelahan.


Jika bertanya kemana perginya Nino, pria tersebut tidur dirumah yang mereka tinggali karena kemarin selepas acara Lila, Nino mengantar tunangannya.


Nella dan Bella mempunyai body yang sama hanya bola mata yang membedakan serta warna rambut, jika Nella bermata bulat namun berbeda dengan Bella yang bermata sipit ciri khas perpaduan antara chines dan asli Indo bahkan potongan rambutpun sama dengan model bob, Nella dengan warna rambut hitam pekatnya sedangkan Bella dengan warna rambut blonde warna asli seperti mamanya chesy.


"Mami, kakak antik ella ana?"...


(mami, kakak cantik nella mana)


Tanya Nella dengan kepala celingukan sejak tadi dan suara cedalnya.


"Em...kakak sedang capek sayang, mungkin kakak masih beristirahat"...


Jawab Yana sambil menggarukkan kepalanya.


"Emang na kakak napain mi? teyus, om itan na ana?"...


(Emang nya kakak ngapain mi? terus, om tristan nya mana)


Tanya Nella kembali karena kembali tak melihat sosok yang dicarinya.


Yana menghela nafas dengan pelan, gadia kecilnya ini memang sangat cerewet dan akan bertanya terus hingga dirinya bisa mengerti.


"Nella, sudah ayo pilih sarapannya yang mana? Bella mau sarapan apa nak?"...


Tegur Tony sambil bertanya untuk mengalihkan segala pertanyaan putrinya itu dan bertanya kembali kepada teman seusia anaknya itu yang kini duduk disamping Nella.


"Emm...Ella mau aci oleng aja, tamu au apa?"...


Putusnya saat melihat gambar yang ada dibuku menu dan lupa sudah dengan segala pertanyaan yang ada diotak kecilnya dan menggeser buku menu untuk diberikan kepada Bella.


"Ella mau bubul aja pih"...


Ucapnya dengan nada cedalnya sama seperti Nella.

__ADS_1


Bella memang disuruh oleh Tony untuk memanggilnya papi sama seperti putri gembulnya itu.


Tony mengiyakan pesanan yang dipilih oleh Nella dan Bella


Yana menghembuskan nafas lega dan tersenyum kearah sang suami.


Tony membalas senyum sang istri dengan sebuah kecupan didahi wanita yang dicintainya itu dengan lembut.


Lantas memanggil pelayan untuk menyiapkan sarapan yang mereka inginkan terutama kedua balita gembul itu.


Tanpa sadar bahwa aktifitas mereka ada sepasang mata yang menatapnya dengan tersenyum miris apalagi melihat betapa bahagianya wanita yang pernah di sia-siakannya dulu bahkan darah dagingnya pun pergi karena mungkin tak ingin memiliki seorang ayah sepertinya, pengecut dan tidak pernah membuka mata hati untuk melihat bahwa ada seorang gadis yang mencintainya dengan tulus.


Namun kini dirinya sadar, apalagi melihat sendiri betapa bahagia keluarga kecil tak jauh darinya itu dan memang benar bila cinta tak harus memiliki, apalagi orang yang kita cintai bisa bahagia walau tidak dengannya.


Sebuah tangan halus menyentuh punggung tangannya membuat dirinya terkesiap dan menatap kebawah dimana tangannya digenggam dengan tangan putih dan lebih kecil dari tangannya.


Lantas dirinya menegakkan kepala dan melihat kesamping dimana ada wanita yang sudah lebih dari 15 tahun hidup bersama sebagai sepasang suami istri namun tidak seperti rumah tangga pada umumnya.


Tedy tersenyum kearah sang istri dan menganggukkan kepalanya pelan membuat sang istri ikut tersenyum.


Bagi Tari tak mudah memang untuk melupakan seseorang yang begitu membekas dihati namun melangkah maju dan meninggalkan masa lalu adalah pilihan yang terbaik, karena hidup melihat kedepan bukan melihat kebelakang.


Dan dirinya siap untuk terus mendampingi sang suami hingga dirinya tidak diinginkan lagi, namun selama masih menjadi pasangan halal walau tidak melakukan kewajibannya sebagai seorang istri, dirinya masih sanggup bertahan walau tidak ada cinta.


Jika bertanya apakah dia mencintai sang suami tentu jawabannya adalah iya, namun bila sang suami tidak bisa membalas mencintainya dia tak mengapa.


"Maaf"...


