
Happy Reading🤗🤗🤗
Like.
Vote.
Gift.
Masih area 🔥🔥🔥
Yang dibawah umur harap skip, yang misuanya lembur jangan marah ma mom author ya, yang jomblo bisa tutup mata aja nanti pengen susah sendiri lagi, yang lagi period senasib berarti kita🤣🤣🤣
Hosh...hosh...hosh...
Lila sedang mengatur nafasnya yang memburu sungguh dirinya dibuat terbang melayang keangkasa oleh sang suami.
Tristan merangkak naik dan kini wajahnya sejajar dengan sang istri dengan menahan badan besarnya menggunakan sebelah tangannya agar tidak menindih badan mungil sang istri, dapat dilihat buliran keringat keluar dari wajah cantik yang kini masih terpejam dengan nafas yang sedikit mereda, diusapnya dengan lembut keringat yang menetes tanpa permisi itu membuat sang empu seketika membuka matanya.
Raut wajah Lila seketika merona, ahh jika ada perlombaan mewarnai wajah mungkin Lila yang akan keluar menjadi pemenangnya.
"Sudah siap"...
Ucap lembut Tristan sambil mengusap pelan bibir yang tadinya kecil kini membengkak karena ulahnya.
Lila hanya bisa mengangguk dengan pasrah karena memang ini adalah hak sang suami dan kewajiban sang istri untuk melayaninya.
Tristan menarik kedua sudut bibirnya dan memajukan wajahnya hingga kedua benda kenyal kembali menyatu, melu mat dan saling membe lit agar gai rah sang istri kembali naik setelah mengalami pelepasan pertama karena dirinya ingin memberikan sesuatu yang berkesan nantinya walau ini juga menjadi hal pertama baginya namun Tristan seperti orang yang sudah lihai saja.
Ya jelas lihai, orang ada gurunya yang ngasih video tutorial ke calon mantan perjaka ini sebelum hari H...pasti tau lah ya siapa gurunyaðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
Hawa diruangan tersebut seketika berubah karena lama kelamaan ciuman kini semakin panas membara dan menuntut untuk lebih ketahap selanjutnya.
Ciuman kembali dilepas, bibir Tristan dengan agresif menyusuri rahang sang istri hingga keleher seketika membuat suara merdu terdengar dari mulut sang istri.
"Eemmm masss"...
Desahnya saat lehernya terasa sedikit sakit akibat gigitan kecil yang diberikan oleh suaminya.
__ADS_1
Tristan kembali melahap salah satu gunung sang istri dengan tangan yang satunya aktif mere mas dan me milin puncak gunung yang terasa pas digenggamannya dan ciumannya kembali turun dan terus turun.
"Ouuggghhh maaassss ahh"...
Lenguhnya saat tiba-tiba didalam goanya sudah ada sesuatu yang mengobrak-abrik kembali entah sejak kapan suaminya sudah ada di depan goa miliknya, sesuatu yang menusuk dan kadang dirinya sungguh dibuat melayang oleh permainan sang suami.
Tristan dengan santai me *****, menu suk bagian inti sang istri, bau khas perawan sungguh membuatnya mabuk kepayang, dirinya tidak merasakan jijik sama sekali malahan dirinya senang bisa merasakan cairan yang sedikit meleleh dari inti sang istri apalagi ada kacang kecil didepan goa membuatnya gemas dan memainkan terus tanpa berniat untuk berhenti namun sepertinya terong miliknya yang sudah tidak sabar hingga ujungnya mengeluarkan sedikit cairan, cairan yang akan menjadi calon penerusnya kelak.
Karena sudah tidak sanggup lagi untuk menahan dirinya seketika menjauhkan wajahnya dan segera menindih kembali sang istri yang masih bergerak tak karuan.
Dengan bertumpu menggunakan sebelah tangannya sedangkan tangan yang satunya memegang terong lokal hitam dan berurat miliknya yang sudah tegang maksimal dan ingin segera memasuki goa yang ada dihadapannya dan diarahkan tepat dipintu goa yang saat ini sudah lembab kembali.
Tristan menggesek-gesekkan ujung kepala terong miliknya seketika dirinya memejamkan mata saat terong miliknya berkenalan dengan calon rumahnya.
