
Happy Readingπ€π€π€
Like.vote.gift
Follow me
Tristan menghembuskan nafas dengan kasar saat baru saja masuk kedalam mobilnya kembali yang tadi sempat dia hentikan dan parkirkan secara sembarangan.
"Si*l"...
Umpatnya dan segera menjalankan mobilnya dengan perasaan yang gamang untuk sampai kerumah dan ingin mengguyur seluruh tubuhnya dengan air dingin agar fikirannya kembali jernih tidak lagi memikirkan gadis tersebut.
Sekilas tadi dirinya seperti melihat gadis yang sudah lama tidak dia jumpai dan tidak lagi mendengar suara berisiknya serta makanan yang hampir setiap hari datang kerumahnya, namun saat dirinya menghentikan mobil serta keluar untuk mencari sosok tersebut namun bukan sesuai keinginannya karena ternyata sosok tersebut adalah orang lain bahkan dirinya sempat malu karena tiba-tiba menyentuh tubuh orang tanpa permisi yang dikira orang yang dikenalnya karena kemiripan tubuh jika dilihat dari arah belakang dan hal tersebut cukup membuatnya malu bukan kepayang karena salah menebak orang.
"Ckkk...lama-lama gua bisa gila kalau kayak gini"...
Ucapnya pada diri sendiri sambil emngusap wajahnya sekilas menggunakan sebelah tangannya dan kembali fokus untuk mengemudi hingga sampai kerumah dengan selamat dan tidak lagi memikirkan gadis yang berseliweran diotaknya sejak lebih dari seminggu bahkan dirinya sudah tidak ingat akan luka yang pernah ditorehkan oleh seseorang yang baru seminggu ini.
βββ
"Halo, MAEMUNAHHH....I MISS U"...
Teriaknya saat panggilan telfonnya diangkat oleh orang yang sudah beberapa hari ini tak bisa dihubungi.
Sedangkan sang penerima telfon langsung menjauhkan ponselnya dari telinga saat mendengar teriakan lelaki yang sudah lebih dari seminggu tak berjumpa.
π"Ehhhh...tulnak pelanan dikit napa sih kalau teriak, pengang nih telinga gua, jangan jadi adik durjana lu"...
Omelnya dengan kesal seorang gadis disebrang sana namun juga dia bahagia bisa mendengar suara sahabat serta adik sepupu barunya itu yang sudah beberapa hari tak mendengar suara cerewet dari lelaki yang sedang menelfon dirinya.
Karena memang beberapa hari ini dirinya sungguh disibukkan dengan jadwal sekolah yang berbeda sewaktu masih tinggal di Negara kelahirannya apalagi dia harus beradaptasi dengan lingkungan sekitar serta harus mengikuti les agar bisa berbahasa Thailand dengan lancar dan karena tekadnya sudah bulat untuk meraih segala impiannya akhirnya dia belajar dan belajar supaya nantinya tidak mengecewakan orang-orang terdekatnya termasuk Ocan yang begitu menyayanginya selama beberapa hari tinggal di mansion milik sang Ocan.
"Ehhh maemunah binti jaelani, kalau teriak dikecilin itu namanya bukan teriak tapi berbisik, kemana aja sih lu susah banget dihubungi, nelfon nggak pernah nyambung-nyambung"...
__ADS_1
Gerutunya sambil merebahkan tubuh lelahnya diatas sofa diruang keluarga karena memang dirinya baru saja sampai rumah bahkan dirinya belum sempat mengganti seragam sekolahnya.
Lila terkekeh mendengar gerutuan dari Nino dan sudah bisa dipastikan bahwa Nino tengah kesal padanya.
π"Aduh adikku yang tampan seantero kelurahan, maafken kakak mu ini yang sangat sibuk, jangan marah nanti kakak Lila bakal beliin pentolan segerobaknya bila perlu sama pakle nya sekalian"..
Godanya.
"Cihhh....gaya lu kayak dah punya duit aja, padahal kerjaannya malakin mulu disini terus disana lu malakin siapa jangan malakin ogan nanti mak lampir bisa murka lagi"...
Ledeknya sambil terkekeh kecil saat mengingat istri dari Ogan Lila yang begitu menjengkelkan saat acara pernikahan papinya dulu.
