My Sexy Hot, Pak Tentara

My Sexy Hot, Pak Tentara
Part 51


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


"Ocan, nanti kalau kak Lila marah ma Nino gimana nih?"...


Bisik Nino kepada wanita paruh baya yang sedang mengawasi petugas EO.


Maura seketika menengok kearah cucu lelakinya dan tersenyum lembut sambil mengusap tangan Nino yang sedang bergelanjut manja walau sebenarnya dia juga merasakan kegugupan yang sangat luar biasa apalagi jika cucu perempuannya itu mengetahui kebenarannya.


"Hehehe...ocan juga sebenarnya lagi dag-dig-dug, mudahan pawangnya bisa nenangin Lila"...


Ucapnya sambil memijat pelipisnya pelan.


"Ihhhhh... ocan bisa aja"...


Ucapnya dan terus bergelayut tanpa tau bahwa sepasang mata sedang menatap kearahnya sambil tersenyum tipis.


Eh...


Seketika gadis itu terperanjat saat tangannya ada yang menyentuh membuat dirinya seketika menoleh lantas tersenyum saat tau siapa yang menyentuh tangannya.


"Mami"...


Ucapnya sambil menampilkan senyum tulusnya.


Mami pun membalas senyuman calon menantunya ini, wanita baik hati yang bisa menerima putranya dengan apa adanya tanpa melihat segala kekurangan yang dimiliki putranya itu.


"Apa kamu menyesal nak sudah memilih putra mami?"...


Tanya yana dengan tatapan menyendu.


Chika lantas menggenggam tangan wanita paruh baya itu, wanita yang hanya sebagai ibu sambung dari calon suaminya.


"Chika tidak pernah menyesal mi, sungguh...chika mencintai Nino dengan tulus seperti Nino yang bisa menerima serta mencintai Chika"...


Ucapnya dengan sungguh-sungguh.


Yana seketika tersenyum bahagia ditariknya wanita muda yang ada dihadapannya untuk masuk kedalam pelukannya dan tentu hal tersebut disambut bahagia Chika karena selama ini dirinya tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu dan hanya ayahnya saja yang selama ini merawat serta membesarkannya penuh dengan cinta dan kasih.


Dua pasang mata menatap kearahnya sambil tersenyum melihat kedekatan antara wanita paruh baya serta gadis muda itu dan segera mereka berdua menghampiri orang yang disayanginya yang sedang berpelukan.


Sedangkan didalam sebuah kamar nampak terasa hening setelah apa yang telah mereka berdua lakukan, dengan posisi Lila yang masih berada diatas pangkuan kekasihnya...kekasih tentu saja kata tersebut sudah dipatenkan oleh Lila jika saat ini mereka sudah menjalin hubungan menjadi status pacaran tanpa tau kejutan yang akan menantinya sebentar lagi.


"Ekhem"...


Tristan berdehem untuk menghalau rasa yang malu akan apa yang telah dilakukannya, bahkan dirinya menggaruk tengkuknya yang tak gatal sambil menetralkan gejolak didalam dadanya apa lagi dengan posisi gadisnya ini dan jangan lupakan dengan setelan yang sungguh membuat jiwa kelelakiannya memberontak setelah sekian lamanya hingga Lila merasakan sesuatu yang menonjol dibawah pantatnya hingga dirinya mendongakkan kepalanya.


"Om, itu apa...kok ada yang gerak-gerak, emang Lila dudukin apa sih?"...


Tanyanya dengan wajah polos sambil memandang wajah tampan kekasihnya yang sekarang memerah.

__ADS_1


"Kok muka om merah?"...


Tanyanya kembali sambil memegang wajah tampan dihadapannya ini.


Tristan seketika menggeleng pelan dengan wajah yang memerah antara malu dan sesuatu dalam tubuhnya sedang bergejolak, Tristan mengumpat kesal pada dirinya sendiri yang entah kenapa fikirannya menjadi mes*m seperti sekarang.


"Sayang...bisakah jangan manggil om"...


Ucapnya mengalihkan pertanyaan polos Lila.


"Laa...emang kenapa, dari tadi juga om manggil diri om sendiri seperti itu, terus Lila harus manggil apa?"...


Tanyanya dengan tangan yang masih menyusuri wajah tampan Tristan.


"Iya maaf, manggil apa aja deh yang penting jangan om lagi ya"...


Pintanya dengan sedikit memohon dan Lila menganggukkan kepalanya pelan.


"Em...apa yaaa"...


Lila sambil menekan-nekan dagunya menggunakan telunjuknya sambil berfikir sejenak untuk mencari panggilan apa yang pas untuk Tristan.


Tristan semakin erasa gemas dengan gadisnya ini.


"Udah nanti aja mikirnya, sekarang mandi terus pake yang ada disana"...


Ucapnya sambil perlahan menurunkan tubuh mungil Lila dari pangkuannya dan menunjukkan sebuah paperbag yang ada diatas nakas.


Lila seketika baru menyadari dirinya sedang berada ditempat asing dan bukankah tadi dirinya seperti dibius.


Pekiknya lantas menatap Tristan dengan penuh intimidasai sedangkan yang ditatap menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Maaf sayang, marahnya disimpan nanti aja ya, buruan bersiap nanti aku bakal jelasin, oke sayang"...


Ucapnya dengan lembut pada gadis yang masih menatapnya dengan penuh tuntutan.


Cup.


"I Love You"...


Bisiknya dengan lembut setelah mengecup singkat bibir gadisnya yang sekarang sedang merajuk.


Tristan lantas bergegas keluar dari kamar yang Lila gunakan, sungguh didalam sana hawa kamar menjadi sangat panas apalagi melihat pemandangan yang disuguhkan, membuat gejolak didalam jiwanya meronta-ronta.


Lila menggerutu dengan tak jelas saat Tristan meninggalkan kamarnya namun tak urung juga dirinya melakukan apa yang kekasihnya itu perintahkan tadi dan beberapa saat kemudian Lila sudah melakukan aktifitasnya sekaligus sudah mengenakan gaun yang diberikan oleh sang pujaan hati.


Dirinya menatap bayangannya sendiri dipantulan cermin tepat didepannya, gaun yang sungguh indah membalut tubuh yang tidak terlalu tinggi itu namun bentuk tubuh Lila sungguh sangat mempesona, Lila segera memoles dengan sentuhan make up yang tipis yang memang sudah ada didalam paperbag tersebut tanpa tau tujuan pujaan hatinya yang sebenarnya, tapi yang jelas banyak sekali pertanyaan demi pertanyaan yang ditujukan untuk Tristan bahkan dirinya sampai melupakan keluarganya sendiri.


Katakanlah dirinya adalah gadis bodoh yang langsung menerima begitu saja pria yang sempat mengabaikannya dan juga membuat luka, namun sebagai seorang gadis yang memang masih sangat mencintai lelaki itu tidak munafik jika dia sangat bahagia sebab cintanya tidaklah bertepuk sebelah tangan.


Pesona pria berseragam loreng itu memang selalu membuatnya luluh, cintanya sungguh lah besar.


Tristan perlahan mengetuk pintu kamar gadisnya dan tak lama kemudian pintu sudah terbuka, Tristan begitu terpaku pada sosok yang sangat cantik dihadapannya ini begitu pula dengan Lila yang terpesona saat Tristan menggunakan pakaian formal.


"Sudah siap?"...

__ADS_1


Tanya Tristan sambil menyodorkan lengannya setelah sadar dari keterkejutannya saat melihat bidadarinya.


Lila nampak menganggukkan kepalanya pelan dengan wajah malu-malu apalagi Tristan memandangnya tak berkedip membuat gadis berusia 22 tahun itu salah tingkah.


"Mas...ih...jangan liatin Lila mulu"...


Rengeknya manja sambil membuang mukanya kearah berlawanan.


Tristan mengulum senyum dan sungguh senang mendengar panggilan baru dari gadisnya.


"Mas suka panggilannya, cantik"...


Bisiknya sambil mencuri ciuman dipipi kiri Lila membuat gadis itu semakin malu dibuatnya.


Tristan terkekeh pelan, akhirnya dia dapat melihat wajah malu-malu gadisnya membuatnya ingin sekali menyekap gadis itu selamanya dan hanya dengannya saja.


"Massss..."....


Rengeknya dan langsung menghambur kedalam pelukan Tristan dan tentu saja Tristan menyambut hangat gadis yang dicintainya ini.


Cup.


Dikecupnya dengan penuh kasih gadis yang kini malah mengeratkan pelukannya.


"I Love You"...


Bisiknya hingga membuat gadis tersebut kegelian karena pas ditelinganya.


"Love You More"...


Degh.


Mereka berdua seketika menegang saat ada suara lain yang berada diantara mereka bahkan Lila sangat-sangat mengenal suara itu.


Lila lantas segera melepaskan pelukannya dan menengok benar saja dia sangat mengenal suara tersebut membuatnya seketika melotot.


"TULLLLNNNNAAAAAKKKKKKKK"...



Gaun yang dipakai oleh Lila


Selamat pagi...selamat hari senin...


Semangat...semangat akhir bulan ini🤭🤭🤭


Ehem...sekedar INFO besok mom akan meluncurkan Novel terbaru mom....


Mohon dukungannya selalu ya readers...



Menceritakan seorang gadis yang terpaksa harus menikah dengan orang asing bahkan dirinya tidak mengetahui asal usul pria yang akan menikahinya tersebut, sosok yang sungguh misterius baginya.


Namun suatu hari dirinya mendapati kenyataan yang sungguh membuatnya terluka dan dirinya seketika berniat untuk meninggalkan pria tersebut tanpa tahu bahwa sudah ada sesuatu yang hidup dirahimnya.

__ADS_1


Tanpa sadar bahwa dirinya sudah terlanjur mencintai sang suami dan hanya selembar foto serta benih sang suami yang bisa menahan segala Rindu Terlarangnya itu.


__ADS_2