
Happy Reading🤗🤗🤗
Like.
Vote.
Gift.
Lila merapikan penampilannya didepan cermin yang berada didalam salah satu toilet mall setelah selesai membuang hajat kecil.
Dirinya tersenyum kecil saat melihat penampilannya yang sudah rapi dan fresh sebab dirinya mengoleskan liptin beraroma strawberry ke bibir seksi nya sebab tadi dia merasakan penampilannya sedikit berantakan karena habis menangis sewaktu mengantarkan Nino untuk memulihkan hatinya yang rapuh.
Lila melangkah keluar dari toilet kaki jenjang Lila dibalut dengan menggunakan sepatu flat berwarna hitam sebab sang suami tidak mengijinkan lagi dirinya memakai sepatu hak tinggi, Lila tersenyum senang saat mendengar larangan sang suami baginya itu adalah sebagian bentuk perhatian kecil yang disukai oleh wanita pada umumnya.
Pada saat sudah berada didepan resto dahinya mengeryit kala melihat sang suami tidak duduk sendiri melainkan ada seseorang yang menemani dan orang tersebut adalah seorang wanita namun dia tidak dapat melihat dengan jelas rupa wanita tersebut karena duduk tepat membelakangi pintu masuk.
Namun dirinya tersenyum tipis saat melihat raut tak suka dari sang suami karena kehadiran wanita itu, sebab Tristan menampilkan raut wajah datarnya.
Karena tak ingin terlalu lama membuat mood sang suami dan dirinya bertambah buruk, Lila memutuskan untuk segera menuju meja mereka dan mengusir ulat gatal yang mencoba untuk mengusik ketentraman rumah tangga mereka.
"Mas"...
Suara lembut dan merdu memanggil sang suami dan dirinya menampilkan senyum tipis saat melihat suaminya menengok kearahnya diiringi senyuman lega bahkan Tristan berdiri untuk menyambutnya serta mengulurkan tangan kekar yang selalu mendekapnya disetiap kesempatan.
"Sayang"...
Panggilan lembut dari sang suami membuatnya semakin melebarkan senyum dan menyambut balik tangan sang suami yang terulur.
"Maaf lama menunggu, mas"...
Ucap Lila dan tersenyum manja bahkan tangannya ikut melingkar dipinggang sang suami.
"Ada teman mas?"...
Tanya Lila saat netranya sengaja menatap kearah wanita yang sejak tadi tidak mengalihkan perhatiannya pada mereka berdua.
Tristan hanya tersenyum tipis sembari menggarukkan kepalanya yang tak gatal.
"Halo, salam kenal...Lila"...
Sapa Lila dengan menampilkan raut wajah ramahnya dan mengulurkan tangan setelah melepaskan rengkuhan pada pinggang sang suami pada wanita yang menurutnya tidak asing namun dia lupa bertemu dimana.
__ADS_1
Wanita tersebut tidak langsung menyambut uluran tangan Lila namun dirinya berdiri dari duduknya dan menyambut tangan Lila.
"Erika"...
Ucapnya dengan singkat sembari memindai Lila dari atas hingga ujung kaki.
Lila tersenyum tipis kemudian melepaskan tangannya.
"Sepertinya kita pernah bertemu, tapi dimana ya?"...
Tanyanya sembari mencoba mengingat dengan wajah wanita cantik yang ada dihadapannya ini.
"Permisi"...
Suara seorang pelayan mengagetkan mereka membuat menoleh kearah sumber suara tersebut.
Pelayan wanita itu segera menata pesanan milik mereka berdua dan segera meninggalkan meja tersebut.
"Asyik....dah datang, ayo mas kita makan...nanti keburu ramennya dingin nggak enak"...
Pekiknya dengan ceria sembari mendorong tubuh sang suami agar duduk dan menyantap hidangan yang sudah tersedia bahkan dirinya langsung mrnyantap makanan tersebut tanpa menghiraukan wanita yang masih berdiri disampingnya, entah sengaja atau tidak yang jelas bunda dari calon ketiga buah hatinya tampak acuh bahkan Lila seolah tak menyadari jika ada orang lain diantara mereka berdua.
