My Sexy Hot, Pak Tentara

My Sexy Hot, Pak Tentara
Part 74


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan bagi si bumil setelah berita kehamilannya yang sungguh tidak di duga sama sekali bahkan bukan hanya satu melainkan tiga sekaligus, hingga dirinya langsung melakukan sujud syukur dan bertandang ke panti asuhan dan tentu atas dukungan Ocan serta orang terkasihnya terkecuali keluarga yang berada ditanah air yang belum mengetahui berita membahagiakan ini, bahkan saat sang suami menghubunginya pun dia dengan susah payah menutupi berita yang pasti akan membahagiakan sang suami tentunya.


Kini wanita yang berusia 23 tahun lebih itu sedang bersiap-siap untuk kembali ketanah air setelah diberi ijin oleh dokter karena sewaktu pemeriksaan kandungan Lila sangat kuat dan dokter terpaksa memberikan surat ijin walau sebenarnya masih ragu sebab kandungan pasiennya yang masih sangat muda, mungkin karena triplet juga ingin bertemu dengan ayahnya jadi mereka ikut menjadi kuat seperti bunda nya apalagi penerbangan cukup memakan waktu lama nantinya.


Namun lain dengan Maura, sejak Lila diijinkan untuk bisa menaiki pesawat, wanita yang sudah berumur tersebut nampak sedih karena sang cucu serta cicitnya akan kembali ke Tanah air namun dirinya juga tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa berdoa semoga keempatnya bisa sampai rumah dengan keadaan sehat.


Semenjak kepulangan dari rumah sakit Ocan semakin posesif bahkan dirinya pun ikut membantu berbohong kepada cucu menantunya saat berbicara ditelfon yang mengatakan jika Lila belum bisa pulang cepat dan guratan kecewa terlihat diwajah sang cucu menantu namun Maura bersikap seperti biasa agar Tristan tidak tahu dengan rencana kejutan yang akan diberikan oleh Lila bahkan hingga detik ini Tristan belum mengetahui tentang kehadiran para pasukan juniornya yang sudah berkembang biak didalam rahim sang istri dan itu akan menjadi kejutan yang terindah nantinya.


Lila bahkan sudah menyiapkan kado kecil yang didalamnya berisi 3 tespeck dengan hasil positif yang berbeda merk serta selembar foto USG yang didalamnya ada 3 titik serta note yang bertuliskan


..."We love you Ayah"...


...From Bunda Lila and Triplet baby's...


...❤👶👶👶...


Dan entah mengapa dirinya memasukkan kedalam plastik anti air sebelum dimasukkan kedalam kotak kado cantik berwarna biru muda sesuai dengan warna favoritnya, bahkan sejak tadi dadanya terus saja berdetak dengan cepat namun dia menepis prasangka buruk, dirinya hanya bisa berdoa dalam hati semoga dia dengan ketiga calon buah hatinya tetap selamat selama dalam perjalanan hingga bertemu dengan suami tercinta ayah dari ketiga buah hatinya.


Dipandanginya kado mungil itu sebelum dirinya memasukkan kedalam tas yang akan dibawanya pulang ketanah air, bahkan Lila tidak diijinkan untuk membawa koper selain tas kecil serta paper bag yang berisi boneka elsa serta gaunnya yang juga dilapisi plastik dan didalamnya tidak lupa diberi catatan yang berbeda isi dan tentu itu hadiah yang akan diberikan untuk adik gembulnya.


Tangisan Ocan terjadi bahkan wanita paruh baya tersebut seperti anak kecil saat berada dibandara namun sepertinya Maura tak perduli saat semua mata tertuju kepadanya bahkan dia dengan susah payah melepas sang cucu untuk kembali ketanah air namun sang adik serta Lila dengan sabar membujuk serta memberi pengertian hingga beberapa menit barulah Ocan mengijinkan walau hatinya terasa berat dan entah mengapa perasaannya menjadi tidak tenang.


Setelah berpamitan pada anggota keluarganya termasuk dengan Masha kini Lila mulai melangkahkan kakinya menuju pintu masuk yang membatasi antara pengantar dan penumpang bahkan sesekali Lila menengok kebelakang untuk melambaikan tangan dan bersikap seolah dirinya tidak sedih berpisah dengan sang ocan.


