
Happy Reading🤗🤗🤗
Like
Vote
Gift
Seorang pria sedang berbaring disebuah ranjang dengan kedua tangannya yang ditumpu kebelakang tepat dibawah kepalanya sebagai bantalan sambil menatap langit-langit kamarnya.
Tak lama matanya terpejam setelah melakukan hal terekstrim yang bahkan tidak ada didalam perencanaan selama ini namun ternyata dironya mampu melakukan hal tersebut tanpa tau gimana reaksi yang akan diberikan seseorang itu nanti kepadanya, sambil menutup kedua matanya dia berharap bisa bersatu dengan gadisnya tanpa rintangan apapun dan bisa menjadikan gadis tersebut miliknya selamanya, cukup selama ini dia menjadi orang bodoh namun tidak untuk kedepannya, dia akan berjuang untuk membahagiakan gadisnya untuk mendapatkan cinta gadis itu kembali jika cinta untuknya masih ada walaupun sudah tidak ada dia akan berusaha untuk membuat gadisnya bisa mencintainya kembali seperti dulu lagi.
Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, Tristan segera beranjak dari rebahannya yang tdinya sempat terpejam beberapa menit dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya beberapa saat kemudian Tristan sudah selesai melakukan aktifitasnya dan keluar dari kamar untuk menuju pintu kamar tepat disampingnya.
Ceklek.
Tristan mengembangkan senyumnya saat gadisnya masih ada diatas tempat tidur dengan mata cantik yang masih terpejam.
Dengan jalan perlahan Tristan mendudukkan tubuhnya tepat dipinggiran tempat tidur.
Diusapnya dengan pelan wajah cantik gadis yang selama ini dirindukannya.
"Maafkan aku Lila, maaf atas segala kesalahanku jika ternyata sikapku dulu begitu melukaimu"...
Lirihnya sambil menatap sendu wajah gadis yang baru beberapa saat lalu dibawanya dengan cara yang sungguh ektrim apalagi jika bukan penculikan itu.
Karena jika dirinya menemui langsung sudah pasti Lila akan menolaknya sebab dari penuturan seseorang karena Lila mengira jika dia sudah memiliki kekasih.
Lila seketika menggeliat pelan saat dirasa wajahnya diraba oleh sesuatu hingga membuatnya geli.
Dengan perlahan Lila membuka matanya dengan pandangan yang masih kabur dirinya bisa melihat sesosok lelaki sedang menatapnya hingga dirinya mengeryit lalu dikedipnya kembali mata indahnya dan seketika matanya membola saat melihat dengan jelas wajah lelaki tersebut.
"OM TAN TAN...."...
Pekiknya dan seketika dirinya terbangun dan mengucek kedua matanya untuk memastikan bahwa pandangan matanya tidaklah salah dalam melihat seseorang itu.
Grep.
Gerakan tangannya terhenti saat kedua tangan mungilnya masih berada di mata cantiknya.
Tristan menurunkan tangannya yang berhasil menyentuh tangan mungil gadisnya agar berhenti untuk membuat mata indah itu justru akan memerah.
Mata Lila berkedip beberapa kali bahkan pandangannya tak lepas dari wajah pria yang begitu dirindukannya bahkan dicintainya hingga kini, wajah yang dulunya datar sedatar triplek kini malah tersenyum lebar, Syok sudah pasti Lila sangat syok dengan apa yang dilihatnya ini.
__ADS_1
Bahkan seperti mimpi rasanya dan tidak ingin terbangun dari mimpi itu jika kenyataan orang yang ada didepannya ini hanya bayangan saja.
Lila menggelengkan kepalanya berkali-kali.
"Ohhh ayolah, ini mimpi Lila ayo tidur lagi jangan bangun nanti om tan tan malah ngilang, tapi kenapa rasanya seperti nyata ya, terus tadi tuh siapa yang nyentuh tangan Lila"...
Gumamnya pelan sambil melihat kedua tangannya yang masih ada tangan besar yang menggenggamnya.
"Ya...ampun Lila, kamu bisa gila kalau kayak gini terus, nggak mungkinlah om tan tan ada disini"...
Sambungnya lagi yang masih belum percaya bahkan dirinya belum sadar sedang ada dimana dan semua yang diucapkan oleh Lila membuat pria tersebut seketika menggelengkan kepalanya dan terkekeh gemas.
Cup.
Matanya seketika membesar saat sesuatu yang kenyal mendarat syantik dikeningnya.
"Ini nyata"...
Lirihnya sambil mengangkat wajahnya dan melihat wajah dekat pria yang dicintainya yang hanya beberapa centi saja dengan wajahnya matanya berkedip kembali berkali-kali membuat pria itu terkekeh kembali.
Cup.
Cup.
Dua kecupan singkat mendarat kembali namun kali ini tepat dibibir mungil Lila yang berwarna pink warna alami milik Lila.
Ucapnya sambil mengedipkan sebelah mata dengan genit kepada gadisnya yang semakin terdiam.
"Jadi ini beneran, om nyata, om bukan mimpi, oh ya kalau mimpikan masa iya bisa nyium, mana terasa banget lagi"...
Ucapnya lalu pada dirinya sendiri sambil memegangi bibirnya membuat Tristan menepuk pelan dahinya karena tingkah gadisnya yang sungguh diluar perkiraannya.
Ditangkupnya wajah mungil Lila dengan kedua tangan besarnya dan Tristan memajukan wajahnya hingga kini dahi dan hidung mancung miliknya serta milik Lila saling bersentuhan.
"Ini nyata sayang, ini nyata...maafkan om... maafkan atas sikap om yang dulu, om mencintaimu Lila sungguh, om sungguh sangat mencintaimu, maafkan om sayang, maaf...I Love u Dalila"...
