My Sexy Hot, Pak Tentara

My Sexy Hot, Pak Tentara
Extra Part 6


__ADS_3

Hallo semua penggemar My Sexy Hot, Pak Tentara... Maaf baru bisa up dikarenakan adanya suatu hal tapi othor akan usahakan untuk bisa lanjutin Extra Partnya ya, selalu dukung karya othor...


MINAL AIDHIN WALFAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN SEMUA PARA PEMBACA SETIA KARYA "MOM OLLA" MAAFKAN BILA TULISAN OTHOR BANYAK KESALAHANNYA YA🙏🙏🙏


Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Keluarga kecil Tristan menikmati waktu liburan dipuncak dengan penuh suka cita, tak jarang tingkah lucu kedua bocah yang sangat menggemaskan itu berbeda dengan kedua bocah lainnya yang nampak sedikit pendiam namun bukan tak berarti tak suka diajak untuk berlibur.


"Arion jangan lari, nanti ja tuh." Tio menghela nafas dengan kasar ketika melihat sibungsu sudah jatuh lebih dahulu sebelum ucapannya selesai.


"Hua...sakit abang." Tangisnya pecah sambil memegang lututnya yang habis mencium bebatuan.


"Kan sudah abang bilang jangan lari-lari, sudah diam anak laki nggak boleh cengeng nggak malu apa dilihatin sama orang-orang." Ujar Tio sembari berjongkok untuk membantu Arion bangun dari jatuhnya.


Arion seketika terdiam dan melihat kearah sekitar yang memang banyak dari pengunjung melihat kearahnya seketika tangisnya hilang bak ditelan bumi hanya menyisakan isakan kecil sebab Arion kecil sangatlah gengsi dan malu bila menjadi pusat perhatian apalagi ketika dirinya menangis.


"Arion nggak papa nak?" Suara wanita dewasa terdengar panik dan berlari mendekat.


"Ion nggak papa bunda." Cengirnya sambil mengusap air matanya yang menetes.


Lila menghembuskan nafas dengan lega lalu ikut membantu Tio membersihkan kotoran yang menempel dicelana putra bungsunya itu.


Waktu liburan mereka gunakan sebaik mungkin dan diwaktu itulah mereka dapat berkumpul dengan formasi lengkap sebab sang kapten ada diantara mereka diwaktu liburan kali ini.


Setelah menikmati hari berlibur walaupun singkat dan saatnya waktu mereka kembali pada kehidupan nyata pun dimulai kembali dimana mereka masing-masing melakukan kegiatan rutin yaitu bersekolah sedangkan sang ayah kembali dinas seperti biasa yang akan pulang disore hari.


Tristan masuk kedalam rumah dengan langkah gontai, tubuh lelahnya ia paksa agar cepat sampai dilantai dua tepatnya dikamarnya dengan sang istri tercinta, hari ini dia terpaksa harus lembur karena kedatangan para petinggi dari pusat ke Batalyon tempatnya berdinas hingga diakhiri dengan makan malam bersama.


Bibirnya melengkung sempurna saat membuka pintu kamar dan melihat keatas ranjang dimana sang istri berada disana sedang meringkuk dibawah selimut tebal.


Perlahan langkah kakinya membawanya hingga kesisi ranjang setelah menutup pintu kembali dan tak lupa menguncinya.


"Maaf, mas pulang terlambat." Lirihnya sambil membelai lembut rambut sang istri ketika dia mendudukkan tubuhnya disisi ranjang.


Sore tadi dia sudah mengabari sang istri agar tidak menunggunya pulang dan tentu dia mengatakan hal yang sejujurnya.

__ADS_1


Cup.


Setelah meninggalkan sebuah kecupan dikening sang istri dengan pelan agar istrinya tidak terganggu tidurnya namun ternyata usahanya sia-sia setelah Tristan menghilang dibalik pintu kamar mandi perlahan sepasang kelopak mata terbuka hingga dia memicingkan mata untuk beradaptasi dengan cahaya yang masih temaram.


Kepalanya menoleh dan kedua bibirnya tersenyum ketika mendengar suara gemericik air dan dia yakin jika sang suami sudah pulang lalu membersihkan tubuh.


Lila segera bangun dari tidurnya untuk mengambil pakaian tidur buat sang suami, sepasang piyama lengan panjang berwarna maroon sama sepertinya sudah berada dikedua tangannya lengkap dengan penutup senjata jumbo milik sang suami berwarna hitam bergaris.


Bayangin sendiri yak🤣🤣🤣


Ceklek.


Pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah sosok pria yang saat ini masih tidak menyadari jika dirinya telah terbangun sebab Tristan sedang mengeringkan rambut mengunakan handuk kecil dengan pandanganan menunduk.


Lila segera meletakkan baju ganti untuk sang suami keatas ranjang lalu melangkah tanpa suara agar bisa mendekat kearah suaminya yang masih belum melihatnya.


Grep.


