
Happy Reading🤗🤗🤗
Like.
Vote.
Gift.
Setelah tadi pagi dinyatakan Sah sebagai suami istri dan mengikuti upacara pedang pora sekaligus penyerahan baju persit yang menyatakan jika sang istri siap untuk mengenakannya nantinya, mereka berdua hanya mengadakan resepsi sederhana yang mengundang tidak banyak orang, hanya rekan kerja sang papi dan rekan kerja Tristan jadi acara telah selesai sekitar pukul 3 sore.
Kini keduanya sedang mengistirahatkan tubuh disalah satu kamar hotel yang memang disediakan untuk sepasang pengantin ini, senyum yang tadinya mengembang sempurna kini berubah menjadi rasa gugup yang luar biasa apa lagi ini kali pertama dirinya sekamar dengan seorang gadis terlebih itu adalah gadis yang dicintainya begitu pula dengan Lila, dirinya sungguh gugup saat ini namun tautan tangan mereka masih menyatu seperti enggan untuk dilepas.
Tristan memutar tubuhnya hingga kini mereka saling berhadapan, dirinya menyunggingkan senyum manisnya saat melihat wajah sang istri sedang tertunduk malu, Istri kata-kata yang sangat disukainya dirinya merasa hal ini masih seperti mimpi dapat meminang gadisnya.
Tristan mempersempit jarak mereka hingga kini saling bersentuhan dan dilingkarkannya sebelah tangan kirinya dipinggang ramping sang istri yang menggunakan gaun berwarna biru laut setelah tadi menggantinya selepas akad dengan hiasan mahkota di kepalanya yang membuat sang istri semakin cantik dengan riasan tipis walau sebenarnya tanpa riasan pun istrinya sudah cantik karena memang memiliki kecantikan yang alami.
Perlahan namun pasti, Tristan mengangkat dagu gadis cantik dihadapannya ini menggunakan tangannya hingga kini mereka saling berhadapan.
Diusapnya dengan lembut pipi kemerahan sang istri bukan hanya karena make up namun dirinya juga tau jika saat ini sang istri sedang gugup.
"Terima kasih sayang, terima kasih sudah mau menerima mas"...
Ucapnya dengan lembut dan memandang sang istri dengan tatapan penuh cinta.
Begitu pula dengan Lila yang membalas tatapan cinta dari pria dihadapannya ini, lelaki yang kini menjadi suaminya, miliknya, haknya dan hanya dirinya lah yang bisa memiliki lelaki ini dan tidak akan membiarkan wanita lain untuk berani mendekati miliknya.
"Sama-sama mas, terima kasih sudah sudi menunggu Lila"...
Balasnya dengan lembut sambil tersenyum manis.
Tristan menerbitkan senyumnya dengan perlahan dirinya menundukkan sedikit wajahnya membuat sang istri seketika menahan nafas.
Cup.
Tristan memberi kecupan singkat dan mengangkat kembali kepalanya.
"I Love You"...
Bisiknya dengan kedua tangan melingkar sempurna dipinggang sang istri.
"Love You Too mas"...
Balasnya dengan lembut sambil mengangkat kedua tangannya dan dilingkarkan dileher sang suami.
__ADS_1
Tristan lalu menundukkan kembali kepalanya sambil tangan satunya kini berada ditengkuk sang istri.
Cup.
Kedua benda kenyal tersebut saling menempel dan perlahan Tristan menggerakkan bibirnya hingga tak lama Lila membalas luma tan sang suami, bibir mereka saling membelit dan me ***** dengan kedua mata tertutup.
Mereka berdua mencurahkan segala rasa lewat ciuman, ciuman pertama setelah halal.
Hingga lama kelamaan ciumannya berubah menjadi saling menuntut dan panas apalagi Tristan yang sudah berumur 30 tahun itu sungguh tak sanggup rasanya jika harus menunggu.
Tok...tok...tok...
"****"...
Umpatnya dalam hati saat gai rahnya sudah naik dan ada yang mengganggu aktifitasnya.
Tristan kemudian melepaskan luma tannya walau tak rela karena ketukan pintu masih terdengar.
Kedua kening saling menempel dan mereka mengatur nafas karena ciuman panas dan meng gai rahkan.
"Mas buka pintu dulu ya, sayang mandilah dulu"...
