My Sexy Hot, Pak Tentara

My Sexy Hot, Pak Tentara
Part 78


__ADS_3

Happy ReadingπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Like.


Vote.


Gift.


Bocil minggir dulu, part ini πŸ”₯πŸ”₯


🀣🀣🀣🀣


Perlahan Tristan membuka matanya saat dirasa tidurnya sudah lebih dari cukup dan hal yang pertama dilihat adalah wajah cantik yang masih terlelap diiringi dengkuran halus.


Tristan menyunggingkan senyum tipisnya lantas kembali mengeratkan pelukannya hingga membuat Lila menggeliat pelan namun tak juga terbangun malah dirinya memasukkan wajahnya diceruk sang suami dan membalas pelukan sang suami.


Bahkan Tristan menggeram tertahan saat tubuh keduanya yang tanpa sehelai benang menempel sempurna apalagi senjata miliknya belum keluar dari markas dan kini perlahan membengkak didalam markas sang istri.


"Mas"...


Ucapnya pelan tatkala merasa pintu markas miliknya mengganjal hingga mau tak mau dirinya terbangun walau tidak membuka matanya.


"Apa sayang"...


Balasnya dengan suara beratnya.


"Lepas ihh"...


Rengeknya ketika didalamnya semakin membengkak.


"Apanya yang dilepas heum?"...


Godanya dengan tangan bergerak sen sual di badan belakang yang terekpos itu.


"Senjatanya mas lepas, nggak cape apa kita dah perang segitu lamanya lho?"...


Gerutunya dengan menggerakkan badannya pelan akibat sentuhan-sentuhan yang diberikan sang suami membuatnya merasakan perih di pintu markasnya dan juga merinding.


"Masih betah dimarkasnya yang, biarin ajalh... kan dah 2 mingguan kita nggak perang, nanti senjata mas karatan lagi"...


Ucapnya sembari tersenyum me sum dengan pinggul yang mulai digerakkan perlahan hingga menimbulkan getaran-getaran yang akan membawa mereka berdua serasa terbang ke langit ketujuh.


Jiah lebaynya bah...🀣🀣🀣


"Mas"...


Rintihnya ketika gai rahnya sudah terpancing akibat sentuhan-sentuhan nackal tangan suaminya yang kini sudah bertengger manja dibukit yang semakin membuncit.


Tristan tersenyum lebar tatkala sang istri sudah mulai masuk kedalam permainannya, tak perlu belajar ini itu namun dirinya mengikuti naluri sebagai lelaki untuk menaikkan has rat lawan jenis.


Bahkan kini Tristan sudah mulai mengubah posisi namun tetap bermain aman sebab ada ke tiga calon buah hatinya didalam perut, walau begitu Tristan tetap merasakan kenik matan yang tiada tara dengan apa yang dilakukan sang istri pada senjatanya.


Ronde kedua pun mereka lakukan namun durasinya dikurangi karena tak ingin membuat sang istri kelelahan.

__ADS_1


Udah telat bambang...dah 2 ronde ya pasti lelah bin cape....dasar ya pak tentara satu iniπŸ€¦β€β™‚οΈπŸ€¦β€β™‚οΈ


"Aaarrggghhh"....


Lenguhnya panjang saat penyemprotan vitamin bagi ketiga junior didalam sana berlangsung.


Cup.


"Terima kasih sayang"...


Ucapnya setelah merasa penyemprotan berakhir.


"Hosh...hosh"...


"Emmm..."...


Balasnya sambil berdehem dengan mata tertutup, lelah sudah pasti namun dirinya juga menikmati penyatuan mereka hari ini.


Drettt...dreett...


Getar ponsel kembali terdengar membuat Lila seketika membuka matanya dna mengalihkan pandangannya pada benda pipih yang masih berada didalam tas begitu pula dengan Tristan.


Ploph.


Tristan dengan pelan mencabut senjatanya membuat Lila mendesis sembari memegang erat kedua tangan suaminya.


Cup.


Sedangkan Lila yang melihat tubuh naked sang suami nampak mengalihkan pandangannya dengan wajah yang bersemu merah apalagi melihat senjata laras panjang milik suaminya yang masih terlihat mengkilap akibat pelumas alami miliknya tadi.


Tristan segera mengambil dan kembali menuju ranjang lalu dirinya mengulum senyum saat melihat sang istri dengan wajah merona lalu dirinya terkekeh saat melihat sendiri keadaannya yang naked tersebut.


"Nih yang, mas mandi dulu ya"...


