My Sexy Hot, Pak Tentara

My Sexy Hot, Pak Tentara
Part 75


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Brak....


Pintu mobil tertutup dengan keras hingga menimbulkan suara yang membuat orang disekitar area seketika menengok kearah sumber suara tersebut.


Seorang pria dengan kaki panjangnya sedang berlari meninggalkan mobil yang bahkan diparkirnya dengan sembarangan dan melempar begitu saja kunci mobil ke arah petugas bandara yang kebetulan ada tak jauh dari mobilnya bahkan dirinya tidak sadar dengan apa yang dikenakannya kali ini yang hanya bersinglet warna hitam yang menampilkan lengan serta dada bidangnya dan tak lupa celana training dengan warna senada bahkan dirinya tidak menghiraukan kakinya yang kembali berdarah saat tadi sudah dibalut dengan kasa.


Nafasnya memburu bahkan jantungnya berdetak tidak karuan, sungguh berita yang sangat mengejutkan baginya pagi ini apalagi dengan pernyataan yang diberikan oleh orang yang selama sang istri tinggali disana yang menyatakan bahwa istrinya sedang menuju kembali ke tanah air dengan menggunakan pesawat seperti yang tertera dalam berita siaran langsung pagi tadi, bahkan wanita paruh baya sampai menangis tersedu-sedu diujung telfon dan memohon untuk mencari wanita yang kini ternyata telah mengandung buah hati mereka.


Kejutan bahagia namun seketika juga menjadi kejutan yang penuh luka, berharap dan berharap bahwa sang istri baik-baik saja, sungguh dirinya merasa gagal sangat gagal untuk menjaga wanitanya, istrinya bahkan ketiga calon buah hatinya.


Andai...andai waktu bisa diputar ulang saat dirinya menjenguk sang istri 2 minggu yang lalu dan mengetahui kehamilannya pada saat itu juga, dirinya mungkin akan langsung membawa sang istri untuk kembali ketanah air bersamanya walau harus berdebat dengan orang yang dihormatinya namun dia tak perduli dan sekarang semua sudah terjadi musibah tersebut tak bisa dielak lagi bagaimana pun dirinya meminta untuk tidak terjadi pada keluarga kecil yang baru dibangunnya.


Mungkin ini lah maksud sang istri jika dirinya akan menerima balasannya, jika memang demikian dia rela menerima balasan apapun namun tidak dengan kehilangan keempatnya bahkan bila dia dihukum untuk membeli barang mewah atau bahkan melakukan segala yang dipinta sang istri tentu dengan senang hati dia akan berjuang dan berusaha untuk melakukannya.


Bukankah semua ini tidak adil baginya, dirinya baru saja merasakan indahnya merengguk sebagai pengantin baru yang usia pernikahan belum genap dua bulan bahkan dirinya harus berpisah untuk waktu yang lama dan kini disaat sang istri sudah menuju kerumah asalnya bahkan ujian yang paling berat kini datang menerjang namun sebisa mungkin dia harus berfikir positif bahwa wanita yang dicintainya serta ketiga buah hatinya dalam keadaan baik.


Hosh...hosh...hosh...


Nafas Tristan memburu dengan mata tajamnya melirik kesana kemari yang memang bandara tersebut lebih banyak orang dari sebelumnya bahkan banyak nya dari mereka yng sedang menangis histeris dan tak urung ada juga yang sampai pingsan.


"Permisi...permisi"...


Ucapan tegasnya sambil menyibak diantara kerumunan yang saat ini sedang menangis pilu tak jauh dari papan informasi dan hati kecilnya mengatakan bahwa saat ini sang istri beserta anak-anaknya dalam keadaan baik bahkan dirinya menolak untuk percaya hingga kini tujuan langkahnya menuju papan informasi yang berisi nama-nama para penumpang yang menaiki pesawat tersebut agar rasa penasaraannya tidak terbukti.


Kini dirinya sudah berada didepan papan informasi dengan teliti dia mencari nama sang istri berharap bahwa nama tersebut tidak ada di list yang tertempel di kertas berwarna putih itu.


Satu persatu ditelusuri hingga matanya seketika terpaku saat membaca nama tersebut.


"Dalila Bareeka haniya park, usia 23tahun"...


Degh...degh...degh...

__ADS_1


Tubuhnya seketika melemas bahkan detak jantungnya seketika berdetak tidak beraturan, Tristan menggeleng-gelengkan kepalanya dengan mata yang kian memanas berharap berharap itu bukan nama sang istri.


"Tidak...tidak...itu bukan namanya"...


Gumamnya pelan dan sekarang setetes demi setetes air matanya berjatuhan.


Dirinya sudah tidak menghiraukan jeritan dan tangisan pilu disekitarnya, perlahan langkahnya mundur dengan tatapan kosong tetap terarah ke papan informasi.


