
Happy Reading🤗🤗🤗
Like.
Vote.
Gift.
Lila sungguh tak bisa berucap apapun saat ini dirinya sungguh sangat-sangat syok dengan apa yang dilihatnya saat ini, dekorasi yang sungguh sangat cantik sekali dengan berwarna biru muda warna favoritnya bahkan ditengah-tengah sana terukir namanya dan nama pria yang baru tadi menjadi kekasihnya dengan suasana yang sungguh mendukung karena malam begitu menampilkan keindahannya dengan sinar rembulan ditambah dengan bertaburan bintang sungguh malam yang sangat indah.
Dan tak lupa dengan kehadiran orang-orang yang sangat dikenalinya dan hanya segelintir orang saja yang tidak Lila kenali.
Namun Lila masih belum paham dengan apa yang terjadi, karena tidak ada satu orang pun yang memberi tahukannya.
"Ayo sayang, acara sudah mau dimulai"...
Ajakkan wanita paruh baya mengagetkan dirinya yang masih terpaku dan belum bisa mencerna apa yang sebenarnya terjadi.
"Acara apa ocan?"...
Tanya Lila sambil menengok kesamping menatap penuh tanya wanita paruhbaya yang ternyata ada di hadapannya.
"Maafkan Ocan Lila, jika semua ini terkesan mendadak untuk mu sayang, namun ocan sudah memikirkan semuanya, berbahagialah nak dengan lelaki yang kamu cintai, jika suatu saat Ocan dipanggil untuk berjumpa dengan ayah dan ibumu, ocan tidak perlu khawatir lagi sebab kamu sudah ada yang menjaga serta mencintaimu, dia lelaki yang baik ocan dan yang lainnya sangat setuju ya...walaupun kepergianmu ke Thailand karena dirinya namun sejauh ini, ocan salut dengan kegigihan untuk menunggu gadisnya, malam ini kalian akan bertunangan dulu 2 minggu lagi baru kalian akan menikah"...
Ucapnya dengan lembut lalu memegang tangan Lila dan sebelahnya mengambil tangan Tristan untuk disatukan.
"Tunangan...menikah?"...
Tanya Lila sambil memandang ke arah Maura dan Tristan secara bergantian.
"Iya sayang, kalian akan tunangan malam ini dan 2 minggu lagi baru bisa menikah sebab untuk menjadi seorang istri dari lelaki yang kamu cintai ini, butuh proses panjang"...
Jelas maura.
__ADS_1
"Tapi ocan nggak ngomong dulu sama Lila, Mas Tan tan juga nggak ngomong apa-apa sama Lila"...
Protesnya merasa sedikit kesal karena kejutan yang nyatanya memang membuat dia sangat terkejut tapi jauh dilubuk hatinya dia sungguh merasa sangat bahagia melihat kejutan itu.
"Biar Tristan saja ocan yang jelasin"...
Selanya dengan nada pelan saat melihat wanita yang baru ditemui beberapa hari lalu itu akan bersuara.
Maura lantas menghela nafas dengan pelan dan melepaskan kedua tangan sepasang kekasih ini, sebelum dirinya pergi maura sempat mengusap lembut pipi cucunya yang saat ini raut wajahnya sedikit kesal.
"Maafkan Ocan Lila, maaf jika ocan mengambil keputusan secara sepihak tanpa memberitahu dulu"...
Ucapnya sendu dan langsung berbalik meninggalkan cucunya yang saat ini tengah mematung.
"Oc..."...
Ucapannya terputus saat ada tangan besar memegang tangannya lantas Lila menengok kearah pemilik tangan tersebut dan menghembuskan nafas dengan pelan.
Bahkan Mami Yan sangat gelisah sekali karena sudah 30 menit pasangan kekasih itu belum juga kembali dan Tony melihat kegelisahan istrinya segeralah direngkuhnya tubuh wanita yang telah memberinya seorang putri yang cantik diusia yang sudah tidak lagi muda.
"Tenanglah sayang, semua akan baik-baik saja, mas yakin nak Tristan dapat menjelaskan dengan perlahan pada putri kita"...
Bisiknya pelan sambil mengelus bahu sang istri dan Yana menganggukkan kepalanya pelan sambil berdoa agar semua baik-baik saja.
Sedangkan sepasang mata bulat tengah memandang kedua orang tuanya secara bergantian sambil sesekali mengedip-ngedipkan mata bulatnya membuat siapa saja pasti akan gemes ingin mencubit pipi chuby gadis kecil yang bernama Nella tersebut lantas gadis kecil itu berjalan perlahan meninggalkan kedua orang tuanya menuju ketempat yang sangat menarik baginya sedangkan tanpa sepengetahuan Nella ada gadis kecil lain yang tengah mengikuti tingkah sebayanya yang menurutnya menyebalkan padahal sama dengan dirinya, mereka berdua pergi tanpa ada yang menyadari sebab orang-orang dewasa sedang sibuk sendiri.