π"Kagak...gua disini jadi anak perawan sejati, anggun seanggun putri Inggris, kagak malakin orang lagi tapi kalau dapat target sih boleh tuh"...
Ucapnya dan langsung tergelak kencang.
"Gaya lu dah jadi anak perawan sejati, dah dapat om baru belum disono, pasti disono cowoknya cakep-cakep ya?"...
Tanya Nino dengan antusias.
"Ehhh maemunah binti rojali, gua cuma nanya dodol bukan berarti gua doyan pisang, gini-gini juga gua masih suka kue isi"...
Ucapnya dengan kesal sampai dirinya bangun dari rebahannya dan langsung duduk dengan bersila diatas sofa.
π"Masaaaa....nggak percaya gua"...
Ledeknya.
"Oke...tungguin aja gua bakal dapat cewek sebelum lu punya laki, Ehhhh BTW busway gua dah antar pesanan lu barusan, sorry dorry stroberry nih ya gua lupa kemarin abis bantuin mami nanam bunga jadi nya lupa deh"...
Cerocosnya panjang lebar.
Sedangkan Lila disana sedang termenung memikirkan seorang pria yang selalu ada didalam hatinya padahal dirinya sudah menyibukkan diri selama berada di Negara sang Ocan namun bayang-bayang wajah tampan pria berseragam loreng tidak hilang dari ingatannya dan semakin bertambah kuat.
__ADS_1
π"*Ya udah dulu ya no, gua dipanggil nih, salam buat papi dan mami, bye...."...
Klik*.
Sambungan telfon terputus seketika membuat Nino mendesahkan nafasnya dengan kasar.
"Baik-baik disana, semoga lu bisa ngelupain om kulkas itu dengan perlahan"...
Ucapnya lirih sambil memandang layar ponselnya yang sudah menggelap dan dirinya langsung bangun dari duduknya, dengan langkah gontai nino melangkahkan kakinya menuju kamar miliknya yang berada dilantai dua dengan keadaan rumah sepi yang hanya dihuni oleh dirinya serta kedua wanita paruhbaya serta mamang yang bertugas sebagai pengamanan rumah yang dihuni olehnya sedangkan kedua orang tuanya sedang menuju kedaerah Jawa karena ada keperluan dan baru tadi pagi berangkat.
βββ
Sedangkan didalam rumah, seorang gadis sudah keluar dari kamarnya dengan tampilan yang sudah fresh namun dirinya mengeryitkan dahi saat rumah terlihat begitu sepi.
"Mungkin bude dikamar kali ya"...
Gumamnya sambil melangkahkan kakinya.
Saat sedang berjalan tiba-tiba dirinya menghentikan langkah kakinya saat melewati anak tangga, matanya tertuju pada sebuah kantong berwarna biru muda yang berada diatas nakas tepat disamping tangga untuk menuju area lantai atas, area dimana budenya sudah memperingati untuk tidak menginjakkan lantai dua tersebut.
Indah menengok kesana kemari untuk melihat situasi disekitarnya dan saat sudah merasa aman perlahan tangannya terulur untuk membuka kantong berwarna biru muda tersebut.
Dahinya mengeryit saat melihat ternyata ada sebuah kotak berwarna senada didalamnya dan perlahan dirinya mengangkat kotak tersebut dan mengeluarkannya dari dalam kantong.
"Apa ini yaa, gua buka ah...penasaran banget, tapi kalau ketahuan gimana"...
Gumamnya pelan dengan membolak-balikkan keotak berwarna biru langit tersebut yang terikat dengan seutas pita cantik berwarna biru gelap sambil memperhatikan kotak tersebut dengan seksama karena rasa penasarannya tinggi dirinya bertekat untuk membuka kotak tersebut.
Tanpa tau jika pemilik dari kotak tersebut sedang memarkirkan mobil yang baru saja memasuki halaman rumah berlantai dua yang belum lama dihuni olehnya, rasa lelah serta fikiran yang berkecamuk membuat langkah kakinya dipercepat karena menginginkan suasana yang tenang dan itu ada pada saat dirinya merendamkan tubuh kedalam bathtube.
Segini dulu ya readers, besok lagi....
Like.vote.gift
__ADS_1
yang banyak giftnya, biar mom semakin semangat buat memainkan jari jemari dilayar ponsel murahan milik momπ€π€π€
salam ciumπππ