Ungkapnya dengan penuh perasaan sambil kedua mata mereka saling beradu jika dulunya Tristan tidak pernah manatapnya lebih dari 2 detik namun kini mata tajamnya menyorot penuh cinta, cinta dan cinta, hanya pancaran cinta yang Tristan berikan saat ini.
Lila seketika meneteskan airmatanya mendengar ungkapan cinta dari lelaki yang masih bertahta dalam lubuk hatinya ini, lelaki yang dulunya selalu mengacuhkan serta tidak pernah memberinya senyuman bahkan jika berbicara pun sangat irit dan terkesan datar, namun kini mata serta telinganya mendengar serta melihat sendiri bahwa lelaki yang ada dihadapannya ini berbicara sangat lembut bahkan senyuman dari pria yang dicintainya pun bisa dia pandang.
"Jangan menangis sayang"...
Ucapnya lirih sambil mengusap air mata yang mengalir bebas dipipi halus Lila tanpa melepaskan kening serta hidung yang masih bersentuhan.
__ADS_1
"Terus "dia"?...
Tanya Lila dengan pelan karena sesungguhnya dia tidak ingin berada atau merusak hubungan seseorang.
Tristan menghentikan aktifitasnya ibu jarinya sejenak lalu kembali mengelus pipi lembut Lila.
"Tidak ada dia, tidak ada yang lain, disini..."...
Ucapnya menggantung sambil melepas sebelah tangannya dan mengambil tangan kiri Lila untuk diletakkan didada kirinya.
"Karena disini hanya ada satu nama seseorang, sejak dulu bahkan hingga gadis tersebut menghilang tanpa jejak, nama itu ternyata sudah ada disisi...bahkan om mengabaikan rasa yang sebenarnya sudah tumbuh namun dulu posisi om belum bisa untuk menerima cinta yang lain, sebab om masih menyimpan satu nama yang bahkan belum ada kata putus namun setelah dia kembali dan mungkin sayang melihat waktu kejadian dibioskop 5 tahun lalu tapi ternyata cinta yang om jaga untuknya tidak bisa bertahan karena dia mengkhianati om, namun rasanya dikhianati olehnya tidaklah sesakit saat sayang pergi menghilang dari om, sungguh sayang rasanya om gila waktu tidak bisa menemuimu"...
Lirihnya.
"Sungguh?"...
Tanya Lila sambil mencari kebohongan ternyata dia sama sekali tidak menemukan kebohongan pada pancaran matanya dan bahkan dia menemukan ketulusan.
Tristan menjauhkan sedikit wajahnya dan menganggukkan kepalanya pelan sambil memandang wajah yang sekarang semakin terlihat cantik, namun bukan hanya karena kecantikannya yang membuat Tristan mencintai gadis tersebut, namun karena dia bisa melihat perjuangan gadis yang dulu selalu ingin dekat dengannya bahkan dirinya bisa merasakan bagaimana rasanya selalu diabaikan dan mudahan gadisnya tidak dendam padanya..
Dengan gerakan yang tak terduga sama sekali Lila segera naik kearas pangkuan Tristan membuat lelaki tersebut kaget bukan kepalang karena tingkah gadisnya.
"Sudah siap menerima hukuman dari Lila om?"...
Ucapnya sambil menyeringai dengan posisi duduk dipangkuan Tristan dengan menautkan kedua kakinya dipinggang lelaki tersebut dan kedua tangan yang melingkar indah di leher milik lelakinya.
Gleuk.
Tristan menelan ludahnya dengan kasar bahkan dirinya sampai begidig ngeri melihat senyuman yang gadisnya berikan, bahkan ini tidak ada dalam perencanaannya.
Mau tak mau Tristan mengangguk pasrah dengan perasaan yang was-was.
Lila seketika tersenyum lebar saat melihat anggukan pasrah dari prianya ini.
Namun senyum itu hanya sebentar karena setelahnya dirinya membulat sempurna dengan apa yang dilakukan oleh lelaki yang dicintainya itu.
Cup.
Tristan segera mengecup bibir yang begitu menggodanya itu apalagi dengan posisi gadisnya yang sangat pas menurutnya, namun lambat laun dirinya menggerakkan dengan perlahan bibirnya dan hanya mengikuti nalurinya saja sebab ini kali pertama dia berani bertindak sejauh ini sedangkan sebelumnya hanya kecupan singkat saja dan tentu pada gadisnya ini yang memang sudah pertama kalinya mengambil ciuman pertamanya.
Lila yang tadinya masih terpaku dengan perlahan menutup kedua matanya dan membalas dengan pelan dan sungguh ini pengalaman pertamanya walau waktu itu pernah namun hanya kecupan singkat saja apalagi tangan Tristan berada dileher serta pinggangnya dan saat ini tubuh mereka saling menempel dengan kedua bibir saling mengecap serta ******* untuk menyalurkan segala kerinduan yang selama ini mereka berdua pendam.
Sedangkan diluar vila tersebut orang-orang sudah pada berkumpul dengan sebagian masih sibuk kesana kemari menata serta merapikan tempat yang sudah disiapkan dihalaman vila yang sudah terlihat cantik dan keberuntungan ada pada malam itu karena langit begitu cerah dengan disinari sang rembulan.
__ADS_1
Selamat sore readers...maafkan mom jika telat up, bukan maksud mom untuk telat up sebab sedari pagi part 50 ditolak mulu bahkan sampai 3 kali, alhasil mom merubah ulang dan semoga yang kali ini tidak ditolak ya readers, mom sampai cape revisi muluðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Jangan lupa like dan beri dukungan sebanyak-banyaknya biar mom semakin semangat untuk hari ini