Tak lama kemudian pasangan yang baru saja jadian tersebut telah kembali dengan tangan mungil Lila yang digenggam erat oleh sang pujaan hati membuat gadis yang tadinya kesal kini nampak malu-malu meong, entah sihir apa yang digunakan pria tersebut hingga bisa membuat Lila seperti itu.
Dan para keluarga serta yang ada disana turut tersenyum saat melihat keduanya telah kembali dengan raut wajah bahagia apalagi Lila, gadis tersebut sesekali menundukkan kepalanya menyembunyikan raut wajah malu serta gugup.
Tristan membawa Lila keatas panggung yang memang sudah dipersiapkan oleh pihak EO, rangkaian demi rangkaian acara telah terlaksana dengan apik dan rapi sesuai dengan keinginan, acara bertambahnya usia gadis yang kini sudah sah menjadi Tunangan seorang Kapten bernama Tristan Anggara Putra calon Ibu Persit yang baru beberapa menit lalu disandang nya dengan sebuah cincin bermata biru langit yang tersemat dijari manis Lila sungguh sangat cocok ketika berada ditangan kirinya itu.
Perlahan ocan naik keatas panggung kecil tersebut dengan senyum harunya, setelah tadi Lila meminta maaf sebelum keluar bersama Tristan karena memang Lila sangat merasa bersalah karena sikapnya yang tidak sopan terhadap Ocan dan Tristan merasa sangat bahagia dengan apa yang dilakukan oleh gadisnya, dia akan sangat beruntung bila memiliki gadis seperti Lila, tidak hanya cantik namun juga berhati malaikat baginya.
__ADS_1
Ocan memandang lekat keduanya secara bergantian sambil menampilkan senyum bahagianya, kemudian pandangannya dia pusatkan pada lelaki tampan yang menggunakan jas berwarna hitam itu yang kini sudah menjadi calon cucu menantunya, diambilnya tangan besar Tristan dan juga tangan Lila lalu Ocan menyatukan tangan keduanya.
"Nak Tristan, ocan percaya padamu, bahagiakan dan cintai cucuku Lila, jangan kamu sakiti lagi hatinya, berikan dia kasih sayang yang utuh, namun jika kamu sudah tidak lagi mencintai cucuku, kembalikan dia, kembalikan Lilaku pada wanita tua ini, wanita yang sudah pernah gagal memberikan rasa cintanya pada putranya sendiri, wanita yang dirundung rasa bersalah bertahun-tahun dan untuk menebus rasa bersalah wanita tua ini, apapun akan Ocan lakukan nak, namun ocan pinta jangan pernah melakukan kesalahan yang akan membuatmu menyesal nantinya seperti wanita tua ini yang hidup penuh dengan penyesalan"...
Ucapnya lirih hingga tak terasa air matanya menetes membasahi pipinya dan Tristan menganggukkan kepalanya pelan sambil mengangkat tangan sebelahnya untuk ikut menggenggam.
"Tristan akan berusaha semaksimal mungkin untuk membahagiakan Lila ocan dan akan mencintainya hingga maut memisahkan kami, doakan kami agar bisa melewati segala rintangan yang ada kedepannya"...
Ucapnya dengan tulus sambil memandang gadis yang akan menjadi istrinya itu.
Lila seketika meneteskan airmatanya dan langsung memeluk tubuh wanita paruh baya yang saat ini sedang menangis.
"Berbahagialah sayang, apapun akan ocan lakukan untuk kebahagianmu nak, maafkan ocan...maafkan segala kesalahan yang ocan lakukan"...
Lirihnya sambil mengusap pelan punggung Lila dan mengisyaratkan Tristan untuk masuk kedalam pelukannya juga dan tentu saja Tristan menerima pelukan wanita yang sudah dianggap sebagai omanya sendiri.
Seluruh tamu yang hadir merasa terharu dan beberapa mereka ada yang sampai terisak tanpa menyadari kedua gadis kecil tersebut telah hilang dari pandangan mereka.
Sedangkan kedua tersangkanya saat ini sedang berada dibawah meja yang tertutup kain putih dan jangan lupakan dengan mulut yang sudah penuh dengan makanan serta krim yang berbelepotan disana sini.
Selamat malam semuanya...
hay...hay...mom hadir lagi, maaf mom telat up lagi...biasa ya readers banyak kendalaðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
jangan lupa.
Like
Vote
Gift
😘😘😘
__ADS_1