My Sexy Hot, Pak Tentara

My Sexy Hot, Pak Tentara
Part 33


__ADS_3

Happy ReadingπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Part ini masa sekarang ya readers, mom lupa kasih flashback end dipart sebelumnya🀭🀭🀭


Tristan menggelengkan kepalanya pelan mengusir fikirannya yang tiba-tiba terlintas saat ciuman dengan bocil, dihembuskan nafasnya dengan kasar dan langsung meraup wajahnya menggunakan air didalam bathtube tersebut.


Setelahnya tristan bangun dari acara berendam saat sudah puas dan segera membilas tubuhnya dibawah pancuran shower.


Dengan menumpukan kedua tangannya didinding, Tristan berdiri tepat dibawah shower dan air dari shower mulai menyirami tubuh kekarnya dari kepala.


Dibiarkannya air mengalir terus sambil menundukkan kepalanya.


"Si*l"...


Tristan mengumpat kala bayangan saat benda kenyalnya bertemu dengan bibir ranum milik bocil, bahkan rasa serta aromanya masih melekat kuat diingatannya, aroma strawberry yang begitu manis.


"Sadar...tristan...sadar...dia itu cuma bocah cilik, ingat kamu punya Aera sekarang, wanita yang selama ini bertahta dihatimu"...


bisiknya dalam hati.


Tristan segera mengakhiri acara mandinya sebab pikirannya semakin tak karuan dibuat oleh seorang bocil, entah pesona apa yang dimilikinya hingga fikirannya tertuju pada gadis kecil yang sudah beberapa minggu tak kelihatan batang hidungnya.


Disambarnya handuk yang sudah dia siapkan tadi dan segera dililitkannya dipinggang untuk menutupi terong hitam lokal miliknya.


Setelahnya Tristan keluar dari kamar mandi sambil mengusap rambut pendeknya karena dirinya habis keramas dan segera mencari pakaian santai miliknya sebab dia tidak berencana untuk kemana-mana.


Dret...dret...dret...


Ponsel miliknya bergetar dan setelah menengok di layar dirinya segera memakai kaosnya.


"Eum...."...


πŸ“ž"Dimana lu?"...


Tanya seseorang disebrang sana.


"Dirumah lah"...


Jawabnya.


πŸ“ž"Gua kesana, mau makan masakan lila"...


Ucapan Dony membuat Tristan mengerutkan keningnya.


"Ngapain lu kesini cuma buat makan masakan tu bocah?"...


Tanya Tristan penasaran.


πŸ“ž"Ya gua kangenlah dah beberapa kali minggu gua nggak kerumah lu, lagian cessa masih di tempat neneknya jadi gua nggak bisa makan masakannya sekarang"...


Jelasnya.

__ADS_1


"Nggak usah lebay lu, kan ada bonyok lu"...


Jawabnya ketus.


πŸ“ž"Yaelah bambang lu kan tau mereka lagi ke rumah kakak gue 2 minggu yang lalu, jadi selama mereka nggak ada cessa yang masakin gua dan rasanya hampir mirip ma bocil lu itu"...


Ucapnya kesal.


"Gua kesono titik nggak pake koma, nggak usah pelit lu jadi orang nanti kuburan lu sempit"...


Imbuhnya langsung mematikan panggilannya begitu saja.


Tristan hanya menghela nafas dengan kasar, pasalnya setelah dony mencoba masakan lila dirinya selalu ingin kerumahnya namun sayang tunangannya sedang membutuhkan dony jadi belum sempat dony main kerumahnya kembali dan minggu itulah terakhir lila bertandang kerumahnya dan memasakkan dirinya karena masakan yang dibawa lila tidak bisa dia makan.


Tristan akui jika masakan lila memang pas dilidahnya namun dirinya enggan untuk mengakuinya.


Dimasukkannya ponsel kedalam kantong celana pendek yang dikenakannya dan setelah itu dirinya berjalan kearah dimana dia bisa melihat rumah tetangganya dan masih seperti biasa rumah itu nampak sepi tak berpenghuni.


Tristan menggelengkan kepalanya pelan dan langsung berjalan menuju lantai bawah untuk melihat isi kulkasnya, karena seingatnya dia lama tidak berbelanja.


Sesampainya dibawah langkah kakinya mengarah ke arah dapur dan berdiri didepan kulkas.


Dibukanya perlahan dan seketika tristan menghela nafas kasar karena didalam sana hanya tersedia beberapa telur saja karena tristan jarang sekali makan dirumah sebab kebanyakan dirinya memesan makanan melalui online atau makan ditempatnya langsung.


Dirogohnya ponsel yang berada didalam saku celana dan melakukan sebuah panggilan setelah itu tristan membuat secangkir kopi susu untuknya pagi ini.


