My Sexy Hot, Pak Tentara

My Sexy Hot, Pak Tentara
Part 38


__ADS_3

Maafkan mom ya readers tercinta kalau mom belum bisa crazy up sebab mom ada kesibukan beberapa hari ini dan mom sempetin up walau hanya satu ep saja, karena mom sudah sangat lelah kalau sudah nyampe rumah, InsyaAllah mom bisa crazy up mulai awal pekan besok...


Like.vote.gift 😘😘


Happy Reading🤗🤗🤗


Tristan masih berdiri ditempatnya sambil memasukkan kedua tangannya di masing-masing kantong celana yang dipakainya dengan pandangan tak lepas menyorot ke arah wajah yang tadinya merintih kenikmatan namun sekarang berubah menjadi pucat pasi dengan dihiasi keringat-keringat diwajahnya.


Sedangkan Aera dengan wajah pias serta pucat pasi menggerakkan matanya kesana kemari untuk mengambil apa saja yang bisa menutup tubuhnya dan parahnya lagi dia sampai tak sadar jika bagian inti mereka berdua masih menyatu.


Dan Tristan menyadari hal itu membuatnya seketika menyunggingkan senyuman miring dengan menggelengkan kepalanya menyadari bahwa selama ini ternyata dirinya telah buta, buta karena cintanya kepada sosok wanita yang saat ini naked didepan matanya dan sialnya lagi dengan lelaki lain.


"Kenapa?"...


Tanya Tristan lirih pada wanita yang belum mengeluarkan suaranya sejak kepergok olehnya.


Tristan menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu meraup wajahnya yang nampak memerah.


Tristan melangkahkan kakinya dan diambilnya kain tak jauh darinya dilemparkan begitu saja kesembarang arah agar Aera tak bisa menjangkaunya, ya matanya menangkap tangan Aera yang hendak meraih kain untuk menutupi tubuh nakednya, bukan Tristan ingin melihat tubuh naked yang begitu menjijikkan dimatanya itu.


Sret...


Kain yang dinyakini adalah gaun Aera melayang menjauh dari jangkauan sang empu.


Aera semakin kelabakan dibuat oleh lelaki yang baru beberapa minggu bisa diraihnya kembali, karena sejujurnya Aera memang masih mencintai Tristan laki-laki yang menjadi cinta sekaligus pacar pertamanya namun keadaan membuatnya hingga terjerumus kedalam lembah dosa.


"KENAPAAAAA?"....


Suara Tristan seketika menggelegar didalam ruangan tersebut.


"Ma...maafkan ak...kku Triss..."...


Ucapnya terbata-bata dengan airmata yang luruh begitu saja karena baru kali ini dirinya mendengar suara teriakan dari Tristan karena semenjak kenal, Tristan tidak pernah menaikkan suaranya sedikitpun bahkan lelaki itu memperlakukannya dengan lembut, Aera menundukkan pandangannya dan jangan lupakan dengan kedua tangan menutupi aset gantungnya.


"Ssstttt...."....

__ADS_1


Tristan menjulurkan telunjuknya dan diletakkannya tepat didepan bibirnya sendiri.


"Jangan pernah sebut nama gua dengan mulut berbisa lu "...


Ucapnya pelan namun terdengar tegas dan dingin.


Degh.


Jantung Aera seketika berdetak lebih kencang.


"Tolong maafkan aku tris, aku tau aku salah tolong maafin aku, aku janji aku akan berubah dan aku ak..."...


Ucapan melas Aera seketika terhenti saat melihat Tristan mengangkat sebelah tangannya diudara untuk menandakan dirinya berhenti berbicara sedangkan Mike hanya menghela nafas pelan sambil melihat bergantian antara Tristan dan Aera yang saat ini masih berada diatas tubuhnya dwngan posisi diatas sofa panjang.


"Gua nggak butuh perubahan yang akan lu lakuin nantinya, ckkk...bodoh banget gua bisa tertipu sama wajah palsu lu"...


Tristan menggelengkan kepalanya sambil tertawa miris dengan apa yang didapatkannya sekarang, pengkhianatan, kekecewaan dan terluka.


"Ya gua sangat bodoh...bodoh banget...bodoh karena masih menjaga cinta lu sampai kini, bodoh karena gua cuma terpaku dengan cinta yang semu, bodoh karena gua ternyata mencintai orang yang salah bahkan orang tersebut dengan suka rela melempar tubuhnya ke lelaki yang belum menjadi suami, kenapa...kenapa lu ngelakuin ini ke gua, kenapa lu tega sama gua, apa kurangnya gua buat lu, apa karena gua bukan orang kaya makanya lu bisa mempermainkan cinta tulus gua, apa ini balasan dari penantian panjang gua"...