Dan kini langkahnya berhenti saat sudah menjauh dari kerumunan manusia-manusia yang mungkin anggota keluarganya ada didaftar tersebut.


Bayangan-bayangan sewaktu mereka berjumpa 2 minggu lalu saat dirinya memutuskan untuk menyewa sebuah hotel sebagai sarana honeymoon walau hanya sesaat.


"Mas...nanti jika Lila hamil, mas ingin anak cowok apa cewek?"...


Tanya sang istri sambil menadahkan wajahnya saat mereka sehabis melakukan ritual yang menguras tenaga dan berbagi peluh namun hal tersebut selalu menjadi candu bagi pasangan halal.


"Emangnya istri mas yang paling cantik ini mau anak cewek apa cowok?"...


Tanya Tristan balik dengan tatapan lembut saat sebelah tangannya merengkuh pinggang polos sang istri sedangkan tangan satunya digunakan untuk menjawil hidung mancung wanita yang kini sedang menatapnya.


"Lila mau yang pertama cowok, kalau mas?"...


Tanyanya kembali karena sang suami masih belum menjawab pertanyaannya.


Ucapnya sembari tangannya berpindah untuk mengusap lembut pipi sang istri.


"Ihhh...mas...kok kembar, kan kita nggak punya gen kembar"...


Protesnya saat mendengar harapan sang suami.


"Kalau Allah sudah berkehendak, bukankah kita hanya perlu menerimanya"....


"Iya sih"...


Gumamnya pelan.


"Semoga, Allah mengabulkan doa kita ya mas"...


Doanya dengan tulus sembari membawa telapak tangan sang suami keperut yang masih datar tanpa mereka tahu jika didalam sana keinginan mereka sudah terkabulkan.

__ADS_1


"Sebaiknya kita mulai kembali ronde selanjutnya agar si twins segera hadir"...


Seringainya mesum sedangkan sang istri terpekik namun tak lama didalam ruangan tersebut kembali terdengar suara-suara yang sungguh membuat bagi kaum jomblo seketika meronta-ronta.


Tes...tes...tes...


Airmata Tristan mengalir deras saat pembicaraan mereka soal baby twins melintas dibenaknya.


Bahkan kini fikirannya serasa kosong, seharusnya langkah yang diambil adalah kebagian informasi soal pencarian korban namun kakinya seolah lesu tak dapat melangkah kearah sana seakan otot-otot kakinya tidak berdaya saat ini.


"Aaahhhhrrrgggggghhh DALILAAAA"...


Tristan berteriak sekuat tenaga sambil wajahnya mendongak keatas dengan kedua tangan yang mengepal kuat bahkan kini dirinya terduduk dilantai setelah mengeluarkan suara yang mewakili perasaannya saat ini.


Bahkan kini dia menjadi pusat perhatian namun dirinya tak perduli yang dirasakannya saat ini adalah bahwa itu semua hanya mimpi sang istri kembali dengan keadaan baik-baik saja, dirinya berdoa agar sekarang dia merasakan pelukan sang istri, pelukan hangat dari wanita mungil yang saat ini sedang berbadan empat.


Menolak tentu saja dia menolak bahkan dia tidak percaya dengan semua itu hingga tak lama.


Grep.


Degh.


Jantungnya seketika berhenti saat dirinya mencium aroma, aroma khas seseorang yang selalu dicintainya, seseorang yang sudah menjadi teman halalnya, seseorang yang telah meluluh lantahkan dunianya saat mendengar berita mengerikan itu, seseorang yang sedang mengandung ketiga buah hatinya sekaligus, ya... dia adalah Lila sang istri Dalila Bareeka haniya park yang sedang memeluknya.


"Mas"...


Ucapan lembut serta suara yang dirindukan beberapa hari ini dengan kedua tangan mungil yang kini telah melingkar sempurna diperutnya.


Tangannya bergetar perlahan namun pasti kini dia dapat menyentuh tangan halus tersebut.


Tes...tes...


Tristan seketika membalikkan badannya dengan memegang sedikit kuat tangan sang istri namun tak sampai menyakitinya hingga pandangannya menangkat wajah cantik Lila yang tengah tersenyum manis.


Cup.


Tristan dengan cepat memegang kedua sisi wajah sang istri dan langsung melabuhkan ciuman lembut dibibir mungil yang sudah memanggilnya.


Ciuman tersebut diiringi dengan tetesan air matanya dengan mengucap syukur berkali-kali dirinya menangis kali ini tangisan bahagia sebab sang istri dalam keadaan baik-baik saja.

__ADS_1


Nah...kan...kan...makanya jangan su uzdzon sama othor🤣🤣🤣🤣


Kabur ahhhh🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣


__ADS_2