
Happy Readingπ€π€π€
WARNING !!!!! π₯π₯π₯
Sepasang suami istri keluar dari sebuah ruangan obgyn dengan wajah sumringah, perasaan khawatir akan terjadi sesuatu kini berubah menjadi kabar bahagia sebab adanya tambahan anggota keluarga baru yang kini masih bersemayam didalam rahim seorang wanita yang masih tergolong muda walau sudah pernah melahirkan tiga orang putra.
"Ingat kata dokter jangan terlalu lelah sayang." Ucap Tristan ketika memasang seat belt kepada sang istri dengan penuh perhatian.
Lila mengulum senyum lalu mengangguk patuh.
Sungguh berita tentang kehamilannya kali ini sangat dinantikan sebab sudah setahun lalu mereka memang merencanakan tentang adanya tambahan anggota baru yang berjenis kelamin sama dengan sang istri namun terlepas dari itu semua, mereka akan menerima dengan ikhlas dan tetap bersyukur apapun hasilnya nanti.
Sepanjang perjalanan menuju kediaman sederhana mereka, sesekali sepasang calon orang tua baru lagi itu sesekali terlibat berbincangan hangat nan bahagia.
Dan tak butuh waktu lama berita tentang kehamilannya pun kini sudah tersebar hingga ke telinga sang Ocan, bahkan wanita paruh baya yang masih terlihat energik itu ingin segera bertemu dengan cucu serta cicit-cicitnya yang memang sudah berapa bulan tak ia kunjungi.
"Hei...anak bunda kok nggak ikut keluar buat makan malam?" Tanya Lila dengan lembut sembari mendudukkan bo kongnya disisi ranjang dimana sang bungsu sedang meringkuk diatas tempat tidur.
Pasalnya sejak tahu berita bahagia tadi siang, si bungsu nampak kehilangan senyum bahkan bocah yang biasanya cerewet dan overprotektif bila sang bunda disentuh sang ayah kini menjadi pendiam dan tentu Lila paham dengan yang terjadi pada putra bungsunya itu.
"Apa Arion tidak suka jika diperut bunda ada dedek bayinya?" Tanya Lila dengan suara sendu dan tangan lembutnya mengelus rambut sang anak.
Mendengar suara sendu sang bunda yang amat dicintainya, Arion segera bangun dari posisinya dan.
Grep.
"Maafin ion bunda." Lirihnya didalam dekapan sang bunda dan tentu Lila segera membalas dekapan si bungsu yang kini sedang terisak lirih.
"Jelaskan sama bunda, kenapa Arion mengurung diri dikamar? bukankah Arion paham jika kita sedang berkumpul, kita harus ikut bergabung apalagi ada oma dan opa." Jelasnya dengan lembut sembari mengusap penuh kasih sayang rambut sang anak.
Arion hanya mampu menganggukkan kepalanya pelan karena dia paham, bahwa jika sedang ada anggota keluarga yang berkumpul mereka harus berbaur bersama karena sangat jarang mereka bisa berkunjung.
"Apa bunda masih telus sayang sama ion, kalau dedek bayinya nanti sudah lahil?" Tanyanya dengan lirih sambil mendongakkan kepalanya agar bisa melihat sang bunda.
__ADS_1
Degh.
Detak jantung Lila berdegub ketika mendengar pertanyaan sang bungsu.
"Dengar sayang, walau nanti adek bayinya sudah lahir, tentu bunda dan ayah akan tetap sayang sama kalian, jangan berfikir jika bunda hanya sayang dengan satu anak... Namun bunda dan ayah minta Arion juga bisa sayang sama dedek bayi, oke." Jelasnya dengan lembut dan mengusap air mata Arion yang mengalir dipipi cubbynya.
Setelah memberi pengertian pada sang putra bungsu kini Lila keluar dari kamar sang putra lalu mengambilkan makan malam dan tentu Lila mengabulkan permintaan sang putra yang ingin makan disuapi kali ini sebab ia paham keresahan yang sedang dirasakan oleh putra bungsunya itu.
Ceklek.
Tristan menolehkan kepalanya ketika mendengar pintu kamar mereka terbuka dan kedua sudut bibirnya terangkat keatas saat melihat bahwa sang istrilah yang masuk kedalam kamar mereka.
"Sudah yang?" Tanya Tristan dengan tangan yang masih sibuk mengancing piyama tidurnya.
Lila melangkah mendekat kearah sang suami sambil mengangguk pelan dan tersenyum.
Tristan memabalas senyuman sang istri lalu merentangkan kedua tangannya saat dirinya telah selesai dengan aktifitasnya.
Grep.
"Ada apa cinta?" Tanya Tristan dengan mengelus rambut sang istri tak lupa memberikan kecupan-kecupan kecil dipuncak kepala istrinya itu.
Lila menggelengkan kepalanya pelan namun wajahnya mengunyel-ngunyel didada sang suami yang terbalut piyama.
"Kangen." Rengeknya dengan manja.
Tristan terkekeh kecil dan jeri jemarinya menarik gemas hidung mancung sang istri.
"Kangen yang mana?" Godanya sambil memiringkan tubuhnya agar bisa melihat wajah sang istri.
Blush.
Dan benar saja wajah sang istri seketika memerah padahal mereka sudah menikah lebih dari 5 tahun namun tetap saja istrinya akan malu jika sudah digoda membuatnya semakin gemas dibuatnya.
__ADS_1
Pugh.
"Mas ihhh.." Rengeknya manjah dengan wajah semakin meringsek kedalam dekapan sang suami setelah memberi pukulan dipunggung kekar itu.
"Iya-iya maaf."
Dan tanpa bicara apalagi, Tristan dengan santainya mengangkat tubuh sang istri dengan posisi digendong didepan seperti bayi koala membuat Lika memekik kecil namun tak urung kedua tangan dan kaki langsung membelit tubuh sang suami agar tak terjatuh.
Dengan perlahan Tristan mendudukkan tubuh kekarnya diatas sofa tak jauh dari posisinya dengan keadaan sang iatri sekarang berada diatas pangkuannya membuat baju tidur model terusan yang dikenakan Lila terangkat hingga sebatas paha menampilkan kulit putih yang tidak ada noda sedikitpun.
Tanpa berucap satu katapun, bibir sen sual Tristan mengendus telinga sang istri hingga membuat tubuh Lila meremang dibuatnya, bahkan Lila harus menggigit bibir bawahnya dengan mata terpejam diceruk leher sang suami.
Tangan kekar Tristan membelai lembut punggung sang istri dengan gerakan yang semakin membuat tubuh Lila panas dingin.
Dengan pelan Tristan menjauhkan wajahnya agar bisa menjangkau sesuatu yang lembut nan kenyal.
Cup.
Bibir keduanya kini telah menyatu, saling mema gut, menye sap dan membelit hingga menciptakan udara yang semakin panas akibat gai rah yang semakin membara diantara keduanya.
Tak butuh waktu lama kain yang mereka kenakan kini berhambur entah dimana, terpampanglah tubuh volos keduanya hingga tak berjarak sama sekali.
Tristan masih terus menyusuri tubuh indah sang istri dengan memberi sentuhan-sentuhan yang membuat Lila menggelinjang tak karuan dan suara-suara merdu keluar dari bibir seksih Lila membuat Tristan semakin bersemangat mematik api agar terus membara.
"Mas sudah tak tahan lagihh yaangg." Suara berat nan parau menandakan bahwa has rat Tristan sudah berada diujung tanduk dan ingin segera menuju ke permainan inti.
Seolah mengerti keinginan sang suami, Lila mengangkat sedikit badannya untuk memulai permainan inti yang kini dikendalikan olehnya.
"Uuhhhhggg." Lenguhan keduanya terdengar ketika bagian inti mereka sudah menyatu, se sapan terasa membuat milik Tristan terasa dimanjakan bahkan matanya kian terpejam merasakan nik mat tiada tara padahal buka. sekali dua kali mereka melakukan penyatuan namun milik sang istri semakin terasa menggigit membuatnya selalu menginginkannya.
"Pelan-pelan cintahh, ada baby." Ucapnya dengan nada serak ketika sang istri mulai menari diatas tubuhnya, kini kedua tangannya meraih bulatan yang ada tepat didepan wajahnya dan mulutnya pun ikut memainkan pucuk yang menggoda matanya itu.
Dan yah...lanjutin sendirilah yak sama pasangan masing-masing...ingat sama yang halal yakπππ
__ADS_1