My Sexy Hot, Pak Tentara

My Sexy Hot, Pak Tentara
Part 48


__ADS_3

Happy ReadingπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Like


Vote


Gift


Seorang gadis cantik kini sedang duduk disalah satu kursi penumpang didalam sebuah pesawat yang akan membawanya kembali keTanah airnya, didampingi oleh gadis yang selalu menemaninya saat berada di Negara yang sudah lima tahun terakhir menjadi tempat tinggalnya.


Dirinya merasakan jantunganya berdetak lebih kencang apalagi selama hampir empat jam berada diatas ketinggian dia sama sekali tidak bisa memejamkan matanya berbeda dengan Marsha yang sudah terlelap sejak satu jam yang lalu.


Sampai saat ini gadis yang yang berusia 22 tahun itu dan baru saja menyelesaikan studynya belum bisa move on dari masalalunya bahkan nama seseorang itu masih terpatri kuat didalam lubuk hatinya yang terdalam.


Dihembuskannya nafas dengan perlahan antara senang dan sedih dirinya menuju Tanah kelahirannya namun apakah hatinya sudah siap jika bertemu dengan seseorang yang membuatnya tidak bisa yang namanya move on sedangkan selama berada di Negara Ocan banyak lelaki yang mendekatinya namun tak satu pun dari mereka bisa menggetarkan hatinya seperti seseorang yang mungkin sekarang sudah menjadi suami wanita itu.


"Ohhh ayolah Lila, jangan jadi cewek murahan napa sih, jangan jadi pelakor dong"...


Ucapnya pelan pada diri sendiri sambil memukul kecil kepalanya menggunakan tangan mungilnya.


"Ada apa Nona, apa anda pusing?"...


Tanya seorang lelaki yang berusia 35 tahun itu saat melihat calon pemimpinnya sedang memukul pelan kepalanya.


Lila seketika menoleh dan tersenyum canggung kepada Asisten ogannya yang duduk dikursi sebrangnya itu, lantas menggelengkan pelan terhadap lelaki dari satu orang putra itu.


"Nggak om, Lila nggak apa-apa"...


Ucapnya pelan lalu meluruskan pandangannya dan langsung memejamkan matanya membuat Salim menggarukkan tengkuknya yang tak gatal itu melihat Nona nya.


Dua jam kemudian pesawat yang dinaiki oleh Lila beserta yang lainnya telah tiba dan mereka bersiap-siap untuk turun dari pesawat beberapa saat lagi.



Dengan menggunakan celana jeans yang lututnya robek sebelah serta atasan baju berwarna abu-abu yang panjangnya hanya beberapa centi di bawah gunung fuji miliknya hingga memperlihatkan perut datar nan ramping miliknya membuat kaum hawa seketika iri akan bentuk tubuh Lila dan banyak yang berasumsi jika Lila adalah seorang model, dengan menggunakan sepatu berwarna putih serta membawa topi senada dengan bajunya dan jangan lupakan tas yang serupa membuat Lila tampil sangat cantik dan trendy membuat semua kaum adam yang berada dibandara tersebut terpesona akan paras serta tampilannya.


"KAKAKKKKK"....

__ADS_1


Teriakan bocah kecil mengalihkan pandangannya dan seketika senyumnya melebar saat melihat bocah kecil berlari kearahnya sambil merentangkan kedua tangannya dan jangan lupakan pipi chuby yang sangat menggemaskan membuat siapa saja ingin mencubit termasuk dirinya.


Lila segera berjongkok dan membuka kedua tangannya lebar-lebar saat bocah kecil itu semakin dekat kearahnya, bocah yang hanya dilihatnya melalui panggilan VC, bocah menggemaskan yang selalu berceloteh riang, menghiburnya disaat dia sedang lelah, bocah yang sangat dikenalnya, ya...bocah itu adalah Nella nugraha adik dari Nino sahabat sekaligus adik sepupu barunya.


Hap.


Lila menangkap tubuh bocah yang memiliki bentuk tubuh sedikit berisi tersebut diangkatnya perlahan membuat bocah yang ada dipelukannya merenggangkan rengkuhannya.


"Kakak Lila"...


Panggilnya dengan wajah yang sangat menggemaskan apalagi tingkahnya yang memiringkan kepala kekanan dan kekiri serta mata yang terus berkedip.


"Heum...apa gendut"...


Jawabnya sambil terus tersenyum dan memperhatikan tingkah bocah yang berusia 4 tahun itu yang tadinya tersenyum namun tiba-tiba cemberut membuat Lila mengerutkan keningnya.


"Ihhhh kakak....dangan anggil ella endut, ella ukan endut ella tantik"...


Ucapnya cedal dengan mimik seperti ingin menangis.


"Ehhhh...jangan nangis, oke...oke...kakak minta maaf ya sayang, iya nella nggak gendut cuma sedikit berisi tali tetap cantik kok"...


