
Happy Reading🤗🤗🤗
Like.
Vote.
Gift.
Bocil nyadar diri ya, part ini mengandung 🔥🔥🔥
Ceklek.
Pintu kamar dibuka oleh Tristan dan diikuti sang istri tepat dibelakang tubuhnya.
Lila perlahan melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar sang suami, karena memang baru pertama kalinya dirinya menginjakkan kakinya dilantai dua ini, dia menelusuri kamar yang menurutnya tidak terlalu mewah namun sangat nyaman dengan bola mata yang bergerak kesana kemari, sebuah ranjang beralaskan sprei berwarna abu muda membuat ruangan tersebut terkesan mainly seperti sang pemilik apalagi dengan warna cat dinding berwarna putih berpadu dengan warna abu-abu, dari warna terang hingga gelap dan jangan lupakan sofa panjang berwarna abu gelap dengan meja didepannya membuat dia sepertinya akan betah jika berada dikamar ini.
Grep.
"Kalau nggak suka warna kamarnya, mas bisa cat ulang yang"...
Bisiknya tepat ditelinga sang istri sambil melingkarkan kedua tangannya diperut yang saat ini masih rata.
Lila menahan nafas saat mendengar bisikan sang suami, dirinya belum sepenuhnya terbiasa hingga tubuhnya meremang.
Perlahan Tristan melepaskan genggaman tangan sang istri yang masih memegang tas berwarna hitam, tas yang diberikannya sebagai seserahan seminggu lalu, diletakkannya tas tersebut tepat diatas meja rias tak jauh dari posisi mereka tanpa melepaskan sebelah tangannya yang masih membelit pinggang sang istri.
Cup.
Tristan mengecup basah leher sang istri membuat si empu seketika menadahkan wajahnya dengan mata terpejam.
"Mas"...
Ucapnya pelan saat kecu pan yang diberikan oleh suaminya mulai merambat menelusuri leher jenjang sang istri yang terekspose sempurna sebab rambut Lila dicepol walau tidak rapi namun tetap terlihat sangat cantik.
"Emmm..."...
Gumamnya namun tidak menghentikan kegiatannya, perlahan tangan kanannya terulur keatas hingga kini memegang rahang sang istri, digerakkannya perlahan agar menoleh kesamping.
Lila hanya terdiam sambil mengikuti apa yang dilakukan sang suami namun tak lama kulit wajahnya merasakan hembusan nafas mint dari sang suami yang entah sejak kapan sudah menghentikan cum buannya pada leher miliknya yang diyakini pasti sudah ada tanda merah walau samar.
__ADS_1
Perlahan matanya yang tadi terpejam kini terbuka dan dapat dilihat wajah tampan sang suami namun terlihat sayu bahkan wajahnya seketika memanas saat merasakan tonjolan diarea belakang dan dia tahu apa itu.
Tristan mempersempit jarak antara wajah mereka dengan posisi masih memeluk dari belakang alhasil Lila sedikit memiringkan tubuhnya.
"I Love You yang, tetaplah disisi mas apapun yang terjadi nantinya"...
Bisiknya tepat dihadapan bibir sang istri.
"Me Too mas, Lila tidak bisa berjanji namun percayalah dihati Lila hanya ada mas seorang baik dulu, sekarang dan nanti, Lila hanya minta kesetiaan mas sebagai suami Lila"...
Ucap Lila dengan pelan dan memandang wajah suaminya.
"Tanpa diminta mas pasti akan memberikan seluruhnya yang ada pada diri mas"...
Cup.
Tristan menyatukan kedua bibir mereka, ciuman lembut dengan penuh cinta, cinta yang akan selalu menguatkan mereka berdua dalam menjalani rumah tangga, bersiap untuk menyingkirkan kerikil-kerikil dalam perjalanan rumah tangga mereka nantinya termasuk kesetiaan dalam sebuah hubungan.
Dengan gerakan perlahan Tristan melu mat dan menge cap bibir manis yang kini menjadi candu untuknya dengan tangan memegang sebelah kepala Lila.
Tangan Lila seketika terulur dan meraih tengkuk sang suami saat ciuman Tristan semakin menuntut.
"Eugghh..."...
