
Happy Reading🤗🤗🤗
Like.
Vote.
Gift.
Othor bakal selingi kisah Aera ya Readers, biar semua sama-sama bahagia🤭🤭🤭
"Mami, Ecel bocen"...
Keluh balita berusia hampir 4 tahun itu.
Aera yang masih melayani pembeli hanya menengok sebentar kearah sang putra sembari tersenyum tipis dan kembali menyelesaikan memasukkan barang kedalam plastik 5 kiloan.
"Terima kasih mbak"...
Ucapnya dengan tulus tak lupa memberi senyuman manis kepada pelanggan warung kelontongnya sebelum meninggalkan rukonya.
"Haruskah kita jalan-jalan?"...
Goda Aera sembari mengangkat tubuh gembul Axel putra semata wayangnya itu.
"Mamiii"...
Rengeknya sembari memasang wajah cemberut.
"Oke...oke...sekarang Axel mandi terus pakai baju panjang dan celana panjang, Mami mau nutup toko dulu, oke"...
Jelasnya kepada sang putra dengan memandang gemas Axel kemudian mencubit pelan pipi chuby putranya.
"Really"...
Tanya Axel dengan sangat antusias.
"Yes...oke boy, sekarang Axel pergi masuk kedalam okey"...
__ADS_1
Titahnya tak lupa melabuhkan kecupan dipipi Axel dan menurunkan bocah berusia hampir 4 tahun itu.
Cup.
"I Love you so much mami"...
Pekiknya dengan nada ceria setelah membalas mencium pipi sang mami, Axel lalu berlari meninggalkan maminya yang saat ini hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya.
Beruntung Aera memiliki Axel sebagai pengobat kesendiriannya itu, balita yang mulai mandiri sebab Axel mulai jarang dimandikannya sebab Axel akan protes jika Aera mengikutinya kekamar mandi, alhasil Aera meletakkan segala perlengkapan mandi Axel dibawah agar putranya itu bisa mengambil sendiri.
Aera lalu mulai memasukkan barang dagangannya yang berada diluar ruko karena dia ingin menutupnya demi membawa sang buah hati berjalan-jalan, sebab Aera tak ingin mengacuhkan putranya selagi dia mencari cuan demi masa depan mereka.
Wanita yang berstatus single parent tersebut tidak pernah risih akan status yang disandangnya, dirinya yakin suatu hari akan ada masanya tiba untuk kebahagiaan mereka kelak.
Entah setahun atau bertahun-tahun lagi yang pasti Aera tidak akan menutup hati untuk cinta yang baru namun yang paling utama adalah kebahagiaan sang putra.
Satu jam kemudian Aera dan Axel sudah siap dengan pakaian yang sudah berganti serta raut wajah yang sudah segar, mereka lantas bersiap untuk pergi ke salah satu mall tak jauh dari rumahnya.
Aera memesan sebuah mobil online sebab hari sudah sore tak mungkin dirinya membawa motor jika pulang malam bersama dengan Axel.
Tak butuh waktu lama, mobil online yang berisikan ibu dan anak tersebut sudah tiba di mall yang dituju.
Tujuan utama Axel adalah mandi bola, disana dirinya sangat senang melihat banyaknya bola berwarna-warni sedangkan Aera melihat Axel dari tempat duduk yang disediakan untuk menunggu para buah hati yang sedang bermain, tak jarang Aera tertawa kecil saat melihat tawa Axel yang sangat mirip Mike, ayah kandung Axel.
Bak pinang dibelah dua, begitulah rupa Axel yang memfoto copy ayah kandungnya, sebab Axel tak ada miripnya sama sekali dengannya hanya bibirnya saja yang sama dengan sang mami.
Sesekali Aera mengabadikan moment tersebut untuk dibuat kenangan pada saat sang putra beranjak dewasa dan jika takdir memungkinkan Axel bertemu dengan ayah kandungnya dia tidak akan menghalangi sama sekali karena walau bagaimanapun Mike adalah ayah kandungnya, lelaki yang pernah mengisi hari-harinya selama 5 tahun berada di LN.