Ucapan lirih terdengar ditelinganya membuat Tari menggelengkan kepalanya pelan namun tetap tersenyum dan membalas ucapan maaf suaminya dengan kembali meremas lembut tangan pria yang sudah lama mendampinginya setelah kepergian suami pertamanya.


Tedy lantas membalikkan tangannya dan kini mereka saling menggenggam dibawah meja.


Ya...Tedy ingin memulai kembali hubungan rumah tangga mereka yang terasa hambar, walau masih berusaha untuk membuka pintu hatinya namun kini perasaan penyesalan sudah bisa diatasi dan yang harus dilakukannya adalah mempertahankan rumah tangganya karena tak ingin penyelasan dirasakannya kembali dengan kepergian sang istri yang begitu baik terhadapnya walau dia tau bahwa cinta belum tumbuh.


"Haruskah kita memperpanjang masa chek in?"...


Bisiknya tepat ditelinga sang istri membuat Tari seketika menoleh karena kaget, namun apa yang didapatnya kini dia malah membelalakkan matanya saat kedua benda kenyal mereka saling bertemu untuk pertama kalinya setelah sekian puluh tahun membina rumah tangga membuat suasana seketika sunyi.


Ada yang memalingkan wajah, ada yang menahan ketawa, ada yang mengumpat dalam hati, ada yang menutup mata kedua bocah dibawah umur.


Mereka memang berada disatu meja besar yang memang muat untuk keluarga besar walau ada tambahan kursi, dan secara kebetulan mereka sedang mengalihkan pandangan sejak sepasang suami istri itu saling menatap sejak tadi.


"Ekhem"....


Deheman keras terdengar ditelinga Tedy membuat lelaki paruh baya tersebut langsung menjauhkan wajahnya dan kini nampak memerah menahan malu ketika banyak mata menatap kearah mereka berdua membuatnya ingin membenturkan kepalanya didinding atau bila perlu menghilang dari sana.


"Ihhh...papi, ella nggak isa iyat nih"....

__ADS_1


Rengeknya sambil berusaha menurunkan tangan besar papinya yang tiba-tiba menutup kedua matanya.


Tony seketika menjauhkan tangan besarnya dan tersenyum ke arah sang putri yang sedang menatapnya kesal dwngan menggembungkan kedua pipinya.


"Papi dahat ihh, ata ella ditutup tegala"...


Ucapnya sambil cemberut.


Cup.


"Maaf embulnya papi yang paling cantik, tadi ada kucing tua cari kesempatan makanya papi tutup deh matanya"...


Ucapnya dengan santai setelah mencium pipi gembul sang putri dan kembali memandang besannya dengan tatapan jahilnya.


Membuat Tedy semakin kikuk dan memalingkan wajahnya kesamping begitupun dengan Tari yang semakin menundukkan kepalanya lantaran malu sudah seperti ABG yang kepergok saat berciuman.


"Ana empush pih, ella ndak iyat ihhh"...


(Mana empush pih, Nella nggak lihat ihh)


Rengeknya sambil menarik-narik tangan papihnya.


"Udah lari keluar mbul, ayo lanjut lagi sarapannya"...


Ucapnya mengalihkan keingin tahuan sang putri.


"Ndak au ihhh, papih udah ella ilang angan anggil ella endul, ella antik papih"...


Protesnya saat baru sadar sang papi memanggilnya gembul membuat balita berusia 4 tahun itu tak terima.


"Ayo ella, kita cali empush"...


Nella mengajak Bella untuk turun dari kursi dan dibantu oleh Yana.


Karena tak mungkin Yana membiarkan kedua balita tersebut berkeliaran dihotel besar sendirian dan meninggalkan sang suami serta kedua besannya namun Yana berpamitan terlebih dahulu.


"Udah, Lanjut dikamar aja napa sih, pake curi-curi ditempat umum segala, apa masih kurang semalam"...


Ucapnya dengan senyum jahilnya menatap sepasang suami istri yang masih malu-malu itu.


Tony lantas tertawa terbahak-bahak karena tak kuat untuk menahan tawanya sejak tadi dan langsung bangun untuk meninggalkan besannya yang masih menahan malu karena ucapan jahilnya


"Haruskah"...


Lirihnya.


Ya harus, ayooo gaspoll om Tedy, jangan kalah sama pengantin baru🤣🤣🤣

__ADS_1


Jangan pula lupa caranya bagaimana saking lamanya berhibernasi dan untungnya nggak ada yang tau kecuali mereka berdua🤪🤪🤪🤪


__ADS_2