Cup.


"Cayang kakak Liya, huh...ella cungguh cenang kakak tantiknya ella puyang, yeeee....MAMIIII KAKAK LIYA CUDAH PUYANGGGG..."...


Teriaknya dengan bahagia setelah melabuhkan ciuman dipipi Lila sama seperti yang dilakukan Lila kepadanya.


Lila seketika mengalihkan pandangannya pada pasangan yang teramat dirindukannya ini matanya langsung mengembun dan perlahan melangkah untuk mempersempit jarak mereka.


Yana merentangkan kedua tangannya menyambut hangat keponakan sekaligus gadis yang sudah seperti putrinya itu, tangisannya pecah saat Lila sudah masuk kedalam pelukannya sedangkan Nella sudah diambil alih oleh sang suami.


Didekapnya dengan erat gadis yang sudah lama tidak dia kunjungi itu, terakhir bertemu hanya pada saat dia mengantarkan Lila untuk tinggal bersama mama angkatnya atau Ocan Lila, karena setelah kepulangannya dari Thailand 5 tahun lalu, dirinya langsung dinyatakan berbadan dua setelah berziarah ke makam Alm. Dheo putra Yana yang meninggal 20 tahun silam dan dimakamkan di daerah Jawa.


Lila pun tak kuasa untuk tidak memeluk tubuh wanita paruh baya yang sudah membesarkannya penuh dengan kasih sayang itu, Walau rasa rindu menggunung untuk dapat memeluk wanita yang saat ini sedang menangis namun dirinya juga dapat memaklumi kondisi mami yan yang saat itu langsung dinyatakan hamil setelah beberapa minggu kepulangannya mengantarkan dia ke Negara sang Ocan.


Karena faktor usia serta kehamilan yana yang memang sangat beresiko jika akan melakukan penerbangan dan sebagai gantinya hanya Nino yang berkunjung saat liburan tiba namun hanya sekali saja sebab Nino membantu mami nya yang saat itu sudah melahirkan Nella lewat jalan operasi.

__ADS_1


"Mami rindu Lila, mami rindu...tinggal kembali bersama mami dan papi, heum....mami mohon Lila, mami nggak sanggup seperti ini, pulang ya nak... tinggal bersama mami lagi"...


Pintanya dengan memohon sambil menangis sesegukan dipelukan Lila yang saat ini pun ikut menangis.


Karena Lila pun begitu merindukan sosok Yana, wanita yang berhati lembut selembut kapas yang mampu menggantikan sosok ibunya, namun seketika Lila bimbang dengan permohonan Maminya yang memintanya kembali untuk tinggal di Negara kelahirannya, lalu bagaimana dengan Ocan jika dia memutuskan untuk kembali.


Pilihan yang teramat sulit namun sepertinya Lila belum bisa untuk memutuskan segala sesuatunya sendiri dan harus dibicarakan dahulu.


Yana merenggangkan pelukannya ditatapnya wajah putrinya yang sekarang semakin cantik, diusapnya lembut air mata Lial yang mengalir membasahi pipi mulusnya.


Yana Tersenyum, gadis kecilnya kini sudah menjelma menjadi seorang bidadari, bidadari yang sangat cantik.


Diciumnya seluruh wajah Lila hingga membuat gadis cantik bermata bulat itu seketika cemberut karena merasa diabaikan oleh kakak cantiknya serta sang mami.


"Mami....Ella duga mau di peyuk, tenapa tuma kakak Liya caja cih..."...


Ucapnya dengan cemberut dan langsung memalingkan wajah saat mami serta Lila melihat kearahnya, dengan bibir yang dibuat maju siapa saja pasti akan merasa gemas sekali melihat tingkah bocah yang berusia 4 tahun itu yang sudah masuk sekolah karena terus merengek ingin bersekolah.


Yana dan Lila lantas terkekeh melihatnya dan dihapusnya airmata mereka berdua sebelum melangkahkan kakinya, mereka lantas menghampiri lelaki paruh baya yang sedang menggendong seorang balita yang tengah merajuk.


Tanpa disadari oleh Lila jika saat ini dirinya sedang diperhatikan oleh sepasang mata yang tak jauh darinya.


Orang tersebut langsung menerbitkan senyumnya, penantiannya selama 5 tahun akhirnya akan terbayar juga, rasa rindu yang sudah menggunung membuat orang tersebut ingin sekali datang dan memeluk untuk sekedar mengurangi rindunya namun dirinya harus menahan untuk tidak langsung menerjang gadis yang selalu dirindukannya.


"I Miss you, Lila"...


Kalimat yang terucap dari bibirnya saat pertama kali melihat gadisnya.


Haloha...selamat pagi semuanya...


Jangan lupa beri hadiah yaaaa...mom usahakan untuk crazy up hari ini...


Like.


Vote.


Gift

__ADS_1


😘😘😘


__ADS_2