My Sexy Hot, Pak Tentara

My Sexy Hot, Pak Tentara
Part 43


__ADS_3

Happy ReadingπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Like.Vote.Gift


Hap.


Indah seketika menegang kaku saat melihat tangan yang sedang memegang ujung pita berwarna biru tersebut ditangkap oleh sebuah tangan besar dan dirinya menoleh untuk meyakini jika tangan tersebut adalah orang yang dikenalnya.


"Ma..mas...."...


Cicitnya dengan ketakutan apalagi saat melihat wajah pria tersebut yang tidak bersahabat.


Glegh.


Indah menelan saliva dengan susah payah apalagi aura intimidasi terpancar dari pria tersebut yang masih menggunakan seragam loreng.


"Apa yang lu lakuin?"...


Tanya Tristan sambil menatap tajam adik sepupu tirinya itu apalagi saat melihat kotak sedang berwarna biru muda sedang berada didalam dekapan wanita yang tidak disukainya dari dulu, bukan sebagai wanita namun sebagai seorang sepupu karena tingkahnya yang membuat dia tak menyukai sosok Indah.


"Maaf mas, Indah cuma mau rapiin pitanya ini aja, soalnya tadi terlepas makanya Indah berniat buat ngikat kembali... iya Indah nggak buka kok, betul Indah cuma ngerapiin aja tapi mas keburu datang"...


Kilahnya dengan sedikit gugup dan perasaan yang was-was.


Tristan nampak tidak bergeming sama sekali namun dirinya segera melepaskan cekalan tangannya ke tangan Indah dan segera menengadahkan tangannya, Indah yang paham langsung memberikan kotak tersebut sambil tersenyum canggung dan berlalu begitu saja untuk meninggalkan Tristan.


Tristan yang melihatnya nampak menghela nafas dengan berat lantas pandangannya tertuju pada kotak berwarna biru laut dengan pita yang tidak rapi dan Tristan tau jika tadi Indah berbohong padanya.


Dibawanya kotak tersebut menuju lantai atas dimana kamarnya berada tak lupa juga Kantong yang tergeletak diatas meja didepannya.


Tristan tau jika kotak tersebut untuknya, sebab saat masih diperjalanan mamanya sempat menelfon untuk memberi tahu jika ada sebuah titipan untuknya dan diletakkan diatas meja didekat anak tangga tanpa tau itu pemberian dari siapa karena mamanya pun tak memberitahukannya.


Dan saat dirinya tadi masuk kedalam rumah yang terlihat sepi, Tristan langsung masuk kedalam rumah dan saat sudah berada didepan ruang keluarga dirinya memergoki tingkah laku adik sepupunya itu mencurigakan hingga dirinya mempercepat langkahnya dan memergoki tangan Indah akan menarik pita berwarna biru tersebut.


Tristan masuk kedalam kamar dengan sedikit lesu, dipandanginya kotak yang sedang dibawanya itu entah mengapa jantungnya deg-deg an.


Setelah mendudukkan tubuhnya diujung tempat tidur, dirinya masih memandang kotak tersebut rasa penasarannya besar hingga tangan besarnya perlahan membuka kotak sedang berwarna biru laut.


Dirinya seketika mengeryit saat melihat isi kotak tersebut, dilepasnya isi kotak dari pengamannya dan segera diangkat untuk melihat jelas barang tersebut.


Tristan mengukir senyum tipis saat melihat ada 2 boneka didalam nya dan ada kata-kata bertuliskan MISS YOU.



Dan Tristan berniat menengok kedalam kotak lagi dan ternyata benar didalam masih ada namun dirinya hanya mengambil sebuah kartu yang tersemat diantara barang yang ada didalam kotak tersebut.

__ADS_1


Dear om tan-tan


Selamat ulang tahun om...


Do'a dari Lila semoga om bahagia selalu,


Sehat selalu, pokoknya do'a terbaik untuk om dari Lila.


Kalau bisa nih ya, jangan datar-datar lagi dong, masak senyumnya cuma untuknya aja.😁


*Lila cuma mau bilang aja m*aafin Lila jika selama ini Lila selalu mengganggu om dan bahkan selalu berisik saat berada didekat om.


Lila senang bisa mengenal om walau awal pertemuan pertama kita seperti itu, namun Lila bahagia karena itu adalah yang pertama untuk Lila walau orang yang mengambilnya tak bisa Lila jadikan untuk orang yang selamanya menjaga Lila tapi om adalah cinta pertama Lila, ya... om adalah cinta pertama Lila, maafin Lila jika Lila sudah lancang untuk mencintai om namun om jangan terbebani dengan ungkapan cinta dari Lila, karena Lila hanya ingin mengungkapkan walau hanya lewat sebuah kertas dengan goresan tinta diatasnya.


