
Happy Readingπ€π€π€
Like
Vote
Gift
Tidak Terasa hari ini adalah hari ketiga Lila berada di Negara kelahirannya dan segala urusan mengenai pekerjaannya telah diselesaikan dengan baik dan tentu saja atas bantuan dari Salim serta Marsha, Lila melepas rindu dengan berkumpul bersama keluarganya dan tentu adanya tambahan calon anggota keluarga baru, Chika sengaja diajak oleh tunangannya agar bisa bertemu langsung dan berkenalan dengan Lila, sahabat sekaligus kakak sepupunya yang sudah seperti kakak kandungnya sebab Lila sekarang semakin bersikap dewasa walau terkadang sifat kekanakannya muncul, tentu hal tersebut disambut antusias oleh Chika membuat Nino merasa bahagia bisa mendapatkan gadis secantik dan sebaik Chika yang bisa mengerti dirinya.
Lila sungguh merasa bahagia bisa kembali berada ditengah-tengah keluarganya namun dirinya juga tidak boleh egois untuk memutuskan segala sesuatu tanpa perundingan terlebih dahulu dan seharusnya besok mereka sudah kembali ke Negara Thailand namun Maminya mengurung diri sejak pagi tadi sebab Lila ijin untuk kembali ke Thailand dan tentu hal tersebut semakin membuat Lila merasa bersalah dan bingung.
Karena sejujurnya, dirinya ingin sekali tinggal dan menetap di Tanah kelahirannya bahkan berangan-angan ingin memiliki keluarga bersuamikan orang asli pribumi dan bukan yang berasal dari luar seperti laki-laki yang selama ini mendekatinya yang berasal dari luar namun dirinya sungguh tidak tertarik dengan wajah bule dia tertarik dengan wajah lokal saja.
Lila langsung mencari ponselnya dan setelah menemukannya Lila segera keluar dari dalam rumah tersebut yang kebanyakan sedang berkumpul di ruang keluarga dan hanya Yana serta Nella yang sedang merajuk didalam kamar utama.
Setelah ijin pada keluarga yang ada, Lila lantas bergegas keluar rumah dengan pakaian santai miliknya sedari dulu.
Dengan tubuh seputih kapas dan mulus serta tinggi badannya yang hanya menambah beberapa centi saja namun tetap pesona seorang gadis keturunan Thailand itu tidak luntur bahkan semakin terlihat mempesona karena semuanya ada campur tangan Maura dan Marsha yang mengubahnya menjadi seorang gadia yang sangat cantik walau sifat bar-barnya terkadang masih muncul.
Tut...tut...tut...
π"Halo Assalamualaikum sayang"...
Jawab salam disebrang sana ketika panggilannya terhubung.
"Waalaikum salam ocan, emm ocan sedang apa?"...
Tanya Lila sambil menggigit kecil kukunya dengan perasaan ragu saat dia akan mengatakan sesuatu hal.
π"Sedang duduk bersantai sayang, ada apa.... heum... sepertinya ada hal yang penting yang mau Lila sampaikan?"...
Tebaknya saat mendengar suara cucunya yang meragu akan menyampaikan sesuatu.
Huft...
__ADS_1
Lila menghembuskan nafas dengan sedikit pelan lalu menyenderkan tubuh rampingnya tepat di tiang teras depan rumah maminya sambil menyampirkan rambut panjangnya kebelakang yang menutupi wajah cantik tanpa make up karena terkena hembusan angin sore itu.
"Ehem...begini ocan, bisakah Lila tinggal lebih lama disini, mami sepertinya beneran marah sama Lila, Lila janji setelah membujuk mami, Lila bakal langsung pulang"...
Cicitnya pelan dengan tangan yang tak hentinya berada dibibir seksi miliknya.
Maura lantas terkekeh kecil disebrang sana saat mendengar ucapan cucunya yang ternyata menginginkan untuk tinggal disana lebih lama.
π"Dengar sayang, ocan nggak pernah ngelarang Lila untuk lebih lama tinggal disana, tapi..."...
Ucap maura menggantung.
"Tapi apa ocan?"...
Tanya Lila dengan tak sabar.
π"Tapi jangan lupa dengan kewajiban Lila disini, bukan Ocan melarang Lila untuk disana lama-lama... 2 minggu apa cukup sayang"...