Lila meremas pelan kedua bahu sang suami saat merasakan intinya ada yang menggesek-gesek dengan mata terpejam dan kadang meringis saat gesekan sedikit tertekan kedalam.
"Ouuggghhh masss, sakiitt"...
Rintihnya saat tekanan tersebut semakin dalam.
Bless.
"Ouuggggghhhh"...
Lenguhan terdengar dari mulut Tristan saat terongnya berhasil menerobos goa sempit itu sedangkan Lila seketika meneteskan airmata sebab rasa sakit dibawah sana seperti membelah badannya menjadi dua namun dirinya bahagia kini Lila menjadi wanita seutuhnya, wanita yang akan menjadi ibu dari lelaki yang dicintainya.
"Maaf sayang, maaf mas menyakitimu"...
Sesalnya saat menyadari sang istri menangis karena ulahnya namun dirinya juga tidak bisa berhenti ditengah jalan, diusapnya dengan lembut airmata sang istri dengan kedua inti yang menyatu sempurna namun Tristan belum bisa untuk bergerak karena ingin goa sang istri terbiasa menerima kehadiran terong hitam miliknya.
Lila menggelengkan kepalanya pelan dan membuka kedua matanya dengan perlahan.
"Jangan merasa bersalah mas,ini sudah kewajiban Lila untuk melayani mas, bergerak lah"...
Ucapnya menenangkan sang suami karena melihat tatapan bersalah diwajah tampan itu.
Tristan melebarkan senyumnya dan kembali melu mat bibir sang istri dan tentu saja Lila membalasnya dengan kedua tangan berada dipunggung kekar Tristan.
__ADS_1
Digerakkannya dengan perlahan pinggulnya agar tidak menyakiti sang istri dan Lila sepertinya sudah bisa menahan rasa sakit malah kini rasanya berubah menjadi kenik matan yang baru dirasakan olehnya.
Gerakan yang tadinya pelan dan lembut kini bertambah sedikit cepat namun tidak kasar.
Era ngan dan de sahan menghiasi kamar bernuansa pengantin itu, bukan lagi malam pertama tapi kini menjadi sore pertama karena saking tidak sabarnya untuk mengunboxing agar para kecebong bisa membuahkan hasilnya.
Disaksikan dengan sinar matahari yang berwarna orange menembus jendela kaca besar itu kini kedua manusia yang sudah halal saling berpacu merengguk kenik matan yang baru pertama kali mereka rasakan.
Sungguh sore yang begitu indah bagi pasangan pengantin baru dan entah sudah berapa kali Lila melakukan pelepasan sedangkan sang Kapten sepertinya masih bertahan seperti dirinya yang menahan rindu selama 5 tahun dan kini semua terbayar dengan menyatu oleh wanita yang dicintainya ini.
Kesabaran mereka telah terbayar dengan menjadi pasangan halal, sungguh Tuhan begitu baik terhadap mereka berdua walau sempat menunggu begitu lama namun cinta tau dimana tempatnya untuk pulang dan sejauh mana kamu akan pergi jika sudah ditakdirkan untuk bersama pasti akan bertemu bagaimanapun caranya.
Tak terasa langit sudah berubah menjadi gelap sedangkan kamar hanya diterangi oleh lampu-lampu kecil yang memang sejak tadi sudah menyala, sudah 2 jam mereka bergelung diatas tempat tidur tanpa jeda sama sekali.
Gerakan pinggul Tristan kini kian cepat sebab sesuatu yang sudah ditahannya hendak keluar.
"Bersa...maaa sayaaannggg"...
Bisiknya dengan nada tak beraturan saat dirasa inti sang istri kian mengetat bertanda istrinya akan melakukan pele pasan untuk kesekian kalinya.
"Ooouuuugggghhhhh"....
Lenguhnya ketika cairan miliknya keluar dan menyemprot dengan kedalam sana saking banyaknya Tristan belum melonggarkan dekapannya karena masih menikmati sisa-sisa pele pasan begitu pula dengan Lila.
Cup.
"Terima kasih sayang, I Love You"...
Bisiknya lembut ketika mengangkat wajahnya.
"Love You more mas"...
Balasnya sambil memeluk tubuh lembab sang suami.
Omegot...omegot...pak tentara kuat amat yaaak
😱😱😱😱😱
__ADS_1