Erika yang merasa diacuhkan dirinya menjadi geram sekaligus sebal melihat tingkah gadis yang menurutnya kekanakan bahkan dirinya menghentakkan kaki dan segera berlalu meninggalkan pasangan yang sedang menikmati ramen tersebut.
Lila yang menyadari bahwa wanita yang bernama Erika telah pergi dirinya seketika menghentikan aktifitasnya dan menelan makanan yang ada dimulutnya bahkan dirinya tak kuasa untuk tidak ketawa.
"Nakal ya sekarang?"...
Tristan menggelengkan kepalanya melihat tingkah bumilnya, sebab tadi dirinya ingin bersuara namun sang istri memberi kode agar diam sewaktu Erika masih berdiri didekat mereka.
"Biarin aja, calon pelakor mah selagi masih bisa ditangani ya dicueki aja"...
Ucapnya sembari memperlihatkan sederet gigi putihnya.
Tristan lalu tersenyum tipis dan melanjutkan makannya, sebab tak akan enak rasanya jika sudah dingin.
Mereka menikmati waktu makan siang dengan sesekali bercanda bahkan Tristan kini lebih banyak tersenyum dan tertawa karena ulah istri cantiknya itu.
Jika sepasang suami istri itu sedang menikmati makan siangnya lain halnya dengan meja tak jauh darinya.
Erika menahan kesal sejak tadi, apalagi saat melihat gadis yang pernah dikenalkan oleh sang pujaan hati sebagai calon istrinya.
__ADS_1
Dalam hatinya dia bertanya, sudah lima tahun kenapa gadis tersebut masih berada disisi Tristan karena memang berita pernikahan Tristan tidak pernah sampai ditelinganya sebab empat tahun lalu dirinya harus melanjutkan studynya di LN dan tidak pernah pulang sama sekali.
Erika baru sampai di Negaranya beberapa hari yang lalu dan hari ini dirinya meluangkan waktu untuk berjalan-jalan bersama Ana sahabat yang sekarang sedang menatap kearahnya dengan dahi mengkerut.
"Kenapa? kecewa? Terluka?"...
Ejek Ana saat melihat arah pandang Erika.
Erika mendengus kesal dan menatap kearah sahabatnya itu.
"Kenapa dia tidak pernah memandang aku An?"...
Tanya Erika dengan nada lesu.
Ana menghela nafas pelan dan menyedot jus yang dipesannya tadi.
"Ka, tidak semua keinginan kita akan terwujud termasuk perihal asmara, yang namanya jodoh biar kita berada diujung dunia sekalipun pasti akan bersatu namun bila tidak berjodoh dekat seperti ini pun dia tidak akan pernah bisa jadi milikmu, coba lihat?"...
Tunjuk Ana ke arah meja dimana Tristan tersenyum penuh cinta kearah gadis berambut panjang disebelahnya.
"Pria yang kamu kejar sejak dulu tidak akan pernah bisa membalas cintamu sebab dia sangat mencintai gadis itu"...
Sambungnya.
"Sok tahu kamu An?"...
Cibir Erika pada Ana yang memang belum memiliki tambatan hati.
Ana menghela nafasnya kembali.
"Aku bukan sok tahu An, tapi aku memang tahu dari sorot mata cowok itu memandang aja aku udah tahu kalau cowok itu sangat mencintai gadis disampingnya, Berhentilah mengejar cinta yang nggak pasti dan coba buka hatimu buat nerima cinta yang baru, aku rasa kamu bukan mencintai cowok itu Ka tapi kamu terobsesi sama tuh cowok karena dia sama sekali tidak memandang kearahmu"...
Ucapnya dengan santai.
Degh.
Erika mematung mendengar ucapan Ana, benarkah cintanya hanya sekedar obsesi semata.
Sebab Erika dikenal sebagai gadis yang memiliki banyak penggemar bahkan banyak pria yang menginginkan dia untuk jadi kekasih, namun sayang saat dirinya menemukan pria yang sama sekali tidak memandang kearahnya dia semakin tertarik untuk mendekati dan hal tak tertuga terjadi karena cowok tersebut hingga kini tidak bisa menjadi miliknya.
Move on ya mbak, move on...nanti othor kasih datang jodohnya🤣🤣🤣
__ADS_1