
Happy Reading🤗🤗🤗
Like.
Vote.
Gift.
Tristan sedang menatap wajah cantik sang istri yang masih bergelung didalam mimpi, sudah setengah jam yang lalu dirinya bangun dan kini sudah rapi serta wangi sebab Tristan membersihkan diri langsung begitu matanya terbuka tadi.
Ditatapnya jam yang menempel didinding dan ternyata sudah pukul 6 pagi.
Cup.
Cup.
Cup.
"Yang bangun, sudah pagi"...
Bisiknya setelah melabuhkan kecupan-kecupan kecil diwajah sang istri.
"Eugghh"...
Lila menggeliatkan badan pelan sambil melenguh, perlahan namun pasti mata indah itu terbuka dan hal pertama yang dilihat adalah seorang pria yang sedang tersenyum manis membuat dirinya pun ikut tersenyum.
"Pagi sayang"...
Ucapnya kembali sambil tangan menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik sang istri.
"Pagi juga mas"...
Ucapnya serak layaknya orang khas bangun tidur.
"Yuk mandi, sini mas bantu"...
Tristan mengulurkan kedua tangannya dan tentu saja Lila menerima uluran tangan suaminya namun sebelum itu dirinya mengeratkan selimut yang menutupi tubuh nakednya.
"Udah buka aja, sini mas gendong"...
Ucap Tristan saat melihat selimut masih melingkar di tubuh sang istri yang tidak mengenakan apa-apa didalamnya.
Lila seketika menggelengkan kepalanya cepat sambil memegang erat selimutnya.
Tristan terkekeh gemas melihat tingkah ratunya itu.
"Mas nggak minta lagi yang pagi ini, mas sudah puas kemarin sore dan semalam"...
ucapnya santai.
Kecuali nanti malam, ucapnya dalam hati sambil terkikik geli.
Ya jelas nggak minta la wong sudah beronde-ronde🤣🤣🤣
__ADS_1
Hap.
Tristan dengan gerakan cepat membuang selimut serta mengangkat tubuh istrinya membuat Lila terpekik kaget.
"Mas ih, Lila kaget tau"...
Omelnya sambil memukul pelan dada bidang sang suami yang sudah tertutupi oleh kaos berwarna hitam yang melekat ditubuh kekarnya namun setelahnya merangkulkan kedua tangannya dileher sang suami.
Tristan terkekeh pelan lalu melanjutkan langkahnya membawa sang istri kedalam kamar mandi dan langsung meletakkan didalam bathtube yang sudah disediakan oleh dirinya tadi sebelum membangunkan ratunya.
"Mandi ya, mas tinggal...nanti panggil aja kalau sudah selesai"...
Ucapnya dengan lembut dan tersenyum manis.
Cup.
Setelah memberi sebuah kecupan dibibir sang istri, Tristan meninggalkan kamar mandi sambil bersiul senang sedangkan Lila nampak menggelengkan kepala melihat tingkah suaminya yang berubah 180° itu.
Lila menyenderkan tubuhnya dan segera merendamkan tubuh lelahnya agar kembali fresh, dirinya tak menyangka jika sang suami begitu buas ketika diranjang.
Hampir satu jam Lila merendam tubuh lelahnya dan sekarang dirinya segera beranjak dari dalam bathtube kemudian menuju tempat shower untuk membilas tubuh yang penuh dengan busa.
Lila menutup kedua matanya sambil menengadahkan wajahnya dan pancuran shower mengenai wajah cantik alaminya dengan berpegangan pada dinding membuat dirinya sungguh tampil sangat sexy.
Sedangkan sepasang mata nampak mengawasi kegiatan seorang perempuan yang baru kemarin menjadi miliknya dengan meneguk saliva dengan kasar, ya...sepertinya keputusannya untuk melihat sang istri yang sudah selesai mandi adalah keputusan yang salah sebab kini dirinya harus menahan keinginannya karena tak mungkin untuk melakukannya sekarang sedangkan semalaman dirinya sudah menabur benih.
"Ekhem"...
Dehemnya sedikit keras membuat gerakan seorang wanita langsung terhenti dan dirinya menengok mendapati sang suami sedang bersandar di pintu kamar mandi sambil bersedekap kedua tangan didada.
Pekiknya sambil menutup asetnya menggunakan kedua tangan walaupun itu percuma.
Sedangkan Tristan nampak tersenyum dengan wajah tanpa dosa.
"Buruan yang, kita telat sudah buat sarapan bersama"...
Ucapnya santai padahal dirinya tengah mati-matian menahan gai rahnya saking tak kuatnya Tristan memalingkan wajahnya kesamping dengan raut wajah merona.
