My Sexy Hot, Pak Tentara

My Sexy Hot, Pak Tentara
Part 6


__ADS_3

Happy ReadingπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Brak...


Lila menutup pintu mobil dan berjalan beberapa langkah lalu menundukkan tubuhnya sedikit.


"Makasih pih dah anterin Lila, nggak mau mampir dulu nih pih?"...


Ucapnya sambil menggoda Papi nino.


"Sama-sama cantik...lain kali aja papi mampirnya"...


Balasnya sambil salting dibuat oleh gadis didepannya ini.


"Yak maemunah...nggak usah mulai deh ya, gua belum siap punya emak tiri"...


Serunya dari dalam mobil.


Lila menjulurkan lidahnya ke arah Nino,setelahnya Lila menyodorkan tangannya ke arah papi Nino sambil tersenyum manis sedangkan papi Nino yang paham langsung mengulurkan tangannya untuk dicium secara takzim oleh Lila dan membalas senyuman manis Lila.


"Lila masuk ya pih...Assalamualaikum"....


Ucapnya.


"Lu nggak sungkem sama gua"...


Seruan dari dalam mobil.


"Ogah gua, tangan lu bau terasi"...


Ledeknya dan langsung berbalik untuk lari agar tak mendengar teriakan Nino.


"LIIIIILLLLAAAA..."...


Teriaknya sambil mengeluarkan tubuhnya lewat jendela mobil dan berpegangan pada body atas mobil.


"Udah-udah...kenapa mesti teriak sih Nino"...


Tegurnya.


"Masuk, Papi mau jalan nih"...


Sambungnya.


Nino mengikuti perintah dari sang Papinya.


"No, apa ucapanmu tadi beneran kalo kamu nggak mau punya mama tiri?"...


Tanya Papi...


"Papi sudah punya pacar?"...


Bukannya menjawab, Nino malah balik bertanya.


"Kamu ini bukannya jawab pertanyaan papi malah nanya balik"...


Ucapnya sambil terus fokus di balik kemudi.


"Kalo papi cinta dan sayang sama dia, nino nggak masalah pih, yang penting papi bahagia"...


Ucapnya tulus.


"Kamu beneran nggak papa kalo papi nikah lagi?"...


Tanyanya kembali.

__ADS_1


"Emmm...nggak papa, sudah waktunya papi memulai hidup baru agar ada yang nemani papi dimasa tua nanti"...


Ucapnya bijak.


"Tumben ucapannya bijak gitu"...


Cibirnya sambil melihat ke arah putranya.


"Nggak usah mulai deh pih resek kayak Lila"...


"Laaa emang kenapa, oh yaa...kalian kan temenan sudah lama, kamu nggak ada niatan untuk pacaran ma Lila?"...


Pancing papi.


"Kami hanya sahabatan pih nggak lebih, lagian nino nggak ngerasain apa-apa kalo dekat Lila, malah ngerasanya kalo dia itu adik Nino"...


Ucapnya.


"Papi pacaran sama Bibi yan?"...


Picingnya sambil memiringkan tubuhnya.


"Wah...wah...kalo dari logatnya sih, nggak perlu papi jawab juga Nino udah tau"...


Tebaknya sambil memegang dagunya.


"Jadi Nino setuju apa nggak?"...


"Huft...Apapun pilihan papi, nino setuju kok"...


Ucapnya sambil tersenyum tipis.


Papi langsung mengembangkan senyumnya saat mendengar ucapan dari putranya tersebut dan langsung fokus kedepan agar sampai dirumah dengan selamat.


Sedangkan didalam sebuah rumah berlantai 2, seorang pemuda tengah berdiri didekat jendela sambil menikmati senja, ya siapa lagi jika bukan Tristan.


Dirinya saat ini berada dirumah baru yang beberapa waktu lalu menjadi miliknya, padahal tadi niatnya mau pulang ke mess namun tiba-tiba Tristan membelokkan kemudinya alhasil disinilah dirinya berada.


Tristan mengedarkan pandangannya untuk melihat kesekeliling hingga arah pandangannya melihat ke rumah yang berada disampingnya, rumah sederhana yang hanya berlantai satu namun saat mengamati rumah tersebut matanya terbelalak sempurna kala melihat pemandangan dari atas.


Seorang gadis yang hanya memakai setelan dalaman berwarna hitam dan berdiri menghadap sebuah lemari sambil menggosok-gosokkan rambutnya dengan gerakan yang sangat erotis.


Gleuk..