Ucap maura disebrang sana.
Lila seketika menerbitkan senyumnya saat mendengar ucapan Ocan yang memberinya waktu 2 minggu untuk membujuk maminya serta melepas kerinduannya walau sebenarnya waktu segitu masih kurang untuk Lila, namun apa yang diucapkan Ocan nya benar karena memang dia bakal jadi calon penerus selanjutnya maka dia akan terus belajar bersama ogan.
Ucapnya sumringah sambil melabuhkan ciuman diponselnya dan seketika mematikan panggilan tersebut.
Lila merasa senang sekali, karena bisa memiliki orang-orang yang begitu menyayanginya namun seketika senyumnya menyurut saat netranya menatap gambar di walpaper miliknya, ponsel yang hanya dia yang pegang dan diharamkan untuk orang lain memegang ponsel miliknya tanpa terkecuali.
Di usapnya pelan wajah seorang pria yang ada dilayar ponselnya, gambar yang berhasil dia ambil sewaktu masih menjadi tetangga lelaki pemilik hatinya dulu namun sepertinya hingga kinipun nama lelaki itu tidak tergeser sama sekali dari hatinya bahkan semakin kuat rasa cintanya dan rindunya.
"Bisa gila kamu La, ayo dong lupain-lupain...dah punya pasangan tau, nggak mau kan kalau kamu bakal dikatain sebagai pelakor"...
Gumamnya sambil memukul-mukul pelan kepalanya lantas dirinya berbalik dan memeluk tiang berwarna putih tersebut dan melanjutkan aksinya tanpa tau jika ada seseorang yang sedang mengamatinya sejak tadi karena saking fokusnya dengan ponselnya itu.
Sedangkan di luar pagar sepasang mata masih mengamati keadaan sekitar serta gadis yang tengah menelfon tersebut, dirinya seketika menyeringai dan turun dengan perlahan dengan langkah yang teramat pelan dan keberuntungan berpihak padanya sebab gadis incarannya tersebut masih melakukan belum menyadari keberadaannya
Hap...
__ADS_1
"Eeemmmppttt...emmpppttthhh....eemmmp..."...
Lila seketika meronta-ronta saat sesuatu membekap dirinya dan bersamaan sebuah sapu tangan menutup hidung serta mulutnya.
Lila mencoba untuk memukul orang tersebut dari belakang namun tubuhnya semakin lama semakin lemas hingga beberapa saat pandangannya semakin mengabur dan menggelap hingga dirinya sudah tidak sadarkan diri.
Sedangkan lelaki dan membekap serta memeluknya dari belakang segera mengangkat tubuh gadis tersebut dan langsung membawanya keluar dari rumah berlantaikan dua itu.
Dipandanginya wajah cantik gadis tersebut sambil mendudukkannya dikursi penumpang dan segera mengambil selimut yang memang ada di diletakkan didalam mobil miliknya.
Gleuk...
Lelaki tersebut menelan ludahnya dengan kasar saat melihat dengan nyata tubuh gadis yang putih bersih dan jangan lupakan memakai pakaian yang minim, tangtop serta celana yang super pendek berwarna hitam sangat kontras dengan kulit mulus dan putih seputih kapas itu.
Membuat jiwa kelelakiannya bangun seketika setelah sekian purnama tertidur apalagi usia yang sudah menginjak 30 tahun membuat dirinya susah untuk menahan segala yang ada dalam dirinya karena belum saatnya melakukan hal tersebut.
Cup.
Diciumnya pelan bibir berwarna pink itu setelah berhasil menutup tubuh gadis itu dengan selimut yang diambilnya.
"Maaf"...
Lirihnya dan langsung menutup pintu mobil belakang dan segera masuk kedalam pintu depan untuk menjalankan mobil yang disewanya.
Lelaki tersebut menyunggingkan senyuman terus menerus sambil sesekali memerhatikan gadis yang masih menutup mata karena ulahnya.
Dikemudikan mobil dengan hati-hati dan segera menuju lokasi yang memang sudah dipersiapkan dengan matang.
Nah...nah...nah...sapose yaaaπ€π€π€π€
Maafkan mom ya readers, semalam nggak bisa lanjut up, anak lagi manja pengen disayang alhasil ketiduran dehββ
Like
Vote
__ADS_1
Gift
πππ