Ucapnya lembut sambil mengusap bibir sang istri yang kini membengkak dan membersihkan sisa saliva mereka berdua.
Dengan kepala tertunduk Lila segera pergi setelah Tristan melepaskan tangan yang melingkar dipinggangnya, raut wajah merah padam membuat dirinya ingin secepatnya sampai ke kamar mandi.
"Jangan cepat-cepat jalannya sayang, mas nggak kemana-mana kok"...
Ucapnya sedikit kencang saat melihat sang istri yang berjalan sedikit cepat, sungguh Tristan berubah menjadi pria yang suka menggoda jika sahabatnya melihat hal ini pasti dirinya akan dibully habis-habisan.
Tristan lantas terkekeh sambil menggelengkan kepalanya apalagi saat melihat sang istri menutup pintu kamar mandi sedikit keras dengan perlahan kakinya melangkah menuju pintu kamar untuk melihat siapa yang mengetuk pintu khusus mereka.
Didorongnya troli yang berisi makanan setelah diambil dari pelayan hotel tersebut dan membawanya masuk kedalam namun sebelum itu dirinya menutup pintu dan menguncinya.
Setelah meletakkan didekat meja yang tak jauh dari ranjang, Tristan segera melepas baju yang dikenakan tadi siang karena dirinya sungguh merasa gerah dan kini tubuh kekarnya terlihat sempurna, sambil menunggu sang istri keluar dari kamar mandi, Tristan berjalan perlahan menuju pintu kaca yang menyatu dengan balkon.
Wush...
Angin langsung tertiup sedikit kencang saat pintu kaca tersebut dirinya buka, dengan perlahan Tristan keluar menuju balkon untuk melihat suasana sore hari diketinggian karena kamar untuk mereka berada dilantai tertinggi dihotel yang ditempati.
Ceklek.
Suara pintu terdengar, Tristan lantas membalikkan badannya dan dari sedikit kejauhan dirinya bisa melihat tubuh sang istri yang sudah mengenakan pakaian yang sungguh membuatnya panas dingin, bagaimana tidak panas dingin kalau sang istri saat ini mengenakan lingerie berwarna hitam yang sangat kontras dengan warna kulit sang istri.
__ADS_1
Gleuk.
Sedangkan Lila sebenarnya sangat malu untuk keluar dari kamar mandi dengan keadaan seperti ini namun karena terpaksa dan didalam kamar mandi ternyata sudah tersedia pakaian kurang bahan ini seolah yang meletakkan sudah tau jika yang akan masuk kekamar mandi dirinya duluan, bahkan ada note dari kanjeng mami untuk memakainya serta sedikit diberi ceramah didalamnya.
*Lila sayang, pakai ya...
Pahalanya besar jika kamu menyenangkan suamimu, dosa kalau nolak.
Istri sholehah itu harus bisa memberi kepuasan untuk suaminya supaya nggak "Jajan diluar".
Semangat sayang
❤ Mami*
Tristan mengangkat dagu sang istri yang masih masih tertunduk dengan posisi berdiri ditengah pintu dan tangan kekarnya merengkuh pinggang ramping yang dibalut oleh lingerie tipis berwarna hitam itu.
"Cantik, mas suka"...
Lirihnya dengan pandangan tak lepas dari mata indah sang istri membuat Lila tersipu malu.
Cup.
"Mas mandi dulu ya, sebentar kita makan biar bisa bertenaga buat bertempur yang sesungguhnya"...
Ucapnya menggoda sambil tersenyum nakal membuat Lila seketika memalingkan wajahnya, jangan ditanya lagi seperti apa warna wajahnya saat ini apa lagi mendengar godaan dari suaminya.
Cup.
Tristan segera melepaskan belitan tangannya dan masuk kedalam kamar mandi dengan bersiul senang membuat Lila menghela nafas pelan namun ikut terkekeh kecil melihat tingkah suaminya.
Sungguh hati Lila saat ini diliputi kebahagiaan dan juga gugup namun sebisa mungkin dirinya memang harus memenuhi kebutuhan sang suami, Lila bukan gadis polos sebab setelah pertunangannya lalu dirinya diberi pengetahuan oleh mami Yan.
Yeeee...otewe...otewe...
Ayooo ngintip berjamaah🤣🤣🤣🤣
Like.
Vote.
Gift.
😘😘😘
__ADS_1