My Sexy Hot, Pak Tentara

My Sexy Hot, Pak Tentara
Part 66


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Senyum seorang wanita cantik mengembang sempurna saat dirinya baru turun dari sebuah mobil yang dinaikinya, penuh drama saat dirinya pergi dari rumah yang ditinggalinya sebelum dan setelah menikah, apalagi jika bukan si centil Nella atau Tristan sering bilang syeitan kecil karena selalu mengganggu waktunya untuk bermesraan pada sang istri, hingga akhirnya Nella memilih ikut pergi bersama Nino hanya karena iming-iming ingin diajak kepasar malam.


Didepan sana rumah yang dulunya sering didatangi untuk mengantar makanan yang dibuat oleh tangannya sendiri walau tidak hampir setiap hari, namun bukan ucapan terima kasih yang didapatnya lantaran hanya tatapan datar dan dingin, tidak ada yang berubah dari segi warna dan segala yang ada dimuka rumah berlantai dua ini namun kini semua berubah dengan status serta tambahan penghuni dirumah ini sekarang karena dirinya sudah sah menjadi istri dari pemilik rumah ini, pandangannya seketika menoleh kesamping dimana rumah tempat dirinya besar masih tertata rapi bahkan banyak tambahan tanaman bunga-bunga cantik tanpa tau bahwa rumah itu sekarang miliknya karena sampai sekarang Tristan belum menceritakan apapun.


Grep.


Cup.


Lila seketika memejamkan matanya dan menahan nafas saat leher jenjangnya dikecup oleh seseorang dan dirinya tau siapa yang mengecup sebab aroma maskulin dari suaminya tercium saat memeluk tubuhnya.


"Ngeliatin apa, heum?"...


Tanya Tristan dengan bibir masih menelusuri leher jenjang sang istri dengan posisi memeluk dari belakang, dirinya tidak akan merasa malu sebab lingkungan rumahnya agak sepi dan jarang warganya untuk keluar rumah sebab kebanyakan dari mereka bekerja.


Lila menyenderkan kepalanya didada bidang sang suami sambil tersenyum tipis.


"Nggak mas, rumah mas nggak berubah"...


Ucapnya dengan menikmati pelukan yang diberikan oleh sang suami.


"Rumah kita sayang, nggak bakalan berubah cuma anggotanya nambah jadi satu, yaitu nyonya dirumah ini"...


Bisiknya perlahan dirinya melepaskan pelukannya saat kepala sang istri sudah tidak lagi bersandar didadanya.


"Yuk masuk"...


Ajaknya dengan lembut sambil melingkarkan tangannya dipinggang sang istri cantiknya dengan posesif.


Lila melangkahkan kakinya dengan tersenyum lebar begitu pula dengan Tristan, ketika sudah sampai didepan pintu dan hendak membukanya tiba-tiba pintu tersebut sudah terbuka duluan.


"UNCLE"....


Teriaknya saat melihat siapa orang yang ada dihadapannya, orang yang dirindukannya selama seminggu ini yang selalu menemaninya bermain jika lelaki ini baru pulang bekerja.


Hap.


Tristan segera menangkap tubuh mungil tersebut yang sedang berjalan cepat kearahnya sesaat setelah dirinya melepaskan tangan yang membelit posesif dipinggang sang istri.


Bocah kecil tersebut tersenyum lebar dan sesekali cekikikan saat pria dewasa yang sedang memeluknya mengusapkan rambut-rambut jambangnya dipipi serta lehernya.

__ADS_1


"Rindu sama uncle, heum?"...


Tanya Tristan sambil menatap kedua bola mata yang imut tersebut.


Bocah tersebut mengangguk cepat dengan senyuman lebarnya memperlihatkan beberapa giginya yang sudah hilang dengan kedua tangan melingkar sempurna dileher Tristan.


"Io lindu ama uncle, uncle temana ada?"...


Tanya Tio dengan berwajah chubynya.


Tristan hanya tersenyum lalu menengok kesamping dimana sang istri yang masih berdiri seperti patung dengan menatap kearah mereka berdua dengan tatapan bingungnya.


"Yang, kenalin ini Tio cucu dari mbok dami asisten dirumah mas"...


Ucapnya seraya berjalan mendekat kearah Lila.


Lila tersenyum tipis dan mengulurkan tangannya untuk mengusap pipi chuby bocah lelaki yang sedang berada digendongan suaminya.