Lirihnya sambil menundukkan kepalanya saat teringat hal-hal indah yang pernah mereka lalui sewaktu remaja dan seketika dirinya tertawa, tertawa miris dengan apa yang telah dilakukannya selama ini, ya dia sungguh menyesal sangat menyesal, wanita yang diharapkan untuk menjadi ibu dari anak-anaknya kelak kini hanya menjadi kenangan, kenangan terburuknya.


Sambungnya.


"Terima kasih berkat lu, gua pernah ngerasain yang namanya jatuh cinta, terima kasih gua sudah bisa ngerasain yang namanya menunggu namun berakhir dengan sangat menyakitkan, terima kasih atas lukanya yang baru lu torehkan"...


"Gua berharap untuk tidak lagi bertemu sama lu lagi dikemudian hari dan hubungan ini berakhir hanya sampai disini, semoga lu bahagia nantinya dan jangan pernah lagi muncul dihadapan gua."


Ucapnya terjeda sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu pandangannya kearah lelaki yang tak bergeming sama sekali.


"Saya tak mengenal anda begitu pun dengan anda, tapi saya harap kejadian seperti ini tak pernah anda rasakan ketika melihat orang yang kita sayang malah bermain dibelakang kita dan saya harap anda tidak mendapatkan karma atas apa yang telah anda lakukan dibelakang keluarga anda."....


Ucapnya tegas dan langsung berlalu begitu saja meninggalkan wanita yang telah menorehkan luka untuknya


Degh.

__ADS_1


Mike seketika terhenyak ketika mendengar penututuran dari pria yang merupakan kekasih dari wanita yang menjadi selingkuhannya ini.


Kecewa, terluka yang dirasakan oleh Tristan saat ini dan hatinya sangat sesak mengingat apa yang sudah terjadi padanya.


"Maafkan Tris ma, maaf karena Tris nggak pernah mau mendengar ucapan mama."...


Ucpanya lirih saat sudah berada diluar kamar tersebut sambil mendongakkan kepalanya.


Puk.


Tristan seketika terhenyak dan langsung melihat kearah tangan yang berada dipundaknya.


Tristan menampilkan senyum palsunya saat mengetahui bahwa pemilik tangan tersebut adalah Dony sahabatnya.


"Apa karena hal ini lu bawa gua kemari?"...


Tanyanya dengan lirih.


"Maafin gua Tris"...


Ucapnya sambil menundukkan kepalanya.


"Terima kasih don, dengan begini gua tahu seperti apa wanita itu sebelum semuanya terlambat"....


Ucapnya tulus sambil memandang kearah dony.


Dony seketika mengangkat kepalanya, dirinya merasa sangat iba terhadap sahabatnya ini, Dony sangat paham dengan apa yamg sedang dirasakan oleh Tristan namun dirinya juga bersyukur sahabatnya bisa lepas dari wanita seperti Aera.


Menunggu, kata orang hal yang paling sulit untuk dilakukan adalah menunggu, namun Tristan selama ini bersabar untuk menunggu hari dimana kekasihnya kembali dan ternyata penantian panjangnya terbayar dengan kembalinya wanita pujaannya namun semua itu ternyata hanya kebahagian sementara sebab dirinya harus dihadapkan dengan kenyataan, kenyataan yang sangat menyakitkan untuknya, kenyataan yang sebenarnya sulit untuk diterima namun dengan mata kepalanya sendiri akhirnya dirinya bisa dengan mata terbuka untuk menerima hal menyakitkan ini, menerima kegagalan dalam menjalin hubungan yang baru kandas beberapa menit yang lalu, dengan langkah gontai Tristan berjalan menyusuri lorong tersebut.


"Selamat tinggal cinta, selamat tinggal Aera, aku harap untuk kedepannya kita tak lagi bertemu untuk bertatap muka"...


Mom sempatkan loo readers buat up, besok lagi yaaa🤭🤭🤭🤭


Jangan marah sama babang Tantan, karena posisinya sebenarnya nggak salah sebab dirinya hanya mencoba untuk membentengi hati agar tidak menerima cinta yang lain oleh sebab itu dia akan cuek serta dingin kepada wanita yang mendekatinya karena dia hanya ingin menjaga hatinya saja untuk cinta yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak kejelasan dan kesetiaan itulah prinsipnya dalam menjalin hubungan dengan satu wanita saja sebab Tristan bukan type lelaki untuk mempermainkan hati seorang wanita dan tanpa disadarinya bahwa sikapnya inilah membuat seorang gadis cilik terluka.

__ADS_1


Like.vote.gift


Salam cium😘😘😘


__ADS_2