My Sexy Hot, Pak Tentara

My Sexy Hot, Pak Tentara
Part 77


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Suara pemberitahuan tentang keberangkatan pesawat yang akan ditumpang Lila telah terdengar bahkan dirinya seketika gelagapan karena saat ini dia sedang mendengarkan musik menggunakan handfree.


Bahkan Lila langsung bangkit dari duduknya dan melangkah sambil matanya sesekali fokus pada ponsel untuk mematikan musik dan melepas handfree lalu matanya menatap kedepan dan berjalan pelan sambil menunggu satu persatu penumpang untuk masuk kedalam pesawat.


Dan sampai saat ini dirinya belum menyadari tentang pesawat yang berbeda, namun sejak beberapa saat lalu sebelum duduk dikursi yang tertera nomor untuknya perasaannya seketika gelisah entah apa dan yang pasti dia ingin segera bertemu dengan sang suami,Lalu dirinya mencoba memejamkan mata setelah pesawat lepas landas.


Sibumil belum nyadar, barangnya ketinggalan dan pesawatnya tertukar🤭🤭🤭


Hampir satu jam dirinya terlelap dan seketika itu pula matanya terbuka sempurna dan langsung berdiri setelah membuka sabuk pengaman.


Dengan gelisah dirinya mencoba mencari paperbag yang sepertinya sudah dibawa, namun ternyata tidak ada dan Lila seketika kaget kenapa dirinya bisa dikelas ekonomi saat netranya tidak sengaja menatap kearah kursi sampingnya yang ternyata berisikan 3 bangku yang artinya tiga penumpang.


Entah apa yang difikirkannya dirinya tadi hanya mengikuti petugas pramugari saat menunjukkan tiket.


Tiket.


Lila langsung mendudukkan tubuhnya kembali setelah meminta maaf terhadap kedua penumpang didekatnya dan langsung memeriksa tiket yang dimasukkan kedalam tas.


Dan betapa syoknya saat dia melihat ternyata tiketnya salah bahkan namanya juga salah, Delina nama yang tertera dikertas tersebut.


Pantas saja dia duduk dikelas ekonomi karena memang ditiket tersebut memang tertulis demikian padahal tiket yang diberikan ogan untuk kelas bisnis dan keberuntungannya adalah pesawat tetap terbang ke Negaranya dengan bandara yang sama.


"Huft...ternyata ini yang memebuat aku gelisah, pantas saja"...


Gumamnya lalu tersenyum tipis merutuki kecerobohannya dan kembali melanjutkan tidurnya sebab masih ada waktu untuk beristirahat walau kado untuk Nella tertinggal namun kado untuk sang suami masih tersimpan rapi didalam tasnya.


Tanpa tahu bahwa pesawat yang harus ditumpanginya telah terjadi kecelakaan yang banyak memakan korban dan ternyata takdir masih berbaik hati kepada wanita yang sednag hamil muda ini.


Flash end.


Tristan menginjak rem perlahan saat didepan sana lampu merah telah menyala.


"Dan mas bersyukur kalian baik-baik saja"...


Ucapnya sambil mengelus perut sang istri setelah mendengar penjelasan panjang lebar istrinya sejak tadi.


"Hu'um...Lila rindu"...


Lirihnya sambil mengeratkan dekapannya dilengan sang suami.

__ADS_1


"Mas lebih rindu sayang"...


Balasnya.


Cup.


Tristan mengecup pelipis sang istri dan tak lama dirinya mengeluarkan ponsel untuk mengirim pesan sedangkan Lila nampak acuh malah kini tangannya kembali melingkar dipinggang sang suami.


"Mas, kok kamu pakai baju kayak gini?"...


Tanya Lila saat baru menyadari jika sang suami mengenakan singlet yang bakal membuat kaum hawa meronta-ronta bahkan dirinya sampai menggigit jari saat netranya menatap tubuh yang sangat dirindukan namun dirinya segera menggelengkan kepalanya untuk mengusir sifat me sumnya.


"Ya maaf yang, mas tadi karena panik jadi nggak sempat ganti baju"...


Ucapnya jujur lalu kembali meletakkan ponsel disaku celana treningnya.


"Awas ya...kalau sampai diulangi lagi...ihhhh Lila nggak ridho pokoknya, aahhhhh pasti banyak yang ngeliatin badan mas tadi"...


Ancamnya dan tak lama dirinya merengek manja sambil menarik-narik lengan sang suami.


Tristan lantas terkekeh pelan, sungguh dirinya sangat merindukan wanita yang kini tengah merengek manja padanya dan sampai kapanpun dirinya akan melindungi keluarga kecil mereka nantinya.


Dirinya lalu menarik sang istri untuk masuk kedalam dekapannya dan dengan senang hati Lila memeluk tubuh serta menghirup aroma sang suami.


"Jangan dicium yang, mas belum mandi loo"...


Ucapnya jujur saat merasakan sang istri menciumi tubuhnya.


Jawabnya sambil mendongakkan wajahnya dan memasang wajah cemberut karena kegiatannya dihentikan.


"Apa nggak jorok, heum?"...


Tanya Tristan serasa menyingkirkan anak rambut yang menutupi sebagian wajah chuby sang istri.


Lila menggelengkan kepalanya pelan dengan bibir yang masih mengerucut.


"Ya sudah, lanjutkanlah"...


Tristan menghela nafas dengan pelan dan tersenyum lembut apalagi saat melihat binar mata istrinya membuat dirinya hanya pasrah saat tubuhnya dihirup dengan sen sual oleh sang istri.


"Yang, jangan seperti itu"...


Ucapnya dengan nada berat apalagi kini tangan sang istri masuk kedalam baju singlet yang dikenakan dan mengusap dengan gerakan yang sungguh membangkitkan gai rahnya.


Lila masih terus melakukan gerakannya bahkan kini bibirnya menyusuri leher jenjang sang suami hingga membuat jakun Tristan naik turun dengan nafas yang semakin memberat.


"Yang"...

__ADS_1


Ucapnya dengan nada yang sudah diliputi gai rah namun tak lama kemudian telinganya mendengar bunyi klakson yang saling bersautan.


Tin...tin...tin...


Tristan dengan pelan menjalankan mobilnya dan sesaat netra matanya menangkap sebuah bangunan tinggi dan dirinya membelokkan laju kendaraannya kearah yang berbeda dengan tujuan gedung tersebut.


Tak sampai sepuluh menit bahkan kini mobilnya sudah terparkir sempurna tepat didepan sebuah gedung tinggi bertuliskan Hotel xx.


Dahi Lila mengeryit dan langsung menjauhkan tubuhnya untuk melihat sekitar dan dia semakin tidak mengerti kenapa sang suami justru berhenti di hotel.


Ceklek.


"Ayo"...


Ucapnya dengan suara yang sudah berhasil dia kontrol dan tangannya terulur untuk membantu sang istri keluar dari dalam mobil.


Bahkan Lila tidak tau sejak kapan suaminya keluar dari kursi kemudi.


"Ngapain kita kesini mas?"...


Bisiknya saat tangannya digenggam erat dan sekarang memasuki loby hotel.


"Nengok babys triplet"...


Balasnya dan langsung menuju meja recepcionist untuk memesan sebuah kamar dan untungnya tadi mbok dami dengan sigap mengambilkan dompet miliknya.


Lila yang belum paham hanya mengikuti langkah sang suami menuju lift dan berhenti di angka 5.


Ceklek.


"Mas"...


Cicitnya saat sang suami langsung mengangkat tubuhnya ala bridal style saat mereka sudah masuk kedalam sebuah kamar bahkan Tristan menutup pintu menggunakan sebelah kakinya.


Dengan pelan Tristan merebahkan diranjang dengan sprei berwarna putih tersebut.


"Mas sudah nggak tahan sayang, bolehkah?"...


Ucapnya dengan nada berat dan mata yang sudah berkabut gai rah lantas tanganya menuju selakangan sang istri dna menyentuh pintu markas yang masih terhalang oleh kain tersebut.


Lila menganggukkan kepalanya dan baru paham kenapa mereka singgah dihotel sesaat ingatannya kembali saat berada didalam mobil yang ternyata karena ulahnya sang suami kini ingin memasukinya, bahkan wajahnya bersemu malu saat ini.


Cup.


Tristan melabuhkan kecupan dikening dan semakin turun hingga kini kedua benda kenyal sudah menempel dan saling menye sap, me lu mat, mem belit dengan posisi Tristan berada diatas dengan menggunakan sebelah tangannya untuk menyangga agar sang istri tidak tertekan karena badan besarnya.


Dan pagi menjelang siang kamar tersebut hanya terdengar suara-suara yang membuat jiwa para jombloan meronta-ronta.

__ADS_1


Dah ah...besok lagi, gantung ya gantung ya🤣🤣


Lagi belum mut bikin yang se hot, takut kena surat cinta sama entun🤣🤣🤣🤣


__ADS_2