
Happy Readingπ€π€π€
Hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi Lila sebab hari ini pernikahan antara bibi yan tersayangnya dan papi nino.
Acara digelar secara outdor dan hanya keluarga terdekat saja dan rekan kerja Tony selaku mempelai pria.
"Ocan...."...
Panggil lila dengan pelan saat bergelanyut manja dilengan sang oma.
"Apa sayang"...
Jawabnya sambil tersenyum lembut ke arah cucunya yang sejak tadi menggelendotinya dan mengusap lengan lila dengan sayang, bukannya risih justru maura sangat bahagia bila lila sudah sepenuhnya menerima dia semagai omanya, ya perkara mario dipanggil ogan, maura lantas protes ingin dipanggil ocan oleh cucunya.
"Kenapa nensih ngeliatin lila terus ocan?"...
Tanyanya ceplos saat sedari tadi istri dari ogannya itu menatapnya dengan pandangan yang sulit dijelaskan olehnya, sebab semenjak kemarin berjumpa istri dari ogannya itu tak pernah tersenyum kepadanya bahkan putri sulungnya juga, hanya putri bungsunya yang sangat ramah terhadapnya dan mau mengajaknya berbicara walau Bahasa Indonesianya kurang lancar.
"Nensih siapa sih sayang?"...
Tanya ocan saat tak mengerti maksud dari ucapan cucunya itu.
"Itu loo ocan, nenek Xian"...
Beritahunya dengan nada berbisik karena didepan sana sepasang pengantin sedang diberi wejangan oleh penghulu setelah selesai melakukan ijab qabul.
Maura lantas mengarahkan pandangannya kearah kursi dimana adik iparnya berada dan dapat dilihat Xianlie langsung mengarahkan pandangannya kedepan.
Maura menghela nafasnya dengan kasar, sifat adik iparnya ini memang cenderung keras kepala dan akan kentara sekali jika dia tak menyukai orang tersebut akan sulit untuk tersenyum.
"Biarkan saja nenekmu begitu, jangan digubris...oke..."...
Ucapnya sambil tersenyum hangat terhadap cucunya dan dibalas anggukan oleh lila dengan tersenyum.
"Ocan....Nanti menginap dirumah Nino ya?"...
Bisik nino tepat disebelah maura dan maura diapit oleh lila dan nino.
Maura lantas mengarahkan pandangannya kesamping kiri saat mendengar bisikan dari nino, lelaki yang menjadi anak sambung yana.
"Emang nggak apa-apa ocan bermalam dirumah nino?"...
Tanya maura sambil merasa sedikit sungkan.
__ADS_1
"Aduh ocan...masak nggak mau bermalam dirumah cucu barunya, lagian mami dan papi kan bermalam dihotel"...
Gerutunya sambil mengerucutkan bibirnya membuat maura terkekeh melihat kelakuan nino serta mendengar ucapan kata cucu baru.
Plak..
"Ihhh maemunah sakit tau bibir gua"...
Deliknya sambil mengusap bibirnya yang habis ditabok oleh lila.
"Makanya nggak usah dimonyongin tuh bibir, sini gua tambahin"..
Ucapnya sambil mengangkat sebelah highhealsnya.
Nino lantas mengerucutkan bibir dengan kesal mendengar ucapan lila.
"Sudah....sudah...iya nanti ocan bermalam dirumah nino, sayang kamu juga kan?"...
Tanya maura setelah melerai kedua cucunya, ya maura sudah menganggap nino seperti cucunya sendiri sebab yana dia anggap seperti putrinya.
Lila menganggukkan kepalanya dan kembali merebahkan kembali kepundak ocan nya lantas nino pun tak mau kalah dirinya juga ikut menggelayut dilengan ocan barunya sedangka maura nampak menggelengkan kepala sambil tersenyum tipis mendapat perlakuan seperti itu dan dirinya sungguh bahagia padahal maura sempat berfikir jika lila tak akan mau bermanja-manja terhadapnya namun semua pemikiran maura salah.
Mario yang tak sengaja menengok kearah sang kakak dan melihat raut kebahagiaan terpancar disana, dirinya ikut tersenyum bahagia.
Sudah lama sang kakak tak tersenyum semenjak kepergian putranya dan ditambah dengan meninggalnya Moreno park/Ardy prayuga keponakannya.
Setelah proses demi proses selesai, mereka lantas melakukan foto bersama namun tidak dengan Xianlie dan putrinya bernama lielie maurer mereka beralasan sedang sakit kepala namun sepertinya itu hanya alasan saja sebab mereka tak ingin bergabung dengan keluarga yang menurutnya jauh dibawahnya.
Maura cukup jengkel dibuatnya namun tak ingin menunjukkan kejengkelannya dengan merusak suasana pesta pernikaha putri angkatnya apalgi ada cucu tersayangnya.
Sedangkan mario dan mashya nampak menghela nafas dengan kasar karena kelakuan orang tercinta mereka.