Lila pun demikian, wajahnya kini seperti kepiting rebus walau sang suami sudah pernah melihat tubuh nakednya namun tetap saja dirinya belum terbiasa.
"Iya makanya, mas tan-tan sana ih...Lila malu mas"...
Rengeknya sambil menghentak-hentak kedua kakinya secara bergantian membuat aset gunungnya bergoyang membuat jiwa kelelakian Sang Kapten meronta-ronta.
"Iya...iya...mas keluar"...
Ucapnya dengan cepat sebelum dirinya lepas kendali dan menutup pintu kamar mandi kemudian berjalan menuju balkon untuk meredakan otak me sumnya.
"Heran deh...kenapa punya laki gitu amat, untung cinta"...
Gumamnya dan segera menyelesaikan mandinya agar dirinya tidak kembali diterkam oleh singa kelaparan.
Lila menyudahi acaranya mandinya dan segera mengambil kimono yang sudah tersedia diatas wastapel namun dirinya sungguh syok saat melihat pantulan di cermin tersebut, leher serta dadanya dipenuhi dengan warna merah keunguan hingga membuat dirinya seperti macan tutul.
__ADS_1
"OMG...ganas amat lakik gua"....
Pekiknya tertahan sambil menyentuh bagian badannya yang dipenuhi oleh tanda cinta dari sang suami.
Beberapa saat kemudian Lila keluar dari dalam kamar mandi dan menengok kesana kemari namun tak melihat keberadaan sang suami, dirinya berfikir mungkin sang suami sedang keluar dari kamar mereka tanpa tau bahwa ada sepasang mata yang sedang mengawasi gerak-geriknya.
Lila mendudukkan tubuhnya dikursi meja rias, tangannya terulur membuka satu persatu laci dimeja tersebut untuk mencari hairdryer dan setelah dapat dirinya langsung mencolokkan kabel tersebut lalu digunakannya.
Bunyi mesin dari hairdryer yang sangat berisik membuat Lila tak mendengar bahwa ada sepasang kaki yang melangkah mendekatinya karena posisinya sedang menunduk.
Hap.
Tristan menangkap tangan Lila membuat samg empu langsung mendongakkan kepalanya, lantas senyumnya terbit saat melihat siapa yang memegang tangannya itu.
"Sini biar mas bantu"...
Tristan berucap sambil mengambil alih alat pengering tersebut membuat Lila menganggukkan kepalanya dan tersenyum sambil memperhatikan sang suami yang sedang mengeringkan rambutnya.
Beberapa saat kemudian Tristan mematikan mesin hairdryer tersebut dan memandang lembut sang istri di balik cermin yang masih duduk dikursi meja rias.
Tristan tersenyum lantas merengkuh tubuh mungil yang dibalut oleh kimono putih dari belakang sedangkan Lila juga nampak membalas senyum sang suami.
Cup.
"Wangi, mas suka"...
Bisiknya tepat ditelinga sang istri membuat wanita tersebut menahan nafas karena tubuhnya terasa meremang mendengar bisikan dari lelaki yang menjadi suaminya.
Tristan menggeser tubuh sang istri agar mereka saling berhadapan dan kini Tristan berdiri menggunakan kedua lututnya sebagai tumpuan dan melebarkan kedua paha sang istri agar dirinya dapat masuk disela paha yang terbuka itu.
Sedangkan Lila nampak pasrah dengan apa yang dilakukan oleh sang suami.
"I Love You"...
Bisiknya tepat dihadapan wajah sang istri dengan kedua tangan yang melingkar indah dipinggang ramping yang tertutup oleh handuk kimono tersebut.
Lila lantas tersenyum mendengar ungkapan dari sang suami dan dirinya langsung mengalungkan kedua tangannya keleher pria yang menatapnya dengan teduh itu, tatapan penuh cinta terpancar dan dirinya dalat melihatnya.
"I Love You Too mas"...
Balasnya sambil tersenyum manis.
Membuat kedua sudut bibir Tristan terangkat membentuk senyuman, lantas dirinya semakin mengeratkan pelukannya hingga kini tubuh keduanya menempel sempurna.
Cup.
Tristan menempelkan kedua benda kenyal tersebut, mengecup, melu mat membuat Lila seketika membalas ciuman dari sang suami.
Dan pagi itu adalah pagi pertama bagi mereka berdua untuk membina sebuah mahligai rumah tangga dan bersiap untuk saling menjaga keutuhan rumah tangganya kelak agar bisa utuh hingga maut yang memisahkan.
Hy...hy...maafkan author yang baru up🤭🤭🤭
Tetap semangat ya para readers.
__ADS_1
Like.vote.gift.
😘😘😘