Tubuh Tristan seketika menegang namun tak butuh waktu lama dia segera merengkuh kembali tubuh mungil yang saat ini sedang memeluknya sebab ia tahu siapa gerangan yang secara tiba-tiba memeluknya itu.


"Kenapa bangun, heum?" Tanya Tristan dengan pelan sambil meresapi aroma khas sang istri.


"Kebangun aja, emmm mungkin feeling kalau gulingnya Lila udah pulang." Jelasnya dengan manja sambil memejamkan mata meresapi aroma sabun mandi yang biasa digunakan mereka berdua.


"Pakai baju dulu mas." Perintahnya sambil memandang wajah segar suaminya dengan kedua tangan masih melingkar dileher Tristan.


Tristan menggelengkan kepalanya pelan membuat Lila mengeryitkan dahinya.


"Mas nggak butuh baju yang, nanti juga dilepas lagi." Jelasnya dengan ambigu membuat Lila semakin tak paham dengan apa yang suaminya ucapkan itu.


"Nanti masuk angin, buru ihhh pakai bajunya." Omelnya sambil menepuk pelan bahu sang suami.


Tristan kembali terkekeh ntahlah padahal mereka sudah lebih 5 tahun membina rumah tangga namun sampai detik ini istrinya masih saja belum paham dengan kata-kata yang mengarah untuk menunaikan ibadah ditengah malam yang menghasilkan peluh namun berujung kenik matan.


Cup.


Tanpa aba-aba Tristan langsung membungkam bibir sekseh milik istrinya, bibir yang terus menjadi candu selama mereka bersama.


Lila yang mendapat serangan mendadak hanya bisa pasrah dan selanjutnya pastilah mereka akan bergulat diatas ranjang.


"Saatnya kamu yang memegang kendali sayang." Ucapnya dengan nada yang berat sebab gai rahnya sudah berada diubun-ubun.

__ADS_1


Blush.


Wajah Lila seketika memanas saat sang suami sudah membalikkan keadaan dan berganti menjadi dirinya yang kini berada diatas sebab saat ini mereka sudah ada diatas ranjang ditempat peraduan dimana tempat itu menjadi saksi untuk saling menghangatkan dan saling berbagi peluh hingga menghasilkan sikembar tiga.


Dan malam ini kamar yang tadinya sunyi senyap kini terdengar suara-suara yang bisa membuat jiwa meronta-ronta.


Setelah berperang kurang lebih 2 jam lamanya dengan saling bergantian memegang kendali akhirnya mereka berdua tumbang juga karena kelelahan dengan peluh yang menghiasi tubuh keduanya.


"Terima kasih istriku, mas sangat puas."


Cup.


Gumamnya sambil menarik tubuh lelah sang istri untuk masuk kedalam dekapannya.


Lila yang sudah tidak sanggup untuk berucap hanya mampu menganggukkan kepalanya pelan dan tak lama matanya terpejam sempurna karena badannya sungguh lelah namun dia juga bahagia bisa memuaskan sang suami.


Huek...huek...


Sepasang mata seketika terbuka dengan perlahan, dan dahinya mengeryit saat indera pendengarannya menangkap suara yang berasal dari arah kamar mandi, dia menoleh kesamping dan mendapati ruang kosong disebelahnya lantas dia langsung segera bangun dari tidurnya.


Matanya membulat sempurna saat dirinya sudah sampai diambang pintu kamar mandi.


"Yang." Panggilnya dengan sedikit panik dan langsung memijit lembut tengkuk sang istri yang saat ini sedang menunduk di wastapel.


Lila mengangkat sebelah tangannya saat merasa perutnya tidak lagi mengeluarkan sesuatu sebab dari tadi yang keluar hanyalah cairan.


"Gimana sudah enakan?" Tanyanya sambil menyeka lembut bibir sang istri tanpa rasa jijik sama sekali.


"Udah mas, Lila mau tiduran lagi, rasanya kepala Lila pusing." Ucapnya dwngan lirih sambil memegang kepalanya yang berdenyut nyeri.


Tristan dengan sigap langsung menggendong tubuh lemas istrinya itu untuk keluar dari kamar mandi.


"Tidurlah, sini mas peluk." Bisiknya pelan sambil membaringkan tubuh besarnya yang hanya memakai boxer lalu menarik lembut tubuh sang istri agar masuk kedalam pelukannya.


Lila hanya menganggukkan kepalanya pelan lalu menempel pada dada bidang suaminya dan menghirup aroma tubuh maskulin Triatan yang bercampur dengan keringat sisa percintaan mereka semalam.


Tristan menoleh keatas ranjang dan melihat jam masih menunjukkan pukul 4 pagi jadi dia memutuskan untuk kembali bergabung dengan sang istri yang sudah berada dialam mimpi.


Dok...dok...dok...


"AYAHHH....BUNDAAAAA BANGUN."

__ADS_1


Alhamdulillah bisa up lagi, othor banyak-banyak minta maaf ya readers semua🤭🤭🤭


__ADS_2