Ucapnya dengan meletakkan tas dihadapan sang istri lalu dengan usilnya dirinya sedikit meremas salah satu bukit kembar kepunyaan Lila hingga sang pemilik terpekik bahkan melotot matanya karena kesal dengan tingkah laku sang suami.


Tristan dengan santainya melenggang kearah kamar mandi dengan bersiul senang.


Lila langsung menggelengkan kepalanya pelan dan perlahan menyandarkan tubuhnya disandaran ranjang hotel tersebut dengan tangan merogoh isi tasnya untuk mengambil benda pipih miliknya yang sejak tadi bergetar namun mereka acuhkan karena merasa tanggung dengan aktifitas mereka berdua tadi.


Seketika Lila meringis saat melihat rentetan panggilan tak terjawab dari keluarga tercintanya.


Tut...tut...


Tak perlu berdering lama panggilan telfonnya segera diangkat oleh pemilik nomor tersebut.


πŸ“ž"Halo, sayangnya ocan gimana keadaan kamu? Ya Allah ocan sungguh bahagia saat mendengar cucu ocan selamat, Ya Gusti terima kasih sudah menyelamatkan cucu dan ketiga calon cicit ocan, udah mulai sekarang nggak usah naik pesawat lagi okey, biar ocan aja yang kesana kalau cucu ocan rindu, jangan naik pesawat lagi titik jangan membantah ucapan ocan, nanti kalau masih nekad juga ocan bakal demo dibandara biar ditutup sekalian bandaranya"...


Ocehnya panjang lebar dengan nafas memburu bahkan dirinya tak memberi kesempatan pada sang cucu untuk berbicara.


"Ocan"...


Panggilnya pelan.

__ADS_1


πŸ“ž"Ya sayang, kenapa heum...gimana, mau minta apa sayang, jangan nyidam aneh-aneh dulu ya, jantung ocan rasanya masih lari kemana-mana"...


Lila mengulum senyumnya dirinya sungguh bahagia mendapatkan keluarga yang begitu menyayanginya.


"Lila baik-baik saja ocan, Lila nggak minta apa-apa, Lila audah senang bisa ketemu sama suami Lila"...


Ucapnya dengan senang.


πŸ“ž"Maafin ocan Lila"...


Lirihnya dengan nada penyesalan.


"No ocan, jangan meminta maaf terus sama Lila, Lila bahagia bisa membantu ocan disana tapi maafin Lila jika tidak bisa berada disana lama sebab Lila sudah punya suami"...


Jawabnya lirih, sungguh dirinya yang merasa tidak enak karena tidak bisa berada disana lebih lama karena dirinya pun sekarang statusnya menjadi seorang istri.


πŸ“ž"Iya sayang, nggak papa justru ocan merasa tidak enak dengan suami kamu, sampaikan permintaan maaf ocan untuk suami kamu ya, oh ya... kalian dimana?"...


Tanya Ocan.


Degh.


Lila seketika terdiam bahkan kini sebelah tangannya meremas selimut yang membalut tubuh polosnya.


πŸ“ž"Halo sayang"....


Panggilnya saat Lila belum bersuara.


"Dihotel oma sama mas"...


Cicitnya pelan.


πŸ“ž"Oh...APA DIHOTEL, astaga bener-bener ya tentara satu ini langsung tancap gas nggak pake lama, ohhh yaaa ampun...kenapa kelakuannya kaya alm. opa kamu sayang, ohh astaga...astaga... bilangin sama suami kamu, mainnya jangan kasar, inget ada 3 pasukan didalam perut kamu, jangan banyak gaya kalau main perang, main yang aman bila perlu kamu yang pegang kendali jangan kalah sama suami loreng kamu, jangan keseringan mainnya"...


Ucapnya tak berfilter.


"Ocaannnn"...


Rengeknya bahkan kini wajah Lila memerah lantaran malu mendengar ucapan absur ocannya.


πŸ“ž"Maaf-maaf sayang, ya sudah ocan tutup....ingat pesan ocan"...


Kekehnya disebrang sana lalu langsung memutuskan sambungan telfon.


Cekrek.


Pintu kamar mandi terbuka dan Tristan keluar dengan handuk yang melilit dipinggangnya.


Namun dahinya mengeryit saat melihat tingkah laku sang istri yang sedang menggeleng-gelengkan kepalanya dengan wajah tertutup tanpa tahu apa penyebabnya.


Mungkin kalau sampai Tristan dengar pasti dirinya pun akan merasakan seperti yang istrinya lakukan saat ini.


Segini dulu, othor ada kesibukan🀣🀣🀣🀣🀣

__ADS_1


__ADS_2