My Sexy Hot, Pak Tentara

My Sexy Hot, Pak Tentara
Part 72


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Tidak terasa waktu bergulir begitu lama, kedua insan yang saling mencintai bahkan sudah Sah menjadi pasangan halal harus terpisah oleh waktu serta keadaan namun itu semua tidak membuat sepasang suami istri larut dalam kesedihan sebab sang istri selalu menyempatkan waktu untuk melakukan video call dan sang suami langsung sigap untuk menanggapi bahkan ponsel milik sang lelaki tidak jauh dari jangkauan matanya.


Ingin rasanya dia kembali terbang dimana sang istri berada namun apa dikata sebab pekerjaan lah yang menjadi penghalang dan dirinya tidak mungkin untuk mengajukan cuti terus menerus karena belum lama dia mengambil cuti untuk menjenguk sang istri dua minggu setelah kepergian sang istri ke Negara sang ocan dan itu pertama kalinya dia menginjakkan kaki di LN, bahkan dia tidak pernah terfikir sebelumnya untuk dapat bepergian kesana sebab dia akui jika dia bukanlah orang berada.


Dan ini sudah satu bulan berlalu sejak pertemuannya dengan sang suami dan dirinya berbinar cerah karena dua hari yang lalu Ocan dan ogan sudah kembali, dan tak lama lagi dirinya akan bertemu dengan sang suami namun dirinya belum menyadari akan kepergian ocan selama itu untuk operasi sekaligus pemulihan yang dirinya tahu ocan serta ogan memang sedang sibuk untuk memperluas jaringan perusahaan hingga mengelilingi beberapa Negara agar dapat mencari investor untuk pembukaan perusahaan baru bahkan Lila tidak mengetahui akan kejutan yang telah disiapkan dari sang ocan.


Bahkan maura tidak nampak seperti orang yang sehabis sakit karena pada saat itu tekat untuk sembuh sangat besar hingga dirinya melakukan apa saja agar bisa pulih secepatnya dan tentu motivasi paling utama adalah cucunya sendiri.


Ocan Maura selalu dirundung rasa bersalah kembali sebab dirinya memisahkan sepasang suami istri yang baru menikah itu dan dirinya akan menebus dengan memindahkan kantor utama ke Negara kelahiran cucu tercintanya agar Lila tidak perlu untuk kmbali ke sini dengan waktu yang lama sedangkan perusahaan yang berada di Negaranya akan sepenuhnya dikelola sang adik walau sebagai Ceo utama tetaplah Lila.


Lila memijit kedua pelipisnya dengan pelan bahkan sudah seminggu dirinya merasakan hal yang sungguh menyiksanya dipagi buta hingga pada akhirnya dia banyak mengistirahatkan tubuhnya setelah memuntahkan isi didalam perut namun dia akan kembali sehat saat sang surya sudah menampakkan cahayanya sungguh aneh namun itulah yang dirasakan olehnya bahkan dia tidak menceritakan apapun baik itu suaminya dan Ocan.


Tok...tok...tok...


Ceklek.


Maura menekan pintu handle dan melongokkan kepalanya kedalam untuk melihat sang cucu namun dahinya mengeryit saat melihat diatas ranjang tidak ada sosok yang dicarinya hingga dirinya berniat untuk melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam namun baru beberapa langkah gendang telinganya menangkap suara-suara dari kamar mandi.


Lantas Maura mempercepat langkah kakinya untuk segera sampai didepan kamar mandi.


Tok...tok...tok...

__ADS_1


"Sayang...Lila...kamu kenapa nak"...


Panggilnya sedikit berteriak dengan tangan mengetuk pintu kamar mandi yang belum ada jawaban bahkan suara didalam kamar mandi sudah tidak terdengar lagi hingga membuat dia semakin panik.


"Lila...buka sayang"...


Teriaknya kembali namun lebih kencang.


Ceklek.


Maura yang sudah tidak sabar langsung menekan handle pintu dan betapa kagetnya dia saat melihat cucunya tergeletak tak sadarkan diri dilantai bawah wastapel.


"Sayang...bangun...Lila...bangun nak...bangun...


TOLOOONNGGGG....TOLOOOONGGGG"...


