
Happy Reading๐ค๐ค๐ค
Masih flashback๐๐๐
"Grandma..."...
Gumamnya saat masih berada didalam pelukan wanita paruh baya tersebut.
"Apa sayang"...
Jawabnya lembut sambil terus mengusap lembut kepala lila.
"Emang bener grandma ini mamanya ayah?"...
Tanya lila yang masih belum percaya.
"Kamu masih belum percaya sama grandma?"...
Tanya maura balik.
"Bukan begitu grandma, kenapa grandma masih cantik kalau grandma itu mamanya ayah, kan seharusnya nggak kaya tante-tante gini"...
Ceplosnya setelah melepaskan pelukan dari maura sambil memandangi penampilan grandma nya.
Maura lantas melongo dibuatnya sedangkan mario nampak menahan tawanya agar tak pecah dan yana menepuk jidatnya karena perkataan keponakannya itu.
"Betul kah grandma masih cantik?"...
Tanya maura dengan bersemu sambil memegang wajahnya sendiri.
"Hem...hem..."...
Lila menganggukkan kepala menandakan membenarkan apa yang ditanyakan oleh grandma nya.
"Iya masih cantik, bahkan kalau nikah sama papi masih pantas"...
Ceplosnya tanpa menghiraukan ekspresi bibinya.
"Yakkk....bocah nakal, kamu mau jodohin grandma mu huh sama papi?"...
Sungutnya tak terima.
"Hah...bibi ngomong apa sih?"...
Tanya lila, seakan lupa tentang ucapan mengenai calon suami bibinya.
"Itu tadi kamu bilang, kalau grandma mu masih cocok nikah sama papi"...
Sewotnya.
Lila langsung membelalakkan matanya mendengar ucapan sewot sang bibi.
"Hehehe...bibi ku sayang, maafken mulut lila yang ember ini ya...aduhhh....masak calon pengantin ngambek, nanti papi kabur loo"...
Cengirnya sambil mendekat ke arah yana dan berusaha menenangkan wanita yang lagi sensitif itu.
"Papi ganteng kah lila?"...
Goda maura saat mengerti tentang ucapan cucunya.
Lila mengangguk.
"Iya, ganteng grandma... kalau nggak ganteng mana mau bibi yan sama papi"...
Ucapnya membenarkan pertanyaan sang grandma.
"Wah boleh tuh, buat grandma saja ya"...
Godanya kembali sambil mengulum senyum.
"Mamaaaa"...
__ADS_1
Rengek yana saat maura menggodanya.
"Hahahaha..."...
Tawa maura, lila dan mario pecah seketika saat berhasil menggoda yana, sedangkan yana nampak malu karena tingkahnya yang seperti ABG.
Dan maura sungguh senang sekarang, diusianya yang sudah tua dirinya bisa bercanda dengan sang cucu, dipandanginya wajah cantik cucunya, buah hati dari putra tunggalnya, putra yang sudah dulu pergi meninggalkannya sebelum dirinya meminta maaf atas kesalahannya yang dulu.
"Grandma, itu siapa?"...
Tunjuknya melalui lirikan mata lila.
Maura menepuk jidatnya.
"Maaf sayang, grandma lupa...kenalkan namanya mario dia adik grandma satu-satunya"...
Maura memperkenalkan mario kepada lila.
"Halo lila"...
Sapanya sambil tersenyum manis.
"Ogan nggak mau gitu peluk lila?"...
Tanya lila tanpa menjawab sapaan mario.
"Ogan siapa sayang, namanya mario kok ogan sih?"...
Protes maura membenarkan ucapan cucunya.
"Ogan itu alias oppa ganteng, kan oppa masih ganteng"...
Jawabnya polos sambil memandang grandma nya.
Maura melongo mendengar jawabab cucunya tersebut.
"Wahhh...panggilan yang cocok itu, Sini ogan peluk dulu"...
Ucapnya dengab senyum lebar dan berdiri sambil merentangkan kedua tangannya.
Happ...
Didekapnya paman sang ayah, dekapan hangat sama seperti grandmanya.
Cup...
"Kamu sudah besar sayang, terima kasih sudah audi menerima kami"...
Lirihnya setelah melabuhkan ciuman dipucuk kepala lila.
"Namanya keluarga akan tetap selamanya keluarga ogan, walaupun lila nggak tau permasalahan kalian, tapi lila senang lila masih memiliki keluarga yang lain selain bibi yan, terima kasih sudah mau datang menjenguk lila"...
Ucapnya sambil melepaskan pelukan dari ogannya.
Degh...
Maura seketika tersentak akan perkataan cucunya, ya hanya karena masalah kekayaan yang tak sepadan, dirinya bahkan membiarkan putranya keluar dari rumah dan membina keluarga sendiri walau tanpa restu dan hartanya.
