My Sexy Hot, Pak Tentara

My Sexy Hot, Pak Tentara
Part 34


__ADS_3

Happy Reading๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—


Tristan menyesap kopi susu buatannya secara perlahan sambil matanya menatap ke layar datar yang sedang menyiarkan sebuah berita.


30 menit kemudian sebuah ketukan mengalihkan pandangannya dari layar televisi tersebut, dirinya lantas beranjak dari duduknya dan segera menuju pintu utama.


Dibukanya pintu dan ternyata yang datang adalah seorang kurir makanan lantas dirinya membayar pesanannya setelah itu dibawanya masuk kedalam dan tak lupa menutup pintunya kembali.


Tristan meletakkannya bengkusan makanan keatas meja makan namun belum sempat mengeluarkannya semua, pintu utama kembali diketuk dan membuatnya bisa menebak jika kali ini sahabatnya dony yang mengetuk pintu rumahnya, Tristan bergegas berjalan dan meninggalkan meja makan begitu saja.


Dok...dok...dok...


Ceklek....


Pintu seketika terbuka membuat sebuah tangan langsung terhenti diudara saat pintu yang akan digedornya ternyata sudah dibuka oleh pemilik rumah membuatnya menampilkan cengirannya dan menurunkan tangan yang menggantung di udara itu.


"Nggak bisa pelan apa ngetuk pintu rumah orang?"...


Ucapnya setelah membuka pintu rumahnya.


"Hehehe...sorry dorry strawberry tris, gua kira lu nggak denger tadi"...


Kekehnya sambil menggaruk tengkuknya.


"Masuk"...


Ucapnya seperti biasa tanpa ekspresi.


Setelah menyuruh Dony masuk kedalam rumah, Tristan berjalan duluan meninggalkan sahabatnya diluar sendirian.


"Yaelah punya teman atu datar amat, hadeh"...


Gerutunya sambil menggelengkan kepalanya dan segera masuk kedalam sebelum itu ditutupnya pintu rumah Tristan.


"Sepi amat nih rumah dah macam kuburan"...


Ucapnya sedikit keras dan mendekati Tristan yang berada dimeja makan.


"Pasar kalau mau rame"...


Celetukkan Tristan saat mendengar ucapan Dony.


"Ckkk...kalau itu anak kecil juga dah tau, maksud gua si bocil Lila kemana kok belum ada batang idungnya tuh bocah?"...


Tanya Dony sambil melihat sekeliling ruangan yang tidak melihat sosok Lila dan bahkan suaranya tak terdengar.


Tristan nampak cuek tak menjawab pertanyaan Dony, dirinya berkutat dengan makanan dan memindahkannya kedalam mangkok.


Dony mengerutkan keningnya saat melihat apa yang sedang dilakukan oleh Tristan.


Lantas dirinya merogoh ponselnya dan menyalakan layar ponselnya segera mencari kontak nama yang sudah disimpannya beberapa minggu lalu sewaktu mereka bertemu dirumah ini.


Setelah menemukan kontak yang dicarinya segeralah dia melakukan panggilan ke nomor tersebut dan ternyata hanya suara operator yang terdengar.


"Ngapain lu?"...


Tanya Tristan saat melihat Dony memandang ponselnya setelah meletakkannya ditelinganya.


"Nggak aktif"...


Jawabnya singkat tanpa melihat kearah Tristan.


"Apa yang nggak aktif?"...


Tanyanya lagi dan meletakkan mangkok yang sudah berisi makanan kedepan Dony.


"Ya nomor ponsel si bocil lah, siapa lagi kalau tunangan gue ya pastinya aktif terus lah"...


Sewotnya sambil melirik ke arah Tristan yang sedang duduk dengan tenang.

__ADS_1


"Lu nggak ngapa-ngapain tuh bocah kan Tris?"...


Tuduhnya sambil menatap wajah tenang sahabatnya.


Tristan nampak mengangkat kedua bahunya.


"Emangnya gua mau ngapain dia?"...


Tanyanya dengan cuek dan langsung memasukkan makanan kedalam mulutnya.


"Ya kali lu buat doi nangis terus dia dah nggak mau kesini lagi, emang kapan terakhir dia kesini?"...


Tanya Dony kepo sambil menyendokkan soto ayam kedalam mulutnya.


Degh.


"Pas dia masak disini dan lu ada"...


Jawabnya sambil berhenti memasukkan sendok kedalam mulutnya.


"Gila dah lama banget itu, coba nanti gua kerumahnya"...


Ucapnya.


"Ngapain lu kerumahnya?"...


Tanya Tristan sambil memandang dony.


"Ya liat keadaannya lah ogeb, jangan-jangan selama dia nggak kemari lu nggak liat doi dirumahnya?"...


Todongnya.


"Buat apa gua kerumahnya lagian lu kenapa sih perhatian banget ma tuh bocil, lu suka sama dia?"...