Dia cantik, mungkin karena itu om menjaga jarak dari wanita lain terlebih itu adalah Lila, gadis yang selalu om panggil bocil, gadis yang selalu berisik jika ada om namun itu Lila lakukan karena hanya ingin melihat senyuman om, namun ternyata apa yang Lila lakuin tidak bisa melihat senyum itu.


Sekali lagi maafin Lila, om tenang saja Lila bakal menjauh dari kehidupan om, semoga om bahagia dengannya, ohya titip salam untuk mama Tari dan papa Tedy.


From Lila


Degh...degh...degh...


Jantung Tristan seketika bergemuruh setelah membaca kartu ucapan bersampulkan biru tersebut, dirinya menggelengkan kepalanya dan membawa kartu tersebut dan langsung berlari meninggalkan kamarnya.


Entah apa yang membuatnya seperti itu namun dirinya hanya ingin memastikan sendiri apa yang tertera diatas kertas tersebut.


Tristan menggelengkan kepalanya sambil menuruni tangga dengan cepat bahkan dirinya melewati begitu saja mamanya yang membuat mamanya mengeryitkan dahinya melihat sang putra yang sedang berlari untuk menuju keluar rumah.


Hosh...hosh...hosh...


Nafas Tristan memburu saat dirinya sudah berhenti didepan sebuh pintu sederhana berwarna coklat.


Tok...tok...tok...


"Lila....Lilaaaa...bukaaa pintunya..."...


Teriaknya sambil mengetuk dengan tak sabar apalagi melihat didalam rumah itu seperti ada penghuninya karena lampu menyala tidak seperti sebelumnya yang hanya lampu teras saja yang menyala dan Tristan meyakini jika Lila saat ini sudah kembali kerumah ini dan kemarin hanya sedang pergi berlibur atau sedang ada keperluan diluar kota.


Tok...tok...


Tangannya seketika bergantung diudara saat pintu berwarna coklat tersebut terbuka.


"Siapa ya?"...


Tanya seorang wanita yang membukakan pintu untuknya.

__ADS_1


Dahi Tristan mengeryit saat orang lain yang membuka pintunya namun dirinya berfikir positif siapa tau saja wanita ini adalah bibi atau kerabatnya yang lain.


"Lila nya ada?"...


Tanya Tristan setelah menurunkan tangannya.


Wanita tersebut mengeryitkan dahinya saat seorang pria berseragam loreng menanyakan nama yang asing baginya.


"Maaf mas, mas mungkin salah rumah, dirumah ini nggak ada yang namanya Lila"...


Jelasnya.


"Tapi ini rumahnya Lila mbak, mbak tolong panggilkan Lila, please...ada yang mau saya bicarakan mbak"....


Pintanya dengan wajah sedikit memohon.


Wanita tersebut menghela nafas dengan kasar.


"Maaf mas sekali lagi maaf loo ini ya, disini nggak ada orang yang bernama Lila, mungkin penghuni sebelumnya, namun rumah ini sudah dibeli oleh suami saya beberapa hari yang lalu dan langsung dengan ibu Yana"...


Jelasnya dengan panjang lebar wanita tersebut.


"Ada apa mah?"...


Suara laki-laki dari dalam rumah terdengar membuat keduanya menoleh keasal suara tersebut.


"Ohhh ini pah, ada mas-mas lagi nyari perempuan bernama Lila dirumah ini, padahal mama sudah bilang kalau nggak ada yang namanya Lila disini"...


Jelasnya pada suaminya.


"Maaf mas, apa yang dibilang istri saya memang benar kalau disini tidak ada yang bernama Lila, mungkin lenghuni sebelumnya, namun saya kemarin beli rumah ini dari wanita yang bernama Yana Indira dan buka Lila"...


Tristan seketika terdiam lantas mengucapkan perminta maafnya dan membalikkan tubuh untuk meninggalkan rumah tersebut, dengan langkah gontai Tristan melangkahkan kakinya.


*Om tan-tan


Om, cobain deh... gimana enak nggak?


OOMMMMM...


Om*...


🀭🀭🀭🀭


Like mana like...

__ADS_1


Giftnya jangan lupa, maafin mom kalau telat up karena tadi mom ada keperluanπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


😘😘😘


__ADS_2