"Halo Tio"...


Sapanya dengan nada lembut.


"Tio, salim sama onty dulu"...


Titah Tristan dengan nada lembut sesekali matanya melirik kearah sang istri.


Tangan mungil tersebut segera terulur mengikuti perintah lelaki dewasa yang disayanginya itu.


"Halo uga onty, nama tu io"...


Jawabnya dengan nada cedalnya sebab umur Tio masih dibawah Nella beberapa bulan.


"Yuk masuk"...


Ajak Tristan dengan masih menggendong Tio dengan sebelah tangannya melingkar dipinggang sang istri.


Lila tersenyun dan menganggukkan kepalanya.


Seorang wanita paruh baya berjalan sedikit cepat dengan badan buntalnya saat mendengar suara teriakan cucunya karena kebetulan dirinya sednag berada didapur dan kebiasaan dirinya yang lupa untuk mengunci pintu membuat mbok dami selalu spot jantung karena ulah cucu lelakinya itu.


Bibirnya seketika melengkung ke atas saat melihat sosok Tuan rumahnya yang sedang menggendong cucunya itu namun pandangannya tertuju pada sosok wanita cantik tepat disamping Tristan membuat langkahnya terhenti.


Senyumnya seketika lebar saat tau bahwa wanita itu adalah Nyonya dirumah ini, sebab sebelum Tristan menyelenggarakan pernikahan seminggu yang lalu Tristan sudah memberi tahu bahwa akan menikah bahkan Tristan memperlihatkan calon istrinya itu.


Mbok dami melanjutkan langkahnya kembali dan saat sudah didepan sepasang pengantin baru dirinya langsung menyambut penghuni baru itu dengan sopan.


"Selamat datang ibu, perkenalkan nama saya Dami biasa bapak memanggil saya mbok Dami, maafkan saya pak bu, saya tidak tahu jika bapak pulang hari ini"...

__ADS_1


Ucapnya dengan halus dan mengangkat kembali kepalanya.


"Nggak papa mbok, perkenalkan mbok ini istri saya namanya Lila"...


Tristan tersenyum sambil memperkenalkan istri cantiknya.


"Salam kenal mbok, panggil saja saya Lila mbok"...


Ucapnya dengan lembut sambil mengulurkan tangan halusnya ke arah wanita paruh baya seusia ocan nya.


Mbok Dami seketika terkejut saat melihat Nyonya rumah ini ternyata sangat ramah sekali lantas pandangannya tertuju pada Tuan rumah dan setelah melihat anggukan dirinya dengan tangan bergetar menerima uluran tangan putih dan halus itu.


Grep.


Lila seketika memeluk tubuh buntal wanita paruh baya setelah mbok dami menjabat tangannya, dirinya memang tidak pernah membeda-bedakan antara derajat seseorang.


"Semoga betah ya mbok dengan adanya Lila dan jangan panggil ibu panggil nama aja mbok"...


Ucapnya dengan ramah sambil menepuk pelan bahu belakang si mbok.


Lila perlahan melepaskan pelukannya sedangkan mbok dami masih sangat terkejut saat Nyonya dirumah ini memeluk orang miskin sepertinya.


"Mbok"...


Tegur Tristan saat melihat mbok dami melamun.


"Ahh...maaf pak...maaf bu, mbok hanya terharu, ibu memeluk saya, ayo sayang sini sama mbok"...


UcPnya saat tersadar dari lamunan dengan mata berkaca-kaca lalu mengulurkan kedua tangannya untuk mengambil Tio.


Tristan memberikannya saat Tio juga mengulurkan kedua tangannya.


"Silahkan istirahat pak...bu, apa perlu tambahan menu baru pak?"...


Tanya mbok dami setelah menggendong cucunya.


"Kamu mau makan apa yang?"...


Tristan malah bertanya kepada sang istri.


"Apa aja yang mbok masak Lila makan kok"...


Lila menjawab pertanyaan suaminya namun tertuju pada wanita paruh baya itu.


Mbok dami segera menganggukkan kepalanya pelan lalu memutar tubuhnya untuk melanjutkan aktifitasnya setelah berpamitan kepada sepasang pengantin baru itu.


Tristan lalu menggandeng sang istri untuk menuju kekamar mereka berdua yang berada di lantai dua.

__ADS_1


Minggu....minggu...jangan lupa like,vote.gift


🤭🤭🤭


__ADS_2