Tanyanya sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Astaga naga ni orang, ngapain juga gua suka sama dia nah gua sudah punya cessy tunangan gua, lagian dia dah kayak keponakan gua, persis sama tingkah lakunya, lu beneran nggak kerumahnya selama dia nggak kemari?"...


"Hadeh...berat ini mah berat, punya teman atu aja begini rupanya, coba lu sedikit peka jadi laki, kalau semisalkan orang yang hari-hari nongol terus tiba-tiba nggak nongol coba dicari kek bila perlu ditelfon, tanyain dia baik-baik aja apa nggak, masih idup apa nggak bukan kek elu diem baek, cuek boleh tapi nggak gitu juga kali tris, apa lagi tadi lu bilang dia dah nggak pernah kemari dan itu dah lama looo, sebulan lebih"...


Jelasnya panjang lebar sambil menatap sahabatnya dengan raut tak percaya pasalnya sudah 5 kali minggu dirinya terakhir kali bertemu dengan lila.


Dony segera memundurkan kursi yang didudukinya dan segera bangun dari duduknya.


"Mau kemana lu?"...


Tanya Triatan saat melihat Dony berdiri sedangkan makannya belum dihabiskan.


"Kesebelah, gua mau mastiin kalau Lila baik-baik aja"...


Jawabnya dan saat akan melangkah suara tristan kembali terdengar.


"Rumahnya kosong, sudah sebulan"...


Degh.


Dony kaget lantas membalikkan badannya ketika mendengar ucapan Tristan.


"Lu nggak bohong?"....


Tanya Dony ingin memastikan pendengarannya dan melihat Tristan menggelengkan kepalanya pertanda bahwa dirinya tidak berbohong.


"Lu kenapa sih segitu perhatiannya sama tu bocah?"...


Tanya Tristan yang masih penasaran akan sikap tak biasa dari Dony.


Dony mengusap wajahnya dengan kasar.


"Apa lu sering jalan sama pacar lu?"...

__ADS_1


Tanya dony tanpa menjawab pertanyaan Tristan.


"Malam minggu kemarin kami jalan"...


Jawabnya tanpa tau arah pembicaraan dony.


"Jalan kemana lu?"...


Cecarnya ingin memastikan sesuatu.


"Ke mall, jalan, makan, nonton"...


Jawabnya jujur.


"****"...


Umpatnya.


"Kenapa sih lu?"...


Tanyanya dengan bingung saat melihat dony mengusap wajahnya.


"Malam minggu kemarin gua juga jalan ke mall sama cessy"...


"Terus"...


"Terus gua lihat Lila jalan ma tuh cowo yang sering nemenin dia kemanapun dan arahnya ke bioskop"...


"Terus apa hubungannya sama elu dan sama gue?"...


Tanya Tristan.


"Ya ada hubungannya ma elu ogeb, dia tuh suka ma elu pasti dia ngeliat elu jalan sama si air raksa"...


Omelnya dengan kesal.


"Aera don Aera"...


Ucapnya sedikit kesal saat dony mengganti nama gadis yang menjadi kekasihnya.


"Ya suka-suka gua lah, mulut-mulut gua"...


"Dari mana lu tau kalau bocil suka sama gua, bukannya dia dah punya pacar?"...


Tanya Tristan saat mendengar ucapan dony tentang lila.


"Astoge....gini amat punya temen nggak paham soal cinta, ngakunya punya pacar tapi soal cinta masih belum paham juga, gua yakin tuh laki yang suka jalan sama dia bukan pacarnya lagian dari yang gua liat, pancaran cinta cuma ada waktu mandang lu doang bukan ma laki yang suka jala. sama dia, bisa jadi tuh laki sahabatnya"...


Dony menepuk jidatnya pelan sambil memandang gemas Tristan dan menjelaskan panjang lebar.


"Karena selama gua ngeliat dia, gua dah bisa liat pancaran cinta ada dimatanya buat lu, walaupun gua baru 2 kali ketemu lila secara langsung, tapi gua bisa tau kalau dia cinta sama lu, apa lagi dia ngeluangin waktu buat ngantar makanan dimari"...


Jelasnya.


"Ckkk...nggak usah jadi cenayang, dah habisin makanan lu, temani gua kerumah tuh bocil...gua ada perlu"...


Ucapnya cuek padahal dalam hatinya saat ini sedang tidak baik-baik saja namun sebisa mungkin dia menyembunyikan kegundahannya.


"Heleh...dah ngilang baru lu nyariin dia, mudahan lu nggak nyesel nantinya, bukannya lu bilang rumahnya kosong"...


Cibirnya dan melanjutkan makannya kembali.


"Kata lu gua harus peka"...


"Serah lu dah serah"...


Ucapnya pasrah sambil memandang malas sahabatnya yang sedang asyik menyantap sarapan.


LIKE.VOTE.GIFT

__ADS_1


SALAM CIUM๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2