Dengan sekali gerakan kini tubuh Lila sudah berada digendongan Tristan ala bridel style membuat Lila seketika terpekik kaget dengan reflek kedua tangannya melingkar sempurna dileher sang suami, nafas Tristan memburu karena gai rahnya sudah meningkat apalagi tadi siang dirinya gagal untuk meledakkan amunisi yang berakhir tragis didalam kamar mandi tepatnya disaluran air.
Lila memperhatikan wajah sang suami yang kini nampak sedikit memerah dengan pandangan sayu saat Tristan menatapnya.
Tristan mendudukkan tubuhnya diatas sofa dengan sang istri kini berada diatas pangkuannya dalam posisi miring.
Cup.
Lila mendekatkan wajahnya dirinya mencoba untuk memulainya lebih dulu, melu mat perlahan bibir sang suami walau masih sedikit kaku namun dirinya tidak ingin gagal dalam aksi pertamanya.
Tristan awalnya terkejut namun seketika dia menutup mata untuk membiarkan sang istri menguasai dirinya, bibir dilu mat secara bergantian dan dia membuka mulutnya tak disangka sang istri ternyata menelusupkan lidah tak bertulang itu membuat Tristan semakin terkejut.
Dengan pelan Lila mengubah posisinya hingga kini dia mengang kangi sang suami dengan kedua tangan berada ditengkuk Tristan sedangkan Tangan Tristan pun tak tinggal diam, sebelah tangannya memeluk erat pinggang Lila sedangkan yang satunya mulai mengusap-usap dengan sen sual betis hingga merambat ke paha dan kebetulan Lila saat ini sedang menggunakan dress yang ada resreting belakangnya.
Sret...
__ADS_1
Tristan sungguh sudah tak sabar dirinya langsung menurunkan resreting dress milik Lila dan diusapnya pelan belakang tubuh Lila dengan pelan dan pelan dress tersebut diturunkan hingga kini bagian atas sudah naked hanya terhalang kain yang menutul bukit kembar sang istri.
"Oouugghhh mass"...
Desahnya setelah ciuman terlepas dan bibir sang suami menerjang kedua bukitnya hingga dirinya bergerak tak karuan berada diatas pangkuan sang suami.
Ctak...
Dibuangnya penutup gunung tersebut dan sekarang terpampanglah kedua bukit yang kian menantang karena ulah tangan natkalnya itu.
Hap.
"Oouugghhh"...
Desahnya saat salah satu bukitnya dilahap oleh Tristan, dilu mat dengan lembut terkadang keras membuat dirinya menggelinjang tak karuan dan di bawah sana sepertinya sudah mulai basah karena rang sangan dari sang suami.
Lila menekan kepala Tristan menggunakan kedua tangannya seakan dirinya merasakan sesuatu yang sungguh nik mat apalagi sang suami sangat pandai mempermainkan has ratnya.
Ploph.
Tristan melepaskan kulu mannya dan bergegas membuka kemeja yang dikenakannya dan celana santai hingga dirinya full naked setelah selesai mene lan jangi dirinya sendiri kini tangan lincahnya berganti membuka kain yang bergelung diperut sang istri dan juga kain penutup goa yang sebentar lagi akan diisi amunisi pasukan para calon junior Trili.
Gleuk.
Tristan menelan salivanya dengan kasar saat melihat body naked sang istri, tetap membuatnya tergoda padahal ini bukan kali pertamanya dia melihat tubuh naked Lila.
Cup.
Lila menyatukan bibirnya kembali dan mulai melu mat seperti diawal dengan keadaan di bawah saling bersentuhan tanpa penghalang apapun, dia dapat merasakan bahwa terong milik sang suami semakin keras dan tegang membuat dirinya pun tak kuasa menggoyangkan tubuhnya diatas pangkuan Tristan hingga sering bersentuhan dibawah sana.
"Yang, mas sudah nggak tahan"...
Ucapnya dengan nada serak saat Lila menyudahi cumbuan bibirnya.
Dengan mata yang sudah berkabut gai rah dia membantu mengangkat pinggang sang istri dan Lila dengan segera menyentuh pertama kali terong berurat itu, sungguh rasanya nano-nano bahkan kini wajahnya bersemu merah.
Saat sudah pas berada didepan pintu goanya, perlahan Lila menurunkan tubuhnya dan....
Angel iki...angel pokoke....
__ADS_1
Bersambung ajalah nanti malam lagi dilanjut🤣🤣🤣
paksu kerja soale🤣🤣🤣