Seandainya dulu mereka menerima ibunya lila, sudah tentu sekarang mereka tinggal berdekatan tanpa terpisah seperti sekarang.
Tes..
"Ma"...
Yana memegang tangan mauran dengan lembut, dirinya mengerti maura sampai saat ini masih menyesal akan perbuatannya dulu.
Maura buru-buru menghapus airmatanya sebelum diketahui oleh sang cucu, lantas dirinya tersenyum sambil berucap dia tidak apa-apa.
Mereka melanjutkan bercengkeramah tanpa ada kecanggungan sebab lila orang yang mudah bergaul dan hari sebelum sang ocan dan ogan pulang mereka menyempatkan pergi berjalan bersama-sama.
Ya, maura sempat protes ke lila kenapa hanya mario yang dipanggil ogan sedangkan dirinya dipanggil grandma, karena tak adil akhirnya maura meminta dipanggil ocan (Omma Cantik) dan akhirnya lila menyetujui akan hal tersebut.
__ADS_1
Mereka berjanji akan datang saat pernikahan yana digelar 2 minggu lagi bahkan mario akan membawa keluarganya kemari agar lila dapat berkenalan dengan istri dan anaknya.
Flashback finish๐๐
"Terus hubungan lu sama om-om itu gimana?"...
Tanya nino sambim memasukkan sendok yang berisikan bakso.
"Huft..."...
Lila menghembuskan nafas dengan kasar mengingat om tantan nya itu, sampai sekarang pun tristan masih dingin terhadapnya padahal setiap minggu dirinya membawakan masakan hasil olahan tangannya sendiri, namun tak ada kata pujian yang terlontar dari mulut tristan.
Lila lantas menggelengkan kepalanya dengan lesu.
"Saran gua, sebaiknya lu luapin aja dulu untuk sementara om tentara lu itu dan lebih baik lu temani ocan aja disana, kasihan ocan sendirian...masa depan kita masih panjang, lebih baik kita fokus aja dulu belajarnya"...
Sarannya sambil terus menyantap semangkok bakso yang dipesannya.
Lila melongo mendengar ucapan serius dari nino.
"Lu sehat kan?"...
Tanya lila sambil menempelkan punggung tangan miliknya.
"Apaan sih lu"...
Ucapnya sambil menyingkirkan tangan lila.
"Tumben ucapan lu waras"...
Ledeknya.
"Yakkk....maemunah....lu kira gua stress apa"...
Sewotnya deengan mendelikkan matanya.
Sedangkan lila langsung tertawa tanpa menghiraukan orang-orang dikantin pada melihat kearahnya.
โโโ
Sedangkan dilain sisi, Tristan dan dony saat ini sedang berada dipusat perbelanjaan, karena rencananya malam ini dirumahnya akan mengadakan sedikit pesta, sebenarnya tristan enggan rumahnya dibuat pesta namun karena sahabatnya ulang tahun dan memohon untuk mengadakan pesta dirumahnya dengan alasan dirumah dony terlalu sempit, sedangkan rumah tristan besar dan sendiri jadi tristan mengijinkan yang terpenting rumah kembali bersih setelahnya.
"Tan, lila masih sering kerumah lu?"...
Tanya dony, ya...dony sempat bertemu dengan lila saat dirinya menginap dirumah tristan dan kebetulan itu hari minggu, hari biasa dimana lila mengantarkan makanan.
"Hem"...
Jawabnya dengan berdehem saja dan melanjutkan mengambil bahan-bahan makanan.
"Wah....cinta mati tuh bocah ma lu tan, mana masakannya enak-enak lagi, calon istri idaman banget, sayang gua sudah punya cessy"...
Pujian dony terhadap masakan lila yang sempat dirinya makan minggu lalu.
"Biasa aja, siapa tau itu bukan hasilnya sendiri"...
Ucapnya acuh.
"Ckkkk...dasar mata lu buta apa gimana sih tan, kan pernah dia masakin lu kemarin waktu gua bilang lu alergi udang"...
Decaknya saat lila mengantar masakan yang berisi udang sedangkan tristan alergi udang, alhasil lila memasakkan langsung menu lain didapur rumah tristan.
Dan rasanya sungguh pas dilidahnya saat dony mencicipi tumisan kangkung.
"Cuma numis kangkung semua orang juga bisa"...
Jawabnya datar.
Sedangkan dony nampak melongo mendengar jawaban sahabatnya, ingin rasanya dia menggetok kepala tristan dengan palu agar dia sadar bahwa ada gadis paket komplit yang ada didekatnya dan bahkan mencintainya.
Ya dony tau, dari pancaran mata lila saat memandang tristan itu adalah pancaran cinta, namun sahabatnya itu masih buta untuk melihat cinta tulus seseorang.
__ADS_1
Haloha....jangan lupa like.vote.gift๐ท๐ท
Semangat...semangat...๐๐๐