Teriaknya dengan kencang berharap salah satu Artnya bisa mendengar suaranya dan dirinya langsung mengangkat kepala Lila untuk diletakkan diatas pangkuannya dengan mata yang sudah bercucuran air mata.


Teriaknya kembali dan tangisannya seketika pecah dnegan tangan yang tak berhenti menepuk pipi sang cucu yang kini semakin chuby.


Badan Lila memang sedikit berisi selama berada di Thailand walau selama seminggu dirinya memuntahkan isi didalam perut namun nafsu makannya semakin bertambah terkadang Masha menggelengkan kepalanya melihat cara makan Lila yang seperti orang tidak makan selama beberapa hari bahkan Lila sekarang menjadi sangat sensitif bisa perasaannya disinggung.


Brak...


Mario membuka pintu kamar mandi Lila dengan sedikit kencang hingga menimbulkan suara nyaring bahkan nafasnya masih memburu saat dirinya menaiki anak tangga menuju kamar Lila untuk memanggil sang kakak sebab saat dirinya baru datang kemansion sang kakak dia tak melihat kakaknya di taman hingga dirinya tahu dari salah satu Art bahwa kakaknya ada dikamar Lila dan disinilah dirinya berada dengan berlari dia menaiki tangga saat mendengar suara kakaknya berteriak minta tolong.


"Ada apa dengan Lila kak?"...


Tanya Mario sambil mendekatkan tubuhnya dan berjongkok dihadapan kakak serta cucunya.

__ADS_1


"Kakak nggak tahu Rio...huhuhu...cepat bawa dia kerumah sakit, kakak takut dia kenapa-kenapa"...


Pintanya dengan tangisan yang masih kencang dengan pandangan masih tertuju pada sang cucu yang masih tak sadarkan diri.


Mario langsung menganggukkan kepalanya dan bersiap untuk mengangkat tubuh mungil sang cucu.


Maura lantas mengikuti langkah kaki sang adik setelah mengusap air matanya namun lagi-lagi air matanya meluncur kembali tanpa dikomando.


Mereka langsung menuju rumah sakit dimana biasa maura berkunjung dan kebetulan rumah sakit tersebut yang cukup dekat dari kediamannya.


Dan disinilah mereka berada, didepan pintu yang bertuliskan UGD dengan besar serta berwarna merah bahkan maura masih menangisi sang cucu yang baru masuk kedalam ruangan tersebut.


Grep.


Mario segera merengkuh tubuh sang kakak dan seketika tangisnya langsung pecah didalam dekapan Mario, Maura melepaskan tangisnya didalam dekapan sang adik, sungguh hatinya sakit saat melihat cucunya tergeletak tanpa ada yang tahu dan jika tadi dia tidak naik keatas mungkin lama baru mengetahui tentang keadaan sang cucu sebab sepulang dari LN, Maura melihat cucunya dalam keadaan baik-baik saja.


Mario tidak berucap apapun namun dirinya tetap merengkuh tubuh satu-satunya sang kakak dengan menepuk pelan bahu Maura.


"Apa yang harus kakak katakan pada Tristan Rio?"...


Tanya Maura dengan pelan diiringi isakan kecil dan kedua tangan meremas sisi pinggir jas berwarna hitam tersebut.


"Rio sarankan untuk tidak memberitahukan dulu kak, akan lebih kacau Tristan disana nantinya, Rio yakin Lila akan baik-baik saja mungkin Lila kecapaian setelah bekerja keras"...


Hibur mario dengan mengusap lembut bahu kakaknya.


"Semua ini salah kakak Rio, jika tahu begini kakak nggak akan buat cucu kakak sakit, pasti ini karena dia tertekan dengan segala pekerjaan yang seharusnya belum ditanganinya, semua ini salah kakak Rio"...


Ucapnya dengan tangisan pilu, sungguh dirinya merasa sangat-sangat menyesal membuat Lila sakit hingga berakhir dirumah sakit, dirinya berdoa agar cucunya tidak kenapa-kenapa nantinya dna hanya murni karena kecapaian.

__ADS_1


Ceklek.


Like.vote.gift🤗🤗🤗


__ADS_2