Tristan berjalan meninggalkan dapur dengan membawa segelas kopi susu yang barusan dibuatnya dan menuju keruang keluarga dengan menyalakan televisi berukuran besar sambil menunggu pesanannya tiba.


Sebuah notif masuk ke ponselnya membuat tristan merogoh ponsel yang berada didalam kantong celananya.


πŸ“©


1 Massage from Aera


Tristan mengerutkan keningnya saat melihat pesan masuk dari kontak kekasihnya seketika dirinya membuka pesan tersebut.


Honey...maaf minggu ini aku nggak bisa ke Indo, karena ada pemotretan diparis selama seminggu disana, see you next time honey, I miss U and I love U😘😘


Tristan mematikan ponselnya dan meletakkan begitu saja tanpa membalas pesan dari Aera, dirinya mengusap wajah dengan kasar.


Dirinya senang Aera kembali lagi kesisinya namun sekembalinya Aera getaran-getara seperti dulu saat pertama kali menjalin hubungan sudah tidak ada sama sekali, yang dirasanya sekarang hanya kehambaran semata dan entahlah mengapa pada saat Aera meminta balikan dirinya langaung menyetujui apalagi resiko dengan menjalin hubungan jarak jauh alias LDR.


Banyak yang mengatakan jika melakukan LDR banyak kegagalannya namun dirinya tak ambil pusing mengenai hal itu, mungkin saja getaran itu akan kembali kedepannya nanti.


β˜†β˜†β˜†


"Sudah honey?"...


Tanya seseorang yang merengkuh tubuhnya dari belakang.


"Eum sudah sayang, jadi jam berapa kita berangkat?"...

__ADS_1


Tanyanya kembali sambil mengelus tangan kekar yang melilit diperut datarnya.


"3 jam lagi kita berangkat, jadi masih ada waktu untuk memuaskan juniorku honey"...


Desahnya sambil menggigit dengan sens**l telinga wanita yang berada didekapannya.


"Apapun untukmu sayang"...


Balasnya menggoda sambil menggerakkan bulatan sintal dibelakang tubuhnya untuk menaikkan gair*h lelaki yamg memeluknya.


Dan terbukti bahwa dirinya merasakan ada yang mengeras dibelahan bongkahannya.


Terjadilah apa yang harus terjadi sebelum keberangkatan mereka berdua, mereka mengarungi kenikmatan yang tiada duanya.


β˜†β˜†β˜†


Sedangkan dibelahan negara lain seorang gadis masih bergelung didalam selimut dengan kondisi yang sedang tidak baik.


"Sayang, gimana sudah baikan?"...


Tanya seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik dari usianya dan mendudukkan tubuhnya disisi ranjang tempat seorang gadis masih berada didalam selimut.


"Masih demam, kerumah sakit ya?"...


Tawarnya setelah selesai memegang kening gadis tersebut.


Gadis itupun menggelengkan kepalanya pelan pertanda dia tak ingin pergi kerumah sakit.


Wanita paruh baya itu menghela nafasnya dengan kasar sambil mengelus sayang wajah cantik seorang gadis kecil yang baru tiba di mansionnya semalam dan pagi buta gadis kecilnya langsung terkena demam mungkin karena perubahan cuaca serta pertama kalinya bepergian jauh dan diapun memaklumi hal tersebut.


"Ya sudah kembalilah istirahat, nanti ale antarkan sarapannya"...


Ucapnya lembut.


"Cepat sembuh sayang"...


Tambahnya sambil meninggalkan kecupan dikening dengan kasih sayang sedangkan gadis tersebut hanya menganggukkan kepalanya pelan sambil tersenyim tipis.


Setelah pintu tertutup gadis tersebut langsung mengubah posisi tidurnya yang tadi miring dan sekarang tidur terlentang sambil memegangi selimut hangatnya.


Dipandanginya langit-langit kamar barunya, kamar indah dengan dekorasi yang sungguh cantik apalagi warna cat kamarnya sesuai dengan warna kesukaannya.


Gadis tersebut menyibakkan selimut yang membungkus tubuhnya, walau keadaannya masih lemas serta demam, dia tak ingin melewatkan melihat matahari terbit dilangit yang terlihat cerah namun tidak dengan hatinya yang masih diliputi kegelapan.


"Selamat pagi yang jauh disana, semoga senyummu bisa aku lihat dilain kesempatan dan mungkin status yang sudah berbeda"...


Bisiknya dalam hati sambil menghirup udara sejuk pagi ini dibalkon kamar yang akan menjadi tempat tinggal kedepannya.


Haloha...jangan lupa support selalu okey😁😁


Like.vote.gift

__ADS_1


SALAM KECUP😘😘😘


__ADS_2