Setelah semuanya selesai mereka lantas membubarkan diri, maura, lila dan nino mereka satu mobil dan akan menuju kerumah nino sebab mulai besok lila akan ikut tinggal bersama nino dan untuk rumah bibi yan, rumah itu akan dikontrakkan untuk kedepannya.
Sebenarnya Lila berat untuk pergi dari rumah itu namun apalah daya sebab bibinya kini sudah menjadi istri dari papi nino, kan nggak lucu suami istri tapi pisah rumah bathinnya.
Jadi sekarang Lila akan jarang untuk melihat om tampan tercintanya namun Lila masih memiliki seribu langkah agar bisa melihat sang pujaan hati walau Lila tinggal jauh.
Mario beserta keluarganya mereka menuju hotel yang sudah dipesannya saat baru tiba di Indonesia dan mario juga tidak bisa lama sebab ada tanggungan besar yang sedang dirinya emban walaupun dia hanya sebagai wakilnya saja sebab sang pemilik sesungguhnya adalah kakaknya sendiri dan nanti akan berpindah tangan ke Dalila Bareeka Haniya Park cucu dari kakaknya saat usia 25 tahun nanti.
Dan tugas mario nanti jika Lila sudah mau tinggal bersama sang kakak adalah mengajarkan Lila agar bisa menjadi pemimpin untuk perusahaan yang alm.kakak iparnya tinggalkan, JM2 Group perusahaan peninggalan lelaki berdarah korea tersebut yang bernama John Lau Park atau Oppa dari Lila.
Sedangkan sepasang pengantin baru yang usianya tak lagi muda itu nampak malu-malu dan canggung setelah sah menjadi suami istri, mereka berangkat menggunakan mobil khusus yang sudah disiapkan oleh pihak hotel yang telah disewa maura, ya maura menyiapkan paket bualn madu di hotel ternama dan sekaligus honeymoon ke Bali, sebab yana tak ingin pergi ke Luar Negeri jadi maura hanya menuruti keinginan putri angkatnya.
__ADS_1
"Ekhem..."...
Deheman Tony untuk mencairkan suasana yang sunyi tersebut sebab mereka saat ini berada didalam sebuah mobil yang akan menuju hotel yang sudah maura pesan.
Yana mengalihkan pandangannya saat mendengar deheman sang suami.
"Kenapa mas?"...
Tanya yana dengan lembut saat melihat suaminya sedang menggaruk tengkuknya dan yana mengerutkan keningnya.
"Nggak apa-apa habis sayang diam aja"...
Cengirnya dengan menatap penuh cinta wanita yang baru sah menjadi miliknya.
Pipi yana seketika blushing mendengar panggilan sayang yang terucap dari bibir pria yang menjadi suaminya beberapa jam lalu itu.
"Cie...blushing"...
Goda Tony saat melihat wajah istrinya memerah.
"Mas"...
Rengeknya lalu membuang wajahnya kearah jendela sambil mengulum senyum malunya.
Grep.
Dipeluknya tubuh sang istri dari samping dan membuat yana seketika menegang kaku, ya baru kali ini dirinya merasakan pelukan seorang pria, seseorang yang sudah halal untuk menyentuknya kapanpun dan dimanapun dan sepertinya dirinya harus siap seperti apa yang diucapkan oleh mama angkatnya semalam.
Maura semalam memang memberinya beberapa wejangan sebelum tidur sebab semalam maura bermalam dirumah yana.
"Terima kasih sudah mau menerima mas sebagai suamimu, mas nggak bisa berjanji namun mas akan berusaha untuk membahagiakan kamu, lila, nino dan anak-anak kita nantinya"...
Bisiknya mesra ditelinga sang istri dan untung saja sopir tak dapat melihat sebab sekat ternyata sudah ditutup oleh sang sopir saat baru menjalankan mobil pengantin tersebut.
Yana tampak tersenyum haru mendengar penuturan suaminya, ya...dirinya tak ingin janji palsu namun dirinya menginginkan sebuah bukti nyata bukan hanya omong kosong.
Dan seketika yana memutar tubuhnya untuk membalas pelukan hangat suaminya tanpa berucap sedikitpun dirinya membenamkan kepalanya diceruk leher sang suami dan terciumlah aroma suaminya mungkin akan menjadi tempat terfavorit baginya mulai sekarang.
Tony merenggangkan pelukannya dan mengangkat dagu sang istri, dilihatnya wajah cantik istrinya walau usia sudah tak lagi muda namun dia bahagia dapat meluluhkan hati wanita yang sejak 3 tahun menggetarkan hatinya saat pertemuan pertama kalinya dengan secara tak sengaja disebuah restoran.
Cup.
HALOHA SELAMAT PAGI READERS TERCINTA...
__ADS_1
TETAP SEMANGAT YAAAA....πππ
LIKE.VOTE.GIFT