Dan disinilah dirinya berada duduk dengan tenang seraya mengelus lembut perut yang masih rata, dirinya menghela nafas pelan sambil merapalkan beberapa doa saat pesawat yang ditumpanginya mulai bergerak meninggalkan Bandara Internasional Don Mueang dengan tujuan Bandara Internasional Soekarno Hatta sambil pandangannya menyapu keluar jendela dan dirinya bahkan menatap kosong pada awan yang lewat, entah mengapa perasaannya semakin kesini semakin tak karuan ada rasa aneh yang bersarang dibenaknya hingga dirinya mencoba untuk menghembuskan nafas dengan pelan berkali-kali dan mencoba untuk memejamkan mata berharap perasaan gundah hilang saat dirinya terbangun nantinya.


"Bunda berharap kita semua selamat sayang, jangan nakal ya didalam perut Bunda sebentar lagi kita akan bertemu dengan ayah, pasti ayah akan sangat senang dengan kehadiran kalian didalam perut bunda"...

__ADS_1


Bisiknya dalam hati dengan tetap memejamkan kedua matanya.


Sedangkan di Tanah air tepatnya disebuah rumah berlantai dua, karena hari ini sedang libur sang empu kembali berolah raga karena sudah satu minggu lebih dirinya tidak menyentuh alat-alat olah raganya sebab keadaan tubuhnya yang lemah.


Bahkan dirinya sudah bangun lebih pagi dan melakukan Video Call terhadap sang istri tercinta, rindu sudah pasti rindunya sudah menggunung namun dia juga tidak ingin egois walau dia punya hak atas sang istri.


Setelah hampir melakukan olah raga selama kurang lebih satu jam, Tristan segera mengambil handuk kecil untuk mengusap keringat yang mengalir tanpa permisi diarea wajahnya.


Tristan melangkahkan kakinya menuju dapur namun saat melewati ruang keluarga dirinya tersenyum tipis saat melihat Tio sedang duduk anteng sambil menonton serial kartun.


"Ehhh...Bapak"...


Ucapnya sedikit terkejut saat melihat Tuan rumahnya berada didapur.


"Maaf mbok sudah ngagetin"...


Ucapnya tak enak hati.


"Nggak papa pak, bapak sudah sehat?"...


Tanya Mbok dami karena setahunya Tristan masih tidak enak badan semalam.


Ucapnya dengan syukur sambil tangannya memegang pintu lemari pendingin dua pintu tersebut dan mengambil satu botol mineral untuk menghilangkan rasa haus.


"Bapak mau dibuatkan apa untuk sarapan?"...


Tanya mbok dami.


"Emm...boleh saya minta dibuatkan sup daging lagi mbok sama teh dikasih madu plus jeruk nipis ya mbok"...


Ucapnya dengan menipiskan senyum.


"Boleh pak...boleh banget"...


Ucapnya dengan antusias sebab selama hampir seminggu Tuan rumahnya susah untuk makan bahkan saat Nyonya besar datang Tristan tetap tidak makan dengan benar.

__ADS_1


"Terima kasih ya mbok, saya ke atas dulu mau bersih-bersih mbok"...


Pamitnya namun botolnya tetap dibawa sebab rasa haus masih dirasanya.


"Tio"...


Panggilnya saat langkahnya berhenti diruang keluarga.


"Ya uncle"...


Jawab Tio sambil memutar badannya saat namanya dipanggil oleh Tristan.


"Sudah sarapan belum?"...


"Cudah...Nenek buat tan Lio loti bakal cama cucu"...


Jawabnya dengan jujur.


"Pintar...ya sudah lanjutlah menonton"...


Tio menganggukkan kepalanya dan tersenyum lalu memutar tubuhnya kearah semula dan matanya fokus pada layar yang berukuran lebar tersebut.


Tristan segera memutar badannya untuk menuju lantai atas dimana kamarnya berada, namun saat kakinya baru melangkah di satu anak tangga langkahnya berhenti.


"Breaking News...Sebuah pesawat terbang dengan nomor penerbangan ××××××, berangkat dari Bandara Internasional Don Mueang Thailand dengan tujuan Bandara Internasional Soekarno Hatta pada pukul 07 pagi waktu Thailand saat ini telah mengalami kecelakaan dan terjatuh di perairan xxx"...


Seorang pembawa berita perempuan sedang berada dilayar televisi berukuran 43 inc itu.


Degh.


Brugh


Pyarr.


Sebuah botol kaca terjatuh dari pegangan tangan Tristan dan entah mengapa perasaan buruk menghinggapinya bahkan kini ingatannya langsung tertuju pada sang istri.

__ADS_1


Sabar ya pak Tentara😥😥😥


Like.Vote.Gift


__ADS_2