Tanpa Aera sadari bahwa sejak tadi ada seorang pria menatap kagum padanya bahkan dirinya tidak berkedip sama sekali ketika memamdang wajah cantik Aera yang hanya memakai riasan tipis.
"Om..."...
Panggil gadis kecil sembari menarik-narik baju pria yang masih fokus memandang Aera.
"Ommm"...
Panggilnya sedikit keras karena yang dipanggil tidak juga melihat kearahnya.
__ADS_1
"Ehhh...ya, gimana Key?"...
Tanya pria tersebut saat kesadarannya sudah kembali dan melihat wajah keponakannya berubah menjadi kesal.
"Om ini liatin apa, Keyla kasih tahu oma nih kalau om ngelirik cewek cantik di mall?"...
Ancamnya saat dirinya menemukan sesuatu yang membuat om nya terbengong dan tidak fokus padanya.
"Ya...elah kunci...punya mulut jangan lemes napa sih, emangnya om nggak boleh ngeliatin cewek cantik apa"...
Ucapnya dengan sewot saat mendengar ancaman dari keponakannya itu.
"Kata siapa, jangan panggil nama Keyla kalau nggak bisa bikin om Gino malu"...
Seringainya sembari menaik turunkan alisnya dan sesaat kemudia bocah berusia 8 tahun yang bernama Keyla itu sudah kabur duluan sebelum mendengar om nya ngomel kembali padanya.
"Astaga kunci...awas aja ya kalau sampai kamu ngelakuin hal aneh"...
Geramnya tertahan setelah melihat Keyla menjauh dan masuk kembali ke arena permainan.
Al Gino Pramana, pria berusia 30 tahun dengan status duda tanpa anak, pria yang akrab dipanggil Gino bekerja sebagai karyawan disalah satu Bank di pinggiran kota tersebut, pria sederhana yang hanya tinggal bersama sang mama dan kakak perempuannya yang berstatus sama dengannya namun yang membedakan ialah kakaknya yang bernama Wulan berstatus janda sebab ditinggal meninggal oleh sang suami dan memiliki seorang putri bernama Keyla sahara berusia 8 tahun yang saat ini sedang bersamanya sebab Wulan sedang dinas keluar kota selama beberapa hari.
Gino sempat berumah tangga 5 tahun yang lalu dan bercerai satu tahun kemudian sebab sang mantan istri menggugatnya tanpa alasan, Gino sempat mencoba mempertahankan rumah tangganya namun tetap berakhir dimeja hijau.
Dan selama berstatus duda, Gino mulai mencoba melanjutkan hidup bahkan dia tak ingin menutup pintu hatinya, namun sampai 4 tahun lamanya dia berstatus duda belum ada wanita yang bisa memikat hatinya, namun hari ini sepertinya jodohnya sudah dikirim sebab saat pertama kali melihat wanita beranak satu itu jantungnya berdetak lebih cepat apalagi saat melihat senyum serta cara berkomunikasi dengan anaknya.
Dia tak tahu wanita itu bersuami atau bukan namun bila diperbolehkan dirinya berdoa jika wanita itu tidak bersuami.
Perlahan Gino mulai mencoba untuk memberanikan diri mendekat kearah wanita yang masih asyik memegang ponsel itu namun sepertinya urung sebab saat ini matanya membulat sempurna ketika melihat Keyla sudah ada disamping wanita cantik dengan menyodorkan setangkai mawar merah kearah wanita itu.
"Astaga kunci, jadi ini maksudnya"...
Lirihnya sembari membalikkan badan dan segera kembali ketempat duduknya semula dengan menundukkan kepalanya serta menutup kepalanya menggunakan jaket bomber berwarna hitam.
Perlahan dirinya menyingkap jaket yang menutupi wajahnya juga untuk melihat apa yang akan selanjutnya dilakukan keponakannya.
Matanya seketika terpaku saat wanita itu melambaikan pelan setangkai mawar merah yang diberikan oleh keyla serta tersenyum kecil kearahnya.
__ADS_1
Sungguh dirinya semakin terpesona akan kecantikan Aera saat ini, bolehkah dirinya berharap untuk lebih dekat dengan wanita yang belum ditahu statusnya itu?
Semangat Gino...othor akan mendekatkan kalian🤣🤣🤣🤣