My Sexy Hot, Pak Tentara

My Sexy Hot, Pak Tentara
Part End


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Tangisan haru menghiasi sebuah ruangan, didalamnya terdapat sepasang suami istri yang sedang berpelukan meluapkan kerinduan diiringi dengan deraian air mata.


Bahkan pria tersebut tidak menghiraukan bahwa ada orang lain diruangan tersebut sebab fokusnya hanya pada sang istri yang sedang terbaring lemah diatas tempat tidur rumah sakit dan tidak lupa selang infus yang tertancap disalah satu tangan istrinya.


Berulang kali ucapan maaf terlontar dimulut seorang pria yang baru beberapa saat tiba disana, bahkan jika waktu bisa diputar ulang dia tak ingin melewatkan moment kelahiran ketiga buah hatinya namun apa mau dikata jika memang takdirlah yang sudah menggariskan segalanya dan inilah resiko yang akan terjadi karena tugas Negara yang diemban.


Tristan lalu melonggarkan pelukannya dan menatap sang istri dengan penuh cinta serta tatapan sendunya, tangannya terulur untuk menyeka air mata yang masih mengalir indah hingga membuat wajah sang istri sembab akibat tangisannya tadi.


"Maaf dan terima kasih istriku." Hanya itu yang mampu dia ungkapkan saat ini sungguh dia tidak bisa berucap apalagi selain kata-kata tersebut.


Lila hanya tersenyum lalu sebelah tangannya yang terbebas dari selang infus terulur untuk mengusap perban yang menjadi fokusnya saat sang suami baru masuk tadi.


"Mas terluka." Ucapnya lirih dan mengusap lembut perban itu.


"Mas baik-baik saja sayang, ini tidak parah."


Tok...tok...tok...


Sura ketukan pintu membuat Tristan menegakkan perlahan badannya dan netranya menangkap seorang wanita paruh baya yang berjalan menuju pintu.


"Ada mami yang?" Tanya Tristan pelan saat dirinya mengalihkan pandangannya kearah sang istri.


Lila hanya mengangguk pelan dan tersenyum tipis sedangkan Tristan nampak menggarukkan kepalanya yang tidak gatal, dia yakin jika sang mami melihat tingkahnya tadi namun karena dirinya orang yang bisa menutupi sesuatu jadi saat ini dia bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.


Dan tak lama pintu terbuka.


"Silahkan masuk suster." Ucap Yana saat melihat seorang suster mendorong sebuah ranjang bayi yang cukup besar.


"Permisi Nyonya." Ucap suster tersebut lalu mendorong ranjang bayi yang berisi tiga bayi yang sangat mencuri perhatian bagi para dokter dan suster yang bertugas pada saat diruang operasi tadi.


"Yang, anak kita?" Tanya Tristan saat melihat boxs bayi yang didorong oleh seorang suster, Lila hanya menganggukkan kepalanya pelan.


Tristan melangkahkan kakinya namun tujuannya kearah sang mami yang memandangnya dengan tersenyum.

__ADS_1


"Mih." Ucap Tristan mencium tangan sang mami dengan takzim lalu memeluk wanita paruh baya itu.


"Selamat ya nak, sekarang sudah jadi ayah." Yana menepuk pelan punggung Tristan saat menantunya itu memeluk tubuhnya.


Tristan lalu melerai pelukannya dan tersenyum haru.


"Terima kasih mih, terima kasih juga sudah mau menjaga istri Tristan." Ucapnya dengan tulus.


"Sama-sama nak, lihatlah ketiga buah hati kalian, mami mau keluar dulu." Yana mengelus pelan tangan sang menantu lalu tersenyum tipis, kini dirinya melangkah mendekati ranjang yang berisi sang putri.


"Mami keluar dulu sayang."


Cup.


Setelah mengucapkan kalimat tersebut, Yana segera berlalu meninggalkan ruangan namun tak lupa dia menghampiri ketiga cucunya sebelum benar-benar keluar dari sana sebab dia ingin memberikan waktu kepada keluarga kecil tersebut yang baru diberi kebahagiaan apalagi sang menantu sudah pulang walau keadaan yang tidak baik.


Sungguh mertua idaman karena pengertian.


Tristan berjalan mendekat kearah boxs setelah sang mami mertua keluar dari ruangan, matanya berkaca-kaca saat melihat ketiga buah hatinya sedang terlelap.


"Yang, anak-anak kita." Ucapnya dengan nada serak sembari menengok kearah sang istri.


Ya, anak mereka berjenis kelamin lelaki semua karena memang selama kehamilan Lila tidak memeriksakan jenis kelaminnya sebab mereka ingin menjadi surprise nantinya.


Tristan ikut tersenyum dan segera mendekat kearah boxs tersebut.


Matanya kian berkaca-kaca ketika melihat wajah para ketiga buah hatinya.


"Yang mana putra pertama kita yang?" Tanya Tristan


"Yang selimut biru putra pertama kita mas, yang merah putra kedua kita dan yang kuning sibungsu." Jelasnya.


Seolah merasakan kehadiran ayah mereka si sulung menggeliatkan badannya bahkan wajahnya memerah seperti hendak menangis.


"Yang, si abang." Beritahunya saat melihat si sulung menggeliat seperti menangis.


"Mas, minta tolong ranjangnya kasih naik, sepertinya abang haus." Pintanya dan Tristan segera menjalankan apa yang diperintahkan sang istri.


Lalu dengan tangan sedikit gemetar dia mengangkat bayi berselimut biru tersebut namun sebelumnya dia sudah mencuci tangan menggunakan cairan khusus yang tersedia didekat situ.


Lila merentangkan kedua tangannya saat melihat sang suami menggendong putra pertamanya untuk disusuinya.

__ADS_1


"Namanya siapa mas?" Tanya Lila sembari memperhatikan si aulung yang menghisap salah satu bukit yang semakin menantang sebab didalamnya ada sumber makanan bagi sikembar tiga.


"Namanya Aarash, putra kita kedua namanya Abrisam dan sibungsu Arion, gimana yang?" Tanyanya meminta pendapat sang istri.


Lila menarik kedua sudut bibirnya keatas dan mengangguk kepalanya pelan.


"Abang Aarash." Ucapnya pelan dan mengusap lembut pipi bayi yang sudah mengeluarkan pucuk sumber makanannya bahkan dalam keadaan mata tertutup bayi yang diberi nama Aarash Aghata Putra nampak tersenyum sepertinya ia sangat menyukai nama pemberian sang ayah.


Sedangkan Tristan menggendong putra kedua mereka yang diberi nama Abrisam Ragata Putra Lalu tersenyum lembut.


"Hay, kakak Abri, ini ayah sayang." Ucapnya lirih.


Namun tak berselang lama sibungsu nampaknya cemburu hingga mengeluarkan suara tangisnya membuat sepasang orang tua baru itu saling memandang dan terkekeh pelan seolah paham dengan situasi.


"Kakak Abri baring dulu ya sayang, adik kalian sepertinya cemburu." Kekehnya dan langsung meletakkan kembali putra kedua mereka.


"Uluh-uluh adek cemburu ya sama abang Aarash dan Kakak Abri." Godanya dan langsung menggendong si bungsu yang bernama Arion Argata Putra.


Tristan dan Lila lalu terkekeh pelan saat tidak lagi mendengar suara tangis dari sibungsu.


Mereka tersenyum bahagia saat melihat kehadiran ketiga putranya itu, tak ada gambaran lain selain kata bahagia bagi keluarga kecil mereka.


Sungguh hal ini adalah hadiah terbesar bagi sepasang suami istri itu, walau tak dipungkiri selama berumah tangga pasti akan ada penghalang namun sebisa mungkin mereka menyelesaikan dengan kepala dingin.


Ruangan itu kini kembali riuh saat kedatangan Opapi dan omami bahkan sikembar tiga langsung menangis secara bersamaan membuat ruangan tersebut kian riuh.


Tristan dan Lila mengulum senyum saat melihat sepasang paruh baya yang baru berganti gelar nampak kerepotan saat para cucu menangis bersamaan.


"Terima kasih, terima kasih istriku, sungguh mas sangat bahagia sekali."


"I Love u, my sexy hot pak Tentara."


Cup.


......**END......


Alhamdulillah akhirnya bisa menamatkan MY SEXY HOT, PAK TENTARA, Othor sangat-sangat berterima kasih kepada para pembaca setia yang selalu mendukung karya receh MOM OLLA.


Othor minta maaf jika banyak kesalahan dalam penulisan, karena othor juga cuma manusia biasa kadang khilaf tapi sepertinya banyak khilafnya ya🤣🤣🤣


MOM OLLA MENGUCAPKAN SELAMAT DATANG BULAN RAMADHAN**.

__ADS_1


__ADS_2