My Sexy Hot, Pak Tentara

My Sexy Hot, Pak Tentara
Part 22


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.vote.gift 😘


Part ini bocil harap minggir dulu, karena bakal ada yang mau MP walaupun sudah lewat jadi...hush...hush...🔥🔥🔥 takut haredang🤣🤣🤣


Tristan dan lila autur umpetin dulu ya, kita mau ke part pengantin baru🤭🤭🤭


Didalam sebuah kamar hotel yang sudah dihias sedemikian rupa untuk menyambut pengantin baru dengan bertaburan bunga mawar merah diatas tempat tidur beralaskan sprei berwarna putih sangat kontras dengan taburan bunga mawar merah.



Ceklek.


Tony membuka pintu kamar hotel yang sudah disediakan sambil sebelah tangannya memegang pinggul ramping sang istri, beruntung kebaya yang digunakan yana tidak berekor, simpel namun terkesan glamour.


"Ayo"...


Ajak Tony dengan lembut sambil menarik sang istri untuk masuk kedalam kamar pengantin yang sudah dipesankan oleh ocan lila.


Yana nampak mengikuti langkah sang suami dengan jantung berdebar-debar dan gugup luar biasa sebab setelah sekian purnama dirinya baru dekat dengan seorang pria apalagi kini sudah sah menjadi suaminya.


Brak.


Klik.


Pintu tertutup dan seketika bunyi suara kunci diaktifkan membuat yana semakin gugup hingga tanpa sengaja meremas tangan suaminya.


Tony lantas menoleh kearah istrinya dan dapat dilihat wajah tegang serta gugup.


Ditariknya pelan tubuh sang istri hingga jatuh ke dalam dekapannya.


"Rilex honey, jangan tegang...oke"...


Bisiknya mesra ditelinga sang istri sambil mengelus punggung istrinya yang masih berbalut kebaya putih.


Cup.


"Mandilah dulu, mas pesankan makan buat kita, agar punya tenaga extra"...


Tony mengerlingkan mata sambil tersenyum mesum membuat yana bersemu merah apalagi sang suami barusan mengecup pipinya.


Tanpa berucap apapun, yana lantas meninggalkan suaminya yang sedang tersenyum mesum dan buru-buru masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri karena merasa lelah dan gerah.


Tony yang melihat tingkah sang istri hanya terkekeh lucu, wanita sederhana yang mampu memikat hatinya.

__ADS_1


Jika memikirkan sang istri, Tony seperti ABG kembali sebab tingkah yana yang terkadang sungguh menggemaskan padahal usianya sudah tak lagi muda, namun justru Tony senang dan dirinya akan berusaha untuk menjadi seorang suami yang bertanggung jawab bagi istri serta anak-anak mereka nanti.


Terkadang Tony merasa prihatin akan perjalanan hidup yana, namun dirinya salut bisa menjalani kehidupan yang penuh dengan lika-liku apalagi hingga bisa merawat keponakannya dengan baik walaupun putranya sendiri (Anak yana) tak bisa diasuhnya sebab menurut penuturan yana, Alm. putranya meninggal saat akan dilahirkan pada saat perjalanan kerumah sakit.


Setelah Tony melakukan pendekatan satu tahun yang lalu, yana berterus terang akan kisah hidupnya dan dari sanalah Yana ternyata pernah melahirkan walau anaknya tak bisa diselamatkan, bukan Tony menjauh setelah mengetahui jalan cerita yana justru Tony semakin yakin ingin menjadikan Yana ibu sambung bagi putranya serta anak-anaknya kelak.


Tak ingin mengingat masalalu, Tony lantas meraih gagang telfon yang tersedia diatas nakas samping tempat tidur yang sudah dihias begitu cantik untuk memesan makanan mereka, membuat Tony tak sabar ingin menikmati bersama sang istri.


Setelah selesai memesan makanan Tony mulai membuka Jas putih serta dasi yang melilit dilehernya dan atribut lainnya hingga boxer saja yang tertinggal untuk menutupi ToJunya.


"Sabar Toju, sebentar lagi kamu sudah punya rumah tempatmu untuk merasakan kenikmatan"...


Ucapnya pelan sambil mengelus-elus miliknya yang nampak sedikit menggembung.


Tet...tet...


Suara bel pintu kamar hotel berbunyi, Tony lantas mencari badrobe untuk menutupi tubuh setengah nakednya dan setelah ketemu tony berjalan kearah pintu untuk membuka pintu tersebut.


Dan benar saja yang datang adalah Room servis yang mengantarkan makanan yang dipesannya, setelah memberi tips kepada pelayan laki-laki barusan, Tony segera membawa masuk troly yang sudah berisi makanan dan segera menutup serta mengunci pintunya.


Setelah meletakkan troly didekat meja, Tony memandang ke arah pintu kamar mandi dan belum ada tanda-tanda sang istri untuk menyudahi acara mandinya padahal yana sudah ada didalam sana 30 menit.


Tony segera mendekat kearah pintu kamar mandi dan ditempelkannya kepala hingga telinganya menyentuh daun pintu dan terdengar suara gemericik air menandakan sang iatri masih melakukan ritual mandinya.


"Coba ah...mana tau beruntung"...


Ceklek.


Gotcha!!!!


Keberuntungan ada dipihak Tony, mungkin istrinya lupa untuk mengunci pintu karwna saking gugupnya, lalu Tony menggelengkan kepalanya pelan sambil menyeringai mesum.


Dibuka dengan perlahan pintu kamar mandi dan dirinya melongokkan kepalanya, matanya seketika membola saat melihat tubuh naked sang istri berada dibawah guyuran shower dengan posisi membelakangi pintu, Tony hingga susah untuk menelan ludahnya dengan kasar.


Dengan jakun naik turun, Tony melangkahkan kakinya untuk bergabung dengan sang istri yang masih asyik dibawah guyuran shower, dibukanya badrob yang dipakainya tadi dan diikuti oleh satu-satunya kain yang menempel ditubuhnya hingga menyembullah sesuatu yang sudah berdiri tegak layaknya menara.


Mata tajam Tony terus tertuju pada objek didepan sana, sungguh pemandangan yang begitu indah hingga dirinya tak sabar untuk mencicipi hidangan nikmat didepannya yang saat ini tinggal beberapa centi saja jarak mereka.


Grep.


Tubuh yana seketika menegang kaku saat sepasang tangan kekar melingkar diperut rampingnya.


"Honey"...


Suara serak seorang pria terdengar ditelinganya dan dirinya sungguh dibuat tak berkutik saat suaminya ternyata ikut bergabung dengannya dikamar mandi dan dirinya seketika merutuki kebodohannya yang lupa akan mengunci pintu.

__ADS_1


"Ma...mas"...


Ucapnya terbata sambil menggigit bibirnya dan menggenggam tangannya apalagi saat dia merasakan sesuatu yang menonjol tepat berada diatas pinggangnya dan dirinya bukan gadis polos, dirinya wanita dewasa walau pernah merasakan sekali dan itupun karena dipaksa.


Tangan Tony mengusap dengan sensual perut ramping yana hingga pinggangnya membuat sang empu memejamkan mata untuk menahan rasa yang baru didapatnya.


Tubuh naked keduanya menempel semua dan Tony bisa mengekplore tubuh sang istri dari belakang, dinaikkannya dengan perlahan telapak tanganny hingga dirinya dapat menyentuh sesuatu yang padat dan kenyal berukuran jumbo hingga telapak tangannya tak muat untuk menyentuh pepaya sang istri.


Dimatikannya air shower lalu Tony mengecup leher jenjang putih dan mulus milik istrinya, disesapnya perlahan hingga menimbulkan ruam kemerahan membuat yana terpekik namun tetap menggigit bibir bawahnya.


"Keluarkan saja honey, mas mau dengar suara indahmu"...


Bisiknya sambil meneruskan kegiatannya dwngan tangan perlahan meremas pepaya gantung sang istri dan tangan satunya perlahan-lahan turun untuk menyentuh rumah bagi Tojunya.


"Ahhh...masss..."...


Suara ******* sang istri mulai terdengar hingga dirinya tersenyum disela aktifitasnya, sedangkan tangan dibawah sana terus menggoda pinggiran pintu bagi Toju untuk masuk nanti.


"Maaassss...eughhhh.."....


Lenguhnya saat sesuatu masuk menerobos pintu rumahnya tanpa permisi membuat dirinya menahan nafas oleh sesuatu yang masih bersarang dibawah sana.


"Sempit...honey...eemmm...sungguh nikmat"...


Desahnya dengan suara berat saat merasakan jari tangannya terasa terjepit oleh pintu surga milik sang istri padahal baru satu jari yang menerobos, digerakkannya perlahan jari tangan miliknya hingga membuat yana semakin tak karuan dibuatnya apalagi gerakan dibawah sana sedikit cepat.


"Oouuhhhggg mas...ya...yana mau pipis.."...


Pekiknya dan langsung keluarlah cairan setelah dibawah sana mengaduk-ngaduk hingga membuatnya tak karuan dan keluarlah ****** ***** miliknya dengan nafas yang ngos-ngosan.


"Enak..."...


Bisiknya setelah sang istri selesai mengeluarkan cairan kenikmatannya dan dengan polos yanga menganggukkan kepalanya pelan dengan mata masih terpejam dan jangan lupa jari milik Tony masih berada didalam sana.


"Nanti mas buat yang lebih nikmat lagi dari ini"...


Bisiknya sensual sambil mengecup leher sang istri.


Gleuk.


Hay...hay...readers tercinta...


Haduhhh siang-siang bikin haredang yaaa...🤭🤭🤭


Hayooo jangan lupa like.vote.gift sebanyak-banyaknya yaa...

__ADS_1


😘😘😘😘


__ADS_2