Tristan menelan ludahnya dengan kasar saat melihat pemandangan tersebut, dimana penutup sepasang gunung kembar yang nampak tak kuat menyangga besarnya gunung tersebut dan jangan lupakan tubuh putih nan mulus terpampang indah dari atas apalagi yang berada di bawah pusat yang tertutup kain segitiga dengan tali spageti yang berada dipinggang ramping itu, namun sayang Tristan tak dapat melihat siapa pemilik tubuh indah tersebut karena wajahnya tidak terlihat.


Ahhh memikirkannya isinya saja sudah membuat kelelakiannya bereaksi dari tidur panjangnya.


"Sh***..."...


Umpatnya dan langsung berlalu meninggalkan jendela tersebut untuk masuk ke dalam, agar matanya tak dapat melihat pemandangan yang akan membuat dirinya bersolo karir sepanjang masa.


Sedangkan dibawah sana seorang gadis tengah berlenggok-lenggok didepan cermin tanpa sadar bahwa dirinya habis dilihat seseorang dalam keadaan setengah naked, ya Lila tidak pernah menutup jendelanya karena pikirnya rumah tersebut sudah tak berpenghuni beberapa bulan yang lalu, karena gosip yang didengar dari bibinya, kakek yang menghuninya ikut tinggal bersama putrinya didaerah jawa sana.


"Ckkk....makin besar aja nih"...


Decaknya sambil memegang sepasang gunung himalaya miliknya yang penyangganya saja sudah tak mampu menampung kedua gunung tersebut.


"Kayanya perlu ganti size nih"...


Gumamnya dan langsung menyambar sepasang baju tidur karena malam ini Lila tak akan kemana-mana.


Saat akan menutup jendela kamarnya, matanya melihat kearah rumah berlantai 2 tersebut, seketika dirinya membelalakkan matanya kala menangkap siluet bayangan.


"Omo...apa itu, kan kakek zaki dah lama nggak pulang"...

__ADS_1


Gumamnya sambil terus memandang ke lantai 2.


"Ahhh...bodo amatlah...tapi...hiiiii kalo itu hantu gimana?"...


Ucapnya sambil bergidik dan segera ditutupnya jendela kamar karena waktu sudah malam.


Sedangkan dilantai 2, Tristan mengelus-elus dadanya seperti seorang tengah ketahuan mencuri, ya mencuri-curi tubuh yang belum pakai baju.


"Hampir saja ketahuan, kalo ketahuan bisa-bisa dibilang mesum lagi karena ngintipin seorang gadis yang sedang pake baju"...


Gumamnya sambil menghembuskan nafas dengan kasar.


Dret...dret...dret ...


"Halo Assalamualaikum"...


Jawabnya saat menerima panggilan telepon.


"Waalaikum salam nak, gimana soal rumah barunya?"...


Tanya seseorang disebrang telefon sana.


"Rumahnya masih bagus ma, nih Tristan lagi didalam rumah itu.


Jawabnya sambil tersenyum walaupun orang disebrang telfon sana tak melihat senyumnya.


"Begini, bilangnya papa nanti kalo sudah libur tiba, kami mau kesana nak, kami rindu"....


Ucapnya sendu.


"Apa perlu Tristan saja yang ambil cuti untuk pulang ma?"...


Tanyanya seakan tak tega jika harus membiarkan orang tuanya datang kemari.


"Mama mu perlu suasana baru Tris, jadi nggak papa nanti biar kami saja yang kesana sekaligus melihat rumah yang kamu beli"...


Ucap sang papa mengambil alih ponsel yang dipegang oleh istrinya.


"Ya sudah terserah papa dan mama saja, Tristan tunggu kedatangannya..."...


"Tristan matikan dulu ya pa, Tristan mau pulang ke mess dulu nih, kemungkinan besok baru Tristan pindah kerumah baru"...


Ucapnya panjang lebar.


"Ya, Assalamualaikum...hati-hati disana Tris?"...


Ucap sang papa.


"Iya pa, Waalaikum salam"...


Klik.


Tristan lalu memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku bajunya, dan segeralah dia meninggalkan kamar tempatnya melihat pemandangan yang bikin dirinya dag dig dug seer...


Ya pertama kalinya melihat tubuh mulus punya seorang gadis, namun sayang tak bisa melihat rupa wajahnya.


ASSALAMUALAIKUM...


TETAP PANTENGIN TERUS YA, JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK UNTUK SELALU MENDUKUNG KARYA AUTHOR...


SALAM